
Allena,tengah duduk manis di taman buatan milik marga dengan banyak di tanami oleh tanaman bunga ,ada pula tanaman sayuran dan juga tanaman herbal.Di tata dengan rapuh dan teratur sesuai dengan fungsinya dan juga begitu indah di lihat.
Tanaman ini memang membuat dia teringat akan tanaman yang ada di rumah nya, lebih tepatnya di rumah ibunya.Tanaman itu,memang memberikan kebahagiaan baginya sekaligus memberikan trauma mendalam.Tapi,disini.Ketenangan dan keindahan begitu membuat nya merasa nyaman.
Harap-harap cemas,Allena menanti marga dan aida dalam usahanya menyampaikan pesan dari nya.Berharap sang mamah bisa luluh dengan kepergian diri,merasa menyesal atas tindakannya.Tak henti-hentinya dia berharap dan berdoa.
Secangkir kopi menikmati penantian dan harapan yang dia gantungkan kepada kedua malaikat tak bersayap nya.Dia tak henti-hentinya tersenyum, membayangkan kebahagiaan akan segera datang menghampiri nya.
Dia,juga rindu pada sang mamah yang sudah lama tidak berjumpa.berharap nanti mereka tidak akan terpisahkan satu sama lain dan sang mamah akan punya banyak waktu luang untuknya.
Memperbaiki hubungan yang renggang,gelas yang pecah memang tidak bisa di satukan lagi dan keindahannya akan menghilang.Tapu,itu lebih baik daripada di buang.
Tanpa dia sadari rey, memperhatikan tingkah laku Allena.Senyuman tulus itu pertama dia lihat menghiasi bibir manis Allena.
__ADS_1
"Senyum mu,candu bagi ku".Gumam rey.
Dia,juga tak kalah menantikan kabar bahagia dari Aida dan marga mengenai hasil usaha mereka.
Dia pandang dengan lekat,wajah Allena yang memancarkan aura kebahagiaan.Awan mendung itu seakan telah menghilang dari wajah Allena,aura negatif yang begitu jelas terlihat seperti enggan untuk mendekat lagi.
Allena, begitu berbeda dari Allena yang dulu dia kenal.Allena nya, sekarang lebih bahagia dan ceria.Di saat itu lah,di saat rey tengah menikmati senyuman Allena yang begitu mempesona.Handphone nya tiba-tiba berbunyi.
Sebuah notifikasi yang di kirim marga,memenuhi layar handphone rey.Rey,mengambil handphone nya yang ada di saku celananya.
Tapi, begitu dia membuka notifikasi dari marga.Senyuman nya seakan menghilang, emosinya semakin meradang dan dia rasanya tak kuat memberitahu Allena mengenai hasil pertemuan aida dan marga dengan Axel.
[Rey,sorry gue dan aida gagal membujuk Axel bahkan dia kayaknya gak mau bertemu dengan allena,dia menolak untuk bertemu.Rencananya gue dan aida,akan menemui Allan.Do'a in gue dan aida,semoga usaha kami berjalan sesuai harapan].
__ADS_1
Begitu isi pesan marga.Pantas lah, senyuman rey menghilang dengan sendirinya,tak sebahagia dia kala melihat senyuman Allena.
Kabar itu seakan menampar dirinya dengan keras, menghancurkan sebuah harapan dan juga menyakiti hati gadis kecilnya.
"Entah kehidupan apa yang sedang kamu jalani, allena?".Gumam Rey."Maaf bila selama ini aku telat hadir dan menemukan mu, maaf '.Sesal rey, menundukkan pandangannya ke bawah.
Tak kuasa rasanya dia terus melihat senyuman tulus Allena yang akan berubah menjadi luka di hatinya.Seorang anak yang hidupnya di patahkan oleh orang tuanya sendiri.
Dia,jelas bisa merasakan luka di hati Allena sebab dia juga korban disini.Sama-sama korban dari keegoisan orang tuanya.
Sayap-sayap semangat hidupnya telah di patahkan oleh sebuah pengabaian dari orang tuanya.Rasanya tak adil jika anak nakal hanya menyalahkan si anak tanpa melihat dari sisi pandang orang tuanya dalam mendidik nya dan juga merawat dirinya.
"Broken Angel".Gumam Rey."Kamu menjadi anak pembangkang karena ulah orang tua mu,sayang nya mereka tidak mengerti dan bahkan orang tua mu menyalahkan mu termasuk aku atas sikap nakal mu".Ucap Rey,tak berani menatap senyuman Allena.
__ADS_1