Broken Angel

Broken Angel
Episode 263 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...~Happy Chinese New Year~...


...Γ·Γ·Γ·...


#BROKEN ANGEL S3 EPS 8


...β€’...


...HAPPY READING....πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️...


Sahira yang panik pada kondisi kekasihnya langsung bergerak menuju ruang BK untuk memastikan sendiri bahwa Lucas baik-baik saja, ia tidak bisa melihat pria yang disayanginya harus memiliki masalah di sekolah sampai dipanggil BK seperti ini.


Nur & Alan juga menemani Sahira menuju ruang BK karena mereka juga ingin tahu apa yang akan terjadi pada Lucas, mereka dag dig dug ser memikirkan Lucas dan khawatir kalau Lucas akan dihukum berat bahkan mungkin diskors karena ini sudah kesekian kalinya Lucas bertengkar di sekolah dan masuk BK.


Sesampainya di depan ruang BK, mereka berusaha menguping dari luar untuk mendengarkan ucapan dari Bu Tantri dengan Lucas di dalam sana, sebagai bidadari tentu Sahira & Nur bisa dengan mudah mendengar perkataan mereka di dalam.


"Kira-kira Lucas lagi diapain, ya? Gak kedengeran lagi suaranya dari sini, gue kan jadi penasaran!" ucap Alan yang tidak bisa mendengar apa-apa.


Sementara Sahira & Nur tampak serius mendengarkan obrolan antara Lucas dengan Bu Tantri di dalam ruang itu, mereka tak menghiraukan ucapan Alan yang barusan karena sedang serius sekali mencari tahu obrolan guru & murid itu.


"Hadeh, percuma juga kalian nempelin telinga begitu ke pintunya! Gue aja gak bisa denger apa-apa, yang ada buang-buang waktu doang!" ujar Alan.


"Ssshhh! Jangan berisik, Alan!" bentak Sahira.


"Tau ih, udah kalo kamu gak bisa denger apa-apa ya diem aja gausah bawel...!!" sahut Nur.


Akhirnya Alan pun terdiam mengunci mulutnya karena tak ingin dimarahi lagi oleh kedua gadis itu, ia tak mengerti apa yang mereka dengarkan sebenarnya padahal ia sendiri tidak bisa mendengar apapun dari dalam sana dengan telinganya.


"Mereka kok bisa denger sih?" gumam Alan.


Tak lama kemudian, pak Farhan alias guru disana tak sengaja melintasi lorong dekat ruang BK dan melihat ketiga orang itu yang tengah menguping dari luar sembari menempelkan telinga mereka pada pintu ruangan tersebut.


Tentu saja pak Farhan tampak geram sekaligus penasaran pada tingkah mereka bertiga, ia pun menghampiri Sahira, Nur & Alan disana secara diam-diam lalu menepuk pundak mereka bergantian membuat ketiganya terkejut.


"Lagi ngapain kalian?" tanya pak Farhan.


Sahira, Alan & Nur yang sedang menguping pun sangat terkejut lantaran tiba-tiba ada pak Farhan di belakang mereka yang menatap tajam ke arah mereka sambil melontarkan pertanyaan yang membuat ketiganya terheran-heran.


"Eee...."


Ya Sahira, Nur & Alan pun tampak gugup kebingungan apa yang harus mereka jawab kepada pak Farhan saat ini karena tak mungkin mereka jujur pada guru itu yang pastinya akan marah bila mengetahui jika mereka tengah menguping.


"Pasti kalian lagi nguping kan?" tanya pak Farhan lagi.


"Hah? Eee... gak kok pak, yakali kita berani nguping!" jawab Nur sambil tersenyum.


"Jujur aja, kalian gak bisa bohongin bapak! Bapak tahu apa yang kalian lakuin disini, udah pasti kalian itu nguping pembicaraan Bu Tantri kan?" ujar pak Farhan berbicara tegas dan lantang.


