
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 80
...•...
...|||...
...happy reading....🎉🎉🎉...
...✨✨✨...
Alan & Nur yang sudah lebih dulu sampai, kini tengah berada di kantin menikmati indahnya pagi hari dengan menyeruput secangkir teh hangat berdua dan memakan jajanan murah yang dibelikan oleh Alan.
Alan tampak menikmati momen itu, beberapa kali ia mengecup pipi Nur lalu memasukkan jajanan itu ke dalam mulut kekasihnya.
"Sayang, kamu tau gak sih kenapa jarjit itu kalo pantun selalu ngomong 2 3?" ujar Alan melontarkan pertanyaan pada Nur.
"Hah? Jarjit siapa sih?" tanya Nur dengan wajah terheran-heran, ia sepertinya tak mengenal nama yang disebutkan oleh Alan barusan.
"Ya ampun sayang jarjit aja gak tau, masa kecil kamu kurang bahagia ya? Yaudah gapapa deh yang penting masa depan kamu bakal bahagia karena ada aku di samping kamu...." ucap Alan menggombal sambil mencolek pipi Nur.
Nur pun tersipu digombalin sama pacarnya, tetapi ia masih bingung dengan jarjit yang tadi disebutkan oleh Alan.
"Bisa aja kamu ah, eh tapi sayang jarjit itu siapa sih? Emang dia kalo pantun ngomong 2 3 dulu ya? Terus dia terkenal emang??" ujar Nur masih bertanya soal jarjit padahal Alan telah coba melupakannya.
"Iya sayang, jarjit itu tokoh kartun loh di serial Upin & Ipin... masa kamu gak tau sih? Berarti kamu belum pernah nonton kartun itu?" ujar Alan.
"Aku gak suka nonton kartun sih hehe, terus tadi alasannya apa kenapa jarjit kalo pantun suka ngomong 2 3? Kamu kan belum kasih tau aku jawabanku malah ngegombal!" ujar Nur.
Alan terkekeh gemas melihat ekspresi pacarnya, ia mencolek pipi Nur lagi lalu baru menjawab pertanyaan tentang jarjit.
"Iya tadinya tuh aku mau gombalin kamu pake kata-kata si jarjit, eh malah kamunya gak tau jarjit siapa jadi batal deh ngegombal nya!" ucap Alan.
"Haha maaf aku emang gak suka begituan, tapi gapapa kali lanjutin aja gombalannya aku kepo nih!" ucap Nur menopang dagunya dengan satu tangan di atas meja sambil memandang ke arah Alan.
__ADS_1
"Aduh jangan mandangin aku kayak gitu dong sayang, kan akunya jadi salting!" ujar Alan.
"Aku maunya begini sayang, udah lah gapapa kamu jawab aja itu yang tadi!" ucap Nur.
"Iya iya, jarjit itu suka ngomong 2 3 buat pantun nya karena yang nomor satu itu kan cuma kamu sayang...." ucap Alan tersenyum sambil mencolek pipi dan hidung Nur bergantian.
Nur pun ikutan salting bukan karena gombalan dari Alan, tapi karena banyak orang-orang yang menguping pembicaraan mereka.
"Cie cie asoy..."
"Siut siut, asik banget!"
"Ahaha pagi-pagi udah pacaran aja!"
Begitulah yang diucapkan oleh orang disana yang tidak lain adalah Jack serta 2 orang temannya, sontak Alan langsung mengusap-usap tengkuk lehernya karena malu gombalannya tadi didengar oleh temannya.
"Heh kalian ngapain sih disini? Ganggu orang enak-enak aja, kan ada tempat lain noh!" ujar Alan tampak kesal.
"Ahaha, santai brother jangan marah-marah gitu! Kita kan cuma numpang lewat terus gak sengaja denger lu lagi gombalin si Nur, makanya kita berhenti dulu buat dengerin!" ujar Jack tertawa.
"Eh ya Lan, beneran lu udah jadian sama Nur? Keren banget lu bisa dapetin salah satu cewek idola di sekolah ini, gue juga pengen dong!" ujar Richard (teman sekelas Jack).
"Pengen apaan lu? Pengen Nur juga? Yeh gue gibeng dulu lu sini! Nur ini udah punya gua, nih lihat di tangannya ada gelang karet hitam dari gue jadi lu jangan berharap buat dapetin dia!" ucap Alan menarik tangan Nur lalu menunjukkan gelang di tangan Nur pada Jack serta teman-temannya.
