Broken Angel

Broken Angel
Episode 216 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 116


...•...


Aldi menemui Imeh & Sonya tengah tergeletak di lantai belakang sekolah, ia pun langsung panik sekaligus heran mengapa 2 wanita itu bisa berada disana dalam keadaan pingsan. Aldi menghampiri mereka dan menepuk-nepuk lengan Imeh serta Sonya, namun tak kunjung juga mereka sadar.


"Waduh, ini gimana ya? Mereka gak bangun-bangun lagi, jangan-jangan mereka mati? Hus astaghfirullah! Lu ngomong apaan sih, Al?" ujar Aldi berdebat dengan dirinya sendiri.


Karena kedua gadis itu tak kunjung sadar, Aldi pun berniat meminta bantuan pada murid-murid lain disana. Namun, tiba-tiba tubuh Imeh & Sonya bergerak kejang-kejang seperti orang keracunan.


"Lah, ngapa tuh mereka? Heh, sadar Meh!" ujar Aldi kebingungan sambil menatap tubuh Imeh & Sonya.


Tiba-tiba saja mereka berteriak layaknya orang kesurupan, matanya melotot seperti mau keluar hingga membuat Aldi ketakutan. Pria itu langsung kabur dari sana mencari bantuan untuk menolong Imeh dan juga Sonya, ia meninggalkan dua gadis itu disana yang masih terus teriak-teriak.


Sesampainya di kantin, Aldi malah makin dibuat syok karena para murid wanita disana juga kesurupan dan satu kantin panik semua. Kebetulan pak Johan datang kesana sehingga Aldi langsung mengatakan semuanya pada pak guru tersebut.


"Aldi, ada apa ini?" tanya pak Johan bingung.


"Gawat pak, mereka pada kesurupan! Itu di belakang juga ada Imeh sama Sonya kesurupan, pak! Kita harus panggil dukun pak, kayaknya ada serangan massal dari makhluk halus!" ujar Aldi menjelaskan pada pak Johan dengan ngos-ngosan.


"Hus, ngawur aja kamu! Udah sekarang kamu panggil pak Haikal di ruang guru, biar saya bantu mereka tenangin murid-murid yang kesurupan!" ujar pak Johan memberi perintah pada Aldi.


"Asiap pak!"


Aldi langsung kabur menuju ruang guru memanggil pak Haikal yang tak lain adalah guru agama, ia tampak sangat panik karena banyak sekali murid perempuan yang kesurupan pagi ini.


"Heh, kamu ngapain kesini?" tanya Bu Tantri.


"Santai Bu, saya mau lapor kalo di kantin anak cewek pada kesurupan semua! Saya disuruh pak Johan kesini buat panggil pak Haikal, soalnya kalo panggil dukun gak ada uang katanya Bu..." jawab Aldi.


"Hah? Serius kamu? Jangan main-main ya!" ujar Bu Tantri belum percaya.


"Yeh si ibu gak percaya, serius lah! Lihat dong muka saya panik begini, dimana pak Haikal Bu?" ucap Aldi.


"Ada di dalam, udah biar saya yang panggil! Kamu sana gih bantu-bantu tenangin yang kesurupan sekalian kasih tau jangan ada yang datang ke kantin, takutnya ikut kesurupan juga!" ujar Bu Tantri.


"Siap, Bu!"

__ADS_1


Aldi pun pergi dari sana, ia memberitahu semua murid disana yang baru datang sama yang udah datang daritadi. Bu Tantri juga mengumumkan melalui speaker kejadian buruk ini.




Sementara itu, Lucas bersama Sahira serta Alan & Nur baru sampai di sekolah. Mereka tampak heran karena para murid kelihatan panik dan berlarian keluar dari sekolah, Lucas pun penasaran lalu coba bertanya pada satpam disana yang juga sibuk menyuruh murid-murid keluar dari sekolah.


"Pak, ini ada apa ya?" tanya Lucas heran.


"Itu loh di dalam banyak murid yang kesurupan, sekarang lagi ditangani sama guru-guru dan petugas sekolah! Selagi itu, murid-murid yang masih sadar diminta keluar cari tempat aman!" jelas satpam.


"Waduh, kesurupan?" ujar Lucas kaget sambil menatap ke arah Sahira.


"Iya, yaudah sekarang kalian cari aman dulu! Daripada nanti ikut kesurupan juga!" ucap satpam.


"Iya, pak!"


Lucas, Sahira, Alan & Nur pun pergi menjauh mencari tempat yang aman agar terhindar dari kesurupan, Lucas mendekap tubuh pacarnya yang terlihat panik begitupun dengan Alan karena tak mau kalah.


