Broken Angel

Broken Angel
Episode 321 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...~Tertawa lah sebelum tawa itu dilarang, tersenyumlah sebelum kamu tidak bisa tersenyum lagi karena senyum itu ibadah, maka dari itu sebelum mati marilah kita sama-sama tersenyum dan sekalian tertawa juga, asal jangan senyum-senyum satu ketawa-ketawa sendiri, tar disangka gila~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 66


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Sesampainya di sekolah, Lucas dan Sahira sedikit merasa lega karena mereka belum terlambat dan masih memiliki sisa waktu sekitar delapan menit lagi untuk bisa berduaan lebih dulu. Ya mereka beruntung karena masih bisa mengobrol berdua selama beberapa menit sebelum bel berbunyi, karena Lucas sebelumnya sudah sangat panik.


Namun, keduanya juga masih memikirkan tentang Alan dan Nur yang belum juga sampai di sekolah tersebut bahkan tak terlihat batang hidungnya sama sekali setelah sebelumnya mereka tinggal. Lucas dan Sahira pun khawatir pada Alan juga Nur, mereka takut jika kedua orang itu terlambat datang ke sekolah dan akan dihukum oleh Bu Tantri nantinya.


"Kas, Nur sama Alan kemana ya? Kok mereka belum sampai juga sih?" tanya Sahira panik.


"Sabar aja! Mungkin mereka masih di jalan, tadi kan ada jeda beberapa menit pas kita tinggalin mereka. Udah kamu gausah khawatir gitu ya!" ucap Lucas.


"Huft, aku cuma takut aja mereka telat. Kalau mereka telat kan aku gak bisa ketemu sama Nur deh, apalagi kalau mereka dipulangin." ucap Sahira.


"Gak akan! Kamu jangan mikir yang enggak-enggak dulu ya Sahira!" ucap Lucas.


"Iya Kas, masalahnya aku masih khawatir tau kalau Nur itu sampe telat. Dia juga belum kelihatan tanda-tanda mau datang kesini, kan aku jadi susah buat berpikiran positif!" ucap Sahira.


"Yaudah, sekarang kita masuk dulu aja! Masih ada tujuh sampe delapan menit lagi nih, buat kita bisa ngobrol berduaan disana sebelum bel." ucap Lucas mengajak gadisnya untuk masuk ke dalam.


"Huft, tapi Nur gimana? Aku gak bisa tenang kalau Nur belum sampai ke sekolah, kamu paham dong sayang sama alasan aku! Nur itu kan sohib aku di bumi ini, aku gak mau dia telat apalagi dipulangin sama pihak sekolah nanti!" ucap Sahira.


"Tenang aja! Udah gausah khawatir! Aku yakin mereka sebentar lagi pasti sampe!" ujar Lucas.


"Iya iya aku gak khawatir lagi kok," ucap Sahira.


"Kamu bilang gak khawatir, tapi muka kamu itu masih menunjukkan kalau kamu panik loh. Ayolah sayang, kita ke dalam terus ngobrol berdua ya!" ucap Lucas membujuk gadisnya untuk ke dalam.


"Iya, ayo kita ke dalam sekarang! Aku juga udah gak terlalu khawatir kok, ya semoga aja emang bener kalau Alan sama Nur bisa datang ke sekolah tepat waktu dan gak telat!" ucap Sahira.


Lucas pun tersenyum merasa senang karena gadisnya mau diajak pergi ke dalam, ya memang sedari tadi ia berharap kalau Sahira bisa segera diajak masuk ke dalam sekolah. Lucas hendak menggunakan waktu beberapa menit ini untuk berbicara dengan gadisnya itu, karena pantang baginya jika langsung pergi ke kelas sebelum berduaan dulu dengan Sahira alias kekasihnya.


Akhirnya kini mereka berdua jalan berdampingan masuk ke dalam sekolah, Lucas menggandeng tangan Sahira dan gadis itu tampak terus membenamkan wajahnya pada bahu sang kekasih. Lucas pun membiarkan itu karena ia juga menikmatinya, sesekali Lucas mengelus lembut area wajah juga rambut Sahira yang terurai lurus itu sembari mencium keningnya.


