Broken Angel

Broken Angel
Episode 308 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...~Guys, gak kerasa ya bentar lagi puasa dan lebaran? Iya, waktu kita buat bisa puas makan siang tinggal beberapa hari lagi nih. Kuy gas makan sepuasnya dan ajak temen-temen kalian!~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 53


...•...


...HAPPY READING...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Duaaarrr...


Tak disangka tak diduga, Septian justru bangkit dan tiba-tiba menyerang Lucas yang ingin mengobatinya secara mendadak hingga Lucas terpental ke belakang dan mustika merah di tangannya itu terpental ke atas. Untungnya Sahira bisa dengan cepat menangkapnya dan kembali memasukkan itu ke dalam tubuhnya, sebelum berhasil dikuasai oleh dokter Septian yang sudah bangkit itu.


Sahira pun langsung bergerak menghampiri kekasihnya dan menanyakan kondisinya, ia sangat panik terlebih dokter Septian terlihat sangat menyeramkan dengan wujud seperti ular raksasa, tak ada lagi tampang manusia di tubuhnya karena seluruhnya sudah berubah menjadi ular setelah diberikan racun oleh Sita yang sangat berbahaya dan bisa dengan cepat menyebar itu.


Dokter Septian menatap tajam ke arah Sahira serta Lucas disana, matanya kini juga telah berubah menjadi hijau serta lidahnya menjulur panjang keluar dan wajahnya sudah mirip seperti siluman ular yang menyeramkan.


"Kas, ini gimana?" tanya Sahira ketakutan.


"Kamu tenang! Kita hadapi ini bersama, aku yakin kita pasti bisa kalahin dia!" jawab Lucas.


"Iya, tapi kamu harus hati-hati!" ucap Sahira.


"Iya sayang, kamu juga! Kita sama-sama saling melindungi aja, jangan sampai dia bisa serang kita! Waspada juga dengan semburan racun dari mulutnya, karena itu pasti berbahaya!" ucap Lucas.


Sahira manggut-manggut mengerti. Mereka pun berdiri dan kembali menatap ke arah dokter Septian serta bersiap untuk menyerangnya, walau mereka masih bingung bagaimana caranya. Apalagi mereka saat ini hanya berdua, setelah Nur serta Rara pergi membawa Sita ke penjara langit.


"Ayo, kita lawan dia!" ujar Lucas.


"Ayo!" ucap Sahira mengangguk.


Keduanya pun maju mendekat ke arah dokter Septian dan bersiap menyerangnya.


"Hey! Kadal bodoh!" ujar Lucas.


Dokter Septian yang tengah melihat ke belakang, langsung terkejut dan kembali menatap ke depan lalu mengarahkan pandangan ke arah Lucas serta Sahira yang sudah ada disana.


"Kok kadal sih, sayang? Biawak dong! Kadal mah kebagusan tau buat dia!" ucap Sahira.


"Iya juga ya, ah lebih pantes cicak sih!" ucap Lucas.


"Umm, kalo kadal gurun gimana? Kayak Oscar oasis itu loh yang ada di tv, kamu tau gak?" ucap Sahira.


"Ohh, tau tau. Oscar itu kan yang warna coklat?" ucap Lucas.


"Nah iya bener, sayang banget sekarang udah gak ada. Padahal dulu aku suka banget nontonin gituan, sebelum berangkat sekolah." ucap Sahira.


"Iya sama. Entah, sekarang isi di tv kebanyakan sinetron gak jelas!" ucap Lucas.


"Iya ih, padahal bagusan kartun-kartun lucu begitu dibanding sinetron aneh! Apalagi yang azab azab itu, terus tentang pelakor! Hih, gak jelas banget begituan!" ucap Sahira.


"Hooh, mending nonton little Krishna." ucap Lucas.


"Ih iya, itu juga kesukaan aku tau!" ucap Sahira.


"Hah? Iya kah? Wah, berarti kita banyak kesamaan ya! Pantes aja jodoh!" ucap Lucas.


"Iya.."


"Woi...!!" dokter Septian emosi karena kedua makhluk di depannya itu malah sibuk mengobrol sendiri membahas yang tidak jelas.


