Broken Angel

Broken Angel
Part 168


__ADS_3

Buka nya menjawab.Aida malah menyodorkan dua berkas pada Axel.Dimana yang satu adalah berkas milik nya dan yang satu adalah milik Allena.


"Ada dua berkas yang harus ibu baca terlebih dahulu agar ibu mengerti maksud kedatangan kami".Ucap aida, menyodorkan kedua berkas pada Axel.


Dengan wajah memberenggut sebal,Axel menerima dua berkas itu.Yang pertama dia ambil adalah berkas milik aida.Dia membacanya dengan seksama dari atas sampai bawah.Berkaa itu mengenai indentitas aida yang kebetulan jasa nya pernah di pake oleh dirinya.


"Oh ternyata kamu dokter aida nur janah?".Tanya Axel,tak menyangka dia akan bertemu kembali dengan dokter yang menangani luka nya di masa lalu.


"Iya Bu,aku dokter aida nur janah".Ucap aida.


Axel,memang belum mengetahui bahwa orang yang ada di depannya adalah dokter yang sempat dia mintai pertolongan nya,lima tahun yang lalu.Waktu yang cukup lama dan tidak bertemu setelah membuat Axel tak menyadari dengan sosok dokter cantik,aida nur janah.


Dia,pada akhirnya mengetahui indentitas dari si cantik nan berpakaian tertutup.Dia beralih ke berkas yang satunya lagi.Dia kembali membaca berkas itu dengan seksama,tak tertinggal walau satu kata pun.

__ADS_1


"Allena Aidira".Axel menoleh pada aida."Kenapa ada berkas mengenai anak ku?".Tanya Axel,nada bicaranya sedikit meninggi.


"Anda ingat punya anak?,lalu apa yang terjadi dengan nya?,dimana dia?,dan seperti apa kehidupan nya sekarang?".Marga,tak bisa lagi bersabar bertanya beberapa rentetan pertanyaan pada ibu satu anak itu.


Axel,melongo demi mendengar rentetan pertanyaan dari seorang pria mengenai anak nya, seperti dia mengenal kehidupan anaknya.


Aida,mengelus lengan marga.Dia tau marga tersulit emosi.Bagaimana tidak,sedang Axel selaku ibu kandung allena bertanya mengenai anaknya seperti dia tidak suka anaknya di temukan.


"Apa hubungan mu dengan anak ku?".


"Dia anak pembawa sial".


"Tidak ada anak pembawa sial,tidak ada anak yang berperilaku nakal.Tidak ada".Gertak marga,saking tersulut emosi nya hingga meninggikan intonasi suaranya.

__ADS_1


Axel,di buat heran dengan ucapan laki-laki di sebelah aida.Seakan dia yang memiliki hubungan yang spesial dengan putrinya, mengetahui seluk-beluk kehidupan putrinya dan begitu emosi nya dia berbicara mengenai kewajiban dan tanggungjawab sebagai orang tua meski tidak di ucapkan secara terus terang.


"Sabar,kita bisa bicarakan ini semua dengan baik-baik". Nasehat aida, menenangkan marga.


"Apa hubungan mu dengan anak ku?".Sekali lagi Axel bertanya."Tau apa kamu tentang hidup ku dan juga anak ku?, anak kemarin sore beraninya berbicara dengan suara keras dan mengajarkan ku tentang mengurus anak".Sentak allena.


"Apa kamu tidak membaca keseluruhan isi berkas itu?,apa kamu tidak tau hidup anak mu hancur karena keegoisan kalian?,masa depannya hancur karena ulah kalian dan sayap-sayap nya patas karena kalian hanya memberikan trauma bagi dia".


"Ibu macam apa kamu yang membiarkan anaknya hidup sendiri tanpa kasih sayang dan cinta dari kalian?,ibu macam apa kamu yang membiarkan anaknya hidup dalam pergaulan bebas,pergi ke bar,menghisap cerutu,menegak miras, mengonsumsi narkoba dan bahkan dia pergi dari rumah pun kau tidak peduli.Kau tidak mencarinya".


Marga,yang biasanya bersikap tenang dan kalem.Mendadak menjadi emosi.Singa yang tertidur, terbangun dalam diri nya, bahkan iblis pun berani mendekati nya.


Aida,di samping marga pun tak bisa meredam emosi marga.Berhadapan langsung dengan sumber masalah memang berbahaya, terbukti marga yang berubah seperti iblis.Membentak dan bahkan sampai menunjuk-nunjuk muka Axel dengan telunjuk nya

__ADS_1


__ADS_2