"Aku mau kita bisa berduaan begini terus sayang, maaf ya kalau kamu ngerasa aku suka maksa-maksa kamu dan bikin kamu ilfeel." batin Lucas.


...•••...

__ADS_1


Sementara itu, Alan dan Nur masih terjebak di jalan raya menuju sekolah karena motor pria tersebut harus mengalami mogok ketika berada di jalan yang hanya tinggal beberapa kilo dari sekolah. Akibatnya mereka berdua harus mendorong motor itu secara bersama-sama menuju ke sekolah, Nur bahkan juga ikhlas membantu kekasihnya itu karena ia merasa tidak tega jika membiarkan Alan mendorong sendiri.


Alan pun tersenyum sembari menoleh sesekali ke belakang tempat Nur berada, ia merasa senang karena gadisnya itu benar-benar sayang dan peduli padanya sehingga tak mau pergi lebih dulu. Namun, Alan juga khawatir kalau Nur akan kecapekan dan terlambat untuk sampai di sekolah jika tidak segera berangkat sekarang juga karena waktu yang sudah semakin mepet dan tersisa beberapa menit saja.


"Nur, udah kamu duluan aja naik ojek atau angkot gitu! Aku takut kamu telat dan malah dihukum sama Bu Tantri nantinya, gapapa ya?" ucap Alan.


"Gak mau! Aku mau temenin kamu aja dorong motor sampe ketemu bengkel, aku gak perduli terlambat atau kena hukuman kek! Lagian aku mana tega tinggalin kamu sendirian sayang?" ucap Nur.


"Aduh, kamu ini perhatian banget sih sama aku sayang! Tapi, kamu harus segera berangkat ke sekolah sebelum terlambat!" ucap Alan.


"Dibilang gak mau ya gak mau! Udah kamu gausah paksa aku buat pergi duluan tinggalin kamu deh! Biar aku bantu kamu dorong motor sampe ketemu bengkel terdekat, jangan berisik ya!" ucap Nur tetap kekeuh ingin membantu kekasihnya itu.


"Kamu susah banget sih dikasih tahunya! Aku gak mau kamu ketinggalan pelajaran sayang!" ucap Alan.


Nur hanya diam dan terus mendorong motor Alan dari belakang dengan sekuat tenaga, sesekali Nur menyeka keringatnya yang mulai keluar karena sudah cukup jauh ia berjalan sembari mendorong motor yang mogok itu. Nur tetap ingin membantu Alan biarpun ia sebenarnya juga takut kalau terlambat datang ke sekolah, namun baginya saat ini yang lebih penting adalah membantu kekasihnya.


Tak lama kemudian, mereka akhirnya bertemu dengan sebuah bengkel di depan sana yang jaraknya tidak terlalu jauh lagi dengan tempat mereka berdiri saat ini. Alan pun senang karena sebentar lagi mereka tidak perlu mendorong-dorong motor seperti itu karena sudah sampai di bengkel, begitupun dengan Nur yang juga senang lantaran ia sudah tidak perlu lagi mendorong motor yang berat itu.


"Sayang, itu di depan ada bengkel." ucap Alan.


"Iya, yaudah kita percepat lagi jalannya! Kamu harus semangat supaya kita bisa cepat sampai ke bengkel itu! Kan katanya kamu gak mau kita telat datang ke sekolah," ucap Nur tersenyum.


"Iya ayang aku yang cantik!" ucap Alan membalas senyuman Nur dan membelai rambutnya.


Mereka pun menambah kecepatan langkahnya sembari mendorong motor, Nur terus tersenyum sepanjang jalan sambil juga menyeka keringatnya yang terus bercucuran. Nur tak perduli dengan itu karena yang ada di pikirannya hanyalah bengkel yang sudah semakin dekat di depan matanya, sehingga Nur terus saja berjalan mendorong motor.


