
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 89
...•...
Setelah mendapat kabar dari babeh mengenai teman-temannya, Lucas dengan cepat langsung bergerak menuju markas the darks dengan motornya.
Ia meminta Sahira untuk tidak ikut karena khawatir wanita itu akan jadi incaran anak-anak the darks nantinya, Lucas juga telah meminta bantuan pada Alan & Aldi serta Jack untuk pergi ke markas the darks.
Akhirnya Lucas sampai di markas the darks, benar saja anggotanya masih bertarung dengan para anggota the darks itu.
Lucas yang sudah diambang emosi mengepalkan tangannya lalu berlari maju menghampiri mereka semua, tanpa basa-basi ia menyerang seluruh anggota the darks dengan kejam.
"Lucas? Darimana dia tau kalo kita disini?" tanya Wisnu terheran-heran.
"Mungkin aja dari babeh, tadi kan babeh lihat pas kita pergi dan bisa jadi babeh hubungin Lucas terus suruh dia buat susul kita!" jawab Wildan memegangi dadanya.
"Betul tuh, mana mungkin Lucas punya inisiatif sendiri buat nyusul kita kalo gak disuruh babeh! Dia kan sekarang udah jadi bucin, tapi bagus deh kita bisa membalikkan keadaan dengan datangnya Lucas kesini..." ujar Daffa.
Mereka bertiga bangkit kembali lalu membantu Lucas serta anggota lainnya yang masih kuat bertarung termasuk Geri, ya semangat mereka makin bergelora dengan kedatangan Lucas.
Memang hanya Lucas yang bisa membuat geng wild blood jadi lebih kuat dan ditakuti oleh para geng-geng lainnya disana, dengan kekuatan yang ia miliki tentunya cukup mudah baginya menghajar seluruh anggota the darks.
Pukulan serta tendangan terus ia arahkan kepada anggota the darks yang hendak melawannya, bahkan ia kini mencekik dan menahan satu orang dari mereka yakni Rio.
"Mundur lu semua atau gua patahin leher dia!" ujar Lucas mengancam.
"Akkhh, dasar licik lu!" pekik Rio kesakitan saat lehernya dicekik oleh Lucas cukup kuat.
"Lu diem! Sekarang mending kalian jawab, siapa yang udah bakar markas kita? Daripada gue kehabisan kesabaran dan gak segan-segan buat patahin leher dia!" ujar Lucas.
Melihat Lucas sangat marah seperti itu, anggota the darks yang lainnya tampak ketakutan dan tak berani mendekat agar leher Rio bisa aman.
__ADS_1
"Heh, cepet pada jawab jangan diem aja! Kalian gak denger emang apa kata Lucas? Buru jawab atau leher temen kalian ini bakal jadi korbannya!" ujar Geri.
"Sial, kenapa tiba-tiba Lucas datang? Gue pikir mereka kesini tanpa dia, kalo begini kita gak ada jalan lain selain ngaku!" bisik Dean di telinga Alves.
Alves melirik sejenak ke arah Dean, akhirnya ia kembali menatap Lucas dengan tajam dan memutuskan untuk berbicara yang sejujurnya.
"CEPET JAWAB!" teriak Lucas sambil menekan lebih keras leher Rio hingga pria itu kesakitan.
"Iya iya, tolong jangan patahin leher Rio! Gue bakal kasih tau sama lu siapa pelakunya, tapi tolong lepasin dulu dia!" ucap Alves.
"Oke, gue bakal lepasin lehernya tapi enggak sama orangnya... Rio baru bakal gue lepas setelah lu kasih tau ke gue siapa yang udah bakar markas kita!" ujar Lucas.
Lucas pun melepas cekikan lalu kini tangan Rio yang jadi taruhannya, ia memelintir tangan pria itu dan menaruhnya ke punggung Rio.
"Sekarang cepet jawab!" teriak Lucas.
"Yang bakar memang bukan kita Kas, tapi orang lain dan orang itu bekerjasama dengan the darks untuk hancurin lu!" jawab Alves.
"Siapa orang itu? Jawab!" bentak Lucas.
"Eee...." ucap Alves menggantung sengaja agar Lucas makin penasaran.
"Saya orangnya!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari arah belakang membuat seluruh orang disana terkejut dan reflek menoleh ke belakang termasuk Lucas.
"Gak mungkin!" gumamnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, namun bagaimanapun juga yang dia lihat adalah benar dan ini bukanlah mimpi.
...•••...
Disisi lain, Aldi mengantar Kania kembali ke rumahnya setelah ia sempat mengajak gadis itu berbicara di taman tadi.
