Broken Angel

Broken Angel
Episode 206 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 106


...•...


Kirana bersama abangnya yakni Zaenal mendatangi rumah Willy untuk memintanya ikut bekerjasama dengan mereka, ya saat ini Kirana & Zaenal memang sudah merencanakan sesuatu untuk membalas dendam kepada Sahira serta Lucas di villa nanti.


TOK TOK TOK...


Kirana mengetuk pintu rumah Willy dengan keras berharap orang di dalam bisa mendengarnya, walau ia sedikit bingung karena tidak ada motor Willy terparkir di depan rumah tersebut.


Ceklek...


Akhirnya pintu terbuka dari dalam, April lah yang muncul membukakan pintu lalu tersenyum merasa tenang karena yang datang adalah sohibnya.


"Eh Kirana sama bang Zaenal, yuk masuk!" ucap April mengajak mereka berdua masuk ke dalam rumahnya sambil melebarkan pintu.


"Gausah, Pril! Kita cuma mau ketemu sama Willy, dia ada di rumah gak?" ucap Kirana menolak masuk.


"Ohh bang Willy mah udah pergi tadi ke tempat geng motornya, emang ada apa sih??" ucap April.


"Duh, bener kan dugaan gue pasti Willy gak ada di rumah! Yaudah gini aja deh, lu tolong telponin dia dong bilang kalo kita mau ketemu!" ucap Kirana.


"Kenapa lu gak telpon dulu sebelumnya ke bang Willy kalo mau ketemu, pasti kan dia gak bakal pergi dari rumah kalo udah ada janji sama lu!" ujar April.


"Ya gue lupa, lagian abang gue ini baru kasih tau rencananya pagi tadi... terus gue pikir juga lebih enak kalo ngobrol langsung disini daripada telpon, makanya gue gak telpon Willy dulu!" ucap Kirana.


"Yaudah sebentar ya, gue ambil hp gue dulu!" ucap April lalu masuk ke dalam mengambil ponselnya.


Kirana & Zaenal pun menunggu di luar sampai April datang kembali menemui mereka, Zaenal yang pegal memilih duduk di kursi yang tersedia di depan rumah Willy itu. Sedangkan Kirana tetap berdiri sok kuat padahal pegel juga kakinya tuh.


"Yakin lu gak mau duduk? Ini masih ada ruang loh, nanti kalo pegel minta pijitin!" ujar Zaenal.


"Gue mah gak kayak lu," ucap Kirana singkat.


Zaenal tersenyum tipis menghadap ke depan dengan menyatukan kedua tangannya lalu ditempelkan ke dagu tanda sedang berpikir, sementara Kirana menggoyang-goyangkan kakinya menahan pegal.


Tak lama kemudian, April kembali dari dalam rumahnya dengan membawa ponsel miliknya. Kirana pun langsung sumringah karena April sudah kembali sehingga ia bisa segera menghubungi Willy.

__ADS_1


"Udah nih, mau gue yang ngomong apa lu langsung aja ngomong sendiri sama bang Willy?" tanya April.


"Lu aja ah biar cepet!" jawab Kirana.


"Oke,"


April pun langsung mencari kontak atas nama Willy lalu segera menghubunginya, sementara Kirana serta Zaenal menunggu kabar dari April dengan santai.


📞"Halo, bang..." ucap April pada Willy di telpon setelah akhirnya diangkat juga.




Willy masih menyaksikan pertarungan sengit antara Saka dengan Aldi di jalan sepi itu, memang kondisinya tidak seimbang karena Aldi habis dipukul habis-habisan oleh anggota the darks dan Saka dalam keadaan segar bugar. Namun, Willy tetap menganggap itu pertarungan yang adil karena ia memang suka melihat anggota wild blood terluka.


Disaat tengah asyik menonton pertarungan itu, tiba-tiba ponselnya berdering membuat ia sedikit kesal karena harus menjauh dari sana untuk mengangkat telepon tersebut. Ya barulah ketika ia sedikit jauh dari kerumunan itu, ia bisa mengangkat telepon dari adiknya yakni April.


📞"Halo, bang..." ucap April.


📞"Ya halo, ada apaan sih? Gak tau apa gue lagi sibuk nih banyak urusan, ganggu aja!" ujar Willy ketus.


📞"Ish jangan marah-marah dulu! Ini ada Kirana sama bang Zaenal mau ketemu sama lu, mereka katanya mau bahas rencana buat ngerjain Sahira sama si Lucas di villa nanti!" ucap April.


📞"Idih genit banget si lu bang, dah ah cepet pulang!" ujar April langsung mematikan teleponnya.


