
Allena,kembali menangis di pelukan rey.Bukan karena rasa sakitnya pada orang tuanya.Melainkan dia sadar,bahwa cintanya tak berbalas, cintanya bertepuk sebelah tangan.Dan itu lebih sakit dari bentakan mamahnya,lebih sakit saat dia mendengar pertengkaran orang tuanya dan lebih sakit saat dia di khianati oleh Andre.
Cinta nya bertepuk sebelah tangan,yah itu menurut versinya.Menurut versi marga,tak ada cinta diantara mereka.Marga,jelas tidak mencintai Allena, begitu pula dengan Allena.Cintanya hanya sebatas napsu, hasrat ingin memiliki tanpa ada rasa cinta di lubuk hatinya.Itu yang marga rasakan terhadap allena,gadis malang penuh luka.
"Apa salah ku Rey?, kenapa aku gak bisa merasakan kebahagiaan dan cinta dari orang-orang terdekat?.Keluh Allena,menangis sesenggukan di pelukan rey.
Rey, mengusap-usap punggung Allena.Memberikan kekuatan pada tubuh ringkih seorang gadis malang penuh dengan luka.
"Tak ada yang salah,hanya kamu salah menempatkan hati".Ucap rey, lembut.
Allena,semakin terisak akan ucapan lembut Rey,begitu indah terdengar di telinga,menyentuh kalbu dan hatinya yang tak sepenuhnya mendapatkan cinta dari orang-orang terdekat nya bahkan itu dari orang tuanya sendiri.
Allena,dia juga sendiri menyadari perasaannya.Tapi, seperti kata nya apa salahnya jika dia ingin di cintai secara tulus bukan berdasarkan oleh perasaan kasihan.
Rey,melerai pelukan nya.Menghapus air mata di pipi gadis kecilnya."Kamu tak perlu cinta dari orang yang bahkan tidak mencintai mu.Aku,aku yang akan selalu ada untuk mu".Ucap Rey,membelai rambut allena.
"Tapi,aku cinta dia".Sahut Allena.
"Aku tau,tapi kamu tidak mungkin mendapatkan cintanya.Sebab dia sudah punya cinta dan belahan hati'.Jelas Rey.
Allena,tak menimpali ucapan rey.Dia menangis sesenggukan hingga dadanya naik-turun.
__ADS_1
Prianya tak membalas cinta nya, prianya sudah memiliki kekasih hati dan pria nya hanya memperlakukan dia sebatas kakak-adik saja,tak lebih dan kurang.
Rey,terpaksa harus menenangkan Allena lagi.Rasanya dia juga tak tega melihat gadis kecilnya terus menangis.Menangisi sesuatu yang tak pasti.
"Ayo".Ajak Rey,menuntun tangan allena keluar dari pusat perbelanjaan elit nan mewah.
Bukan tanpa alasan Rey membawa Allena keluar pusat perbelanjaan itu,sebab sudah sejak tadi mereka menjadi bahan tontonan gratis pengunjung mall.
Memang ada diantara mereka yang membicarakan nya,ada pula yang abai.Menganggap itu adalah masalah biasa diantara pasangan kekasih.Bukan, sesuatu yang harus di besar-besar kan.
Kali ini Rey yang menyetir sendiri mobil Audi nya tak lagi allena yang masih tertunduk sedih atas peristiwa tak terduga dan begitu cepat terjadi.Perasaan baru kemarin dia merasakan kenyamanan dan kebahagiaan,kini harus terenggut kembali.
"Ngomong apa kamu?".Rey, pura-pura tak mendengar ucapan allena yang ngelantur.
Allena,membuang wajahnya ke luar jendela.Rasanya percuma bicara dengan Rey.Sama aja dia ngomong sama tembok,gak di anggap.
Pada jalanan yang padat akan kendaraan.Pikiran Allena kembali melayang pada kejadian saat marga memeluknya.Hangat, begitu hangat pelukannya tak sebanding dengan pelukan rey.
"Aku rindu".Gumam Allena.
Lagi-lagi Rey tak menanggapi ucapan allena.Dia tetap fokus menyetir tanpa menghiraukan keadaan allena.
__ADS_1
"Aku rindu".Allena membeo lagi
Kali ini,Rey menoleh kearah Allena yang terus menatap kearah jalanan.Seperti seseorang yang tengah melamun.
"Allena".Sentak rey,menyentuh lengan Allena.
"Yah".Sahut Allena.
"Maukah kau berbagi cerita dengan ku?". Tawar rey, mencoba mencari solusi.
"Tentang?".
"Tentang semua yang terjadi,apa yang kamu rasakan,apa yang kamu inginkan termasuk rencana mu untuk ke depannya".Jelas rey.
"Baik".Sahut Allena."Tapi,ada syaratnya".Allena,menoleh pada rey.
"Apa?".
.....
Hallo guys, terimakasih sudah membaca karya saya.Terus dukung karya saya dengan memberi like,komen,vote,dan hadiah.
__ADS_1