
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·...
...~Hidup itu memang tidak adil, jadi biasakanlah dirimu! Terkadang kita memang selalu harus menerima ketidakadilan ini, termasuk dalam kehidupan kita~...
...ΓΓΓ...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 39
...β’...
...Gaya Sahiraπ...
...β’...
...HAPPY READING....πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
"Huft, yaudah deh aku mau nurut sama kamu dan biarin kamu harus ingatan aku. Tapi, ada satu syaratnya..." ucap Alan.
"Apa itu?" tanya Nur penasaran.
Alan melangkah maju mendekati telinga Nur, ia pun berbisik disana sembari menggenggam tangan mulus gadis itu.
"Kamu tunjukin wujud kamu sebagai bidadari di depan aku sekarang! Baru setelah itu, aku mau dan ikhlas kamu hapus ingatan aku tentang identitas kamu itu!" bisik Alan.
Nur pun terhenyak mendengarnya, ia bingung harus bagaimana saat ini.
Akhirnya mau tidak mau Nur harus menuruti permintaan Alan demi bisa menghilangkan ingatan pria tersebut tentang siapa dirinya sebenarnya, Nur terpaksa berubah menjadi bidadari dan menunjukkan wujud aslinya itu di depan Alan kekasihnya.
Alan senyum-senyum tak sabar ingin melihat Nur ketika menjadi bidadari, ia yakin sekali kalau Nur pasti lebih cantik jika sedang menjadi bidadari.
"Oke, aku terima syarat dari kamu. Tapi, kamu harus janji setelahnya kamu mau aku hapus ingatannya! Kalau enggak, aku bakal marah banget sama kamu karena udah bohongin aku!" ucap Nur.
"Santai aja! Aku janji kok," ucap Alan tersenyum.
"Oke, lihat ini!" ucap Nur yang langsung berputar untuk merubah wujudnya.
Alan terkesiap melihat Nur melakukan itu, perlahan-lahan wujud gadis di hadapannya itu berubah drastis, Alan sampai pangling saat melihat Nur yang kini sudah sebagai bidadari dengan pakaian serba putih serta tongkat ajaib di tangannya.
"Nur...." ucap Alan terpukau melihat kecantikan gadisnya, ia tak mampu menutup mulutnya yang terbuka itu.
Nur tersenyum lalu membalikkan tubuhnya hingga menghadap Alan, ia menunduk sembari membelai rambutnya sendiri merasa malu kepada pria di hadapannya itu.
"Kamu cantik sekali, bidadari Nur." ucap Alan.
Nur semakin tak bisa menahan rasa malunya, ia pun meminta pada Alan untuk merubah wujudnya kembali menjadi manusia.
"Lan, udah kan? Kamu puas kan bisa lihat wujud asli aku sekarang? Kalo gitu, sekarang aku harus balik jadi manusia sebelum ada yang lihat! Dan kamu bakal aku hapus ingatannya, supaya kamu lupa tentang semua ini." ucap Nur.
Alan terdiam berpikir sejenak.
"Yaudah, sekarang kamu boleh balik jadi manusia. Aku udah puas banget kok lihat wujud asli kamu, ya walau aku pengennya setiap hari aku melihat kamu seperti ini!" ucap Alan sambil tersenyum.
"Jangan dong! Kalau begitu, nanti aku bisa dihukum sang ratu dan tidak boleh hadir di bumi ini lagi. Aku juga gak bisa ketemu sama kamu lagi nanti, emang kamu mau kalau itu semua terjadi?" ucap Nur.
"Ya gak mau sih, yaudah gapapa kalo kamu mau berubah dan hapus ingatan aku. Yang penting selamanya kita bisa bersama, kamu adalah makhluk tercantik di bumi ini sayangku!" ucap Alan.
"Terimakasih, Alan!" ucap Nur tersenyum.
Setelahnya, Nur pun kembali merubah wujudnya menjadi seorang manusia biasa. Alan sedikit kecewa dengan itu, namun ia lebih kecewa jika tidak bisa bertemu lagi dengan Nur dan berpisah selamanya.
