Broken Angel

Broken Angel
Episode 326 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...~Siapapun bisa memiliki mimpi indah yang ingin ia capai disaat dewasa nantinya, tapi tidak semua orang bisa memiliki semangat yang tinggi untuk bisa menggapai semua mimpi-mimpi mereka itu, hanya yang tertentu saja yang bisa melakukannya~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 71


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Lucas dan Alan telah sampai di markas wild blood yang memang menjadi tujuan mereka, keduanya pun langsung masuk ke dalam sana menemui para anggota geng wild blood disana. Saat ini Lucas memang sudah lebih merasa aman dan tidak ketakutan lagi akan serangan dari the darks, ya karena ia sudah berhasil membalas semua tindakan geng the darks sampai mereka terkapar kala itu.


Kedatangan dua pria itu pun disambut oleh seluruh anggota wild blood yang ada disana, ya memang belum semua karena masih ada beberapa orang yang dirawat dan juga koma. Mungkin hanya sekitar delapan sampai sepuluh orang saja di markas tersebut, sedangkan sisanya lagi masih harus berjuang di rumah sakit melawan luka-luka yang mereka derita akibat serangan dari geng the darks.


"Eh Kas, Lan!" ucap Geri yang masih memegangi bagian punggungnya.


"Ya, gimana luka lu? Masih kerasa sakit?" tanya Lucas sembari duduk di tempatnya.


"Udah agak mendingan sih, cuman masih suka nyeri gitu tiap gue angkat tangan. Mungkin tinggal nunggu waktu sebentar buat pulih lagi, tapi overall udah lebih baik dari sebelumnya." jawab Geri.


"Baguslah, yang lain juga kalo misal masih kerasa sakit mending kalian istirahat dulu di rumah deh!" ucap Lucas.


"Gapapa Kas, kita semua yang ada disini udah mendingan dan enggak terlalu sakit lagi. Oh ya, kapan lu rencananya mau nyerang balik ke tempat the darks? Gue gak terima Kas, mereka ngeroyok kita dan bantai kita begitu!" ucap Geri.


"Sabar Ger! Lu gak perlu repot-repot buat balas dendam ke mereka, gue sama Aldi udah lakuin itu beberapa hari kemarin dan kita berhasil bikin Willy sama anggota the darks masuk rumah sakit. Ya cuma kita belum berhasil temuin si Dans, ketua baru mereka itu!" ucap Lucas.


"Hah? Lu serius Kas? Cuma lu sama Aldi doang bisa bikin anak the darks masuk RS?" tanya Geri.


"Iya, kalo lu gak percaya, lu bisa cek langsung kok ke rumah sakit tempat mereka dirawat. Malahan gue sendiri yang anterin Willy itu ke rumah sakit, ya tadinya gue mau abisin dia sekalian, tapi gue gak tega ngeliat adiknya yang sedih banget." jawab Lucas.


"Waduh, yah sayang banget lu gak langsung abisin tuh si Willy! Padahal gue udah gedek banget sama dia dan gue pengennya dia tuh mati aja sekalian!" ujar Geri emosi.


"Iya Kas, apalagi kejahatan si Willy itu kan udah banyak banget ke kita." sahut Alan.


"Ger, Lan. Kalau gue bunuh si Willy di depan April, itu gue bakal ngerasa bersalah banget sama dia dan gue gak akan bisa maafin diri gue sendiri! Udah lah, seenggaknya kan sekarang gue udah bikin tulang dia patah-patah, jadi dia akan sulit buat berbuat jahat lagi ke kita mulai sekarang!" ucap Lucas.


"Bener juga kata Lucas, ya semoga aja bener kalau Willy gak bisa lagi berbuat jahat dan dia mau berubah jadi lebih baik!" ucap Jack.


Tak lama kemudian, tiba-tiba muncul suara teriakan dari arah luar memanggil nama Lucas dan terdengar sangat emosi kepada Lucas.


