
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Ramadhan sebentar lagi, kurang dari sebulan lagi, masih sekitar 3-4 Minggu lagi, masih sekitar 27 hari lagi, masih sekitar 648 jam lagi, masih sekitar 38.880 menit lagi, masih sekitar 2.332.800 detik lagi. Untuk itu, mari berdoa semoga kita dapat dipertemukan kembali Dengan bulan Ramadhan tahun ini~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 50
...•...
...HAPPY READING...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Ratu Keira tengah mengumpulkan para bidadari-bidadari miliknya di kerajaan langit bersama Lucas dan juga Nuril, mereka tampaknya akan membahas tentang rencana perebutan kembali nirwana dari tangan Wilona dan ratu Sofia yang semakin menjadi-jadi itu.
Sang ratu sudah sangat tidak sabar untuk bisa kembali menguasai nirwana, apalagi selama di kerajaan langit ia sudah banyak merepotkan Nuril dan tidak mau terus-terusan memanfaatkan kesempatan itu, bagaimanapun juga ia harus bisa merebut nirwana yang mana itu merupakan tempatnya tinggal bersama para bidadari.
Lucas dan para bidadari juga setuju dengan keinginan ratu Keira itu, mereka kompak mendukung jika memang sang ratu ingin segera melakukan penyerangan saat ini. Namun itu dia, ratu Keira masih belum yakin untuk bisa mengalahkan Wilona dan juga ratu Sofia karena kekuatan mereka masih belum sebanding dengan kedua makhluk itu.
"Ratu, kita semua siap kok kalau emang ratu mau adain penyerangan sekarang juga! Kita gak takut, seberapa besar kekuatan ratu Sofia itu! Selama kita bersatu, aku yakin kita pasti bisa kalahin mereka!" ucap Sahira penuh keyakinan.
"Iya ratu, memang ada baiknya kalau kita segera menyerbu mereka sekarang! Karena itulah satu-satunya cara untuk bisa merebut kembali nirwana dari tangan mereka, kita harus serang mereka ratu!" sahut Nur.
Ratu Keira tampak terdiam, ia belum tau apa yang harus dilakukannya saat ini ketika melihat para bidadari berapi-api untuk menyerang Wilona.
"Benar yang dikatakan mereka, Keira. Semakin cepat kita menyerang Wilona, itu semakin bagus! Kamu tidak usah memikirkan kekalahan, belum tentu juga mereka lebih hebat darimu dan pasukan kita! Aku akan meminta bantuan dari seluruh armada langit, aku yakin dengan itu kita pasti bisa mengalahkan Wilona dan juga ratu Sofia!" ucap Nuril.
"Masalahnya, aku masih ragu untuk menyerang Wilona. Bagaimanapun juga, dia adalah saudara ku dan seharusnya kami tidak saling bertarung seperti ini hanya karena memperebutkan kekuasaan. Aku dan Wilona sangat dekat dulu, kami jarang sekali bertengkar sampai ayahku memutuskan mengangkat ku sebagai ratu di nirwana." ucap Keira.
"Ratu, untuk apa ratu masih memikirkan Wilona? Sedangkan dia saja sudah tidak perduli denganmu, dia justru ingin menghabisi mu ratu! Sebaiknya engkau segera memikirkan cara untuk menyerang Wilona, sebelum dia yang lebih dulu menyerang kemari!" ucap Sahira memberi usul.
"Benar itu, bisa saja Wilona dan Sofia sudah merencanakan sesuatu untuk menyerang kita. Aku yakin sekali, mereka pasti belum puas hanya menguasai nirwana dan pastinya mereka ingin menguasai seluruh tempat di alam semesta ini termasuk kerajaan ku. Ada baiknya memang kalau kita lebih dulu menyerang mereka, menang ataupun kalah itu urusan belakang!" ucap Nuril.
"Iya ratu, lagipula kita juga punya pasukan yang banyak dan melimpah. Aku yakin Wilona ataupun ratu Sofia pasti kesulitan menghadapi kita, karena pasukannya tak sebanyak milik kita!" ucap Nawal.
