Broken Angel

Broken Angel
Part 148


__ADS_3

"Haha..Haha".Allena tertawa terbahak-bahak,melihat Ekspresi rey yang merasa lega,terhindar dari hal yang tidak di inginkan.Rasa takut Rey jelas terlihat.


"Tertawa lah sebelum tertawa itu di larang".Sahut Rey,kesal terhadap allena.


"Iya,sorry".Ucap sesal Allena.


Rey,memilih berjalan mendahului allena.Tak baik untuk kesehatan mental nya bila terus meladeni ucapan allena yang kembali ke mode bar-bar nya,berbeda saat dia tengah merasa sedih.


"Tunggu!".Seru Allena.


Rey,yang kesal tentu dia tidak menghiraukan teriakan Allena.Dia terus berjalan tanpa memperdulikan Allena yang berusaha mengejar langkah kakinya yang lebar.


Meski Allena juga merasa kesal.Di tinggal sendirian,mana dengan jalan yang cepat.Membuat dia harus ikut berlari,demi mengejar pria yang ingin mentraktir nya.


"Demi makan mewah tapi gratis aku rela menurunkan harga diri ku".Ucap Allena, semangat sekali dia mengejar diskonan.


Tanpa mereka ketahui,di basemen tempat mereka memarkirkan mobil,tak jauh dari mobil mereka.Ada sepasang kekasih yang tengah di Landa kerinduan karena sudah lama tak berjumpa.Sekalinya berjumpa hanya sebentar.

__ADS_1


Itu pula yang mendasari sang pria ingin melamar kekasihnya dan melangsungkan akad pernikahan dalam waktu dekat pula.Takut,jika sang kekasih sudah di lamar duluan oleh pria lain.


Sang pria tak pernah luput dari genggaman tangan wanitanya.Takut benar kehilangan lagi sang wanita dari genggaman tangannya,barang sejengkal pun.


Senyum sumringah nya selalu terbit di bibir manisnya,begitu tulus dan tak pernah lepas dari pandangan sang kekasih.


Wanita itu mencubit pinggang prianya."Jangan terus menunjukkan senyuman mu itu pada ku".Ucap si wanita,merasa risih dengan tatapan pengunjung.


"Kenapa?".Goda si pria.


"Kamu tak sadar?,pengunjung disini tengah memperhatikan kita".Jawab si wanita,melirik kesana-kemari.


"Abaikan saja".Bisik si pria."Mereka juga pernah muda".Goda si pria,semakin menunjukkan kemesraannya.


Alih-alih tergoda,si wanita justru merasa risih.Bukan tidak mau bersikap romantis setelah sekian lama berpisah dengan sang kekasih tapi di tempat umum begini.Tentu tak etis,di lihat apalagi menjadi pusat perhatian orang banyak.


"Malu lah sayang". Malu-malu wanita itu, mengungkapkan perasaan yang mengganjal di hatinya.

__ADS_1


Si pria mengerti dengan rasa malu wanitanya.Dia memilih melepaskan genggaman tangan nya,menjaga jarak sedikit dari wanita nya.


"Maaf,aida".


"Gak papa,ga".


Kedua insan yang sama-sama bahagia dan di Liputi oleh rasa rindu ini terus berjalan berdampingan, tanpa bergandengan tangan.Menjaga perasaan wanitanya yang merasa risih dan malu.


Yah, kedua insan ini tak lain dan tak bukan adalah marga Prayudha dan juga aida nur janah.Menurut rencana mereka,hari ini mereka akan membeli cincin lamaran mereka.


Esok lusa adalah hari lamaran mereka.Acara dadakan tapi ini sebenarnya hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh marga.Terlepas dari acara dadakan, mengikuti jadwal sang wanita yang super padat dan mepet.Di kejar waktu.


Marga,memang memiliki wajah tegas dan dia juga terkenal akan kedisiplinan nya,tapi hanya berada di samping wanitanya.Dia bersikap manja dan romantis.Seperti hal nya sekarang, tindakan yang sederhana tapi manis.


Dia memanjakan wanitanya dengan membeli segala macam barang mewah nan mahal.Tak peduli dengan uang saku yang di keluarkan nya harus merogoh kocek yang dalam.Toh, mereka membeli barang untuk seserahan.Sengaja marga, membelinya bersama dengan kekasihnya agar sang kekasih bisa membeli nya sesuai dengan selera nya.


Tujuan utama untuk mereka begitu mereka menginjakkan kaki di mall elite dan mewah itu adalah toko perhiasan.

__ADS_1


Begitu mereka sudah ada di toko perhiasan.Marga,di kejutkan oleh suara wanita yang tak lagi asing di telinga nya, sekaligus yang dia hindari selama ini.


"Marga!".Seru wanita itu,memanggil namanya.


__ADS_2