Broken Angel

Broken Angel
Part 58


__ADS_3

Axel terbangun oleh suara alarm, seperti biasa dia pergi ke kamar mandi setelah membersihkan tempat tidurnya.Begitu selesai dengan kegiatan membersihkan diri,Axel langsung siap-siap berangkat ke kantor.


Melupakan Allena yang lagi lagi tertidur dalam kondisi mata sembab, menahan rasa sakit dan nyeri di hatinya akibat perbuatan mamahnya sendiri.


Seakan tak pernah belajar dari pengalaman,berkaca pada diri sendiri.Axel meninggalkan Allena yang masih terlelap di buai mimpi.


Dia sudah siap dengan stelan baju kerja dan tas selempang nya tak lupa dia bawa untuk menyimpan barang-barang pribadinya.


Pagi sekali,sekitar pukul 05:30 Axel sudah berangkat menuju kantornya,tanpa membangunkan Allena atau sekedar say hallo pada putri satu-satunya itu yang dia besarkan dengan kekuatan uang dan menjamin kehidupan mewahnya dengan segala fasilitas yang super lengkap dan mewah.


Tanpa,dia tau itu semua tidaklah di butuhkan oleh Allena.Allena membutuhkan kasih sayang dan waktu luangnya,bukan uangnya.


Kring...Kring..Kring


Allena terbangun oleh suara alarm kamar,sengaja dia setel untuk membangunnya dari bunga mimpi.


"Hoam".Allena mengeliat, merentangkan kedua tangannya keatas."Pasti gue,di tinggal sendirian lagi".Ucap Allena,sembari turun dari ranjangnya.


Allena langsung ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa kotoran semalam.Tak membutuhkan waktu lama untuk allena membersihkan diri,toh kulitnya sudah putih mulus sehingga dia tak perlu berendam atau luluran demi mendapatkan kulit yang cerah nan putih.


Allena berjalan menuju dapur, dengan tas gendong tersampir di bahunya.Asyik bersiul sepanjang jalan.

__ADS_1


"Seperti biasa hanya ada bi Surti,kapan nyokap gue masak buat gue?".Keluh Allena, menghampiri bi Surti yang tengah menggoreng telur dadar.


"Wey".Teriak Allena,menyentuh bahu bi Surti.


Bi Surti terlonjak kaget atas sikap spontanitas Allena,beruntung tangan nya tak mengenai wajan.Jadi,masih bisa selamat.


"Non, mengagetkan saja".Ucap bi surti,mengelus dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang seperti sedang senam jantung.


"Biasa aja,gak usah kaget kayak gitu".Ucap Allena dengan santainya."Ibu kemana bi?".Tanya allena.


"Udah berangkat non,tadi pagi-pagi sekali.Katanya ada masalah perusahaan yang urgent".Jelas bi Surti.


"Masalah perusahaan aja, langsung sigap di beresin.Lah, masalah ma anak sendiri gak di kelarin?". Celetuk Allena.


Allena mengibaskan tangannya."Ah, sudahlah pembantu macam loe gak usah ikut campur ".Ucap Allena,sembari berlalu pergi.


Tapi,tepat baru dua langkah saja Allena sudah berbalik ".Jangan lupa buatkan gue kopi latte ".Teriak Allena,kembali melanjutkan langkahnya.


"Asyiap".Jawab bi surti.


Saat bi surti hendak berbalik,Allena kembali berteriak.

__ADS_1


"Satu lagi,kalau masak jangan banyak-banyak.Perut gue,gak muat". Peringat Allena, sebelum benar-benar melangkah pergi.


"Banyak mau nya".Keluh bi Surti.


Allena,duduk di meja makan sembari melihat notifikasi di aplikasi hijau.Mencari berita penting yang mungkin itu akan sangat berarti untuknya.


Hingga,ekor matanya tak sengaja melihat histori andre.Dimana,dia tengah memeluk mesra seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Mayangsari.Benarlah penglihatan nya mengenai Andre yang tempo hari secara tak sengaja dia melihat Andre tengah merangkul mesra Mayangsari,wakil ketua murid, keponakan sekaligus saudari tirinya.


Allena mengepalkan tangan geram.Dia mengepak meja dengan kerasnya.Saking emosinya dia karena sang kekasih ternyata berselingkuh.


"Akan,aku buat perhitungan kau.Mayangsari". Gertaknya, bangkit berdiri.


Allena, membalikkan tubuhnya.Bwrmsksud untuk dia berlalu pergi,tapi bi Surti dengan membawa kopi panas pesanan Allena tak sengaja menabrak tubuh Allena,hingga tangannya terkena air kopi panas.


"Aw,panas".Teriak allena, mengibas-kibaskan tangan nya yang terkena air kopi panas.


Bi surti tak kalah paniknya.Dia malah berputar-putar di tempat,saking paniknya.


"Panas panas panas".Bi Surti menjerit kepanasan, padahal Allena yang terkena air kopi panas.


Allena,berkacak pinggang.",Gue yang ke siram,loe yang panik".Gertak Allena.

__ADS_1


Dia berjalan menuju rak penyimpanan P3K,yang berisi obat-obatan.Setelah dia menemukan gel anti panas,dia mengoleskan nya ke lengannya.


"Untung cuman luka bakar kecil".


__ADS_2