Broken Angel

Broken Angel
Episode 264 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...~Bunga pertama yang diterima lelaki, adalah ketika hari kematiannya tiba~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS 8


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️...


Aldi tanpa sengaja melihat Kania tengah duduk seorang diri di dekat pintu keluar sekolah, ia yang baru selesai ekskul pun menghampirinya sambil tersenyum karena mengira Kania sedang menunggunya disana dan ingin pulang bersamanya.


"Ehem, Kania!"


Kania langsung menoleh begitu namanya disebut oleh seorang pria yang ia belum tahu siapa, dengan cepat ia membuang muka mengarahkan pandangan ke layar hp setelah melihat Aldi ada disana tengah menatapnya sambil tersenyum seperti biasa.


Tentu saja Aldi heran dengan sikap Kania yang mendadak kembali cuek padanya, padahal sebelumnya mereka baik-baik saja bahkan Kania sudah memberi sinyal hijau untuknya mendekati gadis itu dan meyakini Kania kalau ia benar-benar tulus mencintai Kania dan tidak main-main.


Karena tak ingin menduga-duga sendiri, Aldi memilih duduk di samping Kania dengan pandangan terus terarah ke gadis itu sembari senyum yang juga masih terus ia pertahankan hingga kini walau Kania tak mau menatapnya walau sekilas.


"Hey, kamu lagi nungguin aku ya? Aduh so sweet nya, aku jadi terbang nih ngeliat kamu duduk disini nungguin aku selesai latihan!" ucap Aldi kepedean.


"Gak ada, gue gak nungguin lu! Jangan terlalu pede jadi cowok, muka pas-pasan kok ngarep ditungguin sama gue!" ucap Kania ketus.


Aldi spontan memegangi wajahnya setelah Kania menyebut mukanya pas-pasan, namun ia berusaha tidak baper karena sudah biasa juga diejek seperti itu oleh setiap wanita yang didekatinya lagipun yang dibilang Kania memang benar juga.


"Hehehe, biar muka aku pas-pasan kayak gini tapi cintaku ke kamu membludak kok gak ngepas!" ucap Aldi sambil nyengir.


"Hueekkk..."


Kania memeragakan ekspresi orang muntah ketika Aldi mengucapkan itu, sepertinya gadis itu mulai kembali ke setelan pabrik dan cuek lagi sama Aldi mungkin karena ulah Cat yang tiba-tiba datang melabraknya tadi.


Aldi pun bingung sambil garuk-garuk kepala, ia sungguh tak mengerti mengapa Kania menjadi seperti ini lagi padanya, akan tetapi ia masih terus berusaha membujuk Kania dan meyakinkan pada gadis itu kalau cintanya benar-benar tulus.


"Kania, kamu mau gak jalan-jalan sama aku?" tanya Aldi yang kini menggeser tubuhnya mendekat ke arah Kania.


Perlahan Aldi menggerakkan tangannya untuk menyentuh jemari Kania yang mulus itu, ia berharap Kania tak menyadarinya karena sedang sibuk menatap layar hp, namun dugaannya salah karena ternyata Kania sadar dan malah memukul tangan Aldi yang berniat buruk itu.


"Awwhhh..." rintih Aldi sembari memegangi tangannya yang terasa perih sekali.


"Rasain, suruh siapa mau pegang-pegang tangan orang sembarangan!" bentak Kania.


Gadis itu tak perduli dengan rintihan Aldi yang mengharap belas kasihan darinya, ia lebih memilih memainkan ponselnya daripada harus meladeni Aldi disana karena ia sedang kesal sekali pada Cat yang sembarangan menyebutnya perebut pacar orang.


"Kamu tuh kenapa sih, Kania? Kok kamu jadi kayak gini sama aku?" tanya Aldi heran.


"Tanya aja sama pacar lu!" jawab Kania jutek.


"Hah? Pacar aku siapa??" tanya Aldi lagi.


Namun, kali ini Kania tak menjawabnya dan membuat Aldi terheran-heran bingung sekaligus penasaran siapa kiranya pacar yang dimaksud oleh Kania karena ia tak merasa memiliki pacar untuk saat ini.


