Broken Angel

Broken Angel
Episode 278 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



~Kau hanya mimpi bagiku, tak mungkin jadi nyata~


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 22


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️...


Waktunya istirahat sudah tiba, Sahira pun beberes lalu siap-siap turun ke bawah untuk menemui teman-temannya seperti biasanya. Namun, tiba-tiba Saka malah menahannya dan mengatakan kalau ia ingin berbicara sejenak dengan Sahira disana.


Akhirnya mau tidak mau Sahira terpaksa meladeni Saka lebih dulu karena ia tidak enak jika menolak Saka yang hanya ingin berbicara dengannya, ya Sahira pun juga penasaran apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Saka kepadanya kali ini.


"Gue mau bicara sebentar sama lu, boleh kan?" tanya Saka sembari menggenggam tangan Sahira.


"Boleh, bicara aja!" jawab Sahira tersenyum.


"Eee jangan disini! Kita ke kantin aja, biar sekalian gue traktir lu makan disana! Kebetulan gue juga udah lama gak makan berdua sama lu, gue kangen!" ucap Saka menawarkan traktiran untuk Sahira.


"Umm, gausah deh. Gue gak enak kalo ditraktir kayak gitu apalagi sama lu, mending gue bayar sendiri aja!" ucap Sahira menolak.


"Yah jangan gitu dong! Kan gue yang pengen bicara sama lu sekarang, udah gapapa gausah gak enakan gitu sama gue mah! Kan gue juga udah pernah traktir lu makan waktu itu, lu juga gausah takut kalau Lucas bakal cemburu sama kita!" ucap Saka.


"Yaudah deh, tapi di kantin kan pasti ada temen gue sama temen-temennya Lucas juga yang bakal ngeliat kita lagi makan berdua nantinya!" ucap Sahira.


"Santai aja, mereka gak mungkin salah paham kok sama kita. Lagian kan gue cuma mau bicara sama lu, gak bermaksud buat macam-macam atau bikin Lucas cemburu!" ucap Saka meyakini Sahira.


"Oke deh, yaudah yuk!" ucap Sahira.


Saka pun tersenyum gembira karena Sahira akhirnya mau berbicara dengannya di kantin sambil ia traktir makan seperti dulu, ya Saka sangat merindukan momen dimana ia dan Sahira masih sangat dekat tak seperti sekarang-sekarang ini.


Mereka berdua langsung berjalan keluar kelas secara berdampingan untuk turun ke bawah menuju kantin dan berbincang-bincang disana, walau Sahira terus berusaha menjauh dari Saka tentunya agar tidak ada orang-orang yang salah sangka padanya.


Saat mereka hendak menuruni tangga, tanpa sengaja mereka malah berpapasan dengan Grey yang baru turun dari tangga atas lantai tiga. Tentu saja Saka merasa canggung karena harus bertemu kembali dengan mantannya saat ini.


Bukan hanya Saka, Sahira pun juga merasa tidak enak saat melihat Grey muncul dari atas dan suasana seketika berubah jadi mencekam. Apalagi Grey melirik sinis ke arah Sahira seperti orang yang tengah emosi dan ingin mengamuk.


"Hai Grey!" ucap Saka menyapa Grey.


"Hai juga! Mau pada kemana nih?" ucap Grey.


"Eee kita mau ke kantin, lu mau ikut sekalian?" ucap Saka mengajak Grey untuk ikut bersama mereka.


"Gak, gue mau ke perpus. Gue duluan ya?" ucap Grey.


"Oke!"


Grey pergi begitu saja dengan wajah dingin menuruni tangga lebih dulu, nampaknya Grey memang menaruh rasa cemburu pada Saka yang semakin dekat dengan Sahira, padahal hingga kini Grey juga masih mencintai Saka seperti dulu.


"Lu sama Grey itu hubungannya gimana sih sekarang?" tanya Sahira penasaran.


"Cuma temen, yaudah yuk lanjut!" ucap Saka.


