
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 152
...•...
Ketika para bidadari beserta sang ratu & Nuril sudah pasrah pada kenyataan kalau mereka tidak bisa mengalahkan Dimas, tiba-tiba muncul secercah harapan bagi mereka semua ketika sosok penguasa alam semesta pertama datang kesana menampakkan dirinya di hadapan seluruh makhluk yang ada disana.
Mereka semua pun terkejut syok bukan main ketika melihat si penguasa itu muncul, ya sang raja dari segala raja yang jarang diketahui identitasnya serta tidak pernah memunculkan diri itu mendadak malah datang kesana dengan wujud yang besar dan tinggi.
Bahkan Dimas & Wilona sampai tertegun kesulitan menelan saliva akibat kemunculan si penguasa tersebut, mereka khawatir kalau sosok itu akan membantu para bidadari dan mengalahkan mereka dengan mudahnya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian semua bertengkar seperti ini? Dengarlah, sesama makhluk langit harus saling bersaudara apalagi kalian semua berada dalam naungan ku!" ucapnya dengan nada berat.
Entah mengapa para bidadari serta sang ratu yang sedang terkapar tadi langsung bangkit bertekuk lutut memberi hormat pada sosok penguasa alam semesta itu, barulah Nuril pun juga mengikuti mereka supaya tidak dimarahi atau biar sama juga kayak yang lainnya.
"Ampun, yang mulia raja diraja Muzaki Al-Ghifari... kami sebenarnya tidak berniat seperti itu, kami terpaksa melakukan semuanya yang mulia!" ucap ratu Keira mewakili pasukannya.
"Apapun alasannya, kalian seharusnya bisa menghindari terjadinya pertempuran diantara para makhluk langit! Apa kalian tidak tahu bagaimana akibatnya nanti jika kalian terus saja bertarung, ha?" bentak raja Muzaki.
"Maafkan kami, yang mulia! Kami hanya ingin melindungi dunia ini dari si penjahat itu, mereka ingin menguasai dunia dan seisinya!" ucap ratu Keira.
Raja Muzaki langsung menatap Dimas & Wilona dengan tajam saat sang ratu menunjuknya, tentu saja kedua orang itu terkejut dan tampak ketakutan karena tatapan tajam dari sang raja yang memang sangat mengerikan itu.
Wilona benar-benar merasa ketakutan saat ini, ia sampai mencengkeram erat lengan Dimas dan tubuhnya bergetar hebat karena belum pernah ia ditatap secara langsung seperti itu oleh sang raja penguasa alam semesta tempatnya tinggal.
"Sayang, ini gimana dong...??" tanya Wilona ketakutan hebat ditambah tubuhnya terus getar.
"Tenang, jangan ketakutan gitu!" pinta Dimas sembari menatap ke arah istrinya itu.
Sang raja diraja Muzaki itu maju mendekat ke arah Dimas serta Wilona yang masih ketakutan, tentu saja kedua orang itu makin bertambah takut serta gemetar karena Muzaki makin saja mendekat.
"Apa benar yang Keira katakan, kalian ingin menguasai dunia...??" ujar Muzaki.
"Iya, itu adalah tekad dan mimpi saya! Karena saya ingin menjadi pemimpin!" jawab Dimas tegas.
Tatapan tajam bertambah menyala dari mata sang raja ke arah Dimas, tiba-tiba ia mengarahkan tangannya ke Dimas dan seketika pria itu terangkat ke atas dengan kondisi leher tercekik oleh kepingan emas yang menyala serta terasa panas menyakitkan.
"Beraninya kamu bicara seperti itu di hadapanku, kalau memang kamu ingin menjadi pemimpin ayo lawan aku!!" bentak Muzaki.
Brraakkk...
Muzaki membanting tubuh Dimas dengan kencang ke bawah membuat pria itu meringis kesakitan, dengan cepat Wilona membantu suaminya untuk bisa berdiri kembali karena Muzaki benar-benar marah saat ini.
"Ayo bangun, lawan aku...!!" bentak Muzaki.
Dimas berhasil bangkit dengan bantuan Wilona sang istri walau dadanya masih terasa remuk, ia melihat ke depan dan tampak sang raja sudah memegang senjatanya yang cukup mengerikan itu.