Ratu Keira yang sedari tadi diam memikirkan perkataan mereka, kini bergerak maju untuk mengucapkan sesuatu yang akan menentukan apakah mereka semua menyerang ke nirwana saat ini atau justru mereka menundanya sampai waktu yang belum ditentukan.
Semua makhluk disana tampak tidak sabar untuk mendengarkan ucapan sang ratu, mereka berharap kalau ratu setuju untuk menyerang Wilona.
"Baiklah, kalian memang benar. Aku akan setuju dengan perkataan kalian untuk menyerang Wilona dan Sofia di nirwana, kita serbu mereka saat ini juga! Menang ataupun kalah itu ditentukan oleh keyakinan diri kita sendiri, dan aku sekarang yakin kalau kita pasti bisa memenangkan pertarungan lalu merebut kembali apa yang menjadi milik kita!" ucap Keira.
__ADS_1
"Tentu ratu, yang kau katakan semuanya benar. Aku senang sekali karena kau sekarang telah kembali seperti ratu Keira yang aku kenal dulu, kita pasti bisa menang melawan mereka karena kita semua sangat yakin akan hal itu!" ucap Sahira bersemangat.
"Semangat seperti ini yang bisa membuat musuh akan ketakutan melihatnya, aku yakin Wilona dan Sofia bisa gemetar duluan begitu melihat kedatangan kita disana. Kamu memang memiliki jiwa pemberani, Sahira! Pastinya Keira bangga mempunyai pasukan seperti kamu, begitu juga dengan kalian semua para bidadari yang lain. Kita ini bukan apa-apa tanpa kesatuan dan kekuatan seluruh pasukan langit!" ucap Nuril.
"Kalau begitu, apa aku harus persiapkan pasukan kerajaan sekarang, yang mulia?" tanya Lucas.
"Tunggu dulu, ratu! Aku masih ingin memberi laporan mengenai tugasku menyamar di rumah sakit itu, ini hal yang sangat genting dan gawat sekali! Mohon izinkan aku berbicara selama beberapa menit, sebelum penyerangan kita lakukan!" ucap Rara yang secara tiba-tiba menyerobot pembicaraan Lucas.
Sontak baik sang ratu maupun seluruh bidadari serta makhluk lainnya yang hadir disana, langsung terkejut mendengar perkataan Rara itu. Mereka semua penasaran apa sebenarnya yang hendak disampaikan Rara, apalagi wajah Rara tampak panik dan seperti mencemaskan sesuatu.
"Apa yang ingin kamu sampaikan, Rara? Ada hal gawat apa yang terjadi disana?" tanya Keira.
"Begini ratu, aku sempat memergoki salah seorang suster di rumah sakit itu. Dia sedang menggunakan kekuatan aneh lalu seperti mempengaruhi kepala dokter Septian, namun aku masih belum tau dia itu siapa karena aku langsung diserang olehnya dan dia mengusirku dari rumah sakit. Namun, yang jelas dia bukanlah manusia biasa apalagi suster." jawab Rara menjelaskan laporannya pada sang ratu.
"Apa? Bagaimana mungkin bisa ada makhluk aneh yang tinggal di bumi dan menyamar sebagai seorang suster untuk mempengaruhi dokter disana? Lalu, apa tujuannya memang melakukan itu? Aku sama sekali tidak mengerti dengan yang kamu bicarakan, Rara." ucap Sahira terkejut bukan main.
"Itu benar, Sahira. Makhluk jahat itu datang dari luar bumi bersama raja El, kita mungkin sudah bisa memusnahkan Elargano. Namun, aku masih sulit sekali melacak makhluk jahat yang satu itu. Untungnya, Rara bisa dengan cepat menemukan keberadaan makhluk itu sesuai dengan apa yang aku curigakan yakni dia berusaha menghasut dokter disana untuk menyerang kamu Sahira!" ucap Keira.
"Hah? Mengapa dia memperalat seorang dokter untuk menyerang aku, ratu? Apa yang bisa dilakukan oleh dokter itu?" tanya Sahira penasaran.
