Broken Angel

Broken Angel
Part 68


__ADS_3

Allena bukannya menjawab,dia terus terisak menangis di pelukan mamah dua anak kecil dengan perasaan bingung bercampur khawatir.


Di usapnya punggung Allena untuk memberikan ketenangan seorang ibu terhadap anaknya.Mendapatkan pelukan hangat,itu membuat Allena menangis sejadi-jadinya.Dua bocah hanya mampu melongo.


Allena melepaskan pelukannya setelah di rasa sudah cukup baginya.Menghapys jejak air matanya dan menatap pada mamah dari dua anak kecil itu.


"Apa kalian hidup di jalanan?"?Tanya allena, ambigu.


Mamah dari dua anak itu,menepikan gerobaknya di pinggir jalan.Dia menyuruh Allena beserta dengan dua anaknya untuk duduk di kursi taman.


"Sudah neng,toh pekerjaan ibu juga sebagai pemulung setelah di tinggal suami ibu_".Ibu itu tak mampu melanjutkan kata-katanya,matanya berkaca-kaca,memindai ke sekeliling.


Allena juga memperhatikan dengan raut wajah sedih,sudah dapat di tebak apa yang dialami suami dari mamah dua anak kecil ini.


"Ah, sudahlah".Ucap mamah dari dua anak kecil itu,sembari mengibaskan tangan ke atas.


"Maaf".Ucap Allena,menunduk sedih.


"Gak papa,mungkin itu sudah menjadi jalan takdirnya".Sahut mamah itu, menenangkan Allena.


Kedua anak kecil, mereka tengah asyik bermain di rerumputan taman.Allena yang menatap pun sampai di buat bercucuran air mata lagi,betapa tidak sedang mereka menggunakan pakaian compang-camping tapi kebahagiaan jelas terpancar di wajah mereka.

__ADS_1


Pikiran Allena, melanglang buana ke masa lalu,dimana dia bergelimang harta dan bahkan mainan pun terbilang banyak.Tapi,Allena tidak bahagia,Allena kecil hampir setiap hari mendengar pertengkaran orang tuanya.Menyisakan trauma dan luka hati yang sampai sekarang masih membekas.


"Neng".Ucap mamah dua anak kecil itu.


Allena menoleh pada mamah dari dua anak kecil itu."Yah,kenapa?".


"Nama neng siapa?.Tanya nya basa-basi.


"Allena Aidira".Sahut Allena,menghapus jejak air matanya.


"Nama yang bagus,pasti orang tua mu menyelipkan do'a dan harapan di balik namamu yang indah itu".Ucap mamah itu,tersenyum simpul.


"Kalau mamah,namanya mamah Sri,anak mamah yang laki-laki bernama Rian dan si kecil bernama Risa".Tanpa di minta mamah dari dua anak kecil yang belakangan bernama Sri itu memperkenalkan diri.


Allena hanya mengangguk saja sebagai jawaban.Dia asyik dua bocah bernama Rian dan Risa, tengah bermain dengan gembiranya tanpa memikirkan kerasnya dunia atau mungkin mereka memilih abai terhadap kehidupan keras yang mereka jalani.


Mamah Sri,memindai penampilan Allena dari atas sampai bawah,Allena yang masih memakai seragam sekolah dan tas gendong yang menemani perjalanan nya.


"Kamu pasti berasal dari orang kaya yah?".Tanya mamah Sri.


Allena menoleh,senyuman manisnya dia berikan.Anak gadis yang berperawakan tinggi,putih,kecil,mata bulat,hidung mancung dan pemilik lesung pipi ini,jelas menunjukkan bahwa dia bukan dari anak sembarang.

__ADS_1


"Aku juga sama seperti kalian".Sahut Allena,tersenyum manis, hingga menampakkan lesung pipinya.


"Masa iya neng?".Tanya mamah Sri lagi."Neng, sekolah?".


"Sudah tidak?".


"Kenapa?".


"Gak punya biaya untuk meneruskan sekolah lagi".Kilah Allena, berbohong.


Mamah Sri mesti ragu dengan ucapan allena,tapi dia berusaha untuk tidak menampakkan rasa curiga nya.


"Kamu bawa pakaian?".Tanya mamah Sri, mengalihkan perhatian.


Allena, mengangguk."Bawa".Ucapnya.


"Kalau begitu,ganti dulu pakaian kamu.Bukan apa-apa tapi baju kamu sudah kotor ".Ucap mamah Sri, mengingatkan.


Allena memindai pakaiannya sendiri,mencium aromanya."Eee".Bahkan Allena sendiri mencium bau menyengat di bajunya dan benar baju Allena sudah kotor akibat semalam bajunya terkena air hujan belum lagi dia tidur dengan beralaskan lantai yang agak kotor.


"Hehe".Allena tersenyum simpul.

__ADS_1


__ADS_2