
"Permisi".
Suara berat khas dari seorang pria berhasil membuat Allena menoleh kearah pintu demi melihat suara yang berasal dari pria tersebut.
Deg.
Allena,tak mampu berkata apa-apa, lihatlah pria yang selama 10 tahun menjadi cinta pertamanya,pria yang telah menumbuhkan cinta di hatinya,namun di detik kemudian dia telah menorehkan luka di hatinya dan bahkan laki-laki itu yang telah membuat hidup nya berantakan.
"Allan".Seru mamah Axel,dia juga sama terkejutnya seperti Allena yang baru melihat ayahnya lagi setelah sekian lama mereka berpisah tanpa ada kabar sedikit pun.
Sekarang mereka bertemu di tempat dan dalam hal yang tak seharusnya.Pertemuan itu tanpa di rencanakan,tidak pula terbayang oleh Allena.
Ayah allan,tak sedikitpun terkejut dengan keberadaan Allena dan mantan istrinya di tempat yang sama dan dalam kasus yang sama pula.
Allena,menatap ayah Allan dengan ekspresi dingin.Tak ada lagi kerinduan dalam hatinya,tak ada ucapan yang keluar dari bibir mungilnya,tak ada pula pelukan hangat nya yang mampu menghilangkan rasa penat nan stres akibat seharian lelah bekerja.
__ADS_1
"Allena".Sapa ayah Allan,duduk saling berhadapan dengan allena.
Allena,tidak menanggapi sapaan ayah kandungnya sendiri yang selama ini telah di rindukan sekaligus yang di bencinya.
Interaksi antara Allan,Axel dan Allena tak luput dari penglihatan Mia dan rey, mereka menebak bahwa Allan adalah ayah kandung Allena yang tak lain dan tak bukan adalah ayah tiri maya.
Sedangkan maya,duduk tanpa ekspresi.Bukan pemandangan yang aneh lagi bagi dia sebab dia sudah mengetahui kebenarannya,berbeda dengan Allena yang tidak mengetahui anak tiri ayah nya.
"Ibu dan anak sama aja, sama-sama wanita murahan".Ucap Allena dengan santainya.
Allena menyilangkan tangan di dada."Apa loe gak denger ucapan gue?,anak dan ibu sama-sama murahan,perebut laki orang,kegatelan.Amit-amit jabang bayi punya bibi dan keponakan yang kelakuannya melebihi iblis".Sahut Allena.
Ayah Allan berdiri, dengan wajah merah padam."Axel".Gertak ayah Allan sembari menunjuk muka mamah Axel."Apa ini hasil didikan kamu terhadap putri kandung mu sendiri".Sentak nya.
Tak terima di bentak oleh mantan suaminya,mamah Axel juga ikut berdiri dengan membawa kemarahan."Jangan salah kan gue".
__ADS_1
"Lalu, siapa yang harus di salahkan?".Gertak ayah Allan."Allena, bertutur kata tidak sopan dan bahkan bersikap acuh bertemu dengan ku itu karena siapa?,karena loe Axel Maureen ".Teriak ayah Allan.
"Kau juga salah disini,loe udah ninggalin gue demi adik tak tau diri dan gak tau terimakasih dengan seorang anak gadis yang sikapnya sama persis kayak ibunya ".Teriak mamah Axel.
Pertengkaran antara anak mereka telah berubah menjadi pertengkaran orang tua.Mantan suami istri yang dulu sempat saling mencintai satu sama lain sehingga terlahir anak perempuan yang cantik nan manis, sekarang malah terlibat perseteruan,saling menyalahkan satu sama lain tanpa mau di salahkan.
Melupakan Allena,yang sejak tadi diam dalam duduknya sembari menutup telinganya dengan kedua tangan nya,maya menatap sinis mamah Axel,ibu Mia dia kewalahan melerai orang tua yang malah ikut berseteru, sedangkan rey.Rasanya dia tak tega melihat Allena yang menunduk sembari menutup telinganya.
"Dengar,gue gak takut Allena gak punya ayah.Yang gue takutkan adalah dia membenci loe,karena kebobrokan tingkah laku loe dan sekarang terbukti kan?".Sentak mamah Axel, memojokkan ayah Allan.
Ayah Allan jelas tak terima dengan tuduhan mantan istrinya tentang kelakuan buruknya sehingga sang putri membencinya.
"Allena!".Seru ayah Allan,menoleh kearah tempat duduk allena.
Tapi,yang di panggil tak ada di tempat nya.Allena menghilang tanpa di ketahui oleh orang tuanya.
__ADS_1
"Allena".Teriak mamah Axel,mencari keberadaan sang putri yang tiba-tiba raib begitu saja.