"Sahira, kamu masih ingat dengan satu orang dokter tampan yang pernah menyelamatkan mu disaat engkau dan Nur sedang dalam masalah kala itu? Dia juga yang sudah mengobati luka-luka kamu, tanpa dibayar." ucap Keira membantu Sahira untuk mengingat tentang dokter Septian.
Sahira terdiam memikirkan itu, ya akhirnya ia pun tau siapa dokter yang dimaksud sang ratu.
"Dokter Septian...??" ucap Sahira.
"Benar itu, nama dokternya adalah dokter Septian! Dan nama suster yang jahat itu, suster Sita. Mereka bekerja bersama di rumah sakit tempat aku menyamar, itulah sebabnya suster Sita bisa dengan mudah mempengaruhi dokter Septian karena mereka sering berduaan." ucap Rara.
"Kalau begitu, ada baiknya kita halang niat busuk suster jahat itu! Bukan tidak mungkin, dokter Septian bisa melakukan penyerangan juga pada Sahira seperti yang terjadi pada Kirana beberapa waktu lalu setelah dipengaruhi sang raja angin Elargano." ucap Lucas dengan wajah paniknya.
"Tapi, bagaimana dengan penyerangan kita kepada Wilona dan ratu Sofia?" tanya Nur bingung.
"Kita pikirkan itu lagi nanti! Sekarang yang terpenting adalah keselamatan makhluk bumi, kita tidak bisa membiarkan makhluk-makhluk jahat itu dapat menguasai bumi! Urusan nirwana bisa kita urus di kemudian hari, setelah masalah di bumi ini selesai dan bumi kembali damai!" jawab Keira.
"Benar juga, kita tidak bisa hanya memikirkan nasib diri kita sendiri. Karena kita memiliki tugas untuk menjaga dan melindungi para manusia di bumi, mereka harus kita jadikan prioritas utama!" ucap Nuril menyetujui perkataan Keira.
"Baiklah, lalu apa yang harus kami lakukan, ratu?" tanya Sahira tampak bingung.
"Mudah saja, kamu dan Nur serta Lucas datang ke rumah sakit itu bersama Rara! Kalian langsung saja tangkap dan penjarakan suster Sita itu ke dalam penjara langit! Setelah itu, kalian coba gunakan kekuatan kalian untuk menyembuhkan pikiran dokter Septian yang sudah sempat terpengaruhi oleh kejahatan suster Sita itu!" jawab Keira.
"Baik, ratu! Tapi, bagaimana kalau ternyata suster Sita itu sudah berhasil memengaruhi seluruh tubuh dokter Septian dan dia bisa saja menyerang kita di rumah sakit itu?" tanya Sahira.
"Kamu tidak perlu takut, Sahira! Hadapi saja mereka! Tetapi, kamu harus ingat untuk menghentikan waktu selagi pertarungan itu terjadi! Jangan lupakan juga keselamatan para manusia yang ada di rumah sakit itu, pancing lah suster Sita untuk bertarung di luar rumah sakit agar tidak terjadi banyak korban atau kerusakan disana!" jawab Keira.
Setelah mendengar jawaban dari sang ratu, Sahira pun telah paham dengan apa yang harus ia lakukan.
__ADS_1
"Baiklah ratu, kini aku paham! Kalau begitu, aku dan Nur akan segera pergi kembali ke bumi saat ini juga! Kami pasti bisa membawa suster Sita ke hadapan mu, ratu!" ucap Sahira penuh semangat.
"Iya ratu, aku juga akan menemani mereka untuk menangkap suster Sita. Pasti kami semua bisa melakukan tugas itu dengan benar, seperti ketika penyerangan raja angin terjadi!" sahut Lucas.
"Yasudah, berangkatlah kalian sekarang! Aku tunggu berita tentang keberhasilan kalian disini, jangan kecewakan aku!" ucap ratu Keira.
"Tentu ratu, kami pasti tidak akan mengecewakan mu! Aku dengan tanganku sendiri saja, pasti bisa mendapatkan suster Sita dan membawanya kemari apalagi jika aku dibantu dengan Nur serta Lucas!" ucap Sahira penuh percaya diri.