"Pacar gue siapa sih? Apa mungkin si Cat yang dimaksud sama Kania?" batin Aldi.


"Maksud kamu tuh, Cat?" tanya Aldi pada Kania.


"Iya kali,"


Kania benar-benar ketus pada pria itu, sangat berbeda tentunya dengan sebelum ini saat mereka tampak mesra dan sampai membuat Cat cemburu.


"Dek, yuk pulang!"


Rupanya Valen sudah datang kesana menjemput adiknya yakni Kania, tentu gadis itu langsung sumringah melihat abangnya karena ia sudah tidak nyaman disana bersama Aldi.


"Akhirnya dateng juga lu, yuk langsung aja!" ucap Kania bangkit sembari menenteng tasnya.


"Oke, bro duluan ya!" ucap Valen menyapa Aldi.


Aldi hanya tersenyum sambil mengangguk pelan, ia melihat dari jauh ketika Kania & abangnya pergi meninggalkan dirinya disana.

__ADS_1


"Apa yang udah Cat omongin sama Kania?" batinnya.




"Dek, lu sekarang deket sama si Aldi anak geng itu?" tanya Valen penasaran, ia memang curiga pada adiknya yang terlihat dekat dengan Aldi.


"Hah? Gila lu, yakali gue deket sama dia! Dianya aja yang deketin gue, selera gue mah tinggi bang!" jawab Kania menyombongkan.


"Widih iya dah si paling cantik yang seleranya tinggi, nanti gak dapet cowok baik baru tau rasa lu!" cibir Valen meledek adiknya.


"Ish, nyebelin lu!"


Mereka pun masuk bersamaan ke dalam mobil tanpa ada adegan bukain pintu kayak di film-film, ngapain juga lagian seorang abang bukain pintu mobil buat adiknya ya kan? Si adik juga gak berharap sih dibukain pintu sama abangnya.


Saat di dalam, Valen terus memperhatikan gerak-gerik adiknya dari samping sembari ia menyetir mobil dengan kecepatan sedang, ia merasa kalau Kania sekarang tengah kesal atau mungkin juga sedih karena tak biasanya gadis itu diam saja.


"Heh, lagi galau ya lu?" tanya Valen dengan nada meledek.


"Apaan sih?"


"Kalo lagi galau dengerin lagunya Tiara Andini aja, dijamin top markotop gak bakalan bosen deh apalagi nyesel dengernya!" ucap Valen.


"Gak mau, orang gue gak galau kok!" ucap Kania.


"Yah elah lu pake ngeles segala, hey udah berapa lama sih kita kenal dan bareng-bareng begini? Lu pikir gue bisa dibohongin sama adek gue sendiri, yang udah sering gue tangisin?" ujar Valen.


"Sotoy banget sih lu!"


"Yeh bukannya sotoy, seorang abang itu pasti tau perasaan adiknya kalau dia lagi sedih atau seneng! Nah sekarang gue rasa lu lagi ada masalah ini, pasti soal cowok kan?" ucap Valen.


Kania terdiam tak menjawab pertanyaan dari abangnya, ia juga heran darimana Valen mendapat ilmu membaca pikiran seperti itu sampai dia bisa tahu apa yang sedang dirasakannya saat ini, padahal ia tak sama sekali berbicara pada pria itu.


"Nah kalo diem berarti bener, ya kan?" ucap Valen.


"Apa sih? Sotoy banget jadi orang!" ujar Kania.


"Bilang sotoy sotoy padahal bener kan?" ujar Valen.


"Udah deh gausah bahas gue, mending lu fokus nyetir aja tuh tar nabrak mati kita!" ujar Kania.


Tiiinnnn....


Hampir saja mobil yang dikendarai Valen menabrak mobil yang melaju berlawanan dengannya, untung saja ia masih sempat menghindar walau jantungnya berdegup kencang karena panik begitupun dengan Kania yang terus memegangi dadanya.


"Tuh kan, apa gue bilang! Lu sih ngobrol mulu bukannya fokus nyetir, jadi hampir nabrak kan!" ujar Kania kesal.


"Ya maaf, abisnya lu gak mau ngaku-ngaku sih sama gue kalo lu galau!" ucap Valen.


