
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 150
...•...
Wilona menatap bengis ke arah ratu Keira dengan tangan masih terkepal menahan emosinya, sedangkan sang ratu hanya tersenyum melihat adiknya tampak emosi setelah mendengar kata-kata darinya yang membuat Wilona harus bingung memilih untuk bekerjasama dengan Dimas atau justru melawan pria tersebut dan mengambil kekuatannya kembali.
"Dengar kau, ratu bodoh! Sampai kapanpun aku tidak akan sudi bekerjasama denganmu, aku lebih baik hidup seperti ini dan kau mati daripada harus mempunyai kekuatan tetapi kau masih hidup!" ucap Wilona dengan nada lantang.
"Aku kasihan sekali padamu, Wilona! Aku baru tahu kau begitu mudah dibohongi oleh seorang manusia seperti Dimas, seharusnya kamu malu karena mau dijadikan budak oleh pria itu..." ucap Keira.
"Jangan sembarangan kau kalau bicara, ratu bodoh! Aku tidak pernah merasa diperbudak oleh Dimas, kami adalah sepasang suami-istri dan kami lah sang penguasa langit yang seharusnya juga pantas menjadi pemimpin di nirwana!" ujar Wilona.
"Justru kaulah yang seharusnya malu, ratu bodoh! Karena kau masih saja terus memanfaatkan orang-orang tak bersalah untuk menjadi anak buah sekaligus pesuruh mu, begitu kah caranya seorang ratu memperlakukan para bawahannya? Kalau aku jadi mereka, aku pasti sudah membunuh mu sejak lama dan menendang mu dari khayangan!" sambungnya sembari tersenyum smirk.
Ratu Keira hanya menanggapi ucapan Wilona dengan menghembuskan nafas panjang, di bibirnya kini terlukis senyuman dan matanya juga masih menatap mata sang adik yang saat ini tengah dipengaruhi oleh emosi dan dendam padanya akibat kesalahan sang ayah di masa lalu yang seharusnya memang tak terjadi pada mereka berdua.
"Kenapa diam, ratu bodoh? Kau pasti merasa bukan kalau tindakan mu itu tidak benar? Ya tentu saja, ratu bodoh sepertimu memang tidak pantas untuk menjadi pemimpin di khayangan yang agung itu! Kau lebih pantas berada di neraka bersama ayahanda yang payah itu...!!" ujar Wilona.
"Jaga ucapan mu, Wilona....!!" bentak Keira tampak emosi begitu mendengar perkataan Wilona yang menghina ayahandanya.
"Kamu boleh menghina ku sesuka hatimu, tapi jangan pernah sekali-sekali kamu menghina atau menjelekkan ayahanda! Aku tidak akan menerimanya karena bagiku, ayah itu seorang yang harus dihormati!" sambung Keira amat sangat marah.
"Oh ya? Untuk apa aku harus menghormati orang seperti dia? Kalau memang dia ayah yang baik, seharusnya dia tidak mengasingkan ku dan tidak pilih kasih pada putri-putrinya...!!" ujar Wilona.
"Kamu salah, Wilona! Ayah tidak bermaksud mengasingkan mu seperti itu, kamu salah sangka pada ayah!" ucap Keira coba menjelaskan.
"Halah, apapun alasannya tindakan seperti itu tidak pantas dilakukan oleh seorang ayah pada putrinya! Sampai kapanpun aku tidak mau mengakui orang itu sebagai ayahku, termasuk aku juga tidak akan mau menganggap mu saudara...!!" ujar Wilona.
Perdebatan kedua saudara itu makin memanas dengan sang ratu yang juga mulai terpancing emosinya setelah Wilona menghina sang ayah yang telah tiada, Keira memang tidak bisa terima jika ayahanda tercintanya dihina seperti itu apalagi oleh putrinya sendiri alias adiknya.
Dimas pun kini bangkit dari duduknya mencoba melerai perdebatan mereka, karena ia sudah pusing sepertinya mendengar duo saudara itu terus saja berdebat dan memperdebatkan hal yang tidak penting serta hanya membuang waktu saja.
