
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 98
...•...
Dimas telah berubah kembali ke wujud manusia begitupun dengan Wilona, namun tiba-tiba pria itu jadi canggung berdekatan dengan Wilona apalagi setelah tau Wilona merupakan seorang ratu juga di wilayahnya.
Gadis itu coba mendekati Dimas dan menaruh tangannya di pundak pria tersebut, ia memiliki rencana untuk membuat Dimas bergabung dengannya dan meninggalkan para bidadari utusan Keira di bumi.
"Dimas, kamu kenapa? Kok aku lihat kamu kayak berubah gitu? Apa karena kamu udah tau wujud asliku?? Ayolah Dimas, kamu gak perlu sungkan atau canggung begitu sama aku! Kita udah berkali-kali menyatukan tubuh kita loh, jadi kamu gak perlu pake acara canggung segala sekarang!" ucap Wilona.
"Maaf Wilona, seharusnya aku gak terpengaruh dengan nafsuu ku sampai menyetubuhi kamu! Aku sangat menyesal Wilona, mungkin aku akan pergi dari sini dan tidak lagi mendekati kamu karena aku merasa sangat bersalah atas perbuatan yang telah aku lakukan!" ucap Dimas.
"Jangan Dimas! Justru aku maunya kamu selalu ada disisi aku, kita bergabung dan berjuang bersama-sama melindungi bumi kita! Bukannya kamu suka sama tubuh aku? Kalau kamu mau gabung sama aku, kapanpun kamu mau aku bakal kasih itu ke kamu kok!" ucap Wilona menawarkan Dimas untuk bergabung dengannya.
"Maksud kamu?" tanya Dimas tak mengerti.
"Ya kamu gabung sama aku, ikut denganku dan tinggalkan para bidadari itu! Aku akan berikan kamu pangkat tertinggi dan kamu juga bisa bersetubuh dengan aku sepanjang waktu, dengar ya Dimas mereka itu bukan bidadari yang baik! Seharusnya kamu bergabung dengan aku bukan dengan mereka, karena kamu juga sama sekali tak dianggap oleh mereka!" ucap Wilona mempengaruhi Dimas.
Pria itu terdiam sejenak memandangi wajah Wilona yang berada di dekatnya, ia memang sangat menyukai tubuh gadis itu dan beruntung baginya bisa merasakan tubuh seorang ratu seperti Wilona apalagi jika ia mau bergabung dengannya nanti.
"Benar juga yang dibilang Wilona, ratu dan bidadari-bidadari itu gak pernah suka dengan keberadaan gue! Mungkin seharusnya gue emang gabung sama Wilona dan tinggalin Sahira yang juga udah selingkuh itu!" gumam Dimas.
Pikiran Dimas sudah mulai terpengaruh karena tubuh indah milik Wilona selalu terbayang di dalam pikirannya, rencana gadis itu telah berhasil untuk membuat Dimas beralih membelanya.
"Ya, aku akan tinggalkan mereka dan bergabung dengan kamu cantik! Tapi asal kamu mau tunduk denganku, jangan lupa juga jadikan aku seorang raja di alam semesta ini agar aku bisa memiliki kekuasaan yang lebih tinggi daripada ratu Keira!" ucap Dimas menarik dagu Wilona mendekati ke arahnya.
"Dengan senang hati aku akan turuti kemauan kamu Dimas, yang penting kita bisa bersama-sama mengalahkan para bidadari jahat itu serta ratu mereka yang tak tau aturan!" ucap Wilona tersenyum puas.
__ADS_1
Dimas membalas senyuman Wilona lalu melumatt bibir gadis itu tanpa ampun, ia melakukannya dengan sangat rakus hingga Wilona kesulitan membalasnya.
...•••...
Sementara itu, Kirana memberitahu abangnya tentang rencana Sahira dan teman-temannya yang ingin pergi ke villa di Bogor esok hari.
Tentunya Kirana meminta sang abang membuat rencana untuk bisa membalaskan dendam dirinya kepada Sahira serta Lucas di villa besok karena akan lebih mudah baginya mencelakai Sahira bila jauh dari sekolah.
TOK TOK TOK...
Kirana telah sampai di depan pintu kamar abangnya dan langsung mengetuk pintu dengan cepat serta memanggil-manggil abangnya tersebut untuk segera keluar.
"Bang, buruan buka dong!" teriak Kirana.
Ceklek... pintu terbuka dan Zaenal sang abang dari Kirana itu berdiri di balik pintu lalu menatap adiknya.
"Masuk!" ucap Zaenal singkat mempersilahkan Kirana masuk ke kamarnya sambil melebarkan pintu agar Kirana dapat masuk.
