
Rey,diam di tempatnya sejak tadi.Dia tertawa bukan berarti dia lengah.Justry dia harus meningkatkan konsentrasi nya agar merpati nya tak bisa dengan leluasa bisa terbang begitu dia lengah.
Sekali lagi perkiraannya benar, Allena tengah berusaha untuk meloloskan diri dari dirinya.Begitu lawannya di rasa lengah,dia kabur dengan leluasa.
Bukan,Rey namanya jika tidak bisa membaca situasi dan kondisi.Toh,dia adalah CEO handal dalam membaca pergerakan lawan berkat didikan keras dari ayahnya yang sedari kecil terus menggembleng dirinya agar siap memegang kendali setir perusahaan yang tak lain dan tak bukan akan di wariskan dan di teruskan untuk dirinya.
"Aku sudah bilang kan?,jangan coba-coba lari dari diri ku karena kamu masih terlalu kecil untuk bisa membaca pergerakan lawan".Ucap rey.
Gleg..Gleg..Gleg
Susah payah Allena menelan salivanya,ternyata rey tak sebodoh itu.Dia yang telah salah menilai lawan dan menganggap rey mudah di kalahkan atau di kelabui.Ternyata perkiraan nya selama ini salah.
"Apa yang loe inginkan dari gue?". Pertanyaan itu meluncur di bi Ir manis Allena karena termakan oleh rasa penasaran.
Rey, tersenyum."Apa yang aku inginkan?,sudah pasti dan sudah jelas adalah kau".Ucap rey sembari menunjuk Allena dengan jari telunjuknya.
"Aku?".Tanya allena, meyakinkan.
__ADS_1
"Siapa lagi,selain kau.Merpati kecil ku".Sahut rey, sembari tersenyum genit.
"Heh,nama gue Allena Aidira.Sembarangan aja loe ngerubah nama,orang tua gue capek-capek bikin nama yang bagus buat gue dengan harapan dan do'a yang terselip dalam nama yang gue sandang".Gertak Allena,tak terima dia di panggil merpati Rey."Lagian gue juga gak Sudi jadi merpati loe".Kata Allena lagi.
"Huh".Rey, menatap sinis pada Allena."Kenapa loe tau,orang tua loe susah payah membuatkan nama yang bagus untuk loe?".Tanya rey, menyelidik.
"Taulah,kan udah di kasih nasi tumpeng,udah di bikinin bubur putih sama bubur merah".Sahut aena, percaya diri sekali dia.
"Hah ".Rey,membuang napasnya secara kasar."Percaya diri sekali nih bocah tengil ".
"udah tau tengil masih aja di cari".Celetuk allena,membuang mukanya ke sembarang arah.
'Duh,si rey ngapain juga natap gue sampai segitunya.Takut gue kabur kali 'Gumam Allena membatin.
Memang benar pikiran Allena tentang rey.Dia memang takut Allena akan kabur lagi,berusaha kabur padahal dia sudah berada dalam genggaman seorang Reynaldi Kenzo Pratama.
"Heh,loe ngapain natap gue sampai segitunya?".Tanya allena,yang penasaran dengan sikap rey.
__ADS_1
"Sudah tau mau membawa loe,pake nanya lagi".Jawab Rey,menyeret paksa tangan aena agar dia mengikuti langkah kakinya.
"Lepasin".Teriak Allena, berusaha sekuat tenaga agar dia bisa lepas dari genggaman rey yang memaksanya untuk mengikuti langkah kakinya yang lebar.
"Gak akan.Wahai merpati putih yang malang".Sahut Rey, melangkah lebih lebar.
Dengan terpaksa Allena mengikuti langkah kaki Rey yang lebar dengan muka masam.Sepanjang perjalanan dia cemberut,tak rela dia di seret paksa, mengikuti langkah kaki pria yang menyebabkan masa depannya hancur.
"Terpaksa dah mengikuti tuan muda yang arogan".Gumam Allena.
"Gak sekalian loe nikah sama tuan muda itu".Celetuk rey.
Allena, mengerutkan keningnya.Perasaannya dia berbicara agak pelan, kenapa pula rey bisa menjawab ucapan nya.
"Loe denger kata-kata gue".
"Bahkan suara hati loe aja dapet gue denger".Ucap Rey,yang asal berbicara.
__ADS_1
"Sialan loe".Umpat Allena,tak terima rey mendengar ucapannya.
"Cuman bercanda di anggap serius".Gumam Rey, dengan suara pelan.