
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 119
...•...
...Sebelum mulai biasakan lihat yang keren2 dulu ya ges ya supaya tambah semangat!!!...
...❤️❤️❤️...
...|||...
Walau Grey masih belum mau berbicara dengannya, Saka tetap berusaha mendekati wanita itu untuk meminta maaf sekaligus menjelaskan mengapa ia bisa sampai telat datang ke rumah Grey kemarin. Saka tidak ingin kehilangan wanita yang dicinta untuk kedua kalinya, apalagi Grey adalah seorang wanita yang dapat membuat dirinya melupakan cintanya dengan Sahira kala itu.
Kemanapun Grey pergi, Saka selalu mengikutinya dari belakang untuk menjaga gadis itu walau beberapa kali Grey terus mengusirnya dan bersikap jutek padanya. Saka memahami serta memaklumi itu semua, karena sikap Grey berubah akibat kesalahannya sendiri yang sudah mengecewakan hati gadis tersebut. Oleh karena itu, ia diam saja ketika Grey mengusir atau marah-marah dengannya.
"Ish, Saka! Lu ngapain sih ngikutin gue terus? Gue bilang lu pergi sana dan jangan ngintilin gue lagi! Gue gak mau ya deket-deket sama cowok kayak lu, sana pergi!" bentak Grey tampak sangat emosi pada Saka sampai hampir menampar wajah kekasihnya, namun dengan cepat Saka menahan tangan wanitanya itu.
"Jangan kasar! Aku sukanya wanita yang lemah lembut dan baik hati, seperti kamu yang dulu sebelum aku kecewain... please, jangan berubah! Tetaplah jadi Grey yang seperti dulu, aku bakal sangat menyesal kalau sampai bikin sikap kamu berubah jadi kayak gini!" ucap Saka.
Grey menarik paksa tangannya hingga lepas dari genggaman Saka lalu membuang muka, gadis itu terlihat sangat emosi dan berusaha menghela nafas untuk menahan emosinya itu. Saka yang terlalu peka langsung mendekati gadisnya dan memeluk Grey saat itu juga di depan para murid disana, Grey langsung terbelalak ketika Saka memeluknya dari samping serta menautkan dagunya di atas kepalanya.
"Aku minta maaf sama kamu, sayang! Aku tau aku salah karena udah kecewain kamu sama orang tua kamu kemarin! Tapi, tolong jangan begini Grey! Hatiku hancur kalau kamu bersikap seperti ini sama aku, kita ulang lagi semuanya dari awal ya?" ucap Saka kini menatap wajah kekasihnya dari jarak dekat.
Grey juga mengarahkan pandangan ke wajah Saka, sebenarnya gadis itu memang masih sangat mencintai Saka dan tak ada sedikitpun rasa ingin meninggalkannya. Namun, sebagai seorang wanita tentunya Grey merasa kecewa karena Saka sudah mengingkari janjinya untuk menemui kedua orang tuanya.
"Lepasin, gue!" ucap Grey berontak dari pelukan Saka. Ia berhasil melakukannya karena Saka juga tak menahan tubuhnya dan membiarkan gadis itu mengambil keputusan sendiri.
"Denger ya, Saka! Gue gak bisa lanjutin ini semua lagi, berapa kali pun lu minta maaf dan mohon-mohon sama gue itu gak akan pernah terulang lagi! Papa mama gue udah terlanjur kecewa sama lu termasuk gue, mereka gak akan setujui hubungan kita! Jadi percuma aja kita terusin ini semua karena pada akhirnya kita memang harus berpisah, tolong lu sadar ya dan jauhi gue! Kalau emang lu gak mau kita pisah, harusnya kemarin lu datang tepat waktu dan temui papa mama gue!" ucap Grey dengan nada tegas.
__ADS_1
Perdebatan diantara sepasang kekasih itu menjadi tontonan gratis bagi para murid yang sedang mengungsi, ya tentunya mereka seperti berada di bioskop menonton acara drama. Hanya saja tidak ada popcorn yang bisa menemani mereka.
Setelah mendengar kata-kata gadisnya, Saka pun mulai sadar kalau ia akan merasakan kehilangan untuk kedua kalinya. Hati dan perasaan Saka mendadak hancur, matanya mulai berkaca-kaca menatap nanar gadisnya yang masih emosi.
"Paham kan? Yaudah, jangan deketin gue lagi! Mulai sekarang kita udah bukan siapa-siapa lagi, dan kita urus aja kehidupan masing-masing!" ucap Grey.
Saka kembali hanya diam, ia tak mampu berbuat apa-apa termasuk membuka mulutnya saja sulit baginya. Yang ada di dalam hatinya hanya penyesalan serta kekecewaan, ia kini menyesal mengapa kemarin malah mengikuti kemauan Willy dibanding memperjuangkan cintanya.
