
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 86
...•...
Grey yang dibonceng oleh kekasihnya yakni Saka akhirnya telah sampai di rumah, gadis itu turun dari motor lalu melepas helmnya dan memberikan helm itu pada Saka.
"Kamu jadi mau ketemu papa mama aku sekarang?" tanya Grey menatap wajah Saka dengan penuh harap agar Saka mau menemui kedua orang tuanya.
Namun, Saka malah terdiam melamun seperti sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan dari kekasihnya tersebut.
"Emangnya papa sama mama kamu ada di rumah?" ucap Saka malah balik bertanya kepada Grey.
"Ada kok, kebetulan mereka lagi gak sibuk hari ini! Jadi kalo kamu mau ketemu sama papa mama aku ya silahkan aja, justru aku seneng kalo kamu mau lakuin itu..." ucap Grey.
"Ohh oke boleh deh, aku temuin papa sama mama kamu sekarang!" ujar Saka sambil tersenyum lalu melepas helmnya.
Grey pun ikut tersenyum senang karena pacarnya itu ternyata serius ingin menemui kedua orang tuanya, sementara Saka sebenarnya masih tampak ragu jika harus bertemu dengan calon mertuanya sekarang.
"Yaudah ayo kita masuk!" ucap Grey langsung meraih telapak tangan Saka yang masih menempel di stang motornya.
"Iya iya, tapi jangan pake tarik tarik segala dong kan aku bisa jalan sendiri!" ucap Saka kemudian turun dari motornya.
"Hehe maaf sayang aku reflek tadi saking senangnya, yuk kita langsung masuk aja!" ucap Grey tersenyum lalu menggandeng tangan Saka tapi kali ini tak menariknya.
Mereka berdua pun masuk ke dalam gerbang rumah Grey, terlihat ada sebuah mobil terparkir disana dan membuat Saka serta Grey curiga.
Namun, mereka tak memperdulikan mobil itu dan tetap meneruskan langkahnya menuju pintu depan rumah Grey.
TOK TOK TOK....
__ADS_1
Begitu sampai di depan pintu, Grey langsung saja mengetuk pintunya tersebut berkali-kali cukup keras agar orang di rumahnya bisa keluar membukakan pintu untuknya.
Ceklek... akhirnya pintu terbuka tak lama setelah Grey mengetuknya barusan, terlihat seorang wanita yang belum terlalu tua keluar dari dalam sana dan langsung tersenyum begitu melihat Grey yang datang.
"Eh Diwi, kamu udah pulang nak? Bagus deh yuk langsung masuk aja!" ucap wanita itu yang ternyata adalah mamanya Grey.
"Iya ma, eee ini..." ucap Grey menggantung sambil menatap ke arah Saka.
"Udah ayo masuk dulu! Kasian itu Alex nungguin kamu di dalam, kayaknya dia mau ngajak kamu jalan loh!" ucap mama Grey menarik tangan putrinya itu.
"Eee tapi ma, aku..."
"Udah gausah tapi tapi, nanti keburu Alex kesel loh nunggu lama yuk ah!" potong mama Grey. "Makasih ya udah anterin anak saya!" sambungnya kemudian langsung saja membawa gadis itu ke dalam rumahnya dan menutup kembali pintunya.
Saka tampak kecewa merasa sedih karena mendengar perkataan mama Grey tadi, ia pun jadi sakit hati serta mengurungkan niatnya untuk menemui orang tau kekasihnya itu.
"Kayaknya emang gue gak pantes buat Grey, mungkin gue harus relain dia dan lupain dia dari kehidupan gue! Gak bisa kalo setiap kali gue kesini cuma dianggap sebagai ojek yang suka antar jemput Grey...." gumam Saka.
Secara perlahan pria itu membalikkan tubuhnya lalu berjalan pergi meninggalkan rumah itu, sesekali ia menoleh lagi ke belakang dengan mata berkaca-kaca.
...•••...
Ya Aldi memilih tempat itu untuk berbicara pada Kania dan meminta maaf kepada gadis itu karena ia telah melakukan kesalahan.
"Mau ngomong apa?" tanya Kania dingin sambil melipat kedua tangannya di depan perut ratanya.