"Apaan sih?" tanya Lucas santai.

__ADS_1


"Kalian ngapain malah bahas begituan? Kapan kita tarungnya?" ujar Septian.


"Yaelah, nanti dulu! Ini lagi asik nih bahasannya. Oh ya, lu dulu suka nonton kartun juga gak? Chalkzone alias Rudi tabuti, yang main kapur itu loh! Terus Dora si bego yang banyak nanya!" ucap Lucas.


"Mana gua tau begituan!" bentak Septian.


"Sayang, kamu gimana sih? Dia kan udah jadi siluman sekarang, mana tau begituan? Mungkin dia taunya Avatar, the legend of aang." ucap Sahira.


"Eh iya ya, seru juga tuh!" ujar Lucas.


"Hooh, aku nontonin mulu dulu!" ucap Sahira.


"Ah udah lah, males gue! Kalian lanjut aja ngobrolnya, gue mau keluar cari manusia buat dimakan! Berasa gak berguna gue kalo ada disini sama kalian, dasar bidadari sama pangeran aneh!" ucap Septian.


Happ...


Dokter Septian langsung merubah wujudnya menjadi ular sempurna dan pergi merayap melewati sisi depan tubuh Lucas serta Sahira.


"Sayang, kartun apa lagi yang kamu tau?" tanya Lucas.


"Bernard bear, the owl, handy manny, Scooby-Doo, banyak deh pokoknya." jawab Sahira.


Mereka justru asik membahas kartun-kartun lama yang sekarang sudah hilang itu, dibanding mengejar dokter Septian yang pergi keluar.


...•••...


Disisi lain, Keira telah melepaskan Wilona dari kurungan yang ia buat dan mereka berdua pun tampak tengah duduk berdampingan di sebuah tempat duduk yang tersedia di dalam nirwana.


Sementara Sofia juga telah berhasil diamankan oleh Nuril, karena ratu jahat tersebut kalah bertarung dengannya. Ya Nuril pun membawa Sofia ke dalam penjara yang ada disana, lalu barulah ia kembali menemui Keira serta Wilona yang tengah diberi nasehat oleh ayahnya di nirwana.


"Keira, Wilona!" ucap sang ayah dengan nada tegas serta tatapan tajam mengarah ke dua putrinya.


"Iya, ayah." ucap Keira dan Wilona bersamaan.


"Kenapa kalian bisa saling bertengkar seperti ini dan hampir membunuh satu sama lain? Memangnya itu yang ayah ajarkan pada kalian dulu?" tanya sang ayah masih tampak kecewa pada putri-putrinya.


Keira dan Wilona hanya menunduk, mereka tak berani menatap wajah ayah mereka ketika sedang diambang kemarahan seperti ini.


Tampak kedua wanita itu terkejut karena tiba-tiba ayah mereka berbicara dengan nada yang sangat tinggi, terlebih sebelumnya mereka sedang melamun sehingga sangat kaget saat mendengarnya.


"Eee iya yah, se-sebenarnya aku juga tidak ingin bertengkar dengan Wilona. Namun, sikap jahat Wilona membuatku terpaksa untuk melawannya. Terlebih, Wilona juga bekerjasama dengan para makhluk jahat seperti contohnya ratu Sofia." jawab ratu Keira dengan wajah tertunduk.


"Baik, sekarang ayah ingin mendengar dari versi mu, Wilona! Ayo bicara saja!" ucap sang ayah.


Ratu Keira terkejut karena ayahnya juga ingin mendengar cerita versi adiknya, ia cemas kalau Wilona akan memutarbalikkan fakta dan membuat sang ayah percaya begitu saja dengannya.


"Iya ayah, aku juga sama seperti Keira. Aku ini terpaksa menyerang dia, karena aku tidak terima dengan perlakuan tak adil darimu, ayah. Selama ini ayah hanya menyayangi Keira saja dan menganggap kalau putri ayah itu hanya Keira, ayah tidak sama sekali menganggap ku! Bahkan masalah ilmu kanuragan, ayah juga hanya mengajari Keira dan tak pernah sama sekali mengajariku. Aku cemburu ayah, aku juga ingin seperti Keira yang disayang dan diberikan tempat semegah nirwana ini olehmu! Namun, ayah justru mengasingkan aku di tempat yang jauh berbeda dari ini." jelas Wilona.


