
"Kenapa?".Sentak Allena,tak terima dirinya di bangunkan secara paksa.
"Anak gadis gak baik,bangun siang".Jawab Rey,mengandeng tangan allena.
"Loe,udah kayak emak-emak ngomelin anak gadis nya,tau gak loe?".Sindir Allena.Kesedihan yang sempat di rasanya,kini seakan sirna tenggelam dalam pusaran mimpi.
Rey,tidak menanggapi ucapan allena.Dia membawa Allena ke wastafel, menyuruh nya untuk mencuci muka terlebih dahulu sebelum makan bersama.
Allena,bagai kerbau di cocok hidung nya.Dia mematuhi perintah rey tanpa bantahan,tanpa intrik drama diantara keduanya yang sering terjadi bak tom and Jerry.Kqdang akur,tapi banyaknya berantem terus.
Selesai mencuci muka dan tangan nya.Allena kembali di gandeng menuju tempat makan.Disana sudah tersedia dua piring nasi goreng beserta dengan telur ceplok dan dua gelas air.
"Wuih, harum nya menggoda".Ucap Allena antusias.Dia lepaskan gandengan tangan Rey,berjalan dengan riangnya menuju meja makan.
Tanpa basa-basi dia hendak menyuapkan makanan nya pada mulutnya yang meminta untuk di beri asupan.
"Eit, tunggu".Sentak rey, mencegah tangan allena menyuapkan makanan pada mulutnya."Baca do'a dulu Allena".Hardik,rey.
__ADS_1
Allena,terpaksa mengurungkan niatnya.Dengan wajah cemberut dia menuruti perintah rey.Begitu selesai,dia langsung melahap makanan yang tersaji di hadapannya dengan begitu lahapnya.
"Enak".Ucap Allena,sembari mengunyah.
"Biasakan,kalau makan jangan sambil berbicara".Hardik rey lagi.
"Yah yah yah".Sahut Allena dengan wajah cemberutnya.
Lagi-lagi dia berada dalam kendali rey dengan sederet aturan yang memuakkan bagi Allena.Biasanya dia bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa bantahan dan tanpa aturan.Bersama Rey,dia harus menjalani hidupnya sesuai dengan aturan.
"Habis".Ucap Allena, mengacungkan piring ke udara.Memberikan isyarat makanan di piring nya sudah habis tanpa sisa.
"So,apa rencana mu sekarang?".Tanya Rey, setelah menegak habis minuman nya.
Allena, terdiam.Memikirkan rencana hidup nya yang sayangnya tidak ada dalam pikirannya untuk melakukan aktivitas positif seperti orang kebanyakan.
"Kebanyakan mikir".Sindir rey.
__ADS_1
"Belum juga,ada lima menit".Celetuk Allena.
Sekarang Allena sudah kembali ke mode dulu nya.Suka membantah dan seringnya memancing emosi Rey.Rey,harus ekstra sabar menghadapi gadis kecilnya.
"Kemana yah?".Tanya allena, pura-pura sibuk berpikir.
Rey, dengan sabar nya dia menunggu Jawaban Allena sembari melihat layar ponselnya.Siapa tau ada notifikasi penting.
Benar saja,baru juga dia mengaktifkan ponsel nya sudah ada rentetan notifikasi memenuhi layar ponselnya.Diantaranya dari ayahnya dan juga marga.
Dia mengklik notifikasi dari marga, menyampingkan notifikasi dari ayahnya yang bertanya seputar kejadian kemarin beserta dengan ***** bengeknya.
[Rey, sorry gue selama ini gak ada kabar.Sebab gue,sibuk dengan urusan gue.Loe ingat,aida nur janah,kekasih gue yang bertugas di negara Palestina?,baru kemarin dia pulang ke Indonesia,lebih cepat dari kabar yang dia pernah berikan ke gue.Nah, sekarang gue lagi sibuk buat mempersiapkan acara lamaran gue yang akan di gelar dua hari lagi.Sorry,gue ngabarin loe nya telat,sebab gue di kejar waktu rey].
Begitu isi notifikasi yang di kirimkan oleh marga padanya."Oh pantesan".Ucap Rey, memaklumi kesibukan sahabat nya.
"Kenapa?".Tanya allena, penasaran.
__ADS_1
Rey,menoleh."Gak ada".kilah rey.
"Oh".Sahut Allena,kembali sibuk dengan pikirannya sendiri.Lebih tepatnya sok sibuk.