Broken Angel

Broken Angel
Episode 245 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 145


...•...


Ratu Keira maju mendekati Dimas yang masih memegang trisula emas di tangannya, nampaknya Ratu Keira sangat marah dan kecewa pada kelakuan Dimas saat ini yang sudah membuat kegaduhan bukan hanya pada kaum bidadari tetapi juga kerajaan langit bahkan sampai melukai Nuril.


"Dimas, hentikan semua kejahatan mu itu! Sudah cukup aku mendengar kelakuan yang sudah kamu lakukan pada Sahira dan makhluk bumi lainnya, sekarang saatnya kamu bertaubat!" ucap ratu Keira dengan nada lantang dan tegas.


"Hahaha, memangnya kenapa aku harus melakukan itu ratu? Justru aku akan tetap berbuat seperti ini dan mengumpulkan seluruh kekuatan di alam semesta ini, termasuk menyerap kekuatan mu ratu!" ucap Dimas tersenyum licik.


"Kamu sungguh keterlaluan, Dimas! Jangan harap kamu bisa menguasai alam semesta selagi kamu memiliki sifat seperti ini, aku akan menghentikan semua rencana jahat mu!" ucap ratu Keira.


"Oh ya? Memangnya dengan apa kau akan bisa menghentikan ku, ratu? Jangan terlalu mengkhayal, kekuatanmu itu sekarang tidak sebanding dengan kekuatanku! Justru aku yang akan menghabisi mu dan menyerap seluruh kekuatanmu, bersiaplah ratu!" ujar Dimas tampak percaya diri.


"Kau salah, Dimas! Karena aku disini tidak sendirian, ayo tunjukkan wujud kalian sekarang!" ucap ratu Keira memanggil beberapa makhluk yang ia kumpulkan dari semesta lain.


Ya cukup banyak makhluk-makhluk muncul disana dan beragam wujudnya, mata Dimas langsung terbelalak begitu melihat mereka muncul. Sedangkan sang ratu tampak menyunggingkan senyum melihat kecemasan di wajah Dimas, walau ia juga masih belum yakin kekuatannya cukup untuk mengalahkan Dimas disana.


"Ohh, jadi ternyata kau sudah menyiapkan semuanya ratu? Pantas saja kau begitu percaya diri, tapi aku tidak selemah yang kau kira ratu! Mereka semua hanyalah secarik kertas bagiku, dan akan dengan mudah aku bisa menghabisi mereka!" ucap Dimas.


"Jangan sombong dulu, Dimas! Kamu belum tahu bagaimana kekuatan mereka, masih ada kesempatan bagimu untuk menyerah dan kembalikan mustika itu secara baik-baik padaku sebelum aku memerintahkan mereka menyerang mu!" ucap ratu Keira.


"Hahaha, enak saja kau ingin memintaku menyerahkan mustika ini! Ambillah kalau memang kau bisa mengambilnya dariku, tapi jangan salahkan aku jika kau akan mati di tanganku ratu!" ucap Dimas sembari mengepalkan tangan.


Dimas mengangkat trisulanya bersiap menyerang ratu Keira disana, sedangkan sang ratu juga mengambil ancang-ancang untuk menahan serangan dari Dimas begitupun dengan para makhluk yang ia bawa dari alam lain.


"Rasakan ini, ratu bodoh!!" teriak Dimas.


Slaasshhh....


Pancaran sinar kuning keluar dari trisula di tangan Dimas, dengan cepat Keira menangkisnya menggunakan tongkat yang ia miliki. Namun, kekuatan dari trisula tersebut cukup dahsyat hingga membuat ratu Keira hampir terpental ke belakang.


"Hahaha, bagaimana ratu? Baru serangan pertama saja kau sudah kewalahan, jangan berharap kau akan bisa mengalahkan ku!" ucap Dimas sombong.


"Aku belum kalah, Dimas! Lagipun, kau juga belum tahu bagaimana serangan kami!" ucap ratu Keira.


"Ya benar, ayo cobalah keluarkan serangan mu!" ucap Dimas menantang ratu Keira.


