Broken Angel

Broken Angel
Episode 218 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 118


...•...



...Sebelum mulai, lihat yang keren2 dulu...


...❤️❤️❤️...


...|||...


Aldi & Jack masih berusaha mencari siswi yang kesurupan di sekitar sekolah, mereka khawatir ada siswi-siswi yang belum terdeteksi dan itulah sebabnya mereka keliling satu sekolah. Aldi memutari sekolah mulai dari lorong sampai belakang sekolah, sedangkan Jack berkeliling di lantai atas sampai ke rooftop sekolah.


Aldi kini berada di belakang sekolah celingak-celinguk mencari siswi yang kesurupan, langkahnya terhenti saat ia melihat 3 orang tengah berkumpul di depannya. Salah satu dari mereka memakai baju seragam dan Aldi seperti tak asing dengan wanita tersebut, Aldi pun dengan sangat berani maju mendekat untuk memastikan siapa mereka dan sedang apa mereka disana.


"Itu siapa ya? Yang satu pake seragam, satunya lagi udah kayak nyai ronggeng punya selendang begitu, terus sama cowok lagi... ah gue nguping aja deh jangan-jangan mereka ada niat buruk dan bisa jadi mereka yang bikin kekacauan ini!" batin Aldi.


Aldi bersembunyi di balik tembok batu dekat sana, ia berusaha menguping pembicaraan orang-orang tersebut agar bisa tahu apa yang sedang dibicarakan oleh mereka. Namun, mata Aldi membulat seketika saat menyadari salah satu dari mereka adalah temannya yakni Edrea.


Aldi pun bingung mengapa Edrea bisa bersama kedua orang aneh itu, ia bertanya-tanya ada hubungan apa kiranya Edrea dengan mereka dan apa yang sedang mereka bincang kan disana.


"Loh loh? Itu Edrea ngapain disana? Duh jangan-jangan dia mau diculik lagi sama mereka, tapi kok kelihatannya mereka akrab banget sih? Ah elah gak kedengeran lagi obrolan mereka dari sini, padahal udah deket loh ini! Apa kuping gue yang bermasalah kali ya?" batin Aldi sambil memukul-mukul telinganya.


"Ah besok gue ke tht dah..."


Bukkk...

__ADS_1


Tiba-tiba punggung Aldi dipukul dari belakang oleh seseorang dengan menggunakan batang kayu, seketika Aldi tergeletak pingsan disana dengan posisi tangan memegangi punggungnya. Orang yang memukulnya membuang kayu tersebut tepat di samping tubuh Aldi lalu pergi dari sana meninggalkannya begitu saja, masih belum diketahui siapa dia dan apa motifnya memukul Aldi begitu.




Sementara Edrea masih bersama Wilona & Dimas disana, mereka sepertinya tak mendengar suara keributan tadi karena memang tidak terlalu bersuara. Wilona sudah merubah tampilan dirinya menjadi sosok selendang hijau yang melegenda di sekolah panca sakti, Dimas pun terkejut karena penampilan Wilona berubah 180 derajat.


"Gimana, makin cantik atau malah jelek?" tanya Wilona memutar badannya sembari mengangkat selendang hijau yang melingkar di pinggang nya.


Dimas terperangah sekejap menyaksikan itu, ia seperti bukan melihat istrinya lagi karena tampilan Wilona memang sangat-sangat berbeda bahkan wajahnya saja kini tak lagi seperti kemarin.


"Apa benar kamu Wilona istriku?" ujar Dimas masih menganga tak percaya melihat penampilan Wilona yang sekarang.


"Iya, masa kamu gak kenal sama istri kamu sendiri? Aku ini Wilona, ya emang sekarang tubuh aku berubah tapi kan seenggaknya kamu bisa kenalin suara aku dong!" ujar Wilona.


"Eee ya iya sih, tapi tetep aja aku ragu! Soalnya wajah kamu berubah 100 persen, lagian aku baru tahu kalau kamu bisa merubah tampilan kayak gini! Ilmu apa yang kamu punya sampe bisa begini?" ujar Dimas terheran-heran.


"Ada deh, pokoknya aku bisa merubah wajahku sesuka hati tanpa ada yang bakal tahu kalau itu aku! Tapi tenang aja, wajah aku yang kemarin itu asli kok! Yaudah sekarang aku mau mulai aksinya sama gadis ini, kasihan dia kalau lama-lama terus begini!" ucap Wilona tersenyum mendekati Edrea.


"Oke, tapi ingat jangan sampai kamu menyakiti manusia-manusia itu! Cukup Sahira saja yang kamu incar dan ambil mustika itu dari tubuhnya, setelah itu kamu harus langsung temui aku untuk menyerahkan mustika nya kepadaku..." ucap Dimas.


