
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Jangan harapkan sebuah kisah happy ending di setiap ceritaku, karena tak ada satupun kisah yang berakhir bahagia di dalam hidupku dan aku pun tak pernah merasakan kebahagiaan itu, bahkan kalau diingat aku juga tak tahu apa itu bahagia~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 70
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Lucas sampai di rumah kekasihnya untuk mengantar Sahira tentunya alias sang kekasih yang ingin pulang bermain bersama teman-temannya, ya walau Lucas sebenarnya masih ingin berduaan dengan kekasihnya itu, namun tak mungkin ia melarang Sahira untuk berkumpul dengan teman-temannya disana, karena ia takut Sahira akan marah padanya.
Disaat bersamaan juga, Diandra serta yang lain pun sampai di depan pagar rumah Sahira. Ya mereka berempat ini pergi mengenakan mobil Tiara dan menyusul pergi mengikuti motor Lucas dari belakang, mereka pun tampak keluar dari mobil lalu menemui Sahira yang masih bersama Lucas untuk berpamitan sepertinya dengan sang kekasih itu.
"Kas, aku masuk ke dalam dulu ya?" ucap Sahira pamit pada kekasihnya itu.
"Iya sayang, aku juga mau ke markas wild blood. Kamu seneng-seneng ya disini sama mereka, besok giliran aku yang ajak kamu jalan-jalan supaya kita bisa berduaan lebih lama!" ucap Lucas.
"Ahaha, iya iya terserah!" ucap Sahira tertawa kecil.
Cupp...
Lucas langsung mengecup pipi Sahira begitu saja sambil tersenyum tanpa turun dari motornya, hal itu membuat Sahira terkejut dan seketika pipinya merah merona dan teman-temannya pun tampak terperangah melihat Lucas yang dengan santainya mencium sahabat mereka. Ya Lucas sendiri hanya senyum-senyum saja tanpa perduli reaksi dari sang kekasih ataupun teman-temannya, karena Lucas memang ingin mengecup wajah sang kekasih.
"Kas, kamu kalo mau cium tuh lihat-lihat situasi kek! Jangan di depan temen-temen aku kayak gini, kan aku jadi malu tau!" tegur Sahira sembari memegangi pipinya yang memerah itu.
"Hah? Gapapa dong sayang, namanya orang pacaran ya wajar kalo cium-cium kayak gitu! Lagian aku rasa mereka juga gak keberatan kok, buktinya mereka gak protes kayak si Sasya tadi, ya kan?" ucap Lucas.
"Haish, kamu ih! Yaudah ah, aku mau masuk ke dalam dulu! Kamu hati-hati ya di jalan, jangan ngebut dan pelan-pelan aja!" ucap Sahira.
"Iya iya sayang, kalo gitu kamu masuk dulu gih! Nanti baru aku lanjut jalan pergi dari sini, sana masuk sama temen-temen kamu itu!" ucap Lucas sembari mengusap puncak kepala kekasihnya dan tersenyum.
Sahira manggut-manggut saja sambil tersenyum tipis dan kemudian menoleh ke arah teman-temannya, ya Sahira pun mengajak mereka untuk segera masuk ke dalam rumahnya sesuai dengan perintah sang kekasih. Mereka berlima langsung saja pergi dari sana meninggalkan Lucas yang masih setia menunggu di atas motornya, ya Lucas tampaknya ingin memastikan bahwa sang kekasih baik-baik saja disana tanpa ada yang terluka.
Disaat Lucas hendak pergi dari sana setelah Sahira serta teman-temannya masuk, justru tiba-tiba Lucas bertemu dengan Alan serta Nur yang baru sampai di rumah dan turun dari motor bersamaan. Ya Lucas pun terkejut lantaran yang ia kira Nur sudah berada di dalam rumah, namun nyatanya Nur justru baru datang bersama Alan di depan pagar rumahnya.
"Loh kalian baru pulang?" tanya Lucas heran.