Ratu Keira mengucap kalimat khusus sembari mengangkat tongkat miliknya ke atas, seluruh makhluk bawaannya juga mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan pertama mereka.


Nuril yang masih tergeletak disana sangat ketakutan akan terkena dampak dari serangan itu, ia pun berusaha bangkit lalu bergerak menjauh dari pertarungan tersebut agar bisa selamat.


"Habislah kau, Dimas...!!" teriak ratu Keira.


Slaasshhh....




Nur bersama para bidadari lainnya mengelilingi seluruh kerajaan langit untuk mencari keberadaan Sahira yang diyakini juga berada disana ikut dengan Dimas, ya mereka memang mendapat kabar tentang munculnya Dimas disana dari Nuril beberapa waktu lalu sebelum Dimas menemui Nuril.


"Kita harus cari kemana lagi, Nur? Hampir seluruh area kerajaan ini sudah kita susuri, namun tidak kunjung juga kita berhasil menemukan Sahira disini! Apa jangan-jangan Dimas tidak membawa serta Sahira kesini, bisa saja ia hanya datang sendiri!" ucap Nawal kebingungan.


"Entahlah Nawal, tapi firasat ku mengatakan kalau Sahira ada di sekitar sini dan dia mungkin saja tengah disembunyikan Dimas di sebuah tempat khusus yang ada di istana ini!" ucap Nur.


"Tapi mana buktinya, Nur? Sampai sekarang kita juga belum berhasil menemuka Sahira disini, bisa saja yang dikatakan Nawal itu benar kalau Sahira tidak ada disini!" ucap Nara.

__ADS_1


"Kita cari sekali lagi, mungkin masih ada tempat yang belum kita datangi!" ucap Nur masih yakin kalau Sahira memang berada disana.


"Eh, itu kan raja langit! Kita bisa tanya sama dia tata letak ruangan disini, mungkin aja dengan begitu kita bisa menemukan Sahira..." ucap Nawal menunjuk ke arah Nuril yang tengah berjalan kesakitan.


"Benar juga, ayo kita kesana!" ucap Nur.


Mereka pun melangkah maju ke dekat Nuril dengan tergesa-gesa untuk menanyakan lokasi ruangan di dalam kerajaan tersebut, tampak Nuril juga sangat kesakitan dan butuh pengobatan segera karena terkena serangan dari Dimas sebelumnya.


"Yang mulia!" panggil Nur.


"Iya, ternyata kalian disini juga... tolong, bantu sembuhkan aku!" ucap Nuril meminta bantuan.


"Baiklah, aku akan membantumu yang mulia!" ucap Nur kemudian bersiap mengobati Nuril dengan kekuatan yang ia miliki.


Criiinngggg...


Setelah selesai diobati, Nuril pun merasa lebih lega walau rasa sakit itu masih ada sedikit karena kekuatan Dimas memang sangat dahsyat dan hampir membuatnya kehilangan nyawa.


"Terimakasih, bidadari! Sebaiknya kalian segera ke ruang utama dan bantu ratu kalian, mungkin kekuatan kalian akan sangat berguna!" ucap Nuril.


"Maaf yang mulia, tapi ratu memerintahkan kami untuk mencari Sahira disini! Karena kami yakin Sahira pasti ikut dibawa kesini oleh Dimas, ya walau sampai sekarang kami belum bisa menemukan keberadaan Sahira!" ucap Nur.


"Oh begitu? Apa kalian sudah memeriksa kamar-kamar di istana ini? Mungkin saja Dimas menyembunyikan Sahira di salah satu kamar yang ada disini, karena tak mungkin ia membiarkan Sahira berkeliaran begitu saja..." ucap Nuril.


"Kau benar yang mulia, kalau begitu bisakah kau beritahu kami dimana saja kamar tersebut?" ucap Nur sangat berharap pada bantuan dari Nuril.


"Ya tentu, kenapa tidak? Marilah, aku akan mengantar kalian ke kamar itu!" ucap Nuril bangkit.


