Broken Angel

Broken Angel
Episode 284 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...~Dunia ini berputar, kadang di atas dan terkadang juga di bawah. Namun, tidak begitu dengan kisah cintaku, karena itu selalu saja di bawah~...


...(Gausah dibaca, gak jelas😁)...


...Γ—Γ—Γ—...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 28


...β€’...


...HAPPY READING....πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Wuusss...


Hembusan angin dari kekuatan milik Kirana berhasil membuat seisi sekolah porak poranda dan hampir seluruh bangunan disana hancur terkena akibat dari angin besar tersebut juga guncangan yang diakibatkan oleh kekuatan Kirana.


Sahira dan Nur juga tampak kesulitan untuk menghadapi kekuatan Kirana yang benar-benar membuat mereka kewalahan.


Kirana tertawa puas melihat kedua bidadari itu tak mampu menandingi kekuatan anginnya yang semakin besar dan luar biasa, Kirana kali ini sudah semakin bisa mengendalikan kekuatan angin miliknya dan berhasil membuat Sahira kewalahan.


"Hahaha, kalian berdua menyerahlah sebelum aku kembali menghancurkan seluruh sekolah dan membuat teman-teman kalian itu menderita!" ucap Kirana.


Sahira dan Nur terdiam kaku tak bisa menjawab, mereka saling pandang kebingungan karena tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini.


"Kalau kalian masih bersikeras untuk coba melawanku, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi mereka semua dan meratakan satu sekolah dengan kekuatan anginku ini!" ujar Kirana.


"Tolong, jangan!" ucap Sahira memohon.


"Hahaha, ayo berlututlah di kaki ku! Barulah aku akan menuruti permintaan mu itu dan membebaskan mereka, setelah itu aku akan membawa kalian untuk membalaskan dendam ku!" ucap Kirana.


"Apa? Hey, jangan pikir kami mau berlutut di hadapan kakimu yang busuk itu!" ujar Nur emosi.


"Baiklah, kalau itu memang pilihan kalian. Jangan salahkan aku jika seluruh teman-teman mu itu mati di tangan Willy dan anggota the darks, karena mereka sekarang sudah menuju kesana untuk menghabisi anak-anak sekolah itu!" ucap Kirana.


"Kami tidak akan membiarkan siapapun dapat melukai mereka!" ujar Nur.


"Oh ya? Apa yang bisa kalian lakukan sekarang? Menghadapi ku saja, kalian tidak mampu! Lagipun, sebentar lagi aku juga akan menghabisi kalian dan mengirim kalian ke neraka!" ucap Kirana.


"Hmm.... Kau pikir bisa dengan mudah menghabisi kami? Asal kau tau, kami belum mengeluarkan kemampuan kami sepenuhnya!" ucap Nur.


"Hahaha, oh ya? Kalau begitu mari tunjukkan semua kekuatan yang kalian miliki dan hadapi aku dalam sebuah pertarungan! Aku akan membuat kalian terpuruk dan memohon ampun padaku!" ucap Kirana menyombongkan diri.


Nur menoleh ke arah Sahira, ia menyingkirkan tangan sahabatnya dari pundaknya lalu tersenyum meyakinkan Sahira kalau ia bisa melawan Kirana.


"Nur, jangan! Aku gak mau kejadiannya bertambah buruk seperti tadi, lebih baik kita menyerah agar tidak ada lagi yang terluka dan menjadi korban karena kelalaian kita!" ucap Sahira meminta pada Nur.


"Enggak, kita gak boleh nyerah gitu aja sebelum bertanding!" ucap Nur yakin.


"Tapi, keselamatan teman-teman kita lebih berarti dibanding kemenangan kita! Kamu harus belajar untuk memikirkan mereka, termasuk juga Alan kekasih mu!" ucap Sahira memegang pundak Nur.


"Maaf Sahira, aku bisa mengalahkan Kirana tanpa membuat teman-teman kita dalam bahaya! Aku yakin Lucas juga bisa halau Willy dan the darks!" ucap Nur.


Sahira menggeleng dan terus mencoba untuk menghalangi Nur yang ingin menyerang Kirana dengan kekuatan penuhnya kembali, Sahira sangat khawatir pada kondisi seluruh sahabatnya disana yang belum ia ketahui bagaimana keadaan mereka.