"Iya bro, kita abis menikmati waktu berdua. Ya mumpung gak bisa sekolah, jadi gue ajak Nur buat jalan-jalan berduaan!" jawab Alan nyengir.
"Kas, Sahira mana?" tanya Nur.
"Udah di dalam tuh, sama temen-temen lu yang lain juga katanya mau jenguk lu! Sana gih lu samperin buruan, sebelum mereka ngamuk karena lu ternyata gak ada di dalam rumah!" ucap Lucas.
"Ohh, iya iya. Lan, aku masuk dulu ya? Makasih atas waktu berduaan nya tadi, sama udah nganterin aku pulang kesini!" ucap Nur.
"Sama-sama cantik!" ucap Alan tersenyum.
Setelahnya, Nur masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu masuk kesana untuk menemuinya yang katanya terlambat ke sekolah. Sedangkan Lucas kini mengajak Alan untuk pergi ke markas wild blood, Alan yang awalnya tak mau akhirnya terpaksa mau ikut bersama Lucas daripada ia dibanting.
•
•
__ADS_1
Sesampainya di dalam rumah, Nur langsung bertemu dengan Sahira serta keempat gadis lainnya yang sudah menunggu dirinya disana sambil duduk dan minum-minum es jeruk serta ngemil. Nur pun tampak tidak enak karena ia justru baru hadir disaat teman-temannya sudah lebih dulu ada disana, ia akhirnya hanya bisa nyengir sambil garuk-garuk kepala dan lalu melangkah mendekati mereka.
Sementara Sahira sendiri tampak mewajarkan saja tingkah Nur yang seperti itu, ya karena ia tahu Nur pasti habis jalan-jalan berdua dengan kekasihnya sehingga Nur baru bisa pulang saat ini. Ia juga tak mempermasalahkan itu, karena baginya yang penting Nur alias sahabatnya itu bahagia dan tidak sedih-sedih seperti yang ia pikirkan sebelumnya karena Nur baru saja terlambat masuk sekolah.
"Nur? Lu pasti abis jalan-jalan kan sama si Alan?" tanya Sahira tersenyum.
"Eee hehe, iya nih. Sorry ya guys, gue malah baru dateng sekarang!" jawab Nur nyengir.
"Gapapa elah, santai aja! Kita berlima juga baru datang kok disini, lagian justru bagus kalau ternyata lu itu gak lagi sedih karena terlambat." ucap Diandra.
"Iya tuh, tadinya kan kita kira lu sedih banget karena telat sekolah." sahut Tasya.
"Enggak lah! Ya emang sih awalnya gue sedih banget pas tau gerbang sekolah udah ditutup terus gue sama Alan gak diizinin masuk, tapi setelah Alan ajak gue nonton film di rumahnya ya perasaan gue agak lebih enakan dikit lah!" ucap Nur.
"Syukur deh! Emangnya lu nonton film apaan sama Alan?" tanya Sahira penasaran.
"Umm, film horor." jawab Nur santai.
"Wih ternyata seorang Nur suka juga nonton horor, ketakutan gak lu?" ucap Diandra.
"Ya enggak lah! Ngapain takut? Justru si Alan sendiri yang ketakutan, padahal dia sendiri loh yang ngajak gue nonton film horor dan katanya biar gue bisa peluk-peluk dia kalo takut." ujar Nur.
"Hahaha, lawak emang si Alan!" ujar Diandra.
"Yaudah, duduk sini jangan berdiri aja! Tuh minum dulu minumannya, lu kan pasti dari luar!" ucap Sahira sembari menepuk sofa di dekatnya.
"Iya, thank you guys!" ucap Nur.
Nur pun duduk di sofa seperti yang lainnya lalu mengambil gelas berisi es jeruk dan meminumnya, Nur juga dengan santainya mengangkat kaki ke atas sofa setelah melepas sepatunya, hal itu membuat Sahira serta yang lain terperangah saja tak percaya kalau Nur bisa melakukan itu ketika di rumah padahal biasanya Nur adalah anak yang kalem.