"Dibilang gue gak galau, nih orang kayaknya minta dislepet deh biar otaknya sadar dan gak gesrek terus!" ujar Kania.


"Maaf ya, tapi lu gapapa kan?" tanya Valen.


"Gak kok, hati-hati makanya!" ucap Kania.


"Iya, sorry ya adek!"


Mendadak Valen jadi bertingkah lembut pada adiknya, bahkan ia sampai mengusap puncak kepala Kania membuat gadis itu terheran-heran karena jarang abangnya memperlakukan dirinya begini.


"Lu ngapain sih, bang?" tanya Kania heran.


"Yeh orang dikasih perhatian malah nanya ngapain, emang lu demennya ngajak gue ribut mulu ya!" ujar Valen kesal.


"Bukan gitu, kan lu juga gak jelas tiba-tiba ngusap pala gue! Emangnya gue anak kucing apa?" ujar Kania.


"Hadeh, gak gitu konsepnya adek!" ucap Valen.




Aldi yang memilih pergi ke kantin malah berpapasan dengan sosok wanita yang hingga kini juga masih mencintainya, ya siapa lagi dia kalau bukan Kia alias Zaskia si cantik nan manis yang memiliki lesung pipi khas dirinya yang hanya akan muncul ketika dia tersenyum bahagia bukan tersenyum pura-pura.


"Aldi, mau kemana?" tanya Kia yang baru selesai ekskul sama seperti Aldi.


"Kantin, kamu kok belum pulang sih?" ucap Aldi.


"Iya nih, aku abis latihan padus! Kamu sendiri gimana, kok belum pulang?" ucap Kia.

__ADS_1


"Ohh, aku juga abis latihan voli nih!" ucap Aldi.


Kia manggut-manggut kemudian berpamitan pada Aldi karena ia ingin segera pulang, namun tampaknya Aldi merasa heran lantaran Kia sangat berubah dari sebelumnya yang selalu ingin Aldi ada di dekatnya.


"Bagus deh, kalo gitu aku langsung balik ya?" ucap Kia tersenyum.


"Buru-buru amat, gak mau ke kantin bareng dulu?" ucap Aldi menawarkan Kia pergi bersamanya.


"Umm.... pengen sih, tapi aku gak bisa! Soalnya aku udah tanamkan di dalam hati aku kalau aku gak boleh terlalu dekat sama kamu lagi, karena itu cuma bikin aku sedih dan sakit!" ucap Kia.


"Ohh, ya oke gapapa kok! Hati-hati ya!" ucap Aldi.


"Iya, bye!"


Kia melambaikan tangan ke arah Aldi sambil tersenyum lalu melangkah melewati pria itu tanpa sesekali menoleh kembali, sedangkan Aldi terus memandangi punggung gadis itu dari sana dan merasa agak sedih melihatnya.


"Kia bener-bener berubah, dia bukan cewek yang dulu lagi!" ucap Aldi.


Aldi sangat sadar kalau perubahan Kia adalah karena dirinya yang menolak cinta gadis itu, padahal Kia sangat berharap agar Aldi mau menerima cintanya dan menjadi pasangan hidupnya, namun apa hendak dikata Aldi memang tak mencintai Kia.


Akhirnya Aldi pun memutuskan lanjut melangkah menuju kantin sembari memegangi perutnya yang terasa lapar, ia masih terus memikirkan Kania dan merasa kesal pada Cat karena sudah membuat hubungannya dengan Kania menjadi renggang.


Sepanjang perjalanan menuju kantin pun Aldi terus mengepalkan kedua tangannya menahan emosi pada Cat yang belum bisa tersalurkan, disaat ia tengah emosi tiba-tiba saja ia malah tak sengaja berpapasan dengan Saka di lorong sekolah.


"Wih ada pengkhianat muncul, apa kabar bro?" ucap Aldi berpura-pura akrab pada pria itu.


"Gausah basa-basi lu, mau ngapain lu ajak ngomong gue ha?" ujar Saka emosi.