"I-i-iya, pak! Ta-tapiβ€”"


"Mau apapun alasan kalian, tetap saja yang namanya menguping itu tidak benar! Yang kalian lakuin itu tidak sopan, apalagi kalian ini murid disini!" bentak pak Farhan memotong ucapan Nur.


"Iya maaf, pak!" ucap Sahira menunduk.


Ceklek...


Tanpa disadari, pintu ruang BK itu terbuka dan Bu Tantri pun keluar dari dalam sana lalu terkejut melihat keramaian di depan ruangannya.


"Loh, ini ada apa?" tanya Bu Tantri.


"Ini loh Bu, mereka murid-murid ini pada nguping pembicaraan ibu dari luar!" jawab pak Farhan.


"Apa??"


Bu Tantri yang dikenal galak dan menyebalkan langsung menatap geram ke arah Sahira, Nur serta Alan yang ada disana seperti hendak memarahi mereka bertiga saat ini juga.

__ADS_1


"Lancang sekali kalian!" bentak Bu Tantri.


"Tenang Bu, jangan marah-marah dulu!" ucap Alan.


"Heh, apa kalian mau saya kasih surat?" tanya Bu Tantri dengan tampang menyeramkan.


"Waduh, jangan dong Bu! Masa cuma nguping aja dikasih surat cinta sih, lagian kita juga gak denger apa-apa kok! Ya kan Sahira, Nur?" ucap Alan berupaya membela diri.


"Iya iya..." ucap Sahira & Nur bersamaan.


"Sudahlah, kalian pergi dari sini dan jangan pernah menguping lagi...!!" bentak Bu Tantri.


"I-i-iya Bu, ayo kita pergi!" ucap Alan panik.


Dengan cepat Alan menarik tangan Sahira & Nur bersamaan lalu membawa kedua gadis itu pergi dari sana menjauh agar mereka aman dari amarah Bu Tantri yang siap mengeluarkan surat cintanya untuk mereka bertiga bila tidak segera pergi.


"Haish.. anak-anak itu ada-ada aja!" geram Tantri.


"Hahaha, begitulah Bu kelakuan murid jaman sekarang! Oh ya, memangnya di dalam ada apa sih?" tanya pak Farhan penasaran.


"Yeh si bapak sama aja kayak mereka!" cibir Tantri.


"Hehehe..."


β€’


β€’


"Ish, lepasin!" bentak Sahira berontak dari genggaman tangan Alan.


Akhirnya Alan pun melepaskan tangannya dari Sahira serta Nur setelah mereka menjauh, tampak kedua gadis itu emosi karena mereka belum mendapatkan informasi selanjutnya tentang kelanjutan nasib Lucas yang sedang ada di dalam ruang BK.


"Lu kenapa tarik gue sih?" tanya Sahira kesal.


"Yeh, emang lu mau kena surat dari Bu Tantri? Nanti orang tua lu bisa dipanggil, terus lu bakal diawasin terus selama di sekolah!" jawab Alan.


Sahira yang tadinya emosi dan kesal karena Alan menariknya, kini terdiam merunduk walau suasana hatinya masih kacau dan belum bisa tenang lantaran ia penasaran sekali hukuman apa yang akan diterima Lucas saat ini apalagi Lucas sudah kesekian kalinya masuk ke ruang BK.


Nur sang sahabat sejati pun coba untuk menenangkan Sahira dengan memegang dua pundaknya sembari mengusap-usap punggungnya, sedangkan Alan hanya berdiri disana terdiam sembari menggaruk batang hidungnya.


"Iya sih, kalo misal Bu Tantri juga ngasih surat ke kita kan gawat..." ucap Nur.


"Yaudah, kita balik aja ke kantin yuk! Gue mau tenangin diri disana, sekalian lanjut ngemil juga!" ucap Sahira menatap wajah Nur serta Alan.


"Oke!"


Mereka bertiga pun pergi ke kantin kembali seperti semula karena tak ingin ada masalah lagi dengan Bu Tantri seperti tadi yang hampir saja membahayakan diri mereka sendiri, walau sebenarnya Sahira tidak bisa tenang begitu saja tanpa mendapat kepastian kabar dari Lucas saat ini.