Nuril sang raja langit walau sekarang ini sudah direbut oleh Dimas, langsung mengantar Nur serta para bidadari lainnya menuju kamar yang ada di istana tersebut untuk mencari Sahira. Nuril berjalan dituntun oleh Nur & Nawal karena ia memang belum bisa jalan seperti biasanya, tentu Nuril sangat menyukai momen ini karena ia dikelilingi oleh para bidadari yang cantik-cantik.


Tak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk sampai di kamar pertama, ya Nuril langsung menghentikan langkahnya begitu sampai disana dan menemui kedua pelayan di depan kamar itu.


"Hey, kalian menyingkir lah! Kami ingin masuk ke dalam untuk mengecek kondisi kamar ini!" ucap Nuril.


Kedua pelayan itu saling tatap seperti kebingungan harus berbuat apa saat ini.


...•••...


"Heh, ini lu bawa gue kemana woi? Serem banget tempat beginian, pulangin gue ke rumah ayah ibu gue!" ujar Lucas panik sampai berteriak.


"Buset, nikah aja belum udah minta dipulangin ke rumah ortu! Sabar dong cin, nanti kita ijab qobul dulu baru deh gue pulangin lu ke rumah emak bapak lu!" ucap Dorta dengan gaya lonyeh nya.


"Dih, udah gila lu ya? Seriusan ini tempat apaan, Dorta??" tanya Lucas terheran-heran.


"Udeh lu tenang aja, gue gak akan macem-macem sama lu! Kecuali emang lu yang mau sendiri, gue itu bawa lu kesini biar lu bisa bebasin Sahira!" jawab Dorta masih dengan gaya kemayu.


"Seriusan lu? Dimana emang Sahira, ha?" tanya Lucas tampak tidak sabar bertemu Sahira.


"Hahaha, sabar dong cin! Gausah buru-buru gitu kali ah! Kita tunggu dulu beberapa menit sampai ada kabar selanjutnya dari si nyai, lagian baru juga kita nyampe kan masa iya Sahira nya langsung ada!" ucap Dorta.


"Arrgghhh, awas ya kalo lu main-main sama gue!" ujar Lucas mengancam Dorta.


"Lu bisa pegang omongan gue, setelah nyai datang disini kita akan langsung bebasin Sahira! Nyai selendang hijau itu punya kekuatan yang hebat, dia pasti bisa bantu lu lepasin Sahira!" ucap Dorta.


"Oke, tapi awas kalo ternyata lu sama nyai selendang hijau bohongin gue!" ucap Lucas.


Tak lama kemudian, muncul seorang wanita dengan selendang hijau melingkar di pinggangnya. Ya sudah tentu wanita itu ialah nyai selendang hijau yang akhirnya datang, Lucas pun tampak sumringah melihat nyai sudah datang disana.


"Selamat datang, nyai!" ucap Dorta memberi hormat.


"Terimakasih, Dorta! Maaf aku terlambat, karena aku harus mengumpulkan kekuatan sebelum bertarung dengan Dimas di tempat itu nanti!" ucap nyai.


"Dimas? Siapa itu Dimas??" tanya Lucas heran.


"Yaelah dia pake nanya, Dimas itu yang nyulik Sahira pacar lu!" jawab Dorta.

__ADS_1


"Ohh..."


"Berarti yang waktu itu bawa Sahira, Dimas?" batin Lucas penasaran.


"Oke, sekarang kita langsung meluncur kesana! Dorta, bawalah manusia bumi ini dan ikuti aku!" titah nyai pada anak buahnya yakni Dorta.


"Baik, nyai!" ucap Dorta.


Tanpa berlama-lama lagi, nyai selendang hijau bersama Dorta dan juga Lucas langsung pergi menuju tempat mereka meyakini kalau Sahira ada disana bersama Dimas.


Lucas pun tampak tidak sabar akan menemui Sahira kembali sesudah cukup lama ia tak bisa bertemu dengan kekasihnya itu, namun rasanya seperti ada yang mengganjal di dalam hatinya tentang kebaikan yang tiba-tiba ditunjukkan nyai selendang hijau dan juga Dorta kepadanya.