"Hahaha, galak amat sih abang member the darks yang satu ini... jangan galak-galak dong bang, nanti cewek gak ada yang mau deket loh! Contohnya aja si Grey tuh yang milih buat kabur ninggalin lu, hahaha kasian amat sih nasib lu bro!" ujar Aldi.


"Jangan cari ribut lu ya!" bentak Saka.


"Lah? Lu kok sensian amat sih, bro? Perasaan gue gak cari ribut deh, orang gue cuma ngomong biasa aja! Mungkin otak lu aja kali yang lagi panas, makanya lu selalu gampang emosi!" ucap Aldi.


"Kurang ajar lu!"


"Eits, mau ngapain bro? Mau mukul gue? Emang lu gak luas apa udah mukulin gue di jalan waktu itu sama temen-temen baru lu itu? Masih untung loh gue kagak laporin lu ke polisi atas tuduhan pengeroyokan..." ucap Aldi.


"Banyak omong lu, dasar pengecut!" ujar Saka.


"Hahaha, gue pengecut? Ngaca deh bro, kan lu yang gabung sama the darks cuma buat hajar gue yang pengecut ini...." ucap Aldi.


"Jadi, sekarang siapa yang pengecut ha?" sambungnya sambil tersenyum smirk.


...•••...


Sementara itu, Sahira masih mencemaskan kondisi kekasihnya yang hingga kini belum juga keluar dari ruang BK dan menemuinya, padahal ia sudah menunggu lumayan lama untuk mendapat kejelasan apa kiranya hukuman yang didapatkan Lucas.


Alan & Nur yang ada disana juga sama-sama panik dan khawatir karena bagaimanapun mereka adalah teman baik Lucas sekaligus Sahira, jadi mereka tahu sekali bahwa saat ini kondisi Sahira sedang teramat sangat panik karena memikirkan kekasihnya.


"Sahira, tenang ya!" ucap Nur sembari mengusap-usap punggung sahabatnya itu.


"Iya, paling sebentar lagi Lucas juga keluar!" sahut Alan sambil tersenyum.


"Thanks ya guys, kalian emang selalu bisa bikin gue ceria lagi... tapi, gue tetep masih khawatir banget sama Lucas! Gue takut kalo Lucas bener-bener dikasih hukuman yang parah, misalnya diskors atau bahkan di drop out dari sekolah!" ucap Sahira.


"Santai aja, yakali Bu Tantri sampe segitunya kasih hukuman ke Lucas! Paling mentok mentok cuma diskors beberapa hari, gak mungkin kalo dikeluarin mah!" ucap Alan.


"Iya, jadi lu jangan mikir gitu ya Sahi!" sahut Nur.


Sahira mengangguk kemudian membenamkan wajahnya pada pundak Nur, sedangkan Nur sendiri kembali mengusap wajah gadis itu agar Sahira tidak terus bersedih mengeluarkan air matanya disana.


Tak lama kemudian, rombongan cewek dance muncul setelah mereka menyelesaikan latihan sore ini di sekolah, ya mereka tentunya adalah Edrea, Imeh, Sonya dan juga Sasya.


Edrea yang melihat keberadaan Sahira disana langsung mengajak teman-temannya untuk menghampiri gadis itu dan meledeknya, entah mengapa ia suka sekali melakukan itu pada Sahira saat ini padahal sebelumnya pernah bersikap baik.


"Aduh aduh... sedih banget sih yang lagi marahan sama pacarnya, sampe nangis-nangis kayak gitu!" ujar Edrea menyindir Sahira.


Sontak Sahira serta Nur menoleh ke asal suara dan sungguh malas saat mereka melihat Edrea beserta rombongannya ada disana, termasuk juga Alan yang merasa geram sekali melihat gadis-gadis itu disana apalagi mengganggu temannya.


"Iya nih, makanya jangan sombong kalo masih jadi pacar! Giliran berantem nangisnya sampe sebegitunya, kasian deh..." sahut Imeh.


"Hahahaha..."


Edrea, Imeh, Sonya dan Sasya kompak tertawa meledek Sahira yang memang sedang menangis walau bukan karena ada masalah dengan Lucas seperti yang diduga mereka, melainkan karena Lucas masuk ke BK.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2