Kirana pun melangkahkan kakinya ke dalam kamar Zaenal, suasana langsung terasa berbeda begitu memasuki kamar abangnya yang merupakan seorang psikopat itu.
"Seneng banget lu kayaknya, apa sih emang yang lu mau kasih tau ke gue?" ujar Zaenal penasaran.
"Besok Sahira sama yang lainnya mau pergi ke villa di Bogor, kita bisa manfaatin ini bang buat balas dendam ke mereka dan celakain mereka disana! Gue gak mau biarin mereka senang-senang sementara gue menderita di penjara cukup lama!" ucap Kirana.
"Oh sudah tentu Kirana, gue pasti bakal lakuin itu besok dan bikin mereka merasakan apa yang lu rasakan di dalam penjara! Tapa lu harus ingat Kirana, gue belum bisa bunuh mereka sekarang karena gue paling anti sama yang namanya membunuh dengan cepat!" ucap Zaenal menatap wajah adiknya.
"Santai aja bang, gue juga belum mau mereka mati sekarang tanpa merasakan siksaan dulu! Kita harus siksa mereka lebih dulu dan biarkan mereka mati dengan perlahan-lahan!" ucap Kirana tersenyum menyeringai.
"Ya itu baru adik gue! Lu semakin pintar dan cocok buat jadi adik seorang psikopat kayak gua, yaudah lu keluar dulu biar gue pikirin rencana yang pas buat siksa mereka disana!" ucap Zaenal meminta Kirana keluar.
"Oke bang, harus yang sadis ya!" ucap Kirana.
"Pasti!" jawab Zaenal singkat.
Kirana pun berbalik badan lalu keluar dari kamar abangnya yang penuh darah serta banyak pajangan dari kulit manusia terpampang di dinding kamarnya.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Kania baru sampai di rumahnya setelah diajak jalan-jalan sama Aldi mengelilingi kota dengan motornya. Kania celingak-celinguk memastikan tidak ada abangnya di ruang tamu agar ia bisa bebas dari amukan sang abang yang ganas itu.
Namun, disaat ia berjalan mundur justru ia malah menabrak tubuh seseorang yang tak lain adalah Valen abangnya itu. Kania langsung menoleh ke belakang dan melihat abangnya berdiri disana sambil meletakkan dua tangannya di pinggang.
"Eh abang..." ucap Kania tersenyum berharap abangnya itu tidak marah padanya karena terlambat pulang ke rumah.
"Abis darimana lu Kania? Kenapa jam segini baru pulang? Tadi kan lu bilangnya cuma mau ekskul sebentar, kenapa malah sampe isya begini lu baru pulang??" ujar Valen langsung menghujani Kania dengan pertanyaan.
"Eee anu, itu, anu..." ucap Kania mendadak gugup karena tatapan tajam dari abangnya.
"Apaan itu anu itu anu? Jawab yang bener!" bentak Valen cukup keras membuat gadis di hadapannya itu terkejut.
"Maaf bang, tadi gue diajak jalan-jalan dulu sama temen makanya baru pulang! Lagian lu kenapa sih sampe segitunya, perasaan papa sama mama gak pernah marahin gue kayak begini?" ucap Kania menunduk tak berani menatap mata abangnya yang menyala.
"Gua disini kan menjalankan amanah dari papa sama mama selama mereka pergi, jadi gua sekarang yang berkuasa di rumah ini dan lu harus nurutin aturan-aturan dari gua! Asalkan lu tau ya, ini juga gua lakuin buat jagain lu dek! Papa sama mama titipin lu ke gue, itu artinya gue harus jaga lu sebaik mungkin biar mereka gak kecewa nantinya!" ujar Valen kesal.
"Iya iya bang gue tau, tapi kan gue udah gede jadi gak perlu lah dikasih batasan pulang jam berapa atau yang lainnya..." ucap Kania.
"Perlu lah! Itu biar lu gak seenaknya main keluyuran sampe gak tau waktu, udah sini sesuai aturan lu bakal gua hukum karena pulang lewat dari jam 5!" ujar Valen lalu menarik tangan Kania dengan kasar.
"Awh, sakit bang!" ujar Kania merintih kesakitan karena tangannya ditarik paksa oleh Valen.
Namun, Valen tak perduli dengan rintihan sang adik dan terus menarik Kania sampai masuk ke kamarnya. Valen mendorong tubuh Kania ke dalam kamar lalu menguncinya dari luar.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...si cantik Wilona😍...
...❤️❤️❤️...
__ADS_1