Sesampainya disana, mereka berdua terkejut lantaran bengkel tersebut ternyata belum buka alias masih ditutup.


"Aduh, gimana dong? Sia-sia aja kita tadi dorong motor cepet-cepet, malah tutup!" ucap Nur.


Mereka berdua pun tampak keletihan dan nafas yang sudah mulai tersengal serta keringat bercucuran.


...•••...


Sahira dan Lucas kini tengah berada di taman sekolah untuk ngobrol berdua, keduanya duduk berdampingan sembari saling menggenggam tangan dan bertatapan lalu tersenyum. Terlebih Lucas yang sedari tadi terus senyum-senyum tanpa henti dan menatap wajah gadisnya yang cantik itu, sampai mereka lupa jika datang kesana untuk berbicara.


Sahira juga masih saja kepikiran dengan sohibnya yakni Nur yang belum datang ke sekolah, ia jadi tidak bisa tenang disana dan terus memikirkan apa sebenarnya yang terjadi dengan Nur. Pasalnya hingga kini Sahira belum mendapat kabar dari Nur yang membuatnya makin khawatir, bahkan Sahira belum bisa tenang hingga saat ini.


"Sayang, kamu ini kenapa sih? Aku perhatiin daritadi kamu gak bisa tenang begitu, apa kamu masih mikirin Alan sama Nur? Ayolah sayang, kita kan kesini mau ngobrol berdua!" ucap Lucas.


"Maaf sayang! Abisnya aku gak bisa tenang kalau Nur belum datang ke sekolah, kan aku takut dia terlambat atau kenapa-napa gitu." ucap Sahira.


"Udah lah, gausah panik gitu! Kan aku udah bilang, sebentar lagi mereka pasti datang kok! Kamu jangan terus kepikiran gitu dong sama mereka, kan aku disini jadi cemburu karena yang pikirin cuma si Nur sama Alan!" ucap Lucas.


"Kamu apaan sih? Nur kan sahabat aku, ya wajar dong kalo aku khawatir sama dia." ucap Sahira.


"Iya iya, tapi sekarang kan kamu lagi sama aku. Jadi, seharusnya kamu ya cuma fokus ke aku dan bicara sama aku bukannya terus-terusan mikirin Nur yang belum datang itu!" ucap Lucas.


"Yaudah deh, kamu mau bicara apa?" tanya Sahira.


"Aku cuma mau curhat sama kamu, ini soal Alex si pembunuh Saka itu. Kamu inget kan sama yang kemarin aku bilangin?" ucap Lucas.

__ADS_1


"Ohh, iya aku inget. Emang kenapa sama si Alex itu? Dia gak mau tanggung jawab atau kabur?" tanya Sahira penasaran.


"Bukan gitu sih, aku tuh cuma heran aja gitu sama orang tua si Alex. Masa mereka gak terima kalau anaknya ditahan di kantor polisi? Terus mereka juga mau berusaha buat bebasin anaknya, sampai-sampai mereka sewa pengacara terkenal untuk mengurus kasusnya si Alex ini. Kan aku jadi makin kasihan sama keluarganya Saka, apalagi mereka itu gak bisa sewa pengacara mahal untuk dapatkan keadilan bagi Saka yang udah dibunuh secara keji." ucap Lucas.


"Hah? Apa kamu gak bisa bantu mereka juga buat lawan pengacaranya Alex?" tanya Sahira kaget.


"Harus bisa! Karena aku juga gak terima dengan kelakuan mereka ini, aku maunya si Alex itu dihukum seberat-beratnya! Bahkan kalau perlu sekalian aja dia dikasih hukuman mati, supaya dia bisa ngerasain juga apa yang dirasakan Saka!" jawab Lucas tegas.


"Yaudah, kalo gitu kamu sewa aja pengacara itu. Siapa tahu dengan itu hukuman Alex bisa segera dilaksanakan, iya kan? Kalau kamu butuh bantuan aku, pasti aku bakal bersedia kok!" ucap Sahira.