Kini ketiganya telah sampai di kantin dan duduk di tempat mereka sebelumnya, hanya saja kali ini disana lebih sepi dari sebelumnya karena mayoritas murid-murid disana sudah pulang ke rumah masing-masing termasuk juga Kania dan yang lain.


"Nah guys, kalian pada mau ngemil apa nih?" tanya Alan coba mencairkan suasana.


"Gue minum aja deh, lagi gak selera buat makan atau sekedar ngemil soalnya..." jawab Sahira lesu.


"Sama, gue juga mau es cendol aja!" sahut Nur.


"Lah kok gitu sih? Tadi katanya ngajakin ke kantin mau ngemil sambil tenangin hati, terus kenapa cuma pesen es cendol? Nur sayang, bujukin dong sahabat kamu buat makan juga!" ucap Alan.


"Gak mau, Alan! Gue itu udah kenyang, kalo kalian mau makan ya makan aja gih!" ucap Sahira.


"Yeh yaudah iya, gue pesenin dulu cendol dawet seger nya! Tunggu disini dan jangan kemana-mana! Awas aja kalo gue balik ternyata kalian udah gak ada, gue bakal bikin kalian jadi perkedel!" ucap Alan.


"Bawel ah!" ucap Sahira.


Alan pun geleng-geleng kepala lalu bangkit dari duduknya dan pergi memesan es cendol yang diminta Sahira serta Nur, sedangkan kedua gadis itu tetap disana dengan raut wajah lesu seperti tidak bersemangat karena memikirkan Lucas.


"Sahira, Lucas itu kenapa gak bisa kontrol emosinya sih? Padahal kan dia udah jadi pangeran langit, ini gak masuk akal loh!" ucap Nur.


"Bukannya gitu, Nur! Sekarang kan dia juga lagi jadi manusia seutuhnya, dia cuma gunain kekuatannya kalau lagi di langit aja!" ucap Sahira.


"Iya juga sih, tapi tetep aja dia salah karena gampang kebawa emosi sama adek kelas!" ucap Nur.


"Huft, udah dong jangan salahin Lucas terus! Gimanapun juga ini kan salah si murid baru itu, dia yang mancing-mancing Lucas!" ucap Sahira.


"Iya iya, yaudah maaf ya...!!" ucap Nur tersenyum.

__ADS_1


Sahira hanya mengangguk pelan lalu membenamkan wajahnya pada meja dengan lemas dan tak bersemangat, Nur pun menepuk-nepuk punggung Sahira untuk memberinya semangat walau percuma saja karena tak berhasil.


"Lucas, semoga kamu gapapa!" batin Sahira.


...β€’β€’β€’...


Sementara itu, Kania masih menunggu jemputan dari abangnya di depan sekolah dan ia sendirian saat ini karena dua temannya yakni Tiara & Andini sudah pulang lebih dulu menggunakan mobil mereka ketika baru keluar dari sekolah tadi.


Kania pun terpaksa duduk sendirian di halte sembari bermain handphone untuk mengusir kegabutan, suasana di depan sekolah ketika menjelang matahari terbenam memang sangat sepi dan tentunya berbeda ketika bel pulang sekolah baru dibunyikan.


"Kania!"


Suara seorang wanita memanggil namanya pun terdengar jelas di telinga Kania, ia langsung berpaling dari layar ponselnya lalu menoleh ke arah wanita yang memanggilnya itu dan tampak syok sampai tanpa sadar bangkit dari duduknya.


"Kenapa? Kok kaget gitu sih ngeliat gue?" tanyanya.


Kania hanya diam sambil memalingkan wajah serta menyimpan ponselnya ke saku baju, sedangkan wanita itu bergerak semakin mendekati Kania dengan senyum tersimpul di bibirnya dan kedua tangan yang terlipat di dada.


Wanita itu pun berhenti tepat di samping Kania sembari terus memandang wajah Kania yang tengah memandang ke arah lain, ia dengan lancang mengusap rambut di dekat telinga Kania sembari melontarkan perkataan dari mulutnya.