Sahira mengangguk, ia sadar kalau Saka tak suka jika ia membahas tentang Grey saat ini. Itulah sebabnya Sahira hanya diam dan tidak lagi berbicara ataupun menegur Saka lagi, ia tau betul kalau Saka tengah sedih mungkin akibat mengingat Grey.




Sesampainya di kantin, Saka langsung menarik kursi kosong yang ada disana untuk Sahira dan segera duduk disana bersama gadis tersebut. Sahira tampak ragu karena disana memang banyak sekali murid-murid yang bisa menyaksikan mereka.


Sahira terus saja menoleh ke sekeliling mencari apakah ada temannya atau teman Lucas yang ada di dekatnya saat ini, beruntunglah karena meja mereka kali ini agak jauh dari tempat temannya serta teman Lucas berada disana.

__ADS_1


Saka sadar kalau Sahira sangat cemas jika ada yang melihat keberadaan mereka disana, sepertinya ia juga tau kalau Sahira tak ingin jika hubungan dia dengan Lucas harus kandas hanya karena masalah kecil yakni makan berdua bersama Saka.


"Sahira, mau pesen apa?" tanya Saka.


Gadis itu hanya diam dan masih saja celingak-celinguk kesana-kemari untuk memastikan apakah benar mereka aman, Sahira juga tidak mendengar pertanyaan Saka yang menawarkan padanya ingin memesan makanan apa.


"Sahira, hey Sahira!" ujar Saka agak keras.


"Ah iya. Maaf maaf, gue gak denger!" ucap Sahira terkejut saat Saka menegurnya.


"Lu ini bengong mulu sih!" ujar Saka geleng-geleng.


"Iya maaf, gue cuma khawatir aja kalau ada yang lihat kita terus mereka salah sangka dan malah lapor ke Lucas yang enggak-enggak!" ucap Sahira.


"Ya ampun, ribet banget ya ternyata cuma mau makan sama sahabat. Udah lah, lu gausah cemas begitu terus! Gue yakin gak akan ada yang cepu ke Lucas kok, lagian apa salahnya kalo kita makan berdua disini?" ucap Saka.


"Iya sih, yaudah sorry ya!" ucap Sahira.


"Ya gapapa, sekarang lu mau pesen apa? Biar sekalian gue pesenin, bilang aja gausah malu-malu!" ucap Saka.


"Umm, gue mau mie ayam aja deh sama minumnya es jeruk." ucap Sahira mengatakan pesanannya.


"Oke, kalo gitu gue pesen dulu ya? Lu tunggu disini aja sampe gue balik, nanti kalo pesanannya udah sampe baru deh kita lanjut ngobrol. Bentar ya?" ucap Saka bangkit dari duduknya.


"Iya,"


Saka pun pergi memesan makanan yang diminta Sahira sekaligus untuknya juga, sedangkan Sahira masih tetap menunggu disana duduk sembari celingak-celinguk, rupanya Sahira masih saja belum bisa duduk tenang disana.


Tak lama kemudian, Saka kembali dengan membawa dua mangkuk mie ayam serta dua gelas es jeruk yang ia bawa menggunakan nampak milik si penjual mie ayam tersebut. Sahira pun terkekeh saat melihat Saka yang seakan-akan cosplay jadi pelayan.


"Silahkan dinikmati...." ucap Saka sembari menaruh mangkuk serta gelas itu di meja.


"Hahaha, ada-ada aja lu ah! Gue kan jadi gak bisa nahan ketawa," ujar Sahira.


"Gapapa dong, bagus ketawa itu sehat. Yaudah, gue mau balikin nampan ini dulu ke penjualnya. Nanti kalo gak dibalikin disangka maling lagi, kan gak mungkin seorang Saka jadi maling!" ucap Saka.


"Iya iya...."