Setelah mendengar perkataan putrinya itu, sang ayah yang merupakan mantan pemimpin nirwana itu merasa bersalah karena telah menjadi penyebab utama pertengkaran diantara kedua putri cantiknya itu. Jika saja ia berlaku adil pada Wilona, mungkin semua kerusakan ini tidak akan terjadi dan mereka pasti hidup damai.


Sementara Keira juga tampak lega karena ternyata Wilona menceritakan yang sesuai dan benar-benar terjadi, tidak ada satupun fakta yang diputar balikan oleh Wilona.


"Baiklah, untuk menyelesaikan masalah kalian ini maka ayah akan memberikan satu jalan keluar. Ayah harap dengan ini, tidak akan ada lagi pertengkaran diantara kalian seperti tadi! Namun, jika sampai kalian masih saja bertengkar, ayah tak akan segan-segan mengirim kalian berdua ke lembah hitam untuk diberi hukuman!" ucap sang ayah yang bernama raja Lingga.


"Iya ayah, kami berjanji!" ucap kedua putrinya itu dengan bersamaan.


Raja Lingga pun bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua putrinya disana, ia meraih masing-masing satu tangan putrinya lalu mengajak mereka untuk pergi dari sana.


Baik Keira maupun Wilona sama-sama tak mengerti dengan apa yang hendak dilakukan oleh raja Lingga pada mereka sekarang, namun apapun itu pastinya yang terbaik bagi mereka dan tidak akan ada salah paham lagi diantara kedua wanita itu.


❤️


Singkat cerita, raja Lingga akhirnya berhenti tepat di depan singgasana sang ratu yang tampak megah itu membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan terkesima, termasuk juga Keira serta Wilona yang masih terperangah sampai saat ini.


Raja Lingga pun melepaskan tangan kedua putrinya itu, lalu berbalik badan dan menatap Keira serta Wilona secara bergantian tanpa ekspresi.


Tentu Wilona serta Keira juga saling menatap tak mengerti dengan apa maksud dari sang ayah membawa mereka kesana, sedangkan raja Lingga masih tetap terdiam menatap kedua wanita itu tanpa adanya sepatah katapun yang terucap dari mulutnya sehingga Keira dan Wilona makin penasaran.


"Ayah, kenapa ayah bawa kita kesini?" tanya Wilona menatap penuh keheranan.


"Kalian semua lihat kan, apa yang ada di depan sana?" ucap raja Lingga sembari menunjuk ke arah singgasana ratu di depan sana.

__ADS_1


"Umm iya, kami lihat. Lalu, ada apa ayah?" tanya Keira masih tak mengerti.


"Lihat ini!" ucap raja Lingga singkat, lalu ia pun melangkah maju ke depan mendekati singgasana tersebut dan meminta kedua putrinya tetap menunggu disana tanpa bergerak.


"Apa sebenarnya yang ingin dilakukan ayah?" tanya Wilona terheran-heran.


"Aku tidak tau," ucap Keira.


"Aku gak bicara sama kamu!" ujar Wilona.


"Aku juga cuma mau bicara sama diri aku sendiri kok, jangan kegeeran deh!" ucap Keira tak mau kalah.


Slaaasshh...


Tiba-tiba muncul sebuah sinar dari arah depan yang membuat Keira serta Wilona terkejut, mereka kompak menatap ke depan lalu sangat syok ketika melihat apa yang ada disana.


"Ayah, kenapa...??" Keira masih belum dapat menutup mulutnya ketika melihat sesuatu di depan sana yang baru saja dibuat oleh ayahnya.


Raja Lingga pun menoleh, lalu kembali menghampiri kedua putrinya disana. Raja Lingga memberikan senyum tipis ke arah Wilona serta Keira, membuat keduanya tampak kebingungan dan belum mengerti apa yang dimaksud oleh raja Lingga.


"Ayah sengaja membuat singgasana satu lagi disana, agar kalian berdua bisa berbagi kekuasaan disini dan tidak ada lagi pertarungan diantara kalian!" ucap raja Lingga menjelaskan pada putri-putrinya.