"Kamu kok tega sih Kania? Bisa-bisanya kamu ngerebut pacar orang kayak gitu, dimana sih letak hati kamu itu?" ucapnya.


Kania yang emosi dan diterima dibilang seperti itu langsung menoleh ke arahnya sembari mencengkeram lengan wanita itu dengan erat dan kuat, rahangnya bergetar menahan emosi dan matanya menatap tajam ke arah wanita itu.


"Jangan sembarangan ya, Cat! Gue gak pernah rebut Aldi dari lu dan gue juga gak pernah deketin dia!" ucap Kania sambil menghempaskan tangan wanita itu begitu saja.


Wanita yang tak lain adalah Cat itu terhuyung ke belakang karena hempasan dari Kania, namun ia masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak terjatuh dan kembali memandang wajah Kania dengan tatapan bengisnya.


"Udah salah masih gak mau ngaku, jelas-jelas lu sama Aldi itu deket kan?" bentak Cat.


"Ya gue sama dia emang deket, tapi dia sendiri yang deketin gue dan bukan gue yang paksa dia! Jadi kalo lu mau nyalahin, salahin aja tuh pacar lu sendiri!" ucap Kania.


"Gak mungkin! Gue tau pasti lu yang ngegoda Aldi ya kan?" ujar Cat.


"Terserah lu aja...!!" ucap Kania kesal.


Nampaknya Kania sudah sangat emosi saat ini dengan perkataan dari Cat yang menurutnya sudah keterlaluan, ia pun memilih pergi dari sana meninggalkan gadis itu agar tidak terjadi keributan selanjutnya diantara mereka.


Kania mengambil tasnya dari kursi halte lalu berjalan melewati Cat untuk kembali ke dalam sekolah, ia akan menunggu abangnya disana karena malas sekali jika harus meladeni Cat kembali.


Sementara Cat juga tak kalah geram karena Kania pergi begitu saja disaat ia masih ingin bicara dengannya, ia pun menghentakkan kakinya ke jalan sambil mengepalkan tangannya karena emosi pada tingkah Kania itu.


"Ish, awas ya lu Kania! Gue bakal rebut balik Aldi dari lu, karena Aldi cuma boleh buat gue!" ujar Cat.


Cat pun memilih pergi juga dari sana, ia mengambil tasnya lalu mencegat taksi yang lewat dan segera masuk ke mobil taksi tersebut dengan raut wajah bete serta kesal.


"Mau kemana neng?" tanya supir.


"Pulang!" jawab Cat.


"Santai aja atuh, neng! Saya kan cuma nanya, lagian saya juga gak tahu rumah eneng dimana!" ucap supir.


"Ish, iya iya sorry! Rumah saya di jalan mawar melati semuanya indah...!!" ucap Cat.


"Ohh, kayak lagu anak-anak ya neng? Dulu saya waktu kecil suka tuh dengerin lagu itu, apalagi kalo sama temen-temen saya!" ucap supir.


"Pak, saya gak peduli!" ucap Cat.


"Hehe, ya maaf neng saya kan mau cerita aja! Jangan marah-marah terus neng, nanti diabetes loh!" ucap supir nyengir.


"Apa hubungannya marah-marah sama diabetes?" tanya Cat heran.


"Ya itu dia neng, gak ada hubungannya! Makanya udah neng jangan marah-marah terus, anak sekolah gak boleh gitu neng!" jawab supir.


"Udah jalan aja deh, pak! Itu argometernya udah nyala kan? Rugi saya nanti!" bentak Cat.


"Tau aja si eneng kalo saya nyari untung, iya iya saya langsung jalan kok neng..." ucap supir.


Cat memalingkan wajahnya dengan nafas memburu serta kedua tangannya terlipat di dada, ia membayangkan kembali saat Aldi tengah bersama Kania dan tampak mesra sekali.


"Aldi, aku tuh sayang sama kamu!" batin Cat.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2