Broken Angel

Broken Angel
Part 85


__ADS_3

Sudah dua hari ini Allena,terbaring di rumah sakit dengan sakit yang parah tanpa di jenguk oleh keluarga nya, tanpa di jenguk oleh keluarga barunya dan tentunya tanpa di jenguk oleh Rey.Dia di rumah sakit terbaring sendirian dengan di temani oleh marga.


Yah,marga dengan setia mendampingi Allena di rumah sakit,menemani masa-masa sulitnya.Dalam keadaan sakit dan tak ada satupun yang menjenguknya.Marga setia mendampingi Allena, tanpa perintah rey.


Seperti saat ini,marga selalu siap siaga di butuhkan oleh Allena.Setiap pagi,sore dan bahkan menjelang malam pun,marga menyempatkan diri untuk menjenguk Allena untuk sekedar bertukar cerita,atau mengingatkan Allena untuk makan.


Bak seperti kakak yang menjaga adiknya,bak perangko yang menempel di surat.Marga selalu menempel pada Allena, padahal Allena bukan lah kekasih hatinya.


Yah,malam ini, seperti malam-malam sebelumnya marga selalu ada saat Allena tengah hendak menyantap makan malamnya.


"Loe,gak bosen kesini terus?". Pertanyaan itu jelas sekali terlontar dari bibir munggil Allena untuk marga,pria tak di kenalnya tapi peduli dan perhatian terhadap nya.


"Baru datang,udah di usir aja".Sahut marga,sembari mendudukkan pantatnya di kursi.


Allena memalingkan muka dari tatapan marga yang intens menatap nya."Biasa aja dong tatapnya,gue bukan kekasih loe,bukan juga bunga yang menunggu kumbang,apalagi bulan yang merindukan punggungnya".Ucap Allena,ketus.


"Tapi,kamu lebih dari sekedar bintang-bintang_".


"Yeay,malah nyanyi".Ucap Allena,menyambar ucapan marga.


"Tapi, fakta nya memang seperti itu.Alkena Aidira".Gumam marga.

__ADS_1


Allena tak menanggapi gumaman marga,yang terdengar sangat lirih.Fokusnya adalah ke nampan menu makan malamnya yang terasa membosankan bagi dia.


Bahkan Allena sendiri, menatap nampan menu makanan nya dengan tatapan tak suka dan tak berselera."Ini lagi,ini lagi".Begitu maksud tatapan nya.


Marga,menyadari tatapan Allena yang seperti tak suka dengan menu makan malamnya."Kenapa?,tak suka?".Tanya marga,sembari meraih nampan makanan dari tangan allena.


"Menurut loe?".Jawab Allena,sinis.


"Mana gue tau,sedang loe gak pernah bilang". Dengan entengnya marga malah menjawab sesuka hatinya,tak peka sekali dia dengan tatapan Allena yang sudah merasa bosan dengan menu makanan nya.


"Huh,dasar pria gak peka.Pantas saja,dia jomblo".Gumam Allena.


"Gue?".Tanya allena.'Apa dia mendengar ucapan gue?'.Tanya Allena, membatin.


"Gue denger kok".Ucap marga.


Allena semakin di buat melongo dengan ucapan marga yang seakan bisa mendengar isi hati Allena.Tapi,yang sebenarnya adalah marga bisa menebak raut wajah lawan bicaranya termasuk apa yang dia pikirkan.


All na, menatap marga dengan tatapan tak percaya.Bahkan tanpa sadar mulutnya menganga lebar.


Marga, mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat kearah Allena."Tutup mulut mu,air liur mu sampai menetes".Ucap marga,sembari mengatupkan mulut Allena.

__ADS_1


Allena, buru-buru menggubris tangan marga."Singkirkan tangan loe dari mulut gue, tangan loe bau terasi".Gertak Allena.


"Tapi loe,suka kan?".Goda marga,sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Ngaco".Sahut Allena,kembali memalingkan wajahnya.


Rasanya marga senang melihat Allena bisa tersipu malu bak anak gadis yang tersipu malu karena ketahuan memperhatikan pria idamannya.


"Allena Allena.Gadia kecil yang malang".Gumam marga,sembari menggelengkan kepala.


Marga kembali duduk di kursinya, menatap Allena yang terus-menerus membuang mukanya seperti anak gadis pemalu.Amat menggemaskan di lihat oleh marga.


Dia menopang dagunya, seperti dia menatap wanitanya penuh dengan damba.Tidak,marga tidak mencintai Allena,tidak pula menjadikan Allena sebagai wanita idaman nya.Tapi,marga tengah mengamati raut wajah Allena,menilai dan menyimpulkan ekspresi dan perasaan Allena melalui raut wajahnya yang ayu,tapi sekarang kulitnya sudah agak kecoklatan akibat sering terkena sinar matahari.


"So,mau sampai kapan kamu ada disini terus?,tak rindu kah kau dengan suana rumah?".


Deg


Ucapan marga seakan menampar pipinya, seakan di paksa untuk kembali ke kandang harimau setelah bebas dari kandang buaya.


"Maksud mu?". Tanya allena,sembari menoleh kearah marga.

__ADS_1


__ADS_2