"BERHENTI...!!!" teriak Dimas cukup keras sampai sang ratu dan Wilona harus menutupi telinga mereka karena sangking kerasnya suara dari pria tersebut.
Dimas melangkah ke dekat dua wanita itu yang masih saja berdebat, ia menatap wajah mereka secara bergantian dengan tatapan menyala dan tak suka karena keduanya terus saja berdebat disana.
🌺
Sementara itu, tampak para bidadari beserta Nuril & Lucas telah sampai di ruangan utama istana tersebut dan mereka sama-sama melihat dengan jelas saat sang ratu tengah bersama seorang wanita yang wajahnya sangat mirip sekali dengannya.
__ADS_1
Sontak seluruh bidadari terkejut terheran-heran melihatnya, bahkan bukan hanya para bidadari melainkan juga Nuril & Lucas yang tak menyangka kalau ada dua wanita berwajah sama di dalam istana tersebut tengah berkumpul bersama Dimas.
"Itu siapa? Kenapa wajahnya sangat mirip dengan sang ratu??" tanya Nur kebingungan.
"Entahlah, yang aku tahu dia mengaku juga sebagai ratu Keira kepadaku dan dengan mudahnya aku percaya karena wajahnya memang sangat mirip! Untunglah sekarang ini aku telah sadar dari pengaruh mereka yang jahat itu, walau aku masih tak menyangka Dimas bisa setega itu padaku!" ucap Sahira dengan raut wajah sedih plus kesal.
"Sabarlah, Sahira! Disini ada yang setia menemanimu dan mencintaimu dengan tulus, bukan seperti Dimas yang hanya memanfaatkan dirimu!" ucap Lucas.
Sahira terdiam tak menggubris perkataan Lucas barusan karena ia memang belum berhasil mengenali siapa pria itu dan semua kenangan dengannya ketika di bumi, namun ia merasa cukup senang dan baper ketika Lucas mengatakan hal tersebut seakan-akan hatinya seperti terbang.
"Hey, jangan bucin disini! Kita harus menolong ratu dari mereka berdua, aku yakin wanita itu pasti juga sama jahatnya dengan Dimas atau mungkin malah lebih jahat dan licik!" ujar Nur.
"Benar yang kau katakan, Nur! Mereka pasti punya niat tidak baik pada sang ratu, kita harus cepat kesana menolong sang ratu!" sahut Nawal.
Mereka semua mengangguk setuju dengan perkataan Nur serta Nawal, tanpa berlama-lama lagi mereka pun maju ke depan mendekati ratu Keira yang tengah bersama Wilona serta Dimas disana dan tampak beradu argumen dengan mereka berdua.
"Ratu..." ucap Nur memanggil ratunya.
Keira pun menoleh begitu namanya disebut, begitupun dengan Wilona & Dimas yang langsung menganga melihat Sahira juga ada disana bersama para bidadari termasuk Lucas serta Nuril.
"Kurang ajar! Ternyata mereka berhasil memengaruhi Sahira, sepertinya keputusanku membawa Sahira kesini adalah salah!" batin Dimas panik.
Sahira terlihat menatap Dimas dengan tatapan tajam menelisik seperti hendak membunuhnya, ya Sahira sangat kesal karena telah dikhianati oleh sang kekasih yakni Dimas dan malah dipergunakan untuk menghancurkan teman-temannya sendiri.
"Dimas, kembalikan mustika milikku cepat!" bentak Sahira dengan raut emosi serta tangan terkepal.
"Sahira? Syukurlah kamu sudah kembali dengan selamat dan baik-baik saja, aku sungguh mengkhawatirkan kamu Sahira!" ucap ratu Keira begitu melihat Sahira ada disana juga.
"Hahaha, bagaimana cara kamu merebutnya Sahira? Kekuatanmu saja sekarang ada padaku, dan kau sekarang tidak memiliki kekuatan apa-apa!" ujar Dimas tertawa menyombongkan diri.
