
Begitu bahagianya Allena,saat sudah sampai di restoran kenangan.Sesuai namanya kenangan, dengan itu pula Allena berharap restoran ini akan membawa kenangan tak terlupakan untuk hidup nya.
Allena,aida,Rey dan juga marga.Di kejutkan oleh suara bentakan,hinaan dan saling menyalahkan, begitu mereka hampir sampai di meja tujuan.
"Dimana anak ku?".
"Untuk apa loe bertanya tentang anak loe pembawa sial itu?,kalau loe mau ambil sana.Gue gak Sudi ngurus anak loe,anak pembawa sial,anak pembawa aib".Teriak Axel.
Deg
Kata-kata Axel yang menghina dirinya telah merenggut kebahagiaan nya, memudarkan senyum manis nya dan melukai hatinya.Sekali lagi,Axel menghina dan melukai hatinya.Psikis nya terganggu dan jiwanya terguncang.
Aida,di samping nya menyentuh nya.Memberikan ketenangan untuknya, tapi Allena sudah terlanjur sakit hati oleh perkataan mamah nya sendiri.
Mengabaikan nasehat aida, pelukan hangat rey dan sentuhan tangan marga.Allena, menyalakan lampu,yang sengaja di padamkan untuk membuat kejutan.
Bukannya orang tua nya yang terkejut, melainkan dia sendiri yang terkejut dengan ucapan penuh kebencian dari mamah nya sendiri.
__ADS_1
Tepuk tangan, sebagai tanda terima kasih Allena terhadap ucapan Axel yang menyakiti hatinya.Telah menyadarkan sepasang mantan itu untuk menoleh padanya.
"Allena".Allan dan Axel begitu terkejut saat mendapati dirinya tengah menatap tajam kepada mereka.
Kepalang kesal,Allena tak segan mengatakan hal-hal yang sama seperti mereka.Melukai hati orang lain.
"Allena".Ucap lembut Axel.
Allena,yang sudah terlanjur sakit hati tak merasa iba walau Axel meneteskan air mata bahkan bersujud di kakinya.Memohon ampun,senada dengan Allan tak kalah menyesal atas sikapnya dulu.
Dahulu,dia di sibukkan dengan keluarga barunya, melupakan gadis kecilnya,melupakan anak perawan nya yang mengharapkan cinta dan kasih sayang dari nya.
Allan dan Axel,tak ingin di hantui oleh rasa bersalah mereka.mereka mengejar allena,aida,marga dan Rey pun sama.Berlari mengejar allena.
Dengan membawa rasa sakit hatinya,Allena terus berlari ke tengah jalan,tak menyadari dari arah berlawanan ada sebuah mobil mewah tengah melaju dengan kecepatan tinggi dan dalam keadaan mabuk tak menyadari ada seorang gadis yang menyebrang jalan.
"Allena".
__ADS_1
"Allena,awas".
Teriakkan kalap,aida,Rey,marga,Axel dan Allan tak di dengar oleh allena yang terlanjur sakit hati.Dan
Bugh
Laju mobil dengan kecepatan tinggi,dan Allena yang tak menyadari ada mobil dari arah berlawanan.Tentu,tak bisa menghindari mobil yang begitu kencang menuju kearah nya.
Tubuh Allena terpental sejauh 500 meter karena tabrakan mobil yang melaju tinggi.Dari bibirnya,Allena mengeluarkan darah segar.
"Allena".Teriak Axel, histeris melihat tubuh sang putri.Di ikuti oleh Allan,aida,Rey dan marga.
Kelima orang itu lari berhamburan,menuju tubuh Allena yang tergeletak akibat hantaman mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.Tak berhenti meski sudah menabrak seorang gadis.
"Allena,anak mamah".Ucap Axel,duduk sembari memangku kepala Allena di kakinya.
Allena,masih tersadar,meski dia mengeluarkan banyak darah segar di mulutnya.Dengan sekuat tenaga,dia pandangi wajah cantik milik mamahnya.Tersenyum dengan damai nya.
__ADS_1
"Mah".Ucap Allena dengan suara bergetar."Terimakasih atas perjuangan dan pengorbanan ku,maaf sudah merepotkan mu dengan tingkah laku ku yang pembangkang".Kata Allena lagi.
"Tidak Allena".Axel,bergeleng kepala."Mamah yang harus nya minta maaf nak".Axel, begitu merasa sedih dengan kondisi Allena hingga suaranya bergetar.