Broken Angel

Broken Angel
Episode 193 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 93


...•...


Alan serta Nur sampai di sekolah dengan selamat berbarengan juga dengan mobil Sahira yang dikendarai oleh pak Tirta.


Sahira turun dari mobil dengan wajah kusut karena masih memikirkan kondisi Lucas, ia sangat mencemaskan pacarnya dan sebenarnya ingin pergi menemui Lucas di rumah sakit sekarang juga.


Melihat sahabatnya yang bersedih, Nur berinisiatif untuk menghampirinya dan juga menghibur Sahira agar gadis itu tidak terus memikirkan Lucas yang tengah sakit.


"Sayang, aku samperin Sahira dulu ya? Aku kasihan sama dia kayaknya dia masih sedih deh mikirin kondisi Lucas, gapapa kan?" ucap Nur meminta izin lebih dulu pada Alan.


"Ya gapapa dong sayang, tapi jangan lupa gelangnya dipake supaya kamu gak digodain sama cowok-cowok disini! Nanti kan aku yang repot kalo kamu digodain, aku gak terima loh pacar aku yang cantik digodain cowok lain!" ucap Alan menyadari kalau Nur belum memakai gelang pemberiannya.


"Oh iya maaf aku lupa pake sayang, tapi aku selalu simpan gelangnya kok di tas aku! Sebentar ya aku ambil dulu terus aku pake di depan kamu, biar kamu percaya..." ucap Nur kemudian membuka tasnya lalu mengambil gelang karet hitam pemberian Alan.


Setelah menemukannya, Nur langsung memakai gelang itu di tangan kanannya tepat di hadapan Alan agar pria itu tak lagi cemas.


"Nah aku udah pake nih gelangnya, kamu puas kan sayang?" ucap Nur menunjukkan tangannya di depan mata Alan.


"Iya sayang aku puas kok, yaudah sekarang kamu boleh samperin Sahira terus hibur dia! Kasian juga aku sama dia kelihatan sedih begitu gara-gara mikirin Lucas, semoga kamu bisa bikin dia bahagia lagi ya!" ucap Alan.


"Hooh, makasih ya sayang!" ucap Nur manggut-manggut kemudian mengecup pipi kekasihnya lalu pergi mendekati Sahira.


Tampak Alan kegirangan karena lagi-lagi wajahnya dicium oleh sang pacar, ia bahkan sampai tak bisa menggerakkan tubuhnya akibat saking senangnya.


Sementara Nur sudah di dekat Sahira dan langsung merangkul gadis itu, ia berusaha menghibur sahabatnya agar tak lagi memikirkan tentang Lucas.


"Sahira, kita ke tempat Kania sama yang lainnya yuk! Udah lama juga kita gak kumpul ngobrol-ngobrol sama mereka, pasti bakalan asyik deh kalo disana kan lumayan bisa ngobatin rasa cemas lu..." ucap Nur memberi usul pada Sahira agar gadis itu bisa melupakan kesedihannya.


"Boleh deh, tapi emang mereka dimana lu tau?" tanya Sahira menatap wajah Nur.

__ADS_1


"Iya ya, eh bisa jadi mereka udah di kantin dan lagi sarapan sambil ghibah kayak biasa! Yuk kita cek aja dulu kesana!" ucap Nur.


Sahira mengangguk pelan lalu mengikuti Nur berjalan menuju kantin, namun langkah mereka terhenti karena mendengar suara teriakan cewek-cewek yang mengerumuni sebuah mobil di dekat mereka.


"Eh Sahi, itu ada apaan sih?" tanya Nur keheranan menatap ke arah kerumunan.


"Entah, tapi kayaknya itu si Kania deh! Kenapa ya banyak cewek kumpul disana?" ujar Sahira juga ikut bingung terheran-heran.


"Kita samperin aja yuk, bener itu Kania!" ucap Nur lalu menggandeng tangan Sahira.


Mereka berdua pun gak jadi ke kantin dan malah melipir ke arah mobil Kania yang sedang ramai dikerumuni cewek-cewek disana.


"Ya ya tenang semuanya tenang santai, gue bakal foto sama kalian satu persatu terus gue juga mau kok kasih tanda tangan buat kalian!" ujar Valen dengan nada sombong.


"Ayo kak foto sama aku dulu, kan aku duluan tadi yang datang kesini..." ujar Edrea menyodorkan ponselnya meminta foto.