Barulah ia mulai memakannya menggunakan sumpit yang sudah tersedia disana, namun ia merasa kepedesan dan akibatnya ia langsung meminum es jeruk miliknya dengan cepat, sungguh Sahira sangat tidak bisa jika harus makan pedas begini.


Saka yang baru kembali langsung kaget saat melihat Sahira tengah menyedot es jeruk dengan sangat cepat seperti orang dehidrasi, Saka pun coba bertanya pada gadis itu apa sebenarnya yang terjadi dan mengapa dia sampai begitu.


"Ra, lu kenapa?" tanya Saka penasaran.


"Ini pedes banget. Lu gimana sih pesennya? Gue kan gak suka sama yang pedes, harusnya lu masih inget dong ah!" ujar Sahira kesel.


"Yeh kalo gitu berarti lu salah makan, itu paling punya gue yang pedes mah. Gak mungkin gue lupa sama selera lu, nah sekarang cobain yang ini deh!" ucap Saka menukar mangkuk mie ayam itu.


Sahira langsung mencoba mie ayam yang lain, ia pun tidak merasa kepedesan lagi.


"Eh iya yang ini gak pedes, lagian lu sih gak ngasih tau tadi yang mana punya gue! Sorry, itu udah gue makan sedikit tadi. Kalo lu gak mau makan bekas gue, ganti aja gih!" ujar Sahira.


"Gak masalah kok, justru rasanya pasti jadi lebih enak karena yang ini udah dimakan sama bidadari seperti lu!" ucap Saka tersenyum.


Sontak Sahira terkejut saat Saka mengatakan itu, ia berpikir apakah mungkin Saka sudah tau tentang identitas dirinya.




Edrea, Imeh serta Sonya baru datang ke kantin setelah mereka selesai berolahraga. Ketiganya tampak letih dan haus karena aktivitas yang baru saja mereka selesaikan, ya bahkan mereka belum sempat ganti baju karena sangking hausnya.


Sonya pun memesankan minuman untuk kedua temannya itu, karena ia disana jadi yang paling bawah makanya ia selalu mau disuruh-suruh oleh Edrea ataupun Imeh. Sedangkan kedua gadis tersebut duduk menunggu di salah satu meja.


"Meh, si Cat itu kenapa gak mau kumpul sama kita lagi sih?" tanya Edrea.


"Gue kurang tau juga, tapi katanya sih dia mau fokus kejar si Aldi dan bikin Aldi klepek-klepek lagi sama dia kayak dulu. Makanya sekarang dia lebih sering caper ke Aldi dibanding kumpul sama kita!" jawab Imeh.


"Ohh, yaelah lebay amat sih! Gue kasih berusaha ngejar-ngejar si Lucas, tapi tetep bisa tuh kumpul sama lu dan Sonya!" ucap Edrea.


"Iya juga ya, oh mungkin si Cat itu gak mau sampe keduluan sama Kania. Soalnya kan sekarang Kania sama Aldi itu udah makin deket, makanya Cat jadi was-was!" ucap Imeh.


"Umm, ah paling cuma alasan dia doang! Sebenarnya Cat itu udah males kumpul sama kita, dia gak setia kawan tuh namanya!" ujar Edrea.

__ADS_1


"Gak tau deh, udah lah gausah bahas dia lagi! Nanti juga kalo butuh dia bakal balik sama kita, kan biasanya emang begitu yang namanya teman gak setia!" ucap Imeh.


"Gue sih gak sudi temenan sama cewek kayak gitu!" ujar Edrea.


Tak lama kemudian, Sonya datang kembali kesana dengan membawa tiga gelas minuman yang dipesan oleh Edrea serta Imeh dan tentu miliknya. Sonya meletakkan gelas-gelas itu di meja lalu kembali ke tempat si penjual untuk mengembalikan nampan.


Disaat Sonya sedang ingin menaruh nampan itu, ia tak sengaja melihat Saka dengan Sahira yang sedang makan berdua di dekat sana. Sontak Sonya langsung buru-buru menaruh nampannya lalu kembali menemui Edrea serta Imeh di mejanya.