Aldi bahkan melepaskan helm dari kepala Kania karena wanita itu terlihat kesulitan, setelahnya pun Aldi terus memandangi Kania yang tengah membenarkan rambutnya.
"Padahal rambut lu acak-acakan begitu, tapi tetep kelihatan cantik ya... manis banget wajah lu Kania, pantes aja Lucas dulu nyesel waktu diputusin sama lu!" ucap Aldi.
"Apa sih Al? Masa sahabat sendiri mau lu gombalin juga? Ayolah mending lu gombalin siapa kek gitu yang bisa sekalian lu jadiin pacar, jangan gue lu gombalin gak mempan!" ujar Kania tertawa kecil.
"Gue gak lagi gombal kok Kania, tadi itu gue cuma memuji ciptaan Allah yang sangat indah ini! Gak ada salahnya kan kalo gue muji muji ciptaan Allah ini? Bukannya bagus ya daripada gue ngerendahin kayak orang-orang lainnya, mending dipuji kan biar nambah pahala!" ujar Aldi sambil nyengir.
"Ish bisa aja lu Al, yaudah lu mau langsung balik apa mampir dulu nih ke dalem? Siapa tau lu haus kan gitu biar gue buatin air, mau gak?" tanya Kania menawarkan Aldi masuk ke rumahnya.
__ADS_1
"Eee jangan deh, nanti yang ada gue diintrogasi sama abang lu! Bisa mati berdiri gue kalo pas-pasan sama abang lu itu, di sekolah aja dia sangar apalagi di rumahnya... hii ngeri!" ujar Aldi memeluk tubuhnya sendiri.
"Ahaha, santai aja kali abang gue gak bakal galak kok sama temen adeknya! Justru dia malah suka ajak ngobrol temen-temen yang gue bawa kesini, kayak Diandra Tasya dll.." ucap Kania.
"Ya iyalah mereka kan cewek, kalo gue kan cowok ini pastinya dia gak percaya kalo gue sama lu cuma temenan... bisa aja nanti dia tanya-tanya lebih dalam soal gue sama lu, kan gak ada yang tau! Jadi mending gue menghindar daripada nanti urusannya berabe dan gue malah dijadiin kerupuk sama abang lu!" ujar Aldi nyengir lalu menaikkan standar motornya.
"Ahaha yaudah deh terserah lu aja, eh ya besok lusa kan malam Minggu mau ikut sama gue gak ke Bogor?" ujar Kania.
"Hah? Berdua gitu malmingan?" tanya Aldi tak mengerti dengan tawaran Kania.
"Ish gak cuma berdua, tapi beramai-ramai sama temen-temen gue yang lain! Kita nginep di villa bokap gue yang ada disana, kebetulan disana juga seru loh cocok buat jalan-jalan!" jawab Kania.
"Ohh yah skip dah kalo rame mah, kirain lu mau ngajak berdua aja gitu..." ujar Aldi nyengir sambil menaik-turunkan alisnya.
"Ish itu mah gue yang skip! Yakali gue ngajak lu ke Bogor berdua doang, bisa dimarahin abis abisan gue sama ortu gue! Lu juga bakal dihajar sama abang gue, emang mau?" ujar Kania.
"Hehehe cuma becanda kok Kania, eh tapi kalo serius juga gapapa sih lumayan malah berduaan sama cewek cantik..." ujar Aldi nyengir yang langsung disambut dengan cubitan keras dari Kania.
"Ish dasar mesum....!!" ujar Kania geram sampai mencubit cukup kencang dan lama ke arah lengan Aldi.
"Awh, awh awh... eh sakit sakit ampun dong!" rintih Aldi kesakitan.
Akhirnya Kania pun melepas cubitannya dan Aldi langsung mengusap-usap serta meniup lengannya yang dicubit Kania tadi.
"Rasain tuh!" ujar Kania kemudian berbalik badan dan masuk ke dalam rumahnya.
Sementara Aldi masih merasa kesakitan, namun setelahnya ia tersenyum memandangi Kania dari luar... tak lama, Kania berhenti melangkah lalu menoleh kembali ke arah Aldi.
Sontak Aldi kaget saat ditatap tajam oleh Kania, namun tatapan itu berubah jadi kedipan serta senyuman untuk Aldi.
"Buseh berasa dikedipin artis!" ujar Aldi.
Kania pun lanjut berjalan ke dalam rumahnya, mereka berdua tak sadar kalau sedari tadi ada yang sedang mengawasinya dari jauh.
"Apa mereka pacaran??"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Yuk jalan! Aldi dah nunggu tuh😍...