"Pasti dong, aku bakal selalu doain kamu! Yaudah sana kita gak punya banyak waktu, kalau ustad ustad di sekolah ini berhasil menyadarkan mereka maka kondisinya akan gawat!" ujar Dimas.


"Tenang saja, tidak akan ada yang mampu menandingi kekuatan ku!" ucap Wilona tersenyum licik.


Gadis itu pergi menghilang dari hadapan Dimas bersama Edrea, sepertinya mereka hendak melancarkan aksi selanjutnya yakni membuat seluruh murid disana kesurupan sehingga Sahira akan panik dan terpancing mengeluarkan kekuatannya. Lalu, dengan mudah Wilona bisa mengambil mustika merah dari tubuh Sahira.


Sementara Dimas juga ikut pergi dari sana memantau dari jauh, Dimas tidak bisa memunculkan dirinya di hadapan Sahira karena ia sangat takut dibenci oleh wanita yang dicintainya.




Di luar, Sahira masih sangat mencemaskan kondisi teman-temannya yang kesurupan itu. Ia bingung mengapa semuanya bisa jadi seperti ini, pikirannya langsung kacau dan tak karuan memikirkan orang-orang itu. Begitupun dengan Lucas, ia adalah orang yang paling menyesal akan kejadian ini. Pasalnya, Lucas lah yang mengambil lukisan legenda itu dan menunjukkannya pada Sahira hingga lupa menutup kembali lukisan itu dengan kain.

__ADS_1


"Gue gak bisa diem aja, ini semua salah gue dan gue harus bertanggung jawab untuk memperbaiki semuanya! Kasihan mereka yang tidak bersalah harus jadi korban atas kesalahan gue, iya gue harus cari lukisan itu dan balikin ke tempat asalnya sebelum terlambat! Dengan begitu gue yakin masalah ini pasti akan kelar..." batin Lucas.


Lucas memutuskan untuk masuk ke sekolahnya, namun tiba-tiba Sahira menahannya dengan mencengkeram lengan sang kekasih itu.


"Mau kemana, Kas?" tanya Sahira dengan wajah penasaran menatap mata kekasihnya.


"Eee aku harus ke dalam bantu mereka, siapa tahu ada yang bisa aku lakuin kan! Aku gak bisa diem disini aja kayak pengecut, kasihan mereka!" jawab Lucas.


"Pasti kamu ngerasa bersalah ya?" ucap Sahira seperti menginterogasi Lucas, sebenarnya ia sudah tahu semuanya karena dapat mendengar suara hati kekasihnya itu.


"Eee...."


"Yaudah biar aku temenin ya ke dalamnya, aku gak mau biarin kamu sendirian nanti kalo kamu kenapa-napa gimana?" ucap Sahira dengan wajah cemas dan khawatir nya.


Lucas yang melihat ekspresi menggemaskan dari Sahira langsung luluh seperti tak bisa menolaknya, namun tentu sebagai pria ia tidak mau melibatkan kekasihnya karena takut sesuatu terjadi padanya.


"Jangan, sayang! Kamu disini aja ya sama mereka, biar aku yang masuk ke dalam dan bantu orang-orang disana! Aku yakin bisa jaga diri kok, lagian hantu itu cuma ngincer gadis-gadis disini bukan pria macho kayak aku!" ucap Lucas.


"Dih macho, cucok kali!" cibir Alan saat mendengar kata-kata Lucas barusan.


Lucas langsung melotot ke arah temannya itu membuat Alan mengalihkan pandangannya seketika, Sahira pun dibuat terkekeh oleh perkataan Alan padahal pria itu meledek kekasihnya.


"Ish, kok kamu malah ketawa sih sayang? Aku diledekin loh sama Alan, harusnya kamu marah gitu!" ujar Lucas kesal pada kekasihnya.


"Iya iya maaf, sayang! Cuma lucu aja gitu.." ujar Sahira meminta maaf sambil menahan tawa.


"Ah tau ah! Udah aku mau ke dalam, kamu disini ya jangan ikut takutnya kamu malah ikut-ikutan kesurupan juga nanti!" ucap Lucas.


"Umm, yaudah tapi kamu hati-hati!" ucap Sahira.


"Iya, sayang!" ucap Lucas singkat lalu membelai rambut kekasihnya sambil tersenyum.


Cupp...


Tak lupa pria itu mengecup kening Sahira sebelum pergi, ia tak merasa ragu walau disana banyak yang melihatnya termasuk Kania sang mantan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2