"WOI LUCAS, KELUAR LU...!!!"


Sontak Lucas serta para anggota wild blood disana langsung terkejut mendengarnya, mereka pun bingung suara siapakah itu.

__ADS_1


"Kas, siapa tuh?" tanya Alan kebingungan.


"Gue juga gak tahu, kita cek aja ke depan!" jawab Lucas yang kemudian diangguki oleh mereka.




Lucas dan para anggota wild blood pun keluar dari markas mereka, ya mereka semua kali ini berdiri tepat di depan markas dan menyaksikan rombongan orang-orang yang muncul disana. Mereka semua kebingungan karena ada sosok Dans disana bersama banyak orang yang belum mereka kenal, terlihat juga orang-orang itu berjumlah sangat banyak dan besar-besar serta menyeramkan.


Sontak baik Lucas maupun seluruh anggota wild blood yang lainnya tampak ketakutan, mereka semua tak tahu apa sebenarnya yang hendak dilakukan Dans serta para orang-orang itu. Namun, mereka yakin sekali kalau akan ada penyerangan disana terlihat dari banyaknya orang yang dibawa oleh Dans untuk mendatangi mereka, karena memang Lucas baru saja membantai anggota the darks.


"Mau apa lu kesini...??" tanya Lucas heran.


"Lu berani-beraninya udah bikin anak the darks masuk rumah sakit dan Willy jadi susah buat bangkit lagi, sekarang lu semua harus terima akibatnya karena udah berani main-main sama the darks!" jawab Dans sembari menunjuk ke arah Lucas.


"Heh! Jangan salahin gue kalo gue bantai mereka! Karena mereka duluan yang udah ngusik geng wild blood, malah sampe mereka pada masuk rumah sakit dan masih ada yang koma. Tindakan gue itu cuma pembalasan ke mereka, jadi seharusnya lu salahin tuh anggota geng lu!" ucap Lucas.


"Bener tuh, cari tau dulu ceritanya sebelum lu ngelakuin suatu tindakan!" sahut Alan.


"Halah banyak omong! Mau siapa kek yang duluan, pokoknya gue gak terima karena lu udah bikin anak the darks masuk rumah sakit! Kali ini giliran gue yang kirim lu ke rumah sakit, bantai!!" teriak Dans.


Begitu tangan Dans diangkat, sontak seluruh orang bawaannya itu langsung menyerang ke arah Lucas serta para anggota wild blood. Pertarungan sengit antara mereka pun terjadi dan Lucas mau tidak mau harus menghadapi mereka bersama para anggota wild blood lainnya, ya walau saat ini kondisi geng wild blood tentunya belum pulih benar.


"Heh! Sekarang lu pilih, mau gue kirim ke rumah sakit atau langsung ke kuburan?" tanya Dans.


"Kuburan, tapi buat ngelayat ke pemakaman lu!" jawab Lucas dengan tegas.


"Gue mah gapapa banyak gaya, orang gue jago. Gue aja bisa bantai seluruh anak the darks termasuk Putra seorang diri, lah kalo lu butuh banyak orang nih buat nyerang orang yang lagi sakit!" ucap Lucas.


"Banyak omong lu!!" bentak Dans.


Dans kembali melayangkan serangan-serangan ke arah tubuh Lucas tanpa jeda sedikitpun, Dans sangat emosi karena merasa direndahkan oleh Lucas dan ia ingin membalas semua itu dengan serangannya.


Lucas masih tenang saja menangkis segala serangan yang dilayangkan Dans, bahkan Lucas juga tersenyum selama pertarungan itu tanpa ada rasa emosi sedikitpun.


"Gue sebenernya bisa sudahi pertarungan ini sekarang juga, tapi gak enak rasanya. Nanti takut Dans ngerasa gue terlalu jago lagi, hahaha." gumam Lucas di dalam hatinya.


...•••...