Karena pria itu tak mengatakan apa-apa lagi, Grey pun berbalik badan kemudian pergi dari sana dengan cepat meninggalkan Saka sendirian. Wanita itu juga sebenarnya merasa sangat sakit hati karena telah mengatakan hal tersebut, bagaimanapun juga Grey sangat mencintai lelaki itu sepenuh hatinya.
...•••...
Sementara itu, Lucas sudah masuk ke dalam lobi sekolah dan disana terlihat sepi karena para orang sedang sibuk mengurus siswi yang kesurupan. Lucas pun celingak-celinguk mencari petunjuk yang bisa ia dapatkan untuk menemukan lukisannya, namun disana tak ada apapun yang mencurigakan sehingga Lucas meneruskan langkahnya menuju lorong sekolah yang juga sangat sepi.
Lucas menyusuri lorong tersebut dengan perlahan sambil menoleh kesana-kemari barangkali ia berhasil menemukan lukisan itu disana, namun nyatanya nihil disana juga tidak ada apa-apa yang bisa ia temukan. Malah ia mendengar suara jeritan dan keramaian dari arah kantin yang kemungkinan besar adalah suara para siswi yang kesurupan itu.
Tiba-tiba saja seseorang muncul di hadapan Lucas dan mengagetkan pria itu, ia reflek memegangi dadanya karena terkejut dan nafasnya tak karuan.
"Si-siapa lu...??"
Lucas sangat gugup dan ketakutan, pasalnya sosok tersebut memakai jubah hitam serta muncul tiba-tiba entah darimana asalnya. Sosok itu pun menoleh secara perlahan menunjukkan wajahnya, ia menatap Lucas dengan tatapan tajam dan mata yang memerah membuat Lucas syok.
"Gausah kepo, belum kenalan kok udah nanya-nanya! Emangnya lu anggap gue cowok apaan??" jawab sosok itu dengan suara yang LAKIK banget hampir mirip kayak banci Pekalongan.
Lucas pun menahan tawa mendengar suara dan ekspresi sosok tersebut, melihat itu membuat makhluk di hadapannya emosi dan menabok lengan Lucas dengan gaya tangan layaknya bencong.
"Ngapa lu ketawa-ketawa? Emang apanya yang lucu?" ujar sosok itu.
"Gak, gak kok!" ucap Lucas menutup mulutnya sambil menahan tawa.
"Heh, gue tau lu pasti lagi nyari lukisan nyai selendang hijau yang hilang itu kan? Gue bisa bantu lu temuin lukisan itu, dengan satu syarat!" ucap sosok tersebut.
"Ah yang bener? Apa syaratnya??" tanya Lucas.
"Jadi pacar gue!"
Lucas teramat sangat syok mendengarnya, matanya membelalak lebar dengan mulut yang menganga.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Sahira serta yang lainnya dikagetkan dengan kemunculan sosok wanita berselendang hijau di pinggangnya secara tiba-tiba. Sontak semua murid disana langsung ketakutan hebat dan reflek menjauh dari sosok itu, sementara wanita selendang hijau tersebut malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha, hahaha...."
Sahira & Nur berusaha melindungi teman-temannya yang ada disana, tentunya sebagai bidadari mereka mempunyai tugas untuk melindungi para manusia di bumi dari serangan makhluk jahat. Namun, pria disana malah kompak berdiri di depan Sahira serta Nur karena merasa seorang laki-laki.
"Alan, jangan!" ucap Nur memperingati kekasihnya yang saat ini mengambil posisi melindunginya.
"Gapapa, aku akan lindungi kamu!" ucap Alan.
Nur geleng-geleng kepala merasa cemas dengan kondisi kekasihnya itu, tapi apa boleh buat tak mungkin ia menggunakan kekuatannya saat ini.
"Sahira, kita harus gimana?" tanya Nur panik.
"Tenang aja, Nur! Selama ada gue pasti bakal aman kok!" jawab Sahira dengan santai.
Mendengar ucapan Sahira membuat Nur sedikit tenang, namun tetap saja ia merasa khawatir apalagi sosok selendang hijau itu mulai berhenti tertawa dan kini menatap ke arahnya dan juga Sahira.
Sosok itu menghentakkan selendangnya ke tanah dan dengan cepat semua pria yang berdiri paling depan langsung terlempar ke segala arah, semuanya makin cemas dan panik karena sosok itu benar-benar menyeramkan.
"Hahaha.... kalian semua akan aku habisi!"
Sosok itu begitu kejam, ia lagi-lagi menggunakan selendangnya dan membuat banyak wanita disana menjadi kerasukan juga. Hanya Sahira, Nur & Kania diantara mereka yang masih bisa sadar.
"Gak ada pilihan lain, kalau gue biarin ini terus terjadi pasti akan banyak korban jiwa! Gue harus hentikan wanita ini sebelum terlambat..." batin Sahira sambil mengepalkan tangannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Santai aja brody😁...
...-Grey...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...