Broken Angel

Broken Angel
Part 43


__ADS_3

Betapa terkejutnya Rey dan marga ketika mendengar suara Allena saat mereka tengah menyelidiki ayah kandungnya dan juga kehidupannya.


"Apa yang kalian cari dari hidup ku?".Tanya allena sembari bangkit dari tidurnya.


Rey dan marga saling menatap,salah tingkah karena ketahuan telah mencari tahu hidup seseorang tanpa ada izin darinya.Rey,menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sementara marga,dia membuang mukanya ke sembarang arah.


Allena terkekeh melihat tingkah laku dua pria yang tak asing baginya."Kalian tidak mau tau langsung dari ku?".Sindir Allena.


"Maaf".Hanya kata itu yang mampu terucap di bibir Rey.


"Di maafkan,asal jangan sekali-kali lagi".


Allena mencabut paksa selang infus dari pergelangan tangannya.Tanpa sepengetahuan Rey dan marga,sengaja agar mereka gak merasa khawatir.


"Aku bosan disini terus,kemarin di sini sekarang pun masih disini.Aku rindu menghirup asap rokok bukan menghirup bau disinfektan".Keluh Allena.


"Kau merokok di usia kamu yang masih belia?".Tanya marga tak percaya.


Rey, memberikan pelototan tajam pada marga.Seenaknya saja dia berucap, tanpa melihat situasi dan kondisi.

__ADS_1


"Jaga bicara mu".Gumam Rey, setengah berbisik.


"Jangan panggil aku anak kecil,paman".Sentak Allena."Lagian kamu juga gak tau masalah hidup ku". Ucapnya lagi.


Allena bangkit berdiri,turun dari ranjangnya.Sontsk saja itu membuat rey dan marga khawatir bukan main.Lihatlah mereka menghampiri Allena, seakan Allena adalah ratu yang harus mereka jaga.


"CK,udah gue katakan,gue bukan anak kecil dan lepaskan tangan kalian dari tubuh ku".Gertak Allena,menyentak tangan Rey dan marga yang memegangi tangan kanan dan tangan kirinya."Lagian aku bukan ratu,yang harus kalian jaga.Bukan adik perempuan kalian,so berhenti memperdulikan keadaan gue".


"Kamu sedang sakit dan kamu bukan hewan tak berperasaan, hanya menonton saat ada orang yang terluka ".Nasehat marga.


"Whatever ".Ucap Allena, sembari berlalu pergi.


"Sudah,aku katakan jangan panggil aku anak kecil,paman".Ledek rey,tertawa cekikikan.


Marga refleks menoyor kepala Rey,tak terima dia si rendahkan seperti itu."Ledek aja terus". Sindirnya.


Tanpa mereka ketahui Allena masih berdiri di ambang pintu, mendengarkan percakapan Rey dan marga.Sahabat karib,serasa adik-kakak.Begitu hangat perbincangan mereka.


Allena, sampai meneteskan air mata.Rindu,akan kehangatan sebuah keluarga.Dulu,dia dan keluarganya selalu berbincang-bincang hangat,lebih tepatnya Allena lah yang selalu berceloteh ria.

__ADS_1


"Andai aku punya, keluarga seperti kalian".Ucap Allena.


Dia,masih mengamati interaksi Rey dan marga.Kedua pria itu,ada canda tawa, ledekan dan juga keakraban diantara keduanya.Tak merasa sakit hati meski salah satu memberikan ledekan bahkan kekerasan fisik.


"Jangan panggil aku anak kecil paman.Sok-sok an,anak kecil jangan sok keras,baru terkena air hujan aja udah tumbang".Ledek marga.


"Lah, kenapa gak tadi aja kamu jawab".Tantang rey.


"Hehe".Marga hanya menyengir kuda,benar apa yang di katakan Rey tapi sudah terlambat.


"By the way, bukankah di lengan Allena tertancap selang infus?".Tanya rey.


Marga,menatap rey."Jangan-jangan".


"Allena".Teriak Rey dan marga bersamaan.Mereka berlari menyusul allena,takut sekali terjadi apa-apa pada gadis belia yang menyimpan luka hati.


Sedangkan allena,yang mendengar teriakkan kedua laki-laki itu.Bersembunyi di balik pintu.


"Sudah aku katakan jangan memperdulikan hidup ku,aku sudah terbiasa menyembuhkan luka ku sendiri ".Gumam Allena, menatap kepergian dua laki-laki yang hendak mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2