"Kau salah, Dimas! Sahira memiliki kekuatan yang tangguh dan cukup kuat untuk menghadapi kamu, ya karena dia punya kamu para sahabatnya yang selalu siap membantu kapanpun!" ucap Nur tegas.
Ketika Nur maju ke depan berdiri di hadapan Sahira, para bidadari lainnya juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Nur dan kompak berdiri bersama-sama membantu Sahira untuk menghadapi Dimas yang memang cukup kuat itu dengan adanya mustika merah serta kekuatan dari Sahira.
...•••...
Disisi lain, Kania masih tampak syok mendengar ucapan Aldi yang tanpa sengaja terucap memang karena dikejutkan oleh Kania. Namun, Kania tahu kalau yang dikatakan Aldi adalah benar adanya karena biasanya ketika orang terkejut pasti akan membicarakan hal yang jujur dan tak berbohong.
Sementara Aldi terlihat tengah memukul-mukul mulutnya karena sudah lancang berbicara seperti itu pada gadisnya tadi, ia seharusnya memang tidak mengatakan itu dengan cara melakukan seperti tadi dan tidak ada romantisnya sama sekali.
"Eee... Kania, gue minta maaf ya! Jujur gue juga gak tahu kenapa tiba-tiba mulut gue bicara kayak gitu, tolong lu jangan marah ya sama gue!" ucap Aldi.
Melihat Aldi begitu ketakutan dan cemas dengan raut wajah memelas, Kania malah mempunyai pikiran kalau jangan-jangan benar yang Aldi katakan adalah sebuah kebohongan dan pria itu tak sama sekali memiliki niat untuk menembaknya atau menyatakan perasaan padanya seperti yang tadi diucapkan.
"Kania, gue emang cinta dan sayang banget sama lu! Gue juga pengen banget bisa punya pacar kayak lu, pasti gue bakal bahagia kalau itu sampai terjadi! Tapi, harusnya gue gak bicara kayak tadi karena itu sama sekali gak romantis..." ucap Aldi.
Ya dengan cepat Aldi menyangkal pikiran buruk Kania yang mengira kalau dirinya tak benar-benar menyayanginya, sungguh bingung bagi Kania saat ini harus bagaimana karena ternyata Aldi memang sungguh-sungguh mencintai dirinya dan semua yang ia katakan sebelumnya adalah benar.
__ADS_1
"Harusnya kan wanita seperti lu diperlakukan dengan romantis, bukannya malah ditembak di tempat kayak gini terus ngomongnya juga asal lagi! Sorry ya, kalo bisa sih nanti gue ulang lagi sekalian cari tempat yang romantis dan sesuai!" ucap Aldi.
Lagi-lagi Kania hanya terdiam sembari memandang lurus ke depan tanpa sedikitpun menoleh ke arah Aldi, ia masih bingung harus apa saat ini dan bagaimana caranya menjawab perkataan Aldi yang menginginkan dirinya untuk menjadi pacarnya.
Jujur memang Kania juga memiliki rasa pada Aldi dan setiap kali ia bertemu dengan Aldi hatinya seperti terasa berbeda, ya namun ia tidak tahu apakah itu yang dinamakan cinta atau hanya sekedar kagum karena Aldi memang lelaki yang baik.
"Kania, jadinya gimana nih lu mau terima gue jadi pacar lu atau enggak...??" tanya Aldi kembali mengulang pertanyaannya, ia mendekat ke arah Kania sembari meraih dua tangan gadis itu.
Bukan hanya itu, Aldi juga memajukan wajahnya ke depan untuk bisa melihat tatapan mata Kania yang memang menurutnya sangat indah dan selalu terbayang di dalam mimpinya juga bayangannya selama ini jika ia bisa berpacaran dengan gadis itu.
"Kalau lu gak mau jawab sekarang juga gapapa, gue pasti bakal sabar kok buat nunggunya!" ucap Aldi.
