Broken Angel

Broken Angel
Part 131


__ADS_3

Rey,di buat gemas dengan Allena yang terus menatap bathub dengan tatapan kosong seperti orang yang tengah memikirkan sesuatu.


"Apa yang kau pikirkan?".Sentak rey, membuyarkan lamunan Allena.


"Apa yang aku pikirkan,?".Kata allena,membeo.


Rey,menepuk jidatnya.Ternyata Allena sedari tadi hanya sibuk memikirkan sesuatu yang tak mungkin terjadi.Dia juga hapal betul dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Allena.


"Singkirkan pikiran negatif mu itu".Kata Rey,berjalan mendekat kearah Allena."Gue gak bakalan melecehkan loe di bathub itu". Bisik Rey,tepat di telinga allena.


Allena sampai bergidik, bulu-bulu halusnya berdiri tanpa sengaja saat bisikan syaitan itu telah menyadarkan dia akan kekeliruannya dalam berpikir.


"Cepat mandi atau_".


Belum juga selesai Rey berkata.Allena dengan buru-buru mengisi air di bathtub untuk dia berendam tak lupa dia juga menambahkan aroma lavender sebagai aroma untuk merileks kan tubuhnya yang terasa apek.


Rey,terkekeh dengan tingkah laku Allena.Sekali lagi,Allena bertingkah laku di luar ekspektasi nya.

__ADS_1


"Keluar!".Seru Allena,tanpa menoleh.


"Fine".Sahut Rey,sembari berlalu pergi meninggalkan Allena yang dia suruh untuk cepat-cepat mandi agar rencana dan janjinya tak terbengkalai seperti yang sudah-sudah.


"Ternyata merpati putih ku, menyukai aroma lavender".Gumam Rey, tanpa sadar tersenyum manis menampilkan lesung pipinya yang menambah kesan manis di pahatan wajah nya yang tampan.


Di dalam kamar mandi.Allena masih berdiam diri,tak berniat untuk berendam apalagi harus mandi.Cuaca dingin di tambah kabut putih, membuat nya enggan untuk menyentuh air.Berwndam pun rasanya malas meski itu bisa menggunakan air hangat.


"Kalau dingin begini caranya,malas gue mandinya juga".Ucap Allena,memeluk tubuhnya sendiri yang merasakan kedinginan.


Rasanya enggan untuk sekedar menyapa air dengan sentuhan tangan apalagi harus membilas tubuhnya dengan air yang begitu dinginnya seperti sedang berada di kutub.


"Mendadak jadi warga Eskimo nih gue".Ucap Allena,masih betah duduk jongkok memandangi air yang ada di bathtub.


Tangan allena, bermain-main dengan air merasakan sensasi dingin yang amat terasa di permukaan kulitnya.Allena seperti orang yang phobia terhadap air, hanya menyentuh tanpa ikut hanyut ke dalamnya, merasakan sensasi yang berbeda bila di bandingkan dengan air di Jakarta.


Tak terasa Allena bermain-main dengan air sudah hampir satu jam bahkan aroma lavender pun perlahan wanginya memudar,kaki allena pun sampai pegal dan tangannya sampai putih keriput akibat kelamaan di rendam ke air bathub.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok


"Allena Aidira".Suara teruskan di sertai dengan gedoran pintu begitu memekakkan telinga allena.Dia yang sedari tadi melamun sembari memainkan air di bathtub nya, seketika tersadar kembali.


Buru-buru dia melucuti pakaiannya dan melakukan mandi ekspres, dengan mengumpulkan keberaniannya menghadapi air dingin yang membuatnya enggan untuk berlama-lama mandi bawah guyuran air shower yang sudah pasti itu dingin.


Klek


Pintu terbuka dari dalam, menampilkan Allena yang memakai kimono satin sebatas lututnya, menampilkan kaki jenjangnya yang mulus dan putih, rambutnya dia lilit dengan handuk.


Rey,terpaku di tempatnya demi melihat wajah cantik dan body Allena yang ideal.Tanpa sadar mulutnya menganga terbuka.Lupa dengan emosi dan kekesalan nya terhadap allena yang di buat menunggu hanya untuk mandi saja.


"Tutup mulut mu,tak sadarkah kau?,air liur mu sampai menetes".Ucap allena,sembari melenggang pergi.Tak memperdulikan Rey yang masih diam terpaku.


Rey,baru tersadar dengan tingkah konyolnya yang mendadak dia terpesona dengan wajah cantik dan body nya yang ideal.Sebelum-sebelumnya dia tidak seperti ini.


"Aish, memalukan".Ucap Rey sembari menyusut air liur yang tak sengaja menetes.

__ADS_1


__ADS_2