
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 70
...•...
...|||...
Setelah makan mie ayam bersama di tempat langganannya, Lucas kini mengajak Sahira sang kekasih barunya itu ke tempat favorit lainnya yakni sebuah bukit hijau yang selalu didatangi olehnya untuk sekedar melepas penat setelah seharian beraktivitas.
Lucas menuntun Sahira naik ke bukit itu karena gadis itu terlihat cukup kesulitan, setelah sampai di atas mereka pun duduk berdampingan dan saling berpegangan tangan.
"Sahira, kamu tau gak? Tempat ini itu bagaikan rumah kedua aku loh, karena disini aku bisa merasa nyaman dan tenang malah lebih daripada rumah aku sendiri..." ucap Lucas menatap ke arah Sahira sambil tersenyum.
"Oh ya? Wajar sih soalnya tempat ini emang indah banget... aku yang baru pertma kali kesini aja langsung ngerasa nyaman, apalagi kamu yang udah sering kesini kan?" ucap Sahira yang juga menatap mata pria itu sambil tersenyum.
Lucas terus memandangi wajah kekasih barunya itu lalu menggerakkan tangannya untuk membelai rambut lurus milik Sahira, gadis itu pun tersipu dan Lucas langsung memberi kecupan lembut di wajah Sahira.
"Aku sayang kamu Sahira...." ucap Lucas kini menggenggam dua tangan gadis itu dan meletakkan salah satunya di dada bidang miliknya agar gadis itu bisa merasakan detak jantungnya.
"Kamu dengar kan sayang? Ya inilah yang dirasakan aku sekarang, deg-degan karena belum pernah aku merasa sebahagia ini ketika bersama seorang wanita...." sambungnya.
Sahira yang mendengar itu hanya tersenyum lalu menundukkan wajahnya karena malu, Lucas pun merasa gemas dengan tingkah gadisnya itu lalu mencium punggung tangan Sahira yang membuat gadis itu mendongak kaget.
__ADS_1
"Kenapa dicium?" tanya Sahira menunjukkan wajah polosnya yang tampak terheran-heran itu, yang ia tau memang wanita lah yang harus mencium tangan laki-lakinya.
"Salah kah? Aku cium tangan kamu sebagai tanda kalau aku memang mencintai kamu sayang, tadinya sih aku mau cium bibir kamu tapi pasti gak bakal dikasih kan...??" ujar Lucas sedikit terkekeh sendiri saat mengatakan itu.
"Ish kamu mah! Ya jelas lah gak bakal aku kasih, kita baru boleh ciuman bibir itu kalo udah nikah nanti Lucas bukan sekarang!" ucap Sahira sedikit memukul lengan Lucas.
"Hehehe iya iya aku tau kok, kan aku cuma bercanda tadi sayang... tapi kalau cuma pelukan aja boleh kan?" ujar Lucas memberi kode melalui matanya kalau ia ingin memeluk wanita disampingnya itu.
Sahira hanya tersenyum lalu manggut-manggut secara perlahan, Lucas yang merasa gemas langsung merangkul Sahira dan mendekapnya erat dari samping... mereka pun saling berpelukan dengan tangan Lucas yang terus mengusap-usap kepala Sahira.
Setelah cukup lama menunggu, kini tiba saatnya bagi mereka untuk bisa menyaksikan proses terbenamnya matahari di tempat itu atau yang biasa disebut sebagai sunset bukan sachet ya apalagi santet!
"Nah sayang, tuh dia mataharinya mau terbenam karena tugasnya telah selesai untuk menyinari dunia pada hari ini! Indah ya?" ucap Lucas masih tak melepaskan pelukannya.
"Iya sayang, aku jadi mau abadikan momen ini lewat foto atau video gitu... boleh kan Lucas?" ucap Sahira menatap mata Lucas seakan meminta izin untuk memfoto sunset itu.
...•••...
Sementara itu, Dimas kembali menjemput Wilona di kampusnya setelah gadis itu menyelesaikan kuliahnya.
Tampak wajah gadis itu tidak senang ketika melihat kedatangan Dimas disana, ya tentu saja ia masih mengingat betul kejadian tadi siang saat dirinya ditiduri oleh pria itu.
"Sore sayang, udah selesai kan kuliah kamu? Yuk aku antar pulang, biar kita bisa ke rumah sakit sama sama...!!" ucap Dimas turun dari mobilnya mendekati Wilona lalu merangkul gadis itu.
"Iya," ucap Wilona singkat tanpa ekspresi karena sebenarnya ia tidak mau berdekatan lagi dengan pria itu, namun bagaimanapun Dimas telah membantu ibunya yang tengah sakit.
Dimas pun membawa Wilona ke dalam mobil sambil terus merangkulnya, ia seperti tak merasa bersalah pada gadis itu karena telah mencuri mahkotanya justru ia malah merasa bangga bisa menaklukkan Wilona.
Setelah mereka berdua ada di dalam mobil, Dimas terus saja menatap wajah Wilona yang memang terlihat menggemaskan ketika sedang bete atau ngambek seperti itu.
__ADS_1
"Dipasang dulu seat belt nya sayang, nanti kamu kenapa-napa loh kalo gak dipasang! Apa mau aku pakein sini...??" ujar Dimas.
"Gausah, aku bisa sendiri kok!" ucap Wilona dingin kemudian memasang seat belt nya sendiri tanpa melihat ke arah Dimas.
Setelah itu, Dimas pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan terus coba mengajak berbicara Wilona walau gadis itu tampak tidak mau diajak bicara.
Akhirnya mereka sampai di rumah Wilona setelah menempuh perjalanan lumayan lama akibat macet yang cukup panjang, waktu telah menunjukkan pukul 7 malam saat ini dan di kediamannya itu juga sudah lumayan sepi.
Sehingga Dimas pun tidak perlu menggunakan kekuatannya lagi untuk bisa masuk ke dalam rumah Wilona, gadis itu langsung membuka kunci pintunya dan masuk begitu saja tanpa berkata apa-apa.
Dimas yang tak perduli juga langsung saja masuk ke dalam menyusul Wilona dan menutup pintu itu serta menguncinya dari dalam.
"Kamu ngapain sih ngikutin aku? Kan bisa tunggu di luar sampe aku selesai ganti baju!" ucap Wilona mulai kesal.
"Heh, suka-suka aku dong mau ikutin kamu kek atau mau tunggu di luar kek... kamu gak berhak larang aku sayang, justru aku disini yang punya wewenang untuk ngatur-ngatur kamu! Jadi sekarang kamu nurut atau aku bakal kasih hukuman ke kamu dan bikin kamu pingsan kewalahan, mau..??!!" ujar Dimas malah balik membentak Wilona.
Akhirnya gadis itu mengalah tak mau berdebat karena takut Dimas akan berbuat nekat, ia pun membiarkan pria itu mengikutinya hingga ke dalam kamar.
"Aku mau ganti baju, tolong kamu jangan ngintip ya!" ucap Wilona.
"Kenapa? Lagian aku kan udah lihat bentuk tubuh kamu tadi siang, jadi gapapa dong gausah malu kali sama aku mah..!!" ujar Dimas nyengir tanpa rasa malu sedikitpun.
Wilona menghela nafas kasar serta memutar bola matanya, ia pun menuju lemari pakaian dan mengambil baju serta rok untuk dipakai.
Ya seperti yang diinginkan Dimas, Wilona pun berganti pakaian disana dan ditatap langsung oleh Dimas dari jarak dekat.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1