"Sayang, mending kamu jangan paksa ngelawan deh! Aku gak yakin kamu bisa menang..." bisik Wilona.
"Jangan meremehkan aku, sayang! Biarpun dia memiliki kekuatan hebat, tapi aku pasti bisa kalahin dia dengan mustika ini..!!" ucap Dimas penuh keyakinan kalau ia bisa menang dari Muzaki.
Ya akhirnya Dimas pun maju dengan trisulanya, ia menerima tantangan Muzaki untuk bertarung menentukan siapa yang pantas menjadi penguasa di dunia ini dan demi kesejahteraan bersama.
Sementara para bidadari, ratu serta Nuril hanya melihat saja perkelahian dahsyat antar sang raja itu di depan mereka karena mereka memang tak bisa berbuat apa-apa saat ini.
"Ratu, kita harus apa sekarang?" tanya Nur.
"Sabarlah, kita tunggu sampai raja Muzaki berhasil mengalahkan Dimas! Setelah itu barulah kita mengambil kembali mustika merah serta kekuatan milik Sahira dari tangan Dimas!" jawab Keira.
"Baiklah, ratu! Tapi, rasanya tubuhku sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit ini..." keluh Nur.
__ADS_1
"Aku akan coba membantumu, Nur!" ucap ratu.
Sang ratu pun bangkit untuk mengobati Nur serta beberapa bidadari lainnya disana yang terluka, walau sebenarnya ia juga mengalami luka parah di tubuhnya akibat serangan Dimas yang dahsyat.
Lucas yang berada sedikit jauh dari sana hanya bisa terperangah menyaksikan semua itu, ia sama sekali tak menyangka kehidupan di atas awan itu benar adanya dan Sahira termasuk salah satu dari mereka. Padahal selama ini ia selalu mengira Sahira adalah manusia biasa sama sepertinya, namun ternyata ia salah karena Sahira ternyata bidadari.
"Gue gak bisa diem aja kayak gini, gak berguna banget dong gue kalo gini!" batin Lucas sembari celingak-celinguk mencari cara.
🌺
Booommm...
Slaasshhh...
Duaaarrr...
Suara-suara pertarungan dahsyat antara Muzaki dengan Dimas terus terdengar dan makin seru, keduanya sama kuat walau beberapa kali Dimas sempat terkena tebasan senjata Muzaki dan sampai mengucurkan darah di wajahnya.
Muzaki terus menyerang Dimas secara membabi buta tanpa memberikan nafas bagi pria itu untuk menyerang balik ataupun bertahan, Muzaki memang memiliki kekuatan yang masih di atas Dimas walau pria itu sudah mengambil kekuatan Sahira serta Wilona dan mengenakan mustika merah.
"Rasakan lah ini, makhluk jahat!" teriak Muzaki.
Srriiinnngggg...
Raja Muzaki berhasil menusukkan senjata miliknya tepat ke arah perut Dimas, pria itu tak sempat menghindar lantaran serangan Muzaki memang sangat cepat dan akurat hingga akhirnya Dimas terkena tusukan tersebut.
Wilona yang berada di samping Dimas langsung berteriak histeris melihat pria itu tertusuk senjata sang raja, dengan cepat ia menghampiri Dimas berlari kencang lalu menangkap tubuh pria itu setelah Muzaki mencabut senjatanya.
"DIMAASSS...!!" teriak Wilona histeris.
"Uugghh..." rintih Dimas saat berada di pelukan istrinya sambil memegangi bagian perutnya.
Semua yang ada disana menutup mulut dengan tangan karena menyaksikan momen langka tersebut, ya akhirnya Dimas bisa dikalahkan oleh sang raja dengan tusukan mautnya. Ada rasa kasihan sebenarnya di wajah sang ratu melihat Dimas harus seperti itu, termasuk juga Sahira yang tidak tega karena kekasihnya tertusuk.
Mustika merah milik Sahira langsung keluar dari dalam tubuh Dimas saat pria itu memang sudah sangat kesakitan, Wilona tampak syok melihat mustika itu terbang melewatinya dan menuju ke arah Sahira yang memang merupakan pemilik aslinya.
"Syukurlah, kamu kembali ke tanganku mustika!" ucap Sahira tersenyum.