"Eh guys, kok ada Kania sih? Dia kemana?" tanya Nur penasaran sambil celingak-celinguk.
"Nah itu dia, kita juga gak tahu." jawab Diandra.
"Iya, tapi tadi pas Kania mau naik ke mobilnya Tiara, eh muncul si Aldi yang katanya mau anterin Kania kesini. Nah masalahnya, sampe sekarang tuh Kania belum nyampe juga kesini nih. Bisa jadi si Aldi gak nganterin Kania kesini, dia malah bawa tuh si Kania ke tempat yang lain." jawab Diandra menjelaskan.
"Ohh, dih masa gitu sih?" ujar Nur bingung.
"Entahlah, gue juga gak ngerti." ucap Diandra.
"Udah sih wajarin aja! Namanya juga pasangan baru, si Aldi kan lagi pengen pdkt sama Kania supaya Kania mau terima cinta dia. Mungkin sekarang Aldi lagi ngakak Kania jalan-jalan," ucap Tasya.
"Iya tuh, kita dukung aja hubungan mereka supaya mereka bisa cepet jadian!" sahut Tiara.
"Hahaha, iya bener tuh." ucap Sahira.
"Emang si Kania suka juga sama Aldi?" tanya Nur kebingungan.
"Iya Nur, tadi kita lihat sendiri pas Kania tuh lagi suap-suapan sama Aldi di kantin. Terus Kania juga mau-mau aja dirangkul sama Aldi disana, padahal banyak orang loh. Berarti kan tandanya Kania emang udah mulai suka sama Aldi, tinggal tunggu waktu yang tepat aja buat dia mau terima si Aldi jadi pacarnya!" jawab Tasya.
"Ahaha, fix sih kalo jadian kita mintain pajak supaya kita juga dapet berkahnya!" ucap Diandra.
"Bener banget! Kita kan juga udah dukung si Kania sama Aldi, harus wajib banget minta pajak jadian sama mereka berdua!" sahut Andini.
"Udah lah! Jangan gibahin temen sendiri kayak gitu! Mending sekarang kita bahas yang lain, misalnya mau ngapain nih kita selanjutnya disini?" ucap Sahira menyudahi pergibahan diantara para teman-temannya itu.
"Hehehe, abis kita juga bingung nih mau ngapain. Lu gak ada ide kita Sahira?" ucap Diandra.
"Eh gini aja, gimana kalo kita nonton film juga kayak si Nur sama Alan tadi? Tapi, jangan film horor! Film action aja yang seru-seru itu, kan lumayan sore begini kita nonton film!" usul Tasya.
"Hah? Umm, entahlah gue bingung tapi mau nonton apaan?" ucap Sahira.
__ADS_1
"Itu aja yang lagi rame loh, mermaid man." usul Tiara.
"Ah iya gue setuju tuh!" ucap Tasya.
"Gaskeun lah Sahira!" sahut Diandra.
"Loh bukannya itu film baru, ya? Kan masih ada di bioskop juga, emang bisa kita setel sekarang disini?" tanya Nur terheran-heran.
"Ya bisa dong! Gue udah nemu websitenya nih, tinggal kita setel aja rame-rame!" ucap Diandra.
"Hah? Maksud lu kita nonton bajakan gitu? Ish, ya ampun Diandra itu tuh bersoda namanya, gak boleh tau!" ujar Sahira.
"Berdosa sayang!" ucap Diandra.
"Udah sih gapapa, gak ada salahnya kita nonton bajakan. Daripada harus ke bioskop bayar mahal, ya kan?" ucap Tasya tersenyum.
"Iya tuh, gapapa kok Sahira!" sahut Tiara.
"Yaudah lah, gue mah nurut aja sama kalian. Bentar ya gue siapin dulu peralatan buat nonton film, kalian tunggu disini aja sambil makan atau minum tuh!" ucap Sahira tersenyum.