"Guys, guys...!!" ujar Sonya heboh.


"Eh eh, lu kenapa sih?" tanya Imeh heran.


"Itu loh guys, ada momen yang langka!" jawab Sonya.


"Hah? Momen apaan?" tanya Edrea.


"Si Sahira lagi makan berdua sama Saka disana, gue lihat mereka juga mesra banget tuh! Ini bisa lu jadiin kesempatan buat manas-manasin Lucas, supaya hubungan mereka kandas!" ujar Sonya.


"Ah yang bener? Lu gak salah lihat kan?" tanya Edrea.


"Iya beneran, mata gue masih bagus kok gak rabun!" jawab Sonya.


"Yaudah dimana mereka?" tanya Imeh.


"Itu disana tadi!" jawab Sonya.


"Oke, ayo anterin kita kesana!" ucap Edrea.


Sonya mengangguk kemudian jalan lebih dulu memimpin kedua sahabatnya menuju meja Sahira serta Saka yang tak jauh dari sana, Edrea sudah sangat tidak sabar untuk melihatnya sendiri dan memastikan kebenaran perkataan Sonya itu.


"Nah itu dia mereka...!!" ujar Sonya menunjuk ke arah meja Sahira serta Saka di depannya.


"Eh iya bener, ini kesempatan buat lu. Ayo cepet lu ambil gambar mereka, terus lu kasih deh ke si Lucas!" ucap Imeh.


"Iya Edrea, lu harus manfaatin ini!" sahut Sonya.


Edrea tersenyum menyeringai, ia pun mengeluarkan ponselnya lalu mulai memfoto Sahira serta Saka yang ada di depan sana. Tanpa berlama-lama lagi, Edrea langsung mengirim foto itu ke nomor Lucas dan kemudian kembali tersenyum.




Tliingg...


Lucas yang sedang asyik bermain PlayStation lima miliknya di kamar, merasa terganggu lantaran ponselnya berdering. Ia pun mempause sejenak gamenya untuk mengecek siapakah yang mengirim pesan kepadanya disaat seperti ini.


Ketika melihat nama Edrea yang muncul di layar ponselnya, Lucas tampak malas sekali untuk membuka dan membaca pesan darinya. Namun, ia penasaran karena Edrea mengirim sebuah foto padanya.


"Foto apaan ya?" batin Lucas.


Akhirnya Lucas membuka isi pesan itu untuk melihat sendiri foto apakah yang dikirim oleh Edrea ke ponselnya barusan, ia sangat penasaran walau sebenarnya malas sekali untuk membaca pesan dari Edrea tersebut dikala ia tengah bermain game.


"Kak Lucas!"


Tiba-tiba suara Gina yang ada di sampingnya itu membuat Lucas terkejut dan belum sempat melihat foto apakah yang dikirim Edrea, ia menoleh ke arah Gina sambil deg-degan karena tadi tengah serius tapi malah dikagetkan oleh sang adik.


"Lu kenapa sih?" tanya Lucas sewot.


"Ya kakak tuh yang kenapa? Cuma lihat pesan masuk aja lama banget, buruan dong dimulai lagi gamenya! Gina udah mau menang tau lawan kak Lucas, kan kak Lucas udah janji kalau Gina menang mau dibeliin kinderjoy nantinya!" ujar Gina cemberut.


"Hahaha, iya iya maaf. Yaudah sebentar, ini kakak mau cek dulu isi pesannya ya?" ucap Lucas.


"Yaudah iya, tapi buruan!" ujar Gina.


"Iya, santai aja kali!" ucap Lucas.


Lucas pun kembali fokus ke ponselnya, ia menyalakan kembali layarnya lalu melihat foto yang dikirim Edrea kepadanya. Lucas langsung syok bukan main saat ia melihat foto Sahira tengah makan berdua dengan Saka di kantin.


"Sahira lagi sama Saka?" batin Lucas.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2