"Hah? Ma-maksud ayah...??" tanya Keira.


"Iya, mulai saat ini kamu harus berbagi kekuasaan disini dengan adikmu! Jadi, ratu di nirwana ini ada dua yaitu kamu dan juga Wilona." jawab Lingga.


"Benarkah itu, ayah?" tanya Wilona tampak senang.


"Iya Wilona, sekarang kamu tidak perlu cemburu dan merasa iri lagi pada kakakmu! Ayah sudah berlaku adil padamu dan juga Keira, berdamai lah kalian dan jangan ada yang saling bertengkar lagi! Atau ayah akan kirim kalian berdua ke lembah hitam, pastinya kalian tidak mau bukan?" ucap Lingga.


"Iya ayah, aku dan Wilona pasti tidak akan bertarung lagi dan kamu akan memimpin nirwana ini dengan sangat baik! Iya kan, Wilona?" ucap Keira coba mengajak damai adiknya itu.


"Eee iya..." ucap Wilona masih agak ragu.


"Baguslah, sekarang ayah mau melihat kalian berdua pelukan dan berdamai kembali! Supaya ayah percaya kalau kalian memang sudah baikan," ucap Lingga.


"Baik, ayah!" ucap Keira.


Keira pun menoleh ke arah adiknya sambil tersenyum, ia mendekat dan perlahan merangkul Wilona lalu berpelukan dengannya. Wilona pun tampak menempelkan wajahnya pada bahu sang kakak sambil senyum-senyum, entah mengapa Wilona merasa belum bisa benar-benar berdamai dengan ratu Keira karena rasa bencinya.


"Bagaimana, ayah?" tanya Keira tersenyum.


"Bagus, ayah harap kalian bisa akrab terus seperti ini! Ayah akan merasa sangat sedih, jika kalian berdua terus saja bertarung. Apalagi hanya karena masalah kekuasaan, ayah malu pada yang mulia Muzaki." ucap Lingga.


"Iya ayah, maafkan kami!" ucap Wilona.


"Benar ayah, kami sangat-sangat menyesal karena sudah membuat ayah malu dengan kelakuan kami yang seperti anak kecil." sahut Keira.


"Yasudah, kalau begitu ayah harus kembali pergi dari sini. Karena ini bukan tempat ayah lagi, semoga kalian berdua bisa mengerti dan tidak bertarung seperti tadi!" ucap Lingga.


"Baik, ayah!" ucap Wilona dan Keira bersamaan.


Kedua wanita itu pun maju mendekati ayah mereka, lalu berpelukan bersama disana untuk perpisahan yang mungkin akan selamanya.


"Selamat tinggal, ayah! Berhati-hatilah dan jaga dirimu!" ucap Keira.


"Iya ayah, jangan pernah lupakan kami, putri-putri mu yang hendak berubah menjadi lebih baik ini!" sahut Wilona sambil tersenyum.


"Tentu saja, ayah tak mungkin melupakan kalian!" ucap Lingga sembari mengecup puncak kepala kedua putrinya secara bergantian.


Setelahnya, mereka pun melepas pelukan dan raja Lingga langsung saja bergerak pergi dari sana meninggalkan kedua putrinya disana. Kini raja Lingga sudah bisa merasa tenang dan tidak perlu khawatir lagi, karena kedua putrinya telah akur dan berjanji padanya untuk tidak bertengkar kembali.


Sesaat sesudah sang ayah pergi dari sana, Wilona pun kembali menatap wajah sang kakak dengan senyum terukir di bibirnya. Tentu saja Keira merasa senang melihatnya, karena jarang sekali Wilona mau tersenyum untuknya seperti ini.


"Kei, maafin aku ya! Selama ini aku selalu bikin masalah sama kamu, padahal seharusnya aku tuh baikan sama kamu." ucap Wilona.


"Gapapa, aku udah maafin kamu kok." ucap Keira sambil tersenyum.


Momen mengharukan itu disaksikan secara langsung oleh Nuril yang juga ikut muncul disana, tampak senyum tipis tersimpul di wajahnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2