
Di tengah-tengah rasa kebingungan Allena,ada seorang pria yang tengah bersembunyi di balik pohon.Pria itu yang menyelamatkan nyawa Allena dan membawanya ke rumah sakit,pria itu adalah pahlawan yang sesungguhnya dalam hidup Allena.
Marga Prayudha, sahabat karib sekaligus detektif yang di miliki oleh Rey.Tanpa sengaja melihat Allena dengan wajah sembab dan mata sayu.
Dia kesini juga dengan tujuan yang sama dengan allena, menenangkan diri di bawah pohon rindang dengan angin yang berhembus , memberikan kesejukan nan ketenangan.
"Allena,wanita itu".Gumam marga.
Dia menelisik raut wajah Allena, memperkirakan bahwa dia habis menangis dengan cukup lama.
"Apa yang di lakukan nya di jam pelajaran seperti sekarang ini?,dan rey, kenapa lagi tuh manusia setengah serigala".Tanya marga pada diri sendiri.
Kembali marga memperhatikan gerak-gerik Allena,seperti penguntit saja dia yang tengah mengamati targetnya.
Allena,dia merenung.Masih memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang memang mengarah pada fakta.Reynaldi Kenzo Pratama adalah orang yang sama dengan pria yang telah memberikan nya earphone, laki-laki pertama yang menyembuhkan luka di hatinya, laki-laki yang tersenyum menenangkan nya.
"Tidak".Teriak Allena,membahana."Tidak mungkin dia". Teriaknya sembari menggeleng-gelengkan kepala.
"Ngapain tuh cewek?,pake acara teriak-teriak segala,sudah stres kali yah?".Marga sampai bergidik ngeri, mendengar teriakan Allena.
__ADS_1
Bagaimana tidak merasa ngeri,sedang Allena dari tadi berteriak gak jelas,terdiam, berteriak lagi terus aja begitu.Beruntung di berada di tempat yang jarang terjamah oleh manusia, sehingga dia bisa leluasa mengeluarkan emosi jiwa nya.
"Mesti di rekam nih".Gumam marga.
Dia mengeluarkan iPhone dari saku celananya.Dia mulai merekam kegiatan Allena yang tiba-tiba berteriak,sedetik kemudian terhenti,merenung,berteriak lagi dan diam, merenung lagi terus aja begitu sampai tak sadar langit sudah gelap.
Yah, langit-langit yang tadinya cerah terkena sinar sang Surya, sekarang telah tertutup awan gelap.Pertanda hujan akan turun.
Langit-langit telah tertutup awan hitam pekat.Semakin kesini,semakin banyak awan yang menutupi langit-langit.Dan pada akhirnya awan tak mampu menampung debit air yang di kandung nya,awan itu telah menurunkan debit airnya untuk mengurangi beban air yang di kandung nya.
Tetes-tetes air hujan telah jatuh.Awalnya hanya gerimis,lama semakin deras saja air yang di tumpahkan oleh awan.
Allena,menikmati tetesan air hujan yang turun,sembari memutar-mutar badannya.Menikmati air hujan yang membawa beban masalah.Menikmatinya seakan satu persatu rasa sakit itu terangkat.
"Hujan datang membawa kabar".Teriak Allena,berebut saling bersahutan dengan kilatan petir.
Allena,tak takut sama sekali dengan kilatan petir yang membahana dan menggelegar amat menakutkan.
'Aku selalu bahagia
__ADS_1
'Bila hujan turun
'Karena aku dapat mengingatnya
'Untuk ku seorang
Allena menyanyikan lagu Utopia yang berjudul hujan dengan lirik lagu yang berantakan,asal bunyi saja yang penting berjingkrak-jingkrak bak anak kecil yang di beri izin main di kala hujan.
"Allena Allena Allena".Gumam marga.Dia juga tanpa sadar menikmati tetesan air hujan sembari memperhatikan gerak-gerik Allena.
Allena,terbawa suasana dinginnya hujan.Menikmati tetesan air hujan yang menghantam tubuhnya secara berkeroyok,menghujam tubuh ringkih nya dalam durasi amat lama .Hingga..
Brugh
Tubuh Allena ambruk jatuh ke bawah, setelah kepalanya merasakan pusing yang amat sangat.
"Allena".Teriak marga, kalap.
Dia berlari menghampiri Allena yang tiba-tiba ambruk ke bawah,dia gendong tubuh ringkih itu, membawanya ke dalam mobilnya untuk di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1