Broken Angel

Broken Angel
Part 95


__ADS_3

Mau tak mau,suka tak suka marga harus meninggalkan Allena dengan perasaan kecewa dan menyesal.Kecewa karena Allena ternyata sudah telanjur merusak masa depannya sendiri dengan mengonsumsi barang haram.Menyesal, rasanya dia menyesal karena dia tidak datang tepat pada waktunya.


Saat-saat Allena tengah terpuruk, parahnya lagi hidup Allena terpuruk saat dia masih membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya.


"Sebelum aku pergi,aku ingin menyampaikan sepatah,dua patah untuk mu".Ucap marga.


"Kayak pidato aja,sepatah dua patah.Mau beribu-ribu kata pun sampai mulut mu berbusa.Gue gak peduli".Sahut Allena, tersenyum sinis.


Marga,menarik napasnya secara kasar."Yah".Ucap marga."Hidup mu boleh hancur tapi tidak dengan semangat mu.Kamu boleh menjadi anak korban Broken home tapi bukan berarti hidup mu tak sukses seperti orang lain". Nasehat marga sebelum pergi meninggalkan Allena."Tetap semangat dan sehat selalu,Allena".Teriak marga di ambang pintu.


Allena yang mendengarkan nasehat marga, memutar bola matanya jengah.Tak cocok sekali marga menasehatinya,karena hidupnya bahkan sudah hancur.

__ADS_1


Lelehan air mata kembali saling berjatuhan.Kali ini terasa deras.Sederas luka hatinya,baru saja dia merasakan kebahagiaan karena ada orang yang begitu peduli dengan rasa saki dan penderitaan nya.Baru saja dia di bahagiakan hingga terbang keatas langit ke tujuh, sekarang di jauhkan ke dasar bumi dengan sejatuh-jatuhnya.


Di berikan harapan kemudian di patahkan.Di bahagiakan bagai ratu,di hancurkan bagai babu.Begitulah peribahasa yang menggambarkan perasaan Allena terhadap marga.


"Arghh".Teriak Allena,merasa frustasi dan kecewa.


Dia cengkram selimut dengan kuat, melampiaskan rasa kesalnya pada benda yang memberikan kehangatan pada tubuhnya di kala dingin tapi tak mampu menghangatkan hatinya yang kembali mendingin.


"Maaf Al, maafkan aku yang tanpa sadar membentak mu bahkan menyalahkan mu.Maafkan aku yang tak sabar demi mendengar inti permasalahan mu".Sesal marga.


Yah,marga melupakan prinsip awalnya yang ingin mendekati Allena dengan kelemah lembutan nya, memberikan pelukan hangat dan mendengarkan cerita nya.Tapu,setan apa yang telah merasukinya hingga dia tega menjudge masalah nya.

__ADS_1


"Lihatlah Rey,gadis kecil mu tengah merasakan kesakitan.Dimana kau sekarang berada?,tak maukah kau melihat dan mendengar keluh kesah dan masalah nya?".Tanya marga,pada udara kosong.


Niat awal ingin menyelesaikan masalah Allena dengan secara baik-baik dan tanpa ada rey.Dia malah menambah luka baru bagi allena,luka yang baru di sembuhkan nya kini kembali terbuka.


Marga bukan dia tidak menyadari akibat ulahnya pada Allena yang akan menyebabkan allena tak lagi percaya pada orang lain.Dia sadar,tapi logikanya ternyata mengkhianati nya.


Marga meninggalkan Allena yang kembali terpuruk dalam kesedihan dan jurang kehancuran dengan beribu penyesalan.Berharap Rey,bisa mengobati luka Allena.


Menjadi penawar bagi hati yang terluka.Menjaga adik perempuannya seperti janjinya yang tak terucap tapi selalu teringat dalam pikiran.


Usaha marga,harus menempuh kegagalan.Allena kembali terluka oleh orang-orang terdekatnya, sayap-sayap semangat nya telah di patahkan oleh perceraian orang tuanya.Motivasi hidupnya telah di hancurkan oleh keadaan dan kepercayaannya telah di khianati oleh sebuah penilaian yang salah.

__ADS_1


"Rey".Gumam marga, diantara langkah kakinya."Yah,aku harus menceritakan nya padanya".Ucap marga lagi.


__ADS_2