Tanpa berlama-lama lagi, Sahira pun memasukkan mustika tersebut ke dalam tubuhnya untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan dan seketika tubuhnya kembali memiliki energi seperti saat dulu. Bahkan kali ini ia telah resmi menjadi bidadari seperti sebelumnya, ia juga bisa mengingat Lucas serta semua pengalamannya di bumi.
Sementara sang raja kini menghampiri Dimas dan berdiri tepat di hadapan pria yang tengah sekarat itu, ia masih nampak kesal pada Dimas karena pria itu memang sudah berani menantangnya walau akhirnya pun kalah juga.
"Inilah akibat dari melawanku, kamu yang kalah harus segera menerima akibatnya yaitu kehilangan nyawa untuk selama-lamanya...!!" ucap Muzaki.
Dimas yang sudah tak memiliki kekuatan serta energi untuk bangkit hanya bisa diam pasrah, tubuhnya juga mulai terasa kejang dan rasa sakit yang ia rasakan saat ini makin bertambah parah mungkin sebentar lagi ia akan kehilangan nyawa.
"Tidak, tolong jangan hilangkan nyawa suamiku! Hanya dia satu-satunya yang aku miliki saat ini, aku mohon padamu yang mulia...!!" ucap Wilona.
"Jangan harap aku akan mengabulkan permohonan mu itu gadis jahat, karena aku tidak sudi dimintai pertolongan oleh orang jahat sepertimu! Terimalah kenyataan kalau suamimu itu akan mati dan pergi untuk selamanya...!!" bentak Muzaki.
Wilona menggelengkan kepalanya sambil menangis sesenggukan, ia mengusap wajah Dimas yang sedang sekarat dan tangannya mencengkram erat telapak tangan sang suami.
"Ma-maafkan aku, Wilona... aku gagal mewujudkan impian kamu untuk menjadikan kamu seorang ratu nirwana, aku bukan suami yang baik! Maaf juga karena aku telah mengambil paksa kekuatanmu, aku akan mengembalikan itu sekarang!" ucap Dimas.
"Enggak, gausah! Biar saja kekuatan itu ada di tubuhmu supaya kamu bisa bertahan, ya? Aku gak mau kamu pergi tinggalin aku, jujur aku gak bisa kalau harus kehilangan kamu Dimas!" ucap Wilona.
"Gapapa, kamu lebih membutuhkan ini sayang... berubahlah menjadi gadis baik, berdamailah dengan kenyataan dan jangan lagi menaruh dendam kepada saudaramu sendiri!" ucap Dimas tersenyum.
Dimas pun menempelkan telapak tangannya pada dada sang istri, ia mulai menyalurkan semua kekuatan yang tersisa di tubuhnya ke dalam tubuh sang istri sekaligus mengembalikan semua kekuatan yang ia curi dari Wilona itu.
Wilona tampak bersedih terus menangis, ia berusaha mencegah Dimas tetapi pria itu tetap bersikeras mengembalikan kekuatannya. Kini Dimas telah selesai mengeluarkan semua kekuatan di dalam tubuhnya dan memasukkan itu ke Wilona, ia pun tampak lemas lalu tangannya terhempas ke bawah.
"Dimas, jangan tinggalin aku...!!" ucap Wilona cemas.
Kedua bola mata itu tampak sayu, dengan perlahan Dimas memejamkan matanya sembari mengukir senyum di bibir yang mungkin merupakan senyum terakhirnya untuk Wilona. Namun, rupanya ia masih bisa membuka kembali matanya dan melirik ke arah Sahira di bawah sana yang sudah berubah wujud menjadi bidadari seperti semula.
Ya Sahira yang ikut terisak itu bertambah sedih saat Dimas menatap ke arahnya, ia memahami isyarat pria itu lalu berjalan mendekatinya sesuai kemauan Dimas karena ia ingin tahu apa yang hendak dibicarakan pria tersebut padanya.
__ADS_1
"Maafkan aku, Sahira...!!" ucap Dimas dengan nada yang lemah.
"Kamu tidak perlu meminta maaf, aku sudah memaafkan kamu sepenuhnya... aku harap kamu bisa mendapat ampunan dari yang maha kuasa dan ada di tempat yang tepat nantinya!" ucap Sahira.