Kania masih diam tak ada tanda-tanda kalau ia akan berbicara menjawab pertanyaan dari Aldi, sepertinya gadis itu memang masih bingung bagaimana caranya yang harus ia lakukan saat ini karena ia tak tahu apakah memiliki rasa yang sama atau tidak.
...•••...
Disaat Kania & Aldi tengah beradegan romantis dengan saling berdekatan, justru kali ini anak-anak wild blood tampak ricuh dan khawatir mencemaskan kondisi ketua geng mereka yang hilang yakni Lucas. Ya sepertinya benar yang dikhawatirkan Lucas karena para anggota wild blood tampak riuh kebingungan mencarinya, mereka bahkan sampai mengelilingi kota demi menemukan Lucas.
Alan & Jack berada di depan memimpin pasukan itu untuk mencari dan menemukan Lucas dimana pun dia berada sekarang, mereka sudah memiliki pikiran kalau Lucas diculik atau disekap oleh geng the darks namun masih belum berani mengungkapkannya kepada anggota wild blood yang lain karena takut akan terjadi keributan dan salah paham.
Mereka berusaha mencari Lucas disekitaran kota terlebih dulu karena barangkali Lucas memang tidak diculik anggota the darks, ya tentu akan sangat mustahil bila anggota the darks bisa memasuki sekolahan dan menculik Lucas dari sana.
Mereka semua berhenti saat melihat dan bertemu dengan Saka di jalan yang tampaknya tengah mengisi bensin eceran disana, ya mereka masih sempat-sempatnya menghampiri Saka dan merendahkan pria itu yang memang saat ini sudah tak bergabung dengan mereka.
"Ihiy ada si pengkhianat nih..." ledek Daffa.
"Hahaha bener lu, kasian amat sih pengkhianat itu sekarang jadi gak punya temen!" sahut Wildan.
"Ya gimana mau punya temen bre, orang dia aja pengkhianat dan gak setia! Gue yakin semua orang juga gak akan ada yang mau temenan sama dia, lagian sok-sokan berkhianat!" cibir Geri.
"Hahaha... hahaha...."
Sontak Saka harus menerima cibiran serta tertawaan dari anak-anak wild blood disana, ya semuanya memang tertawa kecuali Alan yang hanya diam karena ia tidak mau menertawakan sahabatnya tersebut yang dahulu cukup dekat dengannya walau saat ini harus berpisah karena beda haluan.
"Udahlah guys, kita gausah urusin dia! Biarin aja si pengkhianat ini terus sendirian, mending kita lanjut cari Lucas sampe ketemu!" ucap Jack.
"Eh iya sih bener juga, buat apa kita pake ngobrol sama dia ya? Ntar malah jadi keenakan dia punya temen lagi, ahahaha..." ujar Geri.
Lagi-lagi untuk kedua kalinya Saka dijadikan bahan tertawaan oleh para anggota wild blood disana, namun Saka berusaha untuk tetap diam sembari membuang muka dan mengontrol emosinya serta nafasnya supaya tak terpancing dengan mereka.
Setelah itu, mereka semua pergi dari sana meninggalkan Saka sendirian yang masih berdiri di dekat motornya padahal sudah selesai membeli bensin untuk si motor yang tadi kehausan.
Rupanya Saka tengah memikirkan perkataan Jack tadi yang mengatakan kalau saat ini mereka tengah mencari Lucas, ya itu artinya kalau Lucas sekarang tengah menghilang dan itulah sebabnya geng wild blood mencari keberadaan ketua mereka tersebut.
"Mereka lagi cari Lucas? Apa mungkin kalau Lucas hilang dan bikin satu geng wild blood panik, terus sampe harus cariin dia?" batin Saka terheran-heran.
Namun, Saka langsung secepatnya menepis pikiran itu karena ia tak mau perduli dengan Lucas ataupun geng wild blood lagi. Ya baginya mereka semua hanyalah masa lalu yang tak perlu dipikirkan kembali, kini ia memiliki hidup baru yang harus dijalani.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...