
Marga,menatap heran pada kekasihnya.Siksp dan tutur katanya tak seperti biasanya.Irit bicara,sekali nya bicara langsung menjatuhkan mental nya begitu saja.
Tak ingin ada kesalahpahaman diantara dirinya dan juga kekasih nya.Apalagi kekasihnya sudah lama tak pulang,sekalinya pulang tidak lama.
Marga, mengenggam tangan aida."Dengarkan aku aida, walaupun kamu tidak mengatakannya secara langsung tapi aku dapat memahami perasaan mu".Ucap lembut marga.
Aida, terdiam menatap kekasih hatinya.Hati wanita mana yang tidak cemburu,saat di detik terakhir hendak melangsungkan proses lamaran ada seorang wanita yang mengenal kekasihnya.
Hatinya semakin di Landa perasaan cemburu,kala wanita itu seperti menatap penuh memuja pada sang kekasih.Dia yang tidak berada dekat dengan kekasih hatinya,jelas menimbulkan asumsi buruk baginya.
"Diam mu adalah iya,tutur katanya mu adalah ungkapan hati.Maka, dengarkan aku baik-baik aida".Ucap marga,meminta sang kekasih untuk lebih percaya padanya.
"Bagaimana aku bisa percaya?,sedang kau berada jauh dalam pantauan ku,itu pun dalam waktu yang lama".Sahut aida, pandangan matanya menerawang ke segala arah.Rasanya tak kuat membayangkan apa yang tidak seharusnya terjadi.
Marga,merangkul tubuh aida dari arah samping.Inilah ketakutannya,kala tiga hati di pertemukan,yang dua saling mencintai dan yang satu sebagai penghancur.
"Aku sudah bilang kan?, dengarkan aku terlebih dahulu".Marga,melerai pelukannya, menatap secara intens pada sang kekasih.
__ADS_1
Aida,masih enggan untuk bersitatap dengan kekasih hatinya.Dis menundukkan pandangannya, seakan dia bertemu dengan musuhnya.
Marga,menyentuh dagu aida, mengangkat nya hingga pandangan mereka bertemu."Tatap mata ku".Perintah marga.
Aida,masih bersikukuh tak ingin menatap sang kekasih.Dia buang mukanya ke sembarang arah,tak ingin lagi terlena akan wajah dan mata yang mampu menghipnotis diri nya.Tatapan memelas itu, seakan seperti orang meminta perhatian dan rasa kasihan dari sekitar nya.
Geram, rasanya marga dengan tingkah laku kekasih yang seperti anak kecil.Sama seperti Allena,tapi untuk allena itu ada pengecualian.Sebab Allena masih gadis belia,lain hal dengan kekasihnya yang menginjak umur 25 tahun.
"Aida".Panggil marga,lembut.Dia pegang kepala aida dengan kedua tangan nya.Hendak mencium kening kekasihnya.Tapi,urung di lakukan.
"Permisi,mbak pak".Ucap si waiters,hendak menuangkan minuman ke gelas yang sudah kosong.
"Yaudah, isi aja".Ucap marga, pasrah.
Sang waiters menuangkan air ke dalam dus gelas kosong dan berlalu pergi,tak lupa pamit undur diri sebagai etika dalam menjamu tamu nya.
Andai saja,dia tidak merajuk.Pasti dia akan tertawa terbahak-bahak melihat wajah marga yang di lipat,kecewa.
__ADS_1
Marga,menggaruk keningnya.Bukan kecewa atas kelakuan waiters tapi lebih tepatnya malu pada waiters yang mungkin saja melihat dirinya hendak mencium kening sang kekasih.
"Mau di taruh dimana muka ku".Gumam marga.
Dia kembali menatap kekasih hatinya.Menahan tertawa nya akibat ingin mempertahankan kemarahan nya pada sang kekasih.
"Tertawa lah sebelum tertawa itu di larang".Sindir marga.
Merasa tersindir aida,mau tak mau menoleh pada marga."Ada larangan dalam tertawa?,selama itu ada dalam batas kewajaran?, Why not".
Puk..Puk..Puk
Marga bertepuk tangan.Menberikan applaus pada keberanian aida."Aida ku sudah kembali".Ucap marga."Aku mohon jangan mendiamkan aku dengan beribu pertanyaan yang menyiksa batin ku.Katakan lah apa yang ingin kamu ungkap kan, jangan di pendam apalagi itu menjadi penyakit hati".Mohon marga, mengenggam tangan aida.
Aida, menatap marga.Ada rasa sedih jelas terpancar di matanya saat dia mendiamkan dirinya tanpa penjelasan.Ini memang bukan gaya nya, tapi untuk memberikan sedikit pelajaran.
"Menurut mu,hati wanita mana yang tak cemburu saat ada wanita lain hadir di dalam hidup mu.Sedang,dia tak selalu ada di dekat pria nya?".
__ADS_1
"Maka, menikahlah denganku ku".Celetuk marga.