Setelah telponnya diputus oleh April, Willy pun kembali ke tempat geng the darks tadi berada untuk pamitan pada mereka karena ia harus segera pulang menemui Kirana & Zaenal yang sudah menunggu.


"Oi, Alves sini lu!" ucap Willy memanggil salah satu anggota the darks untuk mendekat ke arahnya.


"Ada apaan, Wil?" tanya Alves heran.


"Lepasin si Aldi, biarin dia pergi ke tempat anak-anak wild blood!" perintah Willy.


"Loh kenapa, Wil?" tanya Alves lagi.


"Udah gausah banyak tanya, lakuin aja!" ucap Willy.


"Siap!"


Alves pun kembali untuk melerai pertarungan antara Saka dengan Aldi yang masih berlangsung, tampak semua orang disana kecewa termasuk Saka sendiri karena belum puas menghajar Aldi.


"Kenapa lu berhentiin ini?" tanya Saka kesal.


"Tahan, Saka! Masih ada waktu lainnya buat hajar Aldi dan anak-anak wild blood lainnya, sekarang kita biarin cecunguk itu pergi dulu! Kasih dia nafas supaya dia bisa lu hajar lagi di kemudian hari, ayo guys semuanya kita tinggalin dia!" ucap Willy.

__ADS_1


Akhirnya Saka menurut dengan perkataan Willy, ia bersama yang lainnya pergi dari sana meninggalkan Aldi dalam keadaan sekarat.


"Saka, gua gak nyangka kalo lu ternyata sekarang gabung sama Willy dan anak the darks! Gue pikir lu kawan yang baik, tapi ternyata pengkhianat!" batin Aldi menatap punggung Saka dengan kesal.




Kia yang berada di dalam taksinya melihat para orang-orang itu pergi dan hanya menyisakan satu motor serta seorang pria yang tengah tergeletak di aspal, sontak Kia merasa kasihan dengan pria tersebut lalu turun dari mobilnya.


"Pak, sebentar ya saya mau cek kondisi orang itu! Kayaknya dia habis dipukulin deh, kasihan!" ucap Kia cemas.


"Iya, neng! Tapi, hati-hati neng!" ucap supir.


Kia hanya mengangguk lalu turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa, ia berlari menghampiri pria yang masih tergeletak itu. Matanya langsung merasa tak asing setelah ia mendekati pria itu.


"Aldi?"


Ya Kia yakin betul motor tersebut adalah milik Aldi dan memang pria yang tergeletak di aspal itu juga lah Aldi, Kia langsung sangat cemas lalu berteriak memanggil nama Aldi dan kemudian menghampiri pria tersebut dengan mata berkaca-kaca.


"Aldi...." teriak Kia.


Tampak Aldi masih bisa menoleh ke arah Kia walau harus bersusah payah, ia berusaha juga membalikkan tubuhnya menjadi terlentang karena ingin melihat dengan jelas tubuh Kia.


"Aldi, kamu gapapa?" tanya Kia saat ia sudah berada di samping Aldi dan bersimpuh disana.


"Kia, kok kamu bisa disini?" ucap Aldi malah balik bertanya pada Kia sambil menatap gadis itu dengan tatapan heran dan terus memegangi dadanya.


"Iya tadi aku mau pulang, tapi gak bisa lewat jalan ini karena ada motor-motor nutupin jalannya! Aku gak nyangka banget kalau salah satu dari orang tadi itu ada kamu, kenapa kamu bisa sampe dikeroyok kayak begini sih Aldi?" ucap Kia panik dan tanpa sadar menitikkan air mata.


"Hey, jangan nangis karena gue! Nanti gue jadi merasa bersalah karena udah nolak lu, hapus air mata lu ya!" ucap Aldi pelan sambil menyeka air mata di wajah Kia dengan jarinya.


"Gapapa Al, sekarang bukan saatnya kita buat bahas tentang perasaan lagi! Aku harus selamatin kamu dan bawa kamu ke rumah sakit, aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu!" ucap Kia.


"Gak perlu, Kia! Gue gapapa kok, ini cuma luka kecil aja! Uhuk... uhuk..." ujar Aldi pelan sambil terbatuk-batuk.


"Tuh kan, kamu aja batuk begitu Al! Udah yuk ikut aku aja ke rumah sakit, kamu harus segera diobati!" ucap Kia berusaha mengangkat tubuh Aldi dengan sekuat tenaga.


Tapi apa daya, tenaga Kia tentunya tak cukup untuk membopong tubuh Aldi sendirian. Akhirnya Kia meminta Aldi menunggu disana dan ia akan memanggil supir taksinya untuk membantu dirinya mengangkat tubuh Aldi.


"Makasih, Kia!" batin Aldi lalu kepalanya kembali menyentuh aspal dan pingsan seketika.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2