Broken Angel

Broken Angel
Part 55


__ADS_3

Hari berganti malam.Sinar matahari berganti sinar bulan dan indahnya gemerlap bintang gemintang yang datang dengan bergerombol,bak pelajar yang sedang melakukan tawuran.Kesibukan di siang hari berganti dengan orang-orang yang menikmati malam dengan cahaya lampu menerangi,ada juga yang sudah terlelap, beristirahat setelah seharian penuh beraktivitas.


Tapi,tidak dengan Axel.Dia lagi-lagi harus lembur, mengerjakan proyek pekerjaan nya yang terbengkalai akibat masalah yang datang dari mantan suaminya.Alkan McQuarrie.


Dia memang atasannya,yang memimpin perusahaan Allenatore,CEO wanita yang berpotensi dan berprestasi.Tapi,tidak menjadi halangan dia bermalas-malasan.


Dia wanita yang gila kerja dan selalu pulang larut malam.Melupakan allena, putrinya yang dia jamin masa depan dengan kekuatan uang.


The power of money, lagi-lagi berlaku untuk kalangan atas yang meyakini dengan kekuatan uang semua bisa tercapai dan bisa ke beli.


Lupa,ada hal yang tidak bisa di bayar oleh uang,lupa ada hal yang tidak semua bisa di lakukan dengan uang.


Waktu,ia tidak bisa di beli oleh uang.Tapi,hanya bisa terbayarkan dengan kita memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin untuk quality time bersama dengan keluarga.


Tumbuh kembang anak,ia tidak bisa di beli Apalagi di tukarkan dengan uang.Sebab tumbuh kembang anak tidak bisa terulang kembali dan hanya terjadi dalam satu kali masa tumbuh nya.

__ADS_1


Kasih sayang,ia tidak bisa di bayar oleh uang tapi hanya bisa di berikan oleh orang yang tulus menyayangi kita.


Axel yang notabene gila kerja,tentu mengabaikan ketiga perkara tersebut.Allena,putri semata wayangnya bahkan sejak kecil berada dalam pengasuh bi Surti.Tanpa dia tau tumbuh kembangnya, tanpa dia berikan kasih sayang bahkan waktu pun dia tak ada untuk anaknya sendiri.


Allena,yang tengah duduk di kursi ruang tamu.Sesekali dia melihat kearah pintu, memastikan sang mamah sudah pulang atau tidaknya.


Allena,yang malang.Lagi-lagi dia harus menelan pil pahit tatkala deru mesin mobil sang mamah belum juga terdengar.


"Hah, benar-benar ibu yang buruk"?Gumam allena.


"Huh,gue sakit aja gak peduli, Apalagi kalau gue ma****.Bukan lagi seneng,tapi berjingkrak kegirangan kayaknya".Ucapnya geram.


Bosan menunggu sang mamah pulang, membuat Allena ingin menghisap batang rokok untuk menghindari kecemasan yang berlebihan,belum lagi lidahnya terasa masam,meminta dia untuk memasukkan mulutnya dengan sebatang rokok.


"Masa bodoh dengan nyokap gue,dia aja gak peduli ama gue".Ucap Allena,sembari mengeluarkan batang rokok dengan merek m*****.

__ADS_1


Kepulan-kepulan asap rokok,memenuhi ruang tamu.Allena asyik sekali memainkan asap rokoknya, bahkan sampai membentuk huruf O.Jelas Allena pandai memainkannya, karena dia adalah seorang pecandu rokok berat.


Dulu,memang awalnya Allena sering batuk saat pertama kali mencoba bahkan pernah mentasbihkan diri agar tak menyentuh benda panjang, tapi bisa memabukkan itu.


Tapi,lagi himpitan-himpitan masalah datang silih berganti,belum lagi bentakan-bentakan dan pertengkaran orang tuanya dulu,sering terngiang-ngiang dalam pikiran Allena.


Tentu,hal itu membuat Allena tak ragu lagi untuk menyentuh benda laknat itu dan bahkan sampai ketagihan dan ketagihan.


"Huh". Allena mengeluarkan kepulan asap rokok dari mulut nya langsung, terlalu asyik hingga tak menyadari deru mesin mobil Axel terdengar memasuki pelataran parkir rumah.


Klek


Pintu terbuka oleh seseorang,tapi Allena tengah asyik menghisap dan menghirup kepulauan asap rokok.Tak menyadari sang mamah sudah berdiri di belakangnya.


"Allena". Gertak seorang wanita.

__ADS_1


__ADS_2