"Kas, apa jangan-jangan ini karena lukisan itu?" tanya Sahira cemas.


"Aku gak tau, bisa jadi sih! Soalnya dulu juga pernah ada kejadian kayak gini, ya waktu lukisan itu belum disimpan di gudang!" jawab Lucas.


"Duh aku jadi takut..." ucap Sahira.


Alan yang tak sengaja mendengar perbincangan Lucas dengan Sahira, merasa penasaran lalu bertanya pada temannya itu.


"Eh, maksud lu apaan Kas? Lukisan apaan?" tanya Alan penasaran.


"Ah elah lu nguping aja kerjaannya! Ya lukisan lah masa kagak tau lukisan itu apaan!" ujar Lucas.


"Judes amat lu udah kayak emak-emak lagi pms!" ujar Alan.


"Yeh udah ah gausah dibahas! Sekarang pacar-pacar kita nih lagi panik, mending kita tenangin mereka dulu!" ucap Lucas.


"Iya...."


Sahira mendekap erat tubuh kekasihnya, ia sangat takut karena pernah melihat sendiri hantu selendang hijau ketika berada di toilet. Lucas pun tahu perasaan kekasihnya itu, ia tak melepaskan pelukannya.


"Ini semua gara-gara kesalahan gue, gue harus tanggung jawab!" batin Lucas merasa bersalah.


Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di dekat mereka. Seorang wanita turun dari mobil yang tak lain adalah Kania, ia ditemani abangnya yakni Valen. Mereka pun ikut bingung terheran-heran mengapa orang-orang pada berhamburan keluar sekolah, Kania langsung menghampiri Sahira yang ada di dekatnya.


"Sahira, Nur!" sapa Kania.

__ADS_1


"Eh, Kania!" ucap Sahira langsung menoleh dan melepaskan pelukannya dari Lucas.


"Ini ada apa ya?" tanya Kania penasaran.


"Ohh itu di dalam banyak yang kesurupan, makanya kita disuruh keluar cari aman!" jawab Sahira.


"Hah??"


...•••...


Disisi lain, Wilona & Dimas mendarat tepat di hadapan Edrea yang berdiri mematung. Mereka tersenyum lebar dan saling memandang satu sama lain, lalu mendekati Edrea secara perlahan.


"Gadis ini sudah dibawah pengaruh ku, kita bisa memanfaatkan dia untuk merebut mustika merah dari tangan Sahira! Aku yakin dia bisa melakukan itu, karena Sahira tidak akan menyangka kalau dia punya kekuatan!" ucap Wilona menatap Dimas.


"Kenapa kita harus melibatkan manusia biasa dalam masalah ini? Bukannya ini gak bener ya, kan kita dilarang buat melukai manusia??" tanya Dimas.


"Aku gak ngelukain mereka kok, aku cuma pengaruhi mereka supaya bisa bantu kita! Lagian aku gak tahu lagi harus minta bantuan siapa, nyai selendang hijau itu udah melegenda banget di sekolah ini! Makanya aku sengaja pake cara ini buat pengaruhi mereka, udah kamu tenang aja aku pasti bisa dapetin mustika merah itu buat kamu!" jawab Wilona.


Cupp...


Dimas malah mengecup bibir Wilona sekilas lalu membelainya lembut dengan ibu jarinya, gadis itu hanya tersenyum menatap wajah suaminya.


"Yaudah lakukan aja cara kamu! Aku tunggu sampai rencana kamu ini berhasil, tapi ingat jangan pernah berkhianat dari aku! Kalau kamu melakukan itu, aku gak akan segan-segan buat habisin kamu! Mustika merah itu cuma boleh aku yang miliki, awas aja kalo kamu kuasain mustika itu sendiri!" ucap Dimas.


"Kamu apaan sih, Dimas? Kenapa kamu mikirnya kayak gitu? Aku tuh bantu kamu tulus loh, mana mungkin aku berkhianat dari kamu sayang! Kita kan udah janji buat bersama-sama sampai mati, kita harus melindungi bumi dari para bidadari yang jahat jahat itu!" ucap Wilona dengan nada menggoda sembari mengelus dada Dimas.


"Oke, aku percaya sama kamu!" ucap Dimas menarik dagu Wilona lalu mengecupnya kembali, ia menyesap serta memagutnya dengan rakus.


Sementara Edrea Masih mematung disana karena dalam kendali Wilona alias wanita selendang hijau.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Duh kesurupan massal...


...😱😱😱...




...Tenang aja guys, ada Lucas sama Sahira😁...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2