Nur pun geleng-geleng saja menahan malu karena tingkah pacarnya yang berlebihan, tapi disisi lain ia juga senang karena Alan begitu takut kehilangan dirinya.
•
•
Sementara itu, Kania yang berada di meja kantin lainnya masih tampak bete karena fotonya dengan Aldi terpajang di Mading sekolah tadi.
Beruntung ia sudah merobek-robeknya walau telah banyak orang yang melihatnya, ia merasa kesal sekaligus marah pada orang yang sudah memfoto dirinya diam-diam malam itu.
Tak lama kemudian, Diandra bersama Tiara datang ke kantin lalu duduk di tempat yang sama dengan Kania duduki.
"Hey Kania, good morning!" ujar Tiara menyapa sahabatnya yang sudah lebih dulu ada disana sambil menepuk pundaknya.
"Eh iya morning juga, kalian tumben dateng kesini barengan? Biasanya kan lu Diandra sukanya sama Tasya, terus lu juga Tiara kan seringnya bareng Andini!" ujar Kania heran.
"Hehe gapapa lah sekali-sekali gue bareng Tiara biar anti mainstream...." ujar Diandra.
__ADS_1
"Yaelah gue kira ada apaan gitu," ucap Kania tersenyum tipis kemudian meminum minuman miliknya.
"Eh lu tadi kenapa kok cemberut gitu? Lagi ada masalah ya??" tanya Diandra.
"Hah? Gak ada kok Dra, siapa juga yang cemberut orang gue biasa-biasa aja?" ujar Kania mengelak.
"Yeh gausah bohong deh sama kita, lu tuh gak pinter ngebohong Kania! Lagian nih ya kita tau kok lu lagi ada masalah apa, soalnya tadi pas di jalan menuju kesini kita denger banyak murid ngomongin lu...." ujar Diandra.
"Iya tuh, mereka pada bilang katanya lu sama Aldi udah jadian! Emang bener begitu Kania?" saut Tiara.
Kania hanya terdiam menunduk, ia merasa malu menjadi bahan perbincangan satu sekolah akibat seseorang tak bertanggung jawab yang sudah memfotonya.
...•••...
Disisi lain, dua sejoli yang mesra dan baru mekar kini tengah bermesraan di dekat gudang sekolah yang sepi dan sedikit kotor itu.
Ya siapa lagi mereka kalau bukan Sahira dan juga kekasihnya Lucas, entah apa yang ada di pikiran Lucas mengajak gadisnya ke tempat kotor seperti gudang itu.
"Kamu kenapa malah bawa aku kesini sih? Tadi katanya mau makan di kantin, masa iya kita makan di tempat kotor begini? Aku gak mau ah yang ada nanti aku muntah-muntah!" ujar Sahira.
"Ahaha, aku gak mau ajak kamu makan disini lah sayang! Yakali kita berdua makan di tempat kayak gini, aku tuh mau tunjukin sesuatu ke kamu yang spesial...." ucap Lucas tersenyum.
"Hah? Apa itu?" tanya Sahira memasang wajah heran serta penasaran.
"Yuk ikut aku masuk ke gudang itu! Di dalam sana ada sesuatu yang spesial buat kamu, aku yakin kamu pasti seneng lihatnya!" ucap Lucas kemudian menggandeng tangan Sahira.
Karena sangat penasaran, Sahira pun menurut saja tanpa memikirkan hal yang negatif pada kekasihnya tersebut.
Kreeekkkk... pintu gudang itu terbuka dan ruangannya cukup gelap, Lucas menyalakan lampu disana agar ruangan itu terang.
"Dimana sesuatu yang spesial?" tanya Sahira.
Lucas hanya tersenyum tipis lalu membawa Sahira ke dalam gudang tersebut, ia mengobrak-abrik semua barang-barang disana dan mengambil sebuah lukisan dari sana.
Sahira semakin keheranan saat Lucas mengambil lukisan tersebut dan menunjukkannya pada Sahira.
"Apa itu Lucas?" tanya Sahira terheran-heran.
"Urban legend di sekolah ini," jawab Lucas tersenyum tipis.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...