"Haruskah gue percaya sama mereka? Gue khawatir kalau mereka cuma mau jebak gue!" batin Lucas.


...•••...


Sementara itu, di sekolah tepatnya kelas Lucas yakni XII IPS B tampak para murid tengah mengerjakan soal yang diberikan oleh Bu Meli dengan antusias dan serius berat. Namun, ketidakhadiran Lucas di kelas itu membuat Bu Meli cemas dan khawatir karena ini sudah hampir bel pulang tetapi Lucas tak kunjung juga masuk ke kelasnya.


"Duh Lucas itu kemana sih? Kok sampe jam segini belum masuk ke kelas juga? Apa dia sengaja bolos pelajaran saya karena saya ini sepupunya? Ish kalau emang bener begitu, awas aja kamu ya Lucas pasti saya bakal laporin ke ibu kamu!" gumam Bu Meli bertanya-tanya penasaran.


Tiba-tiba saja Alan & Aldi maju ke depan mendekati Bu Meli sambil senyum-senyum sendiri, mereka saling senggol dan garuk-garuk kepala seperti kebingungan hendak berbicara apa pada guru mereka itu.


"Heh, ngapain kalian disini? Emang kalian udah selesai kerjain soal yang saya kasih??" tanya Bu Meli menegur dua muridnya itu.


"Hehehe, maaf bu! Kita udah selesai kok itu, daritadi malah!" jawab Alan sambil nyengir.


"Ya terus mau ngapain kesini?" tanya Bu Meli heran.


"Maaf Bu, kita cuma mau izin keluar sebentar! Boleh kan ya, Bu?" ucap Alan ragu-ragu.


"Hah? Mau ngapain kalian izin keluar?" tanya Bu Meli lagi makin penasaran.


"Ini loh Bu, daritadi kan ibu tanyain Lucas terus nih! Nah makanya kita mau izin keluar buat cari si Lucas, siapa tahu bisa kita bawa dia kesini Bu!" jelas Alan.


"Hadeh, gausah deh! Kalian pasti cuma mau cabut dari kelas saya kan? Pake segala alasan mau cari Lucas, udah udah sana duduk lagi! Kalo emang udah selesai bawa kesini soal nya, biar saya langsung periksa!" ucap Bu Meli.


"Yaelah Bu pelit amat sih, kita beneran kok mau cari si Lucas yang ngilang! Nanti setelah itu juga kita bakal balik lagi, boleh ya Bu?" ujar Alan memohon.


"Iya Bu, daripada ibu harus bengong terus kayak gitu mikirin si Lucas kan! Mending kita berdua cari dia keluar supaya Lucas juga terhindar dari hukuman, gapapa kan Bu?" sahut Aldi.


"Umm, yasudah boleh! Tapi, bawa dulu kerjaan kalian kesini dan kalau memang benar semua baru saya izinkan kalian keluar!" ujar Bu Meli.


"Waduh!" ucap Alan & Aldi berbarengan, mereka terkejut sambil menutupi mulutnya.


"Kenapa?" tanya Bu Meli menahan tawa.


"Eee gapapa kok Bu, bentar ya kita ambil dulu!" jawab Alan sambil garuk-garuk kepala.


Mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing untuk mengambil kertas jawaban milik mereka, sedangkan Bu Meli tampak geleng-geleng kepala menghadapi tingkah laku muridnya yang benar-benar memusingkan.


Tak lama kemudian, Imeh yang juga sekelas kembali dengan Lucas bangkit dari duduknya dan maju ke depan menemui Bu Meli sepertinya hendak minta izin pergi ke toilet mungkin.


"Misi Bu, saya mau izin ke toilet!" ucap Imeh.


"Ya, silahkan!" jawab Bu Meli mengangguk pelan.


Imeh pun berjalan keluar kelasnya, terlihat Alan & Aldi saling pandang karena begitu mudahnya Imeh berhasil keluar dari kelas berbeda dengan mereka yang cukup kesulitan tadi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Gimana perasaan kalian ditatap Saka?...

__ADS_1


...😍😍😍...


__ADS_2