"Baiklah, sekarang aku akan mengambil ingatan kamu tentang aku!" ucap Nur.
__ADS_1
Alan mengangguk setuju.
Nur pun maju mendekati Alan, ia meletakkan tangannya pada kening sang kekasih lalu mulai membaca mantra penghilang ingatan untuk menghapus semua ingatan Alan tentang dirinya yang ternyata seorang bidadari.
Alan tampak memejamkan mata, mencoba menerima semua yang akan terjadi selanjutnya yakni lupa jika kekasihnya adalah bidadari khayangan.
...β’β’β’...
Aldi dan Jack baru selesai membeli soto keinginan mereka, tanpa basa-basi mereka pun berjalan menuju tempat biasa untuk mulai memakan soto yang masih panas itu. Akan tetapi, sebuah halangan muncul di hadapan mereka karena Cat tiba-tiba datang dan tersenyum menatap ke arah Aldi seperti orang yang ingin mengacau.
Sontak Aldi berusaha untuk menghindarinya dan tetap fokus berjalan menuju tempatnya, namun gadis itu terus saja mengikutinya dan menatap ke arahnya sambil tersenyum tanpa berhenti. Untung bagi Jack karena Cat hanya mengincar Aldi bukan dirinya, sehingga Jack bisa pergi lebih dulu ke tempat duduknya dan memakan soto miliknya.
Aldi akhirnya terpaksa meladeni sejenak Cat karena tak ada pilihan lain, ia pun menatap wajah Cat lalu coba bertanya pada gadis itu apa maunya.
"Lu mau apa sih, Cat? Gak puas apa lu udah ganggu gue selama ini? Masih aja lu kepengen gangguin kehidupan gue, lu gak lihat ini gue bawa mangkuk soto panas? Mau lu gue siram nih kuah soto ke muka lu yang sok imut itu?" tanya Aldi emosi.
"Ish, kamu kok jahat banget sih sama aku? Kan aku cuma mau ngobrol sama kamu berdua, sekalian kita sambil makan bareng gitu kayak dulu! Kamu makan soto, aku makan mie ayam. Mau kan sayangku?" ucap Cat sambil tersenyum dan mengedipkan matanya menggoda pria di depannya.
"Ah terserah! Udah awas minggir, panas ini tangan gue nanti melepuh!" ujar Aldi kesal.
"Iya sayang, maaf ya! Yaudah, kamu boleh lewat kok! Tunggu aku di meja kamu ya, nanti aku balik nyamperin kamu setelah aku pesan mie ayam di tempat pakde!" ucap Cat.
"Dasar stres!" ujar Aldi tak perduli lalu pergi begitu saja melewati Cat dan berhenti saat sampai di tempat duduknya yang mana sudah ada Jack disana tengah asyik memakan sotonya.
Sementara Cat tampak cemberut dan kesal, namun ia kembali senyum lalu pergi memesan makanan.
Jack tertawa saja melihat Aldi yang terus dikejar-kejar oleh Cat bahkan hingga ke kantin.
"Heh! Ngapa lu ketawa gitu? Emang apa yang lucu dari gue?" tegur Aldi merasa kesal saat ditertawakan oleh sahabatnya itu.
"Hahaha, gak kok bro..." jawab Jack.
"Dasar gak jelas lu! Mau lu gue jodohin sama si Cat biar lu punya pacar dan gak jomblo lagi? Soalnya gue rasa lu sama Cat itu cocok kok, kalian kan Sama-sama stress dan gak jelas suka ketawa sendiri kayak orang gila! Udah yang paling bener lu jadian aja dah sama si Cat, nanti biar gue yang atur!" ucap Aldi sambil mengaduk sotonya.
"Wah boleh tuh bro! Tapi, emang si Cat mau sama gue? Secara kan gue terlalu ganteng untuk setiap wanita di sekolah ini," ujar Jack.
"Huweekk! Jijik banget gue denger omongan lu barusan, terlalu ganteng darimana? Terlalu jelek baru iya, setuju gue!" ujar Aldi.