"Terimakasih, lalu dimana pacarmu itu?" ucap Dimas sepertinya menanyakan Lucas.
"Maksud kamu Lucas?" tanya Sahira penasaran lalu diangguki oleh Dimas yang artinya ia. "Untuk apa kamu menanyakannya dia?" sambung Sahira.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padanya....."
Sahira pun menoleh ke belakang tempat Lucas berdiri saat ini, ia memberi isyarat pada Lucas agar maju ke depan menghampirinya sesuai perintah dari Dimas yang ingin berbicara dengan pria tersebut.
"Ada apa?" tanya Lucas begitu sampai di depan.
"Aku titip Sahira padamu, jaga dan sayangi dia sebaik mungkin serta jangan pernah kamu berkhianat darinya apalagi meninggalkan dia!" ucap Dimas.
"Tentu saja, pasti aku akan melakukan itu!" ucap Lucas dengan nada lantang.
"Baguslah, tapi untuk melakukan itu semua kamu butuh sekedar dari manusia biasa... karena seorang manusia tidak mungkin bisa bersatu dengan bidadari, itulah aturannya!" ucap Dimas.
"Lalu, apa maksudmu...??" tanya Lucas heran.
"Aku akan memberikan kekuasaan ku padamu, mulai sekarang kamulah pangeran langit yang akan menggantikan diriku!" jawab Dimas.
Sahira, Lucas, Wilona serta semua orang disana terkejut dengan tutur kata Dimas yang akan menjadikan Lucas sebagai pangeran langit di kerajaan tersebut.
"Kemarilah, aku ingin menyerahkan kekuatan seorang pangeran langit padamu!" ucap Dimas.
Lucas menatap sekilas ke arah Sahira lalu diangguki, dengan perlahan pria itu maju mendekati Dimas kemudian berjongkok di sampingnya.
Dimas pun melakukan hal yang sama seperti saat ia mengembalikan kekuatan Wilona tadi, ia menyalurkan semua kekuatan di dalam tubuhnya yang merupakan kekuatan asli milik pangeran langit ke dalam tubuh Lucas.
Seketika Lucas mengejang menerima saluran kekuatan dari Dimas yang cukup banyak, Wilona tampak histeris menyaksikan kelakuan suaminya yang pastinya akan membuat dia terbunuh.
Setelah selesai, Lucas pun berubah tampilan menjadi sosok pangeran dengan pakaian berbeda dan tentunya energi yang sangat berbeda drastis dari sebelumnya ketika ia masih menjadi manusia biasa.
"Sudah, sekarang kamu bisa memiliki Sahira seutuhnya!" ucap Dimas tersenyum.
"Terimakasih...." ucap Lucas.
Kini Dimas beralih memandang Nuril sang rajanya untuk meminta maaf sekaligus ampunan dari beliau atas segala kelakuannya, tentunya Nuril memaafkan semua kesalahan Dimas.
"Maafkan aku, raja Nuril!" ucap Dimas.
"Ya, aku sudah memaafkan kamu..." ucap Nuril.
"Ratu Keira, aku minta maaf padamu!" ucap Dimas sembari beralih menatap sang ratu.
"Iya Dimas, kamu tidak perlu khawatir!" ucap Keira.
"Bidadari-bidadari semuanya, tolong maafkan kesalahan ku ini...." ucap Dimas.
"Kami semua sudah memaafkan kamu, Dimas! Tenanglah di dunia barumu!" ucap Nur.
Akhirnya Dimas kembali menatap wajah Wilona yang masih menangis, jari-jemarinya ia gunakan untuk menghapus air mata di wajah sang istri karena ia tak mau melihat kesedihan Wilona disaat-saat terakhir hidupnya kali ini.
"Tersenyumlah, sayang! Aku ingin melihat senyuman kamu untuk yang terakhir kalinya..." ucap Dimas.
Wilona mengangguk kemudian memberikan senyuman manisnya pada sang suami, walau ia masih sangat bersedih akan berpisah dengan Dimas untuk selama-lamanya.
Telapak tangan yang ada di wajahnya perlahan terhempas ke bawah dibarengi dengan tertutupnya kelopak mata Dimas yang kini berada di pangkuan sang istri.
"DIMAASSS....!!!"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1