Disisi lain, Sahira bersama teman-temannya masih kompak berkumpul di rumah bidadari itu dan menonton film bersamaan sampai matahari hendak terbenam meninggalkan bumi. Keenam gadis itu tampak tertawa-tawa sambil ngemil serta minum di sela-sela film berlangsung, ya memang tak ada satupun yang fokus nonton karena mereka semua kompak mengobrol dan asik sendiri sementara televisi dibiarkan menyala begitu saja.


Bahkan Sahira dan Nur si tuan rumah juga memang yang memulai pembicaraan dikala film berlangsung, padahal niat mereka tadinya ingin menonton film dan bukannya mengobrol seperti ini. Namun, sepertinya mereka justru keasyikan sendiri saat mengobrol karena jarang-jarang mereka kumpul begitu ya walaupun minus Kania yang diajak oleh Aldi ke suatu tempat dan bukannya menyusul ke rumah Sahira.


"Guys, kira-kira ini Kania kemana ya? Filmnya udah mau abis loh setengah jam lagi, tapi si Kania belum nongol juga disini." ujar Sahira terheran-heran.


"Ah lu gausah cemas begitu! Udah pasti ini mah si Aldi ambil kesempatan dalam kesempitan, dia tuh bawa Kania ke tempat lain supaya bisa berduaan dan lebih mesra gitu sama Kania!" ucap Tasya.


"Eh iya, bener juga tuh. Secara kan si Aldi itu suka banget sama Kania," ucap Tiara.


"Ohh, yah gak seru deh gak ada Kania." ucap Sahira.

__ADS_1


"Ah kata siapa? Tetep seru kok! Kan kita disini berenam, ada gue sama yang lainnya juga. Apalagi Diandra si tukang makan, terus Tiara si tukang ghibah!" ucap Tasya sambil nyengir.


"Yeh sembarangan aja lu ngatain gue tukang makan! Gak ngaca apa sendirinya tuh udah ngabisin tiga piring cemilan di rumah Sahira?" protes Diandra.


"Tau ih! Mana ada gue tukang ghibah? Yang ada kan lu duluan tuh yang sering nyebar gosip, terus kita mah cuma ngikutin alur aja!" ucap Tiara juga ikut protes seperti Diandra.


"Hahaha, cie cie ngamuk! Kalo ngamuk berarti beneran dong yang gue bilang?" ujar Tasya.


"Hey, guys! Udah lah, jangan pada ngomong terus! Ini filmnya udah mau abis loh, tapi daritadi kalian malah asyik ngobrol aja! Bukannya fokus nonton film, tadi siapa yang ngajakin nonton film hayo? Giliran udah disetel sama Sahira, eh malah gak ditonton!" ucap Andini menegur teman-temannya.


"Wih wih! Gitu dong Andini, buka suara gitu! Kan kita jadi tambah seru disini kalo lu ikutan ngomong, jangan diem diem aja!" ucap Diandra nyengir.


"Hahaha, iya Andini. Lu kan temennya Tiara, dia aja banyak omong masa lu seringnya diem mulu sih? Harusnya ikutan banyak omong juga dong, biar serasi gitu!" sahut Tasya.


"Ya justru itu, Tasya! Tiara kan cerewet nih, nah si Andini pendiam, jadi saling melengkapi deh!" ucap Sahira sambil nyengir.


"Ahaha, ada-ada aja lu Sahi! Emang dikata gue sama Andini pacaran apa, pake segala melengkapi? Ah dasar tempe mendoan!" ujar Tiara.


"Yeh ****** ayam!" balas Sahira.


Andini yang tidak suka dengan keributan itu hanya bisa diam sembari menyumpal telinganya dengan dua buah kapas agar ia bisa fokus tanpa harus terganggu dengan suara-suara berisik temannya, padahal Andini sangat ingin menonton film yang sedang viral tersebut dan ia juga senang karena tadi teman-temannya meminta Sahira untuk menyetel film itu, namun saat ini justru mereka asyik sendiri.