Ratu Keira dan semua yang ada disana senyum-senyum saja mendengar kepercayaan diri Sahira, mereka bingung harus bangga atau miris dengan sikap dari Sahira itu yang semakin hari semakin percaya diri untuk bisa mengalahkan lawan-lawannya yang jahat itu.
...•••...
Disisi lain, Wilona tampak tertawa gembira setelah menyaksikan pembicaraan antara ratu Keira dengan para bidadari di kerajaan langit. Wilona memang sedari tadi mengamati mereka melalui kolam ajaib miliknya, ia juga tengah bersama ratu Sofia di nirwana dan mereka tampak tertawa secara bersamaan cukup keras.
Bahkan para bidadari milik Wilona tampak heran ketika melihat ratu mereka itu saling tertawa disana tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya, ya mereka memang tidak berani untuk mengajukan pertanyaan pada Wilona ataupun Sofia karena takut jika itu menyinggung dua ratu tersebut dan mereka bisa saja dimusnahkan dari alam bidadari.
"Hahaha, benar kan apa yang kukatakan tadi? Aku yakin sekali, ratu Keira yang bodoh itu tidak mungkin bisa meninggalkan para manusia di bumi yang sedang dalam bahaya! Mereka pasti akan lebih mementingkan keselamatan bumi, dibanding melakukan penyerangan kemari!" ujar Sofia.
"Hahaha, kamu memang benar ratu. Aku tidak salah bekerjasama denganmu, karena kamu itu benar-benar pintar dan licik!" ucap Wilona memuji kepandaian ratu Sofia.
"Tentu saja, aku ini adalah ratu kegelapan. Siapapun tidak mungkin bisa menandingi kepintaran ku, termasuk Keira yang bodohnya tidak tanggung-tanggung itu! Terlebih saat ini, ia juga ditemani oleh raja bodoh yang tak memiliki keberanian dan hanya akan bersembunyi di dalam istananya selama peperangan terjadi!" ujar Sofia.
"Hahaha, kamu benar ratu. Lalu, apa yang selanjutnya akan kita lakukan?" tanya Wilona.
"Kita bisa menyerang kerajaan langit, saat Keira dan raja bodoh itu pergi dari sana! Kita harus pastikan, Sita bisa melakukan tugasnya dengan benar dan dapat memancing Keira serta Nuril untuk ikut turun ke bumi sehingga kerajaan langit itu hanya diisi oleh para bidadari yang lemah!" jawab Sofia.
"Baiklah, aku akan mengirim pesan itu sekarang kepada Sita agar dia dapat melakukan sesuai dengan yang kamu inginkan, ratu." ucap Wilona.
"Ya, silahkan saja! Kamu harus cepat, sebelum Sahira dan teman-temannya itu sampai lebih dulu ke rumah sakit tempat Sita berada!" ucap Sofia setuju dengan yang diucapkan Wilona.
"Siap, ratu!" ucap Wilona.
Wilona pun bersiap melakukan panggilan melalui pikirannya kepada Sita yang berada di bumi, namun tiba-tiba saja sesuatu muncul dan menghantamnya begitu saja disaat ia baru hendak menghubungi Sita dengan telepati.
Duaaarrr...
"Aaakkhhhh..." rintih Wilona saat terkena serangan dari batu besar yang jatuh itu, ia bahkan sampai tersungkur di bawah karenanya.
"Kurang ajar! Siapa yang berani-beraninya menyerang dengan batu meteor itu?" ujar Sofia sangat marah dan emosi, ia terus celingak-celinguk mencari siapakah pelaku yang sudah menyerang Wilona.
Tak lama kemudian, muncul dua orang di hadapan mereka yang tak lain ialah ratu Keira dan Nuril.
"Kami lah yang telah berani menyerang kalian menggunakan meteor itu. Bagaimana Sofia, apa sekarang kamu masih mengatakan jika kami adalah ratu dan raja yang bodoh?" ucap Keira sambil tersenyum dan menatap ke arah Sofia.
Sontak Sofia tampak terkejut melihatnya, tangannya gemetar seperti tak percaya jika Keira dan Nuril bisa muncul disana secara tiba-tiba.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...