"Oke, gitu dong Sahira!" ucap Diandra dan yang lainnya bersamaan.
Sementara Nur hanya terkekeh sambil geleng-geleng kepala dan minum es jeruk miliknya.
...•••...
Disisi lain, Aldi justru membawa Kania ke sebuah tempat yang sepi sunyi dan indah yaitu sebuah hutan gelap disertai pemandangan yang benar-benar indah serta menyenangkan. Aldi sengaja mengajak Kania kesana untuk bisa menyampaikan semua isi hatinya yang sudah lama tertahan, ia sudah tak bisa menahan itu lagi walau Kania belum ingin menerima dirinya menjadi sang kekasih atau pacar.
Kania pun bingung sekali karena Aldi malah membawanya kesana, padahal sebelumnya ia meminta pada Aldi untuk diantar menuju ke rumah Sahira seperti yang lainnya. Namun, Kania sama sekali tak mengerti mengapa Aldi justru mengarahkan motornya ke tempat seperti itu, ia kini hanya bisa celingak-celinguk keheranan sembari menoleh ke arah Aldi yang justru tersenyum disana.
"Al, ini apaan sih? Ngapain lu bawa gue ke tempat kayak gini coba? Lu mau ngerjain gue atau mau bunuh gue ha?" tanya Kania terheran-heran.
"Hus! Kamu kalo ngomong kok begitu sih? Ini itu tempat yang indah dan asri, emang kamu gak lihat tuh banyak banget pemandangan dari pohon yang lebat dan udaranya juga segar?" ujar Aldi.
"Ya iya sih disini enak, masalahnya gue kan mau ke rumah Sahira bukan kesini!" ucap Kania.
"Udah Kania, ke rumah Sahira nya nanti aja! Sekarang aku mau ngobrol berdua dulu sama kamu disini, sekalian kita jalan-jalan keliling hutan yang indah ini. Gimana, kamu setuju gak cantik?" ucap Aldi tersenyum sembari menggandeng tangan Kania.
"Hah? Ngobrol apa sih?" tanya Kania heran.
"Soal ketulusan cintaku padamu, kamu harus tau betapa seriusnya aku mencintai dan menyayangi kamu Kania! Makanya aku ajak kamu kesini, supaya kamu bisa tenang dan gak terbawa emosi terus kayak tadi pas di sekolah. Aku tuh maunya kamu bisa buka hati buat aku, karena aku benar-benar tulus sama kamu dan aku gak ada niat sedikitpun buat mainin perasaan kamu itu!" jelas Aldi.
"Iya Al, gue tau kok. Lagian siapa juga yang bilang lu mainin perasaan gue sih? Kan gue cuma bilang, gue butuh waktu untuk itu!" ucap Kania.
"Iya aku juga tau soal itu, tapi masalahnya kamu makin kesini malah makin cuek sama aku! Ya walau kadang-kadang kamu juga tiba-tiba baik sih, tapi banyakan cuek sama juteknya!" ujar Aldi.
"Haish, terus lu maunya gimana sekarang? Gue kan belum tau perasaan gue kayak gimana," ucap Kania.
"Kita jalani aja dulu ya?" ucap Aldi.
"Hah? Maksud??" tanya Kania tak mengerti.
"Kita jalani hubungan ini, aku dan kamu kita menjadi sepasang kekasih mulai saat ini! Soal perasaan kamu, itu pasti akan muncul lama-kelamaan saat kita udah jadian nanti. Yang penting sekarang aku tau dulu status hubungan kita itu apa, karena aku capek disuruh nunggu tanpa kepastian!" jelas Aldi.
"Al, tapi gue—"
"Ssshhh! Kita pacaran mulai sekarang, ya? Titik!" potong Aldi sambil menempelkan telunjuknya pada bibir Kania dan tersenyum.
Kania terdiam tak mengerti mengapa Aldi menjadi sosok pemaksa seperti itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...