"Oh ya boleh sip, yuk kita foto yang lain minggir dulu gantian ya!" ucap Valen kemudian tanpa ragu merangkul Edrea dan berfoto dengannya.


Sementara Kania tampak menepuk jidatnya karena kelakuan sang abang yang benar-benar bikin malu disana, ia juga heran mengapa banyak sekali cewek-cewek ingin berfoto dengan abangnya itu.


"Kania!" panggil Nur pada gadis yang tengah menghadap ke belakang itu.


"Emangnya ada apaan sih?" tanya Nur heran.


"Itu loh tadi kan abang gue nganter gue ke sekolah, terus mereka pada nyamperin abang gue kayak gitu... gue juga heran kenapa mereka sampe segitunya ngeliat abang gue doang, padahal kan dia biasa-biasa aja!" jawab Kania.


"Ohh mungkin mereka pada kagum kali sama ketampanan abang lu Kania, gue juga suka kok ngeliatin wajah abang lu itu..." ujar Nur.


"Yeh lu jangan ikut-ikutan Nur! Udah yuk kita pergi aja dari sini, gue takut Tiara ngeliat terus cemburu sama mereka..." ucap Kania.


"Eh iya juga ya, kan abang lu udah pacaran sama Tiara! Bisa-bisanya dia malah seneng dikerubungi kayak gitu, harusnya kan dia jaga hatinya Tiara..." ujar Nur.


"Nah maka dari itu, yaudah ke kantin yuk!" ucap Kania kemudian menarik tangan Nur & Sahira.


Mereka bertiga pun pergi menuju kantin menghindari kerumunan wanita yang tengah meminta foto bersama Valen.



__ADS_1


Sementara itu, Grey menemui Saka yang tengah memakai sepatu di depan musholla bersama teman-temannya.


Ia ingin meminta maaf pada sang kekasih karena kelakuan mamanya waktu itu, Grey pun duduk disampingnya dan menatap wajah Saka sambil membelai rambutnya sendiri.


"Eee Saka, aku mau bicara dong sama kamu! Boleh gak?" ucap Grey.


Saka yang sudah selesai memakai satu sepatunya kini beralih memakai kaus kaki di kakinya yang lain, ia berbicara tanpa memandang ke arah Grey mungkin pria itu masih merasa kesal sedikit.


"Bicara aja kali..." ucap Saka cuek.


"Eee jangan disini Saka, kita ke taman ya?" ucap Grey menggeser posisi duduknya mendekati Saka agar gadis itu bisa melihat wajah milik kekasihnya.


"Yaudah," ucap Saka singkat, padat dan jelas.


Grey pun tersenyum tipis walau ia masih merasa tidak enak pada sang kekasih, namun ia tetap berusaha untuk bisa menyelesaikan masalahnya dengan Saka.


Setelah Saka selesai memakai dua sepatunya, pria itu langsung berdiri kemudian menunduk menatap Grey yang masih terduduk.


"Ayo!" ucap Saka singkat mengajak Grey pergi lalu melangkah lebih dulu meninggalkan gadis itu disana.


Grey bangkit dari duduknya mengejar Saka dengan tergesa-gesa agar mereka bisa jalan berdampingan seperti biasa, ia sangat merasakan perbedaan sikap Saka padanya cukup signifikan sejak kejadian itu.


"Saka, kamu kenapa sih?" tanya Grey yang telah berhasil menyusul Saka, ia masih harus mempercepat langkahnya menyamai langkah kaki Saka yang panjang itu.


"Gapapa," jawab Saka singkat dan dingin tanpa menatap balik wajah kekasihnya itu, terasa sekali ia sangat marah pada Grey.


Grey pun tak lagi mengajak bicara kekasihnya itu dan memilih diam sampai mereka tepat berada di taman sekolah, ia tak mau membuat moodnya malah jadi ikut turun karena sikap dingin Saka itu.


Setelah sampai di taman, Saka langsung duduk lalu diikuti Grey yang duduk disampingnya.


"Mau bicara apa?" tanya Saka dingin kali ini mau menatap wajah Grey walau tak seperti biasanya, tatapannya sekarang lebih ke arah meminta Grey untuk cepat berbicara.


"Aku mau minta maaf sama kamu Saka, harusnya mama ku gak seperti itu! Kamu jangan marah lagi ya Saka?" ucap Grey pelan.


Saka menghela nafasnya kasar lalu mengalihkan pandangannya, sebenarnya ia tidak ingin bersikap seperti itu pada sang kekasih yang telah membuat ia berhasil merasakan rasanya dicintai.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2