"Duduk dulu, gak enak kalo ngobrol sambil berdiri nanti kamu capek loh!" ucap Aldi tersenyum meminta Kania duduk di kursi yang tersedia disana.
Kania menghela nafasnya sambil memutar bola matanya, ia pun duduk sesuai kemauan Aldi diikuti oleh pria itu yang duduk disampingnya.
"Udah cepetan lu mau ngomong apa?" ujar Kania dengan tegas meminta Aldi untuk segera membicarakan apa yang hendak ia katakan.
"Eee... aku mau minta maaf sama kamu Kania, karena aku udah bikin nama kamu tercoreng di sekolahan! Tapi aku janji kok, aku akan cari siapa pelakunya dan bakal kasih dia pelajaran! Maafin aku ya Kania, aku gak bisa kalau ada seseorang yang benci sama aku apalagi itu wanita dan wanitanya itu kamu...." ucap Aldi menghadap ke samping sambil sedikit membungkuk dan menatap mata Kania.
"Gue itu gak marah atau benci sama lu Aldi, gue cuma lagi kesel aja sama kejadian tadi dimana orang-orang pada bilang kalo kita pacaran padahal kan nyatanya enggak! Gue juga kesel banget sama orang yang udah foto kita terus dipasang di Mading sekolah, jadi gue bukan marah sama lu kok...." ucap Kania kini berubah tidak jutek seperti diawal tadi.
"Terus kenapa lu jadi menghindar dari gue sejak kejadian di sekolah itu? Gue pikir lu benci sama gua Kania, tapi beneran kan lu gak marah? Sumpah loh gue gak enak banget sama lu Kania, gara-gara gue lu jadi digosipin satu sekolah kayak gini...." ucap Aldi masih ragu kalau Kania memang tidak marah padanya.
__ADS_1
"Tenang aja Aldi, gue beneran kok gak marah sama lu! Maaf ya tadi gue menghindar dari lu pas di sekolah itu karena gue gak mau makin banyak gosip yang beredar di sekolah tentang kita, terus soal gue jutek tadi juga maaf ya karena gue lagi kesel aja Al!" ucap Kania tersenyum lalu menggenggam tangan Aldi.
Dapat genggaman dari wanita itu membuat Aldi gemetaran, ia tampak gugup karena jarang sekali ada wanita yang mau memegang tangannya itu.
...•••...
Sementara itu, Lucas bersama kekasihnya yakni Sahira juga telah sampai di restoran pizza dekat sana yang katanya restoran pizza paling enak di kota tersebut.
Keduanya pun langsung turun dari motor lalu bergandengan tangan menuju dalam restoran pizza itu, Sahira tersenyum memandangi wajah kekasihnya yang sedikit berkeringat itu.
"Sayang, sini aku lap keringat kamu dulu! Kasihan banget sih kamu sampe keringetan begitu, pasti panas ya?" ucap Sahira sangat perhatian pada pacarnya itu, ia langsung mengambil sapu tangan miliknya lalu menyeka keringat di dahi Lucas.
"Makasih sayang, perhatian banget sih kamu!" ucap Lucas tersenyum.
Setelah selesai menyeka keringat pacarnya, Sahira menyimpan kembali sapu tangannya lalu lanjut berjalan ke dalam restoran.
Sesampainya di dalam restoran itu, mereka pun langsung memesan makanan yang hendak mereka makan.
"Sayang, kamu mau pizza apa?" tanya Lucas.
"Aku mau yang super supreme aja sayang," jawab Sahira memilih menunya.
"Oke, kalo aku cobain yang meat lovers! Itu aja mbak!" ucap Lucas mengatakan pada pelayan.
"Baik, super supreme sama meat lovers nya satu ya! Kalo minumnya apa mas?" ucap pelayan itu.
"Saya chocolate blast mbak, kamu mau minum apa sayang??" ucap Lucas.
"Eee aku strawberry milkshake deh..." jawab Sahira.
"Nah itu dia mbak!" ucap Lucas pada pelayan.
"Baik mas, mbak ditunggu ya!" ucap pelayan itu mencatat pesanannya lalu pergi dari sana.
Lucas menggenggam tangan Sahira sambil membelai rambut kekasihnya itu, sedangkan Sahira hanya tersenyum saja sedikit menunduk karena tersipu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...