"Punya temen kok gini amat, ya? Huh nasib nasib, jadi gak bisa nonton dengan jelas deh!" batinnya.


...•••...


Edrea kini tengah bersama teman-temannya di sebuah cafe untuk sekedar minum-minum, ya ada Imeh, Sonya, Sasya serta Cat disana yang menjadikan geng mereka lengkap saat ini. Tampak Edrea masih terus memikirkan perkataan Kania saat di sekolah tadi mengenai dirinya, ia teringat juga pada saat dahulu ketika dengan lapang dada membiarkan Sahira bersama Lucas.


Namun, entah mengapa justru Edrea malah kembali ke jalan kejahatan dan terus saja mencari gara-gara dengan Sahira serta Lucas. Padahal ia sendiri yang meminta Sahira untuk memperjuangkan cintanya dengan Lucas waktu itu, Edrea pun jadi bingung sendiri saat ini dengan sikapnya tersebut dan ia menganggap kalau dirinya selama ini telah salah karena membenci Sahira yang bersama Lucas.


"Edrea, lu kenapa sih?" tanya Imeh heran.


"Eh eee gue gapapa kok. Gue cuma kepikiran aja sama yang dibilang Kania tadi, bener juga tau apa yang diomongin Kania. Gue kan dulu udah relain Lucas sama Sahira, terus kenapa ya sekarang gue malah pengen banget rebut Lucas lagi dari Sahira?" ucap Edrea dengan raut kebingungan.


"Nah itu dia, gue juga heran sih sama lu. Yaudah, mending sekarang lu lupain aja si Lucas dan ikhlasin dia buat Sahira!" ucap Imeh memberi usul.


"Bener sama apa yang dibilang Imeh, lebih seru kalo kita itu berdamai tau!" sahut Sonya.


"Tapi, gue masih cinta sama Lucas. Gue belum bisa lupain dia gitu aja dari hidup gue, secara Lucas kan laki-laki pertama yang berhasil masuk ke hati gue dan sulit buat gue relakan dia bersama yang lain." ucap Edrea bersedih.


"Sabar Edrea! Gue ngerti kok posisi lu, sekarang kan gue juga lagi di posisi itu. Gue cinta banget sama Aldi, tapi Aldi malah lebih pilih Kania. Gue udah berusaha terus-menerus buah dapetin Aldi lagi, tapi nyatanya bukan cinta Aldi yang gue dapat, melainkan rasa lelah dan letih! Sekarang gue mau belajar buat ikhlasin Aldi buat Kania, lu juga harus gitu ya!" ucap Cat sembari memegang tangan Edrea.


"Benar Edrea, kita sama-sama tobat ya! Besok di sekolah, kita coba minta maaf sama Sahira dan Lucas! Karena selama ini kita udah sering gangguin hubungan mereka berdua, ya kan?" usul Imeh.


"Gue ngikut guys! Tadi siang gue juga udah marah marah sama mereka, sekarang gue ngerasa nyesel banget udah ngelakuin itu. Makanya kalo kalian pada mau minta maaf sama mereka, ya gue sekalian ikut deh sama kalian!" sahut Sasya.


"Yaudah, Imeh bener. Besok kita sama-sama minta maaf ke Sahira sama Lucas, atas segala perbuatan jahat yang udah kita lakuin ke mereka. Dan lu Cat, makasih ya atas masukannya! Gue juga bakal berusaha buat ikhlasin Lucas buat Sahira, mulai saat ini gue gak akan lagi mikirin Lucas dan gue juga akan lupain Lucas dari kehidupan gue!" ucap Edrea.


Imeh, Sonya, Cat serta Sasya kompak tersenyum mendengar perkataan Edrea barusan. Mereka pun berpelukan sembari mengusap punggung masing-masing dan saling menguatkan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2