
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 76
...•...
...|||...
...happy reading....🎉🎉🎉...
...✨✨✨...
Aldi mengantar kembali Kania ke rumahnya, terlihat wajah dari mereka berdua kini tampak sumringah dan saling tersenyum memandang satu sama lain walau Kania masih saja malu menunjukkan itu.
"Makasih ya udah mau temenin gue jalan-jalan ke luar, sejak Cat pergi ke luar negeri gue gak pernah lagi jalan berdua sama cewek kayak gini! Sebenarnya gapapa sih, tapi sekarang ini gue bener-bener sendiri soalnya Lucas sama Alan udah punya gebetan masing-masing cuma gue doang yang masih jones!" ucap Aldi.
"Iya Al gue tau kok, eee kalau misal lain waktu lu mau jalan-jalan lagi telpon gue aja! Gue siap kok temenin lu kapanpun lu mau, ya selagi gue bisa tapinya...." ucap Kania sambil menyeka rambutnya ke belakang.
"Makasih lagi, oh ya sama satu gue minta maaf ya sama lu! Karena gue udah paksa lu buat pergi sama gue, setelah ini gue gak akan lakuin itu lagi kok tenang aja!" ucap Aldi tersenyum.
"Iya Al gapapa, udah ah gausah pake minta maaf segala! Lagian gue juga seneng bisa jalan-jalan sama lu, kebetulan sejak putus dari Lucas gue juga belum pernah jalan berdua sama cowok lagi kayak gini..." ucap Kania.
"Syukurlah kalo lu seneng, eee yaudah ya gue balik dulu soalnya gue harus balikin mobil bokap gue ini!" ujar Aldi tersenyum.
"Iya, hati-hati Al....!!" ucap Kania membalas senyuman Aldi bahkan melambaikan tangan ke arah Aldi membuat pria itu jadi kegeeran.
__ADS_1
Aldi pun masuk ke dalam mobilnya sambil juga melambai ke arah Kania, lalu ia langsung menancap gas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menjauh dari rumah Kania.
Setelah mobil Aldi tak terlihat lagi, Kania pun hendak membuka gerbang dan masuk ke dalam.... akan tetapi, tiba-tiba seseorang memanggil namanya sehingga ia tak jadi membuka gerbang itu.
"Kania...."
Sontak gadis itu menoleh ke asal suara dan langsung memasang wajah jutek saat mengetahui yang memanggilnya adalah Willy seorang pria yang tidak ia sukai.
"Lu ngapain lagi sih kesini Wil? Kan gue udah bilang jangan ganggu-ganggu gue lagi! Gue itu gak mau ketemu sama lu Willy!" ujar Kania dengan nada tinggi.
"Gue cuma mau tanya, lu abis darimana si cowok berandalan itu? Terus kenapa lu mau jalan berdua sama dia sih, giliran sama gue gak mau pilih kasih lu...??!!" ujar Willy.
Kania menghela nafasnya kasar serta memalingkan wajahnya menahan emosi, memang ketika bertemu dengan Willy ia sering sekali terpancing emosi.
"Apa sih Wil? Suka-suka gue dong mau pilih jalan sama siapa aja, emangnya lu siapa gue? Udah ah mending lu pergi sana atau gue teriak biar satpam di rumah gue denger terus ngusir lu dari sini...??!!" ujar Kania.
"Sabar dong Kania, kan gue cuma tanya! Apa lu udah jadian sama si cowok berandalan itu?" ucap Willy coba menenangkan gadisnya.
Willy hanya bisa terdiam membiarkan Kania masuk ke dalam, lalu ia pun tampak kesal juga dan menendang kerikil di aspal ke sembarang tempat sambil mengepalkan tangannya.
"Awas aja lu Aldi....!!" gumam Willy.
...•••...
Sementara itu, operasi ibu Wilona telah selesai dan berjalan lancar... tentu saja kabar itu sangat membuat Wilona bahagia dan reflek memeluk Dimas dengan erat, Dimas yang dipeluk seperti itu pun tampak sumringah dan mengambil kesempatan untuk mengelus-elus punggung Wilona.
"Aku seneng banget operasi ibu lancar, makasih ya Dimas ini semua berkat kamu!" ucap Wilona di dalam pelukan Dimas.
"Sama-sama cantik, aku ikut seneng kalo kamu seneng! Semoga setelah ini ibu kamu gak sakit-sakit lagi ya dan kalian bisa hidup bahagia!" ucap Dimas.
"Aamiin...." ucap Wilona kemudian melepaskan pelukannya, namun Dimas malah menahannya untuk tetap berada dalam pelukannya.
__ADS_1
"Dimas, kamu kok malah tahan aku sih?" ujar Wilona bertanya terheran-heran mengapa Dimas malah menahan tubuhnya.
"Aku masih mau peluk kamu cantik dan rasain aroma tubuh kamu yang indah ini, apalagi dengan begini aku juga bisa ngerasain gumpalan kenyal di dada kamu menempel ke tubuh aku...." ucap Dimas sambil memejamkan matanya.
Wilona pun tampak kesal dengan perkataan Dimas yang seperti itu, akhirnya ia memberi cubitan di lengan Dimas sehingga pria itu melepaskan tubuhnya.
"Awh aduh sakit sayang! Kamu kok kasar sih cubit aku begini?" ujar Dimas kesakitan sambil mengelus-elus lengannya.
"Lagian kamu itu mesum banget sih Dimas! Aku peluk kamu karena bahagia loh eh kamunya malah kayak gitu, emang gak ada laki-laki yang tulus di dunia ini...." ucap Wilona langsung membuang muka.
"Iya iya maaf, yaudah sekarang mending kamu pulang dulu ke rumah! Tadi kan kata dokter ibu kamu masih belum bisa ditemuin, jadi kamu pulang aja terus besok baru kesini lagi! Nanti biar aku tugasin beberapa anak buah ku untuk berjaga-jaga disini...." ucap Dimas.
"Lagian kamu juga kan harus muasin aku, ingat loh aku udah bayarin operasi ibu kamu!" sambung Dimas kini berbisik di telinga Wilona.
Gadis itu pun terdiam mendengar bisikan dari Dimas yang menggodanya, sebenarnya ia tak mau melakukan itu lagi dengan Dimas tapi apa daya ia memiliki hutang pada laki-laki itu.
"Yuk, kita pulang!" ucap Dimas mengulurkan tangannya di hadapan Wilona.
Wilona hanya mengangguk lalu meraih tangan Dimas dan menggenggamnya, mereka pun pergi dari rumah sakit menggunakan mobil Dimas yang terparkir di luar.
Saat di dalam mobil, Dimas selalu memandangi wajah Wilona yang berada disampingnya padahal ia harus fokus menyetir... hal itu membuat Wilona merasa risih dan akhirnya bersuara menegur Dimas.
"Dimas, kamu fokus aja nyetir aku gak bakal kemana-mana kok tenang aja!" ucap Wilona.
"Hehe iya maaf sayang, abisnya wajah kamu itu enak banget dipandang sih!" ujar Dimas nyengir.
Wilona hanya memutar bola matanya lalu memalingkan wajahnya ke jendela, sedangkan Dimas masih terus menatap Wilona dengan tajam seperti mempunyai rencana buruk pada gadis disampingnya itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1