"Yeh sialan lu!" ujar Jack.
Jack pun memutar bola matanya lalu membuang muka dan fokus pada makanannya.
...β’β’β’...
Saka masih terus saja mengikuti kemanapun Grey pergi karena ia ingin lebih dekat dengan gadis tersebut dan kembali menjalin hubungan dengannya, Saka pun tak masalah walau Grey masih tetap mengacuhkannya dan tidak mau berbicara apalagi menghadap ke arahnya untuk sekedar meliriknya.
Saat ini Grey hendak pergi ke kamar mandi, namun Saka masih tetap mengikutinya hingga sampai di depan kamar mandi itu. Tentu saja Grey merasa risih dan terpaksa harus menoleh untuk meminta pada pria tersebut pergi darinya, Grey sangat marah kepada Saka yang masih tidak ingin pergi.
Sementara Saka hanya tersenyum manis dan berdiam diri disana memandangi Grey.
"Saka, lu ngapain sih masih disini? Emang lu mau ikut juga masuk ke dalam? Gue tuh mau buang air kecil sebentar, lu jangan ikutin gue terus dong!" bentak Grey emosi pada Saka.
"Tenang dulu, sayang!" ucap Saka tersenyum lalu mendekati gadis itu dan memegang kedua pundaknya. Saka menarik perlahan tubuh Grey ke dalam dekapannya.
"Ish, dasar gila!" ujar Grey emosi dan mendorong tubuh Saka menjauh darinya.
"Aku emang gila, iya gila karena kamu! Makanya sekarang aku terus ngikutin kamu, karena aku sangat ingin dekat dengan kamu! Kalau kamu mau ke dalam toilet, oke aku bakal tunggu disini kok sampe kamu selesai!" ucap Saka.
"Hah? Gue gak butuh ditungguin sama lu, udah ah sana pergi jauh-jauh dari gue!" ujar Grey.
"Gak mau! Aku bakal tetep disini tunggu kamu, walaupun kamu selalu usir aku. Karena aku gak perduli akan hal itu, udah gih sana kamu masuk! Nanti kalau keluar disini kan gak lucu, satu sekolah bakal kebauan karena kamu pipis di celana." ucap Saka sedikit terkekeh.
"Haish, dasar orang stres!" ujar Grey kesal.
Akhirnya Grey memutuskan untuk masuk ke dalam toilet meninggalkan Saka disana, ia tak perduli Saka akan tetap disana atau tidak.
"Cepat kembali, sayang!" gumam Saka.
Tak lama kemudian, Kia dan Zefora muncul di toilet itu dan melihat Saka tengah berdiri di depan sana sambil senyum-senyum sendiri.
"Eh Saka!" tegur Kia menyapa Saka.
__ADS_1
"Lu ngapain disini?" tanya Zefora.
"Tau ih, mau ngintipin cewek-cewek di toilet ya lu?" sahut Kia salah sangka.
"Gak gitu lah! Gue lagi nungguin Grey," jawab Saka.
"Hah? Grey ada di dalam?" tanya Kia.
"Iya, makanya gue disini." ucap Saka.
"Terus lu ngapain nungguin dia disini? Emang lu sama dia mau ngapain setelahnya sih? Apa kalian udah pada pacaran lagi?" tanya Kia benar-benar penasaran dengan hubungan Grey dan Saka.
"Ya belum sih, tapi lagi proses supaya sebentar lagi gue sama Grey balikan." jawab Saka tersenyum.
"Hahaha, masih aja lu pede buat balikan sama Grey!" ucap Zefora menertawakan Saka.
"Ahaha, anak pinter emang si Saka. Padahal Grey udah berulang kali bilang gak mau balikan sama lu, masih aja dikejar-kejar!" sahut Kia.
"Ah berisik kalian!" ujar Saka.
Grey kembali ke depan setelah selesai buang air, ia terkejut karena Saka masih ada disana dan bersama kedua temannya.