"Makasih sayang! Masalahnya aku gak tahu siapa kira-kira pengacara hebat yang bisa bantu kita, karena aku kan belum pernah ngurusin masalah beginian dari dulu. Jadi ya mana aku tahu soal pengacara-pengacara begini?" ucap Lucas.


"Tenang aja! Nanti aku bantu cari kok!" ucap Sahira.


Lucas pun tersenyum lalu mendaratkan kecupan manis pada dua pipi gadisnya itu.


...•••...


Aldi dan Kania tengah menikmati momen bersama di kantin sembari makan bareng, keduanya tampak mesra dengan saling bertatapan dan tersenyum satu sama lain juga berpegangan tangan. Bahkan tak jarang juga Aldi menyuapi gadis itu dengan makanan yang ia pesan, begitupun sebaliknya yakni Kania juga menyuapi Aldi dengan makanan miliknya disana.


Memang saat ini Kania menjadi lebih manja dan mau berdekatan dengan Aldi, tak seperti biasanya yang selalu cuek bahkan tidak mau didekati oleh pria tersebut dan selalu menjauh. Aldi tak mengerti mengapa Kania jadi seperti itu padanya, namun ia tidak perduli juga karena yang penting sekarang ini Kania mau berdekatan dengannya.


Momen tersebut juga membuat orang-orang di kantin tampak iri serta cemburu, banyak diantara mereka yang jomblo dan ingin juga diperlukan seperti itu oleh seorang kekasih. Termasuk juga Cat yang duduk tak jauh dari sana sembari memegang gelas minuman, Cat terus saja cemberut karena melihat secara langsung adegan mesra tersebut.


"Kurang ajar si Kania! Dia malah makin deket dan mesra sama Aldi, gue harus apa dong?" batin Cat.


Kania dan Aldi sama sekali tak perduli dengan keberadaan orang-orang disana, saat ini mereka merasa dunia hanya milik mereka berdua dan yang lain disana hanya ngontrak. Bahkan Aldi juga semakin berani karena tahu kalau Kania saat ini sudah berubah, ya Aldi nekat mencium pipi Kania sembari merangkulnya dari samping.


"Aku seneng banget deh sayang, karena kamu sekarang udah gak jutek lagi sama aku. Tapi, apa sih alasannya kamu bisa berubah secepat ini sayang?" ucap Aldi sembari mencubit pipi Kania.


"Kamu yakin mau tahu?" tanya Kania.


"Iya, emang apa sih alasannya sayang?" ucap Aldi.


"Aku takut aja kalau suatu saat nanti kamu tiba-tiba pergi tinggalin aku untuk selamanya, pasti aku bakal nyesel karena semasa kamu hidup aku selalu cuek dan jutek sama kamu." jelas Kania.


"Hah? Ohh, pasti kamu belajar dari kasus Saka dan Grey tempo hari ya?" ucap Aldi.


"Iya, makanya sekarang aku gak mau cuek lagi sama siapapun itu. Ya biarpun itu kamu atau siapa kek, pokoknya aku bakal tetap baik." ucap Kania.


"Ya bagus deh! Tapi, kapan nih kamu mau terima cinta aku dan kita resmi pacaran?" tanya Aldi.


"Umm, kalau untuk itu aku belum tahu. Kamu fokus aja tunjukin ke aku rasa cinta kamu itu, nanti juga lama-kelamaan aku pasti bakal luluh dan mau terima cinta kamu itu!" jawab Kania tersenyum.


"Yah oke deh! Demi cintaku yang abadi dan setia ini, aku rela melakukan apapun untuk mendapatkan cinta dari kamu sayangku!" ucap Aldi tersenyum sambil mencolek dagu Kania.


"Apaan sih? Lebay deh!" ucap Kania malu-malu.


Mereka pun bertatapan sejenak sebelum lanjut memakan kembali makanan yang ada di meja itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2