Broken Angel

Broken Angel
Part 121


__ADS_3

Allena yang sedari tadi,berada di bawah genggaman seorang Reynaldi Kenzo Pratama dengan wajah cemberut tanpa sadar dan tanpa di ketahui.Dia tengah berada di taman, tepatnya berada di tempat pepohonan rindang yang tumbuh dengan kuat dan besar, tempat dimana dia menangis dengan sejadi-jadinya akibat tak kuasa menahan kesedihan atas pertengkaran demi pertengkaran orang tuanya.


Rey,yang berada di sampingnya pun tetap diam.Membiarkan Allena tetap pada wajah cemberutnya akibat dia menyeret paksa Allena untuk terus mengikutinya tanpa penjelasan.


"Hmmm,aku harap kau tak terkejut setelah ini".Gumam Rey.


Allena yang mendengar gumaman rey,tersadar akan dirinya yang begitu pasrah mengikuti langkah kaki Rey.


Dia hentakan tangan nya dari genggaman rey.Setelah dia berhasil membebaskan diri,dia edarkan pandangan nya ke segala penjuru arah.Dimana hanya ada pepohonan rindang disana dengan kicauan burung yang memekakkan telinga.


"Ini kan_?".Allena,kembali mengedarkan pandangannya demi menguatkan dugaannya tentang tempat dimana dia berada."Inikan tempat_".


"Tempat kamu menangis sesenggukan di bawah pohon rindang".Ucap rey,menyambar ucapan allena.


Allena,menoleh kearah rey.Benaknya bertanya-tanya tentang ucapan rey yang seolah tau tentang kehidupan masa kecilnya.

__ADS_1


Rey,yang menyadari raut kebingungan di wajah Allena.Menoleh pada Allena,senyuman manisnya dia berikan untuk gadis kecilnya.Gadis yang dalam pikirannya telah terucap kata janji untuk melindunginya, layaknya seorang kakak laki-laki yang melindungi adik perempuannya.


"Tempat ini, adalah tempat dimana seorang gadis kecil Tengah menangis sendirian dengan amat memilukan". jelas rey.


Allena bukannya terpana dengan penjelasan rey,dia malah semakin di buat bingung akan penjelasannya yang menceritakan tentang masa kecilnya.Tentang pohon rindang yang menjadi saksi bisu, bertemunya dia dengan seorang pria remaja yang memberikan nya sebuah earphone.


"Lima tahun yang lalu,ada seorang anak perempuan yang tengah menangis dengan sesenggukan,lima tahun yang lalu ada seorang anak kecil dengan hari yang terluka menangis di pojok pohon rindang".Jelas rey lagi tanpa memperdulikan wajah kebingungan Allena.


Allena sedari tadi tatapan nya tak pernah lepas dari wajah rey,dia terus mengamati raut wajahnya sembari mendengarkan penjelasan Rey yang mampu membuat pikiran nya harus kembali teringat akan masa lalunya di lima tahun yang lalu.


"Lima tahun yang lalu,aku pernah hampir memberikan kado sebuah earphone pada teman perempuan ku,tapi urung aku berikan".Lagi Rey,terus berceloteh, tanpa memikirkan Allena.


Bukan.Bukan dia yang tak memikirkan Allena tapi,dia mang sengaja bercerita tentang peristiwa di masa lalunya,memaksa Allena untuk mengingat tentang pria yang telah memberikan nya sebuah earphone.


"Aku akhirnya memberikan earphone itu pada seorang anak kecil yang terbungkus kertas kado dengan hiasan yang indah sampai tiba-tiba _".

__ADS_1


"Apakah kau pria yang di panggil oleh seorang pria paruh baya dengan panggilan Kenzo?".Tanya Allena,memutus celoteh rey.


Rey,menoleh pada Allena.Ada begitu banyak pertanyaan yang tergambar dengan jelas di raut wajah Allena.


"Apakah kau,yang bernama Kenzo?,pria yang telah memberikan ku sebuah earphone dengan dalih agar aku tidak mendengar pertengkaran orang tua ku?".Tanya allena,sekali lagi.Dia bergeser dua langkah dari posisi semula.


Rey,tersenyum.Usahanya akhirnya tak sia-sia.Allena juga ternyata cepat tanggap dengan penjelasannya yang berusaha mengingatkan Allena tentang pria yang telah memberikan nya sebuah earphone.


"Aku_".Rey,menjeda ucapannya.Dia sengaja tak langsung memberitahu Allena, membiarkan dia tenggelam dalam pikirannya sendiri.


"Kamu_?".


.....


***Hai,guys terima kasih sudah membaca dan mendukung karya ku.Terima kasih juga telah memberikan kritik dan sarannya kepada saya,selaku author pemula.Terima kasih atas perhatian kalian lewat kritikan kalian.Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk dukungan kalian dan kritikan yang kalian berikan.Itu akan saya anggap sebagai masukan dan merupakan proses dari perjalanan saya sebagai author.

__ADS_1


Untuk part selanjutnya mungkin ini akan membuat pikiran kalian traveling,untuk itu saya mohon maaf dan bijaklah dalam membaca***.


__ADS_2