"Loh lu masih disini?" tanya Grey pada Saka.
"Ya iya dong, sayang! Aku kan udah bilang mau setia nungguin kamu disini, kamu udah selesai pipisnya?" ucap Saka sambil tersenyum.
Grey langsung memutar bola matanya malas meladeni pria tersebut.
...β’β’β’...
Sahira dan Lucas kini pergi dari lapangan basket setelah pertandingannya selesai, mereka berdua juga pisah dari Diandra dan teman-temannya yang lain karena ingin berduaan selagi masih ada waktu istirahat beberapa menit lagi.
Tentu saja Lucas mengajak Sahira ke belakang sekolah yang sepi untuk bisa berduaan.
"Sayang, seneng deh bisa berduaan sama kamu lagi! Daritadi aku sebenarnya pengen banget mesra sama kamu pas di lapangan, tapi malah ada Diandra dan yang lainnya!" ucap Lucas tersenyum lalu meraih tangan Sahira dan menggenggamnya, Lucas juga mengecup tangan Sahira itu dengan lembut.
"Kan kamu sendiri yang bolehin mereka duduk dekat kita, jadi jangan salahin mereka dong kalau kita gak bisa mesra-mesraan disana." ucap Sahira.
"Hahaha, iya juga sih. Yaudah, sekarang disini kita puas-puasin ya buat berduaan dan mesra-mesraan! Bentar lagi kan bel, aku mau peluk sama cium kamu dulu selagi masih bisa!" ucap Lucas.
"Ada-ada aja, oke peluk boleh deh. Tapi, untuk yang cium itu gak boleh! Aku gak mau ya ciuman di sekolah begini, nanti kalo ada yang lihat gimana?" ucap Sahira.
"Tenang aja! Kan aku cuma mau cium wangi tubuh kamu!" ucap Lucas langsung menarik tubuh Sahira ke dalam dekapannya.
Sahira terkejut karena tiba-tiba Lucas menarik tubuhnya lalu mendekapnya erat, Lucas juga dengan bersemangat menghirup aroma tubuhnya dan tampak menikmati itu. Sahira tersenyum manis dalam dekapan kekasihnya, sampai ia melihat April yang sedang duduk tak jauh dari sana dan tampak murung alias bersedih.
"Sa-sayang, bentar dulu deh!" ucap Sahira meminta Lucas melepas pelukannya.
"Ada apa sih, sayang?" tanya Lucas sedikit kesal.
"Itu loh, ada April disana lagi sedih!" ucap Sahira sambil menunjuk ke arah April dengan telunjuknya.
Lucas pun menoleh ke arah yang ditunjuk Sahira.
"Ohh, terus kenapa sayang? Kamu sampai minta aku lepas pelukan tadi, cuma karena ada April disana? Kamu tenang aja! Dia gak mungkin lihat kita, kan dia lagi nunduk tuh!" ucap Lucas.
"Haish, bukan karena itu!" ujar Sahira.
"Ya terus apa? Udah ah aku mau peluk kamu lagi!" ucap Lucas lalu maju dan hendak memeluk gadisnya kembali.
"Ish, Lucas!" ujar Sahira menolak.
"Kenapa sih, sayang?" tanya Lucas heran.
"Kita kesana dulu samperin April, aku khawatir dia kenapa-napa. Asal kamu tau, tadi di kelas banyak yang bully dia karena mereka semua udah tau kalau April itu adiknya Willy. Aku gak mau April depresi terus ngelakuin sesuatu di luar nalar, itu ngeri loh! Apalagi April tuh anak baik dan dia berbeda dengan abangnya, Willy!" jelas Sahira.
"Haish, kamu ini ada-ada aja. Yaudah iya, yuk kita samperin April dan bujuk dia supaya enggak bunuh diri sesuai perkiraan kamu tadi!" ucap Lucas.
"Nah gitu dong, ayo!" ucap Sahira tersenyum.
Lucas pun terpaksa ikut dengan kekasihnya itu, karena tak mungkin ia menolak permintaan Sahira.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...