Akan tetapi, Nur masih tetap kekeuh dan ngeyel ingin mengalahkan Kirana karena ia sudah sangat emosi pada wanita tersebut. Nur mengepalkan tangan lalu maju ke depan mendekati Kirana dengan mata melotot tajam penuh kekesalan.


"Rasakan kekalahan mu, Kirana!" teriak Nur.


...β€’β€’β€’...


Alan, Aldi dan Jack berdiri di barisan paling depan untuk melindungi seluruh murid sekolahnya disana dari Willy serta para anggota the darks yang tiba-tiba muncul lalu menghampiri mereka semua.


"Mau apa kalian?" tanya Alan.


Willy hanya tersenyum tipis, begitu juga dengan para teman-teman gengnya yang ikut bersamanya kesana dalam rangka pembalasan dendam.


Willy sengaja meminta Dans untuk memantau saja dari dekat karena ingin membuat semua murid itu kewalahan dulu, barulah ia akan memanggil Dans serta Putra dan menghabisi Lucas termasuk seluruh murid-murid itu.


"Hey, jawab! Jangan bikin kita emosi!" teriak Jack.


"Hahaha, hahaha..." Willy dan teman-temannya justru tertawa keras sembari mengangkat tangan mereka ke atas seperti meledek Jack.


"Kurang ajar!" Jack yang emosi hendak maju menyerang Willy, namun segera dicegah oleh Alan.


"Jangan gegabah!" ucap Alan.


"Kenapa Lan? Kita gausah takut sama orang kayak dia!" ucap Jack masih terbawa emosi.

__ADS_1


"Tahan dulu!" ucap Alan.


Tiba-tiba Bu Tantri serta pak Johan maju ke depan sejajar dengan Alan dan kedua temannya disana.


"Heh, dasar anak-anak berandalan! Kalian mau ngapain datang kesini? Ini lagi si Willy, udah masuk penjara masih aja belum kapok berbuat jahat!" ucap Bu Tantri memarahi Willy.


"Tau nih, apa kalian semua mau masuk penjara lagi?" sahut pak Johan.


"Hahaha... heh, guru gila! Terserah gua dong mau ngapain aja, emang lu siapa ha? Kali ini gue bakal abisin kalian semua dan balas dendam!" ucap Willy sambil tertawa.


Bu Tantri serta pak Johan syok memegang dada saat mendengar ucapan Willy.


"Bu, pak. Sebaiknya ibu sama bapak mundur aja dan cari tempat aman bersama murid yang lain! Biar kita yang halau mereka supaya gak kejar kalian, ini demi keselamatan kita semua!" ucap Alan.


"Benar Bu, percayakan aja sama kita!" ucap Aldi.


"Tidak! Memangnya kamu pikir kami takut dengan mereka para berandalan itu? Sebaiknya kalian aja yang pergi sama yang lain, supaya kalian juga bisa aman!" ucap Bu Tantri.


"Maaf Bu, tapi mereka gak akan tanggung-tanggung untuk menghabisi nyawa seseorang!" ucap Alan.


"Benar Bu, kita semua bisa dalam bahaya kalau ibu tidak membawa pergi yang lain ke tempat aman!" sahut Aldi dengan wajah cemas.


"Heh, udah selesai belum debatnya?" ujar Willy.


"Tau nih, lama banget!" sahut Alves.


"Diem lu! Jangan pernah berani maju atau sentuh orang yang ada disini kalau kalian gak mau kita habisi!" ucap Alan mengancam Willy.


"Hahaha, begitu ya? Lalu sekarang dimana Lucas si pengecut itu ha? Apa dia lagi sembunyi karena banyak angin dan guncangan?" ujar Willy.


"Jangan asal bicara!" ujar Jack emosi.


Tak lama kemudian, Kania justru muncul maju mendekati Alan serta Aldi dan menatap tajam ke arah Willy di depannya.


"Kania!" ucap Aldi terkejut.


"Kamu ngapain maju?" tanya Aldi sembari menarik lengan Kania.


"Aku gak bisa diem aja, Willy ituβ€”"


"Ssshhh! Kamu pergi aja dan cari tempat aman sama yang lainnya! Aku gak mau kamu kenapa-napa, Kania!" potong Aldi.


"Aw so sweet.... romantis banget sih pasangan muda itu, ya gak guys?" ucap Willy meledek.


"Hahaha, iya tuh emang begitulah pasangan yang lagi bucin!" sahut Rio tertawa mengejek.


"Lu kenapa sih, Wil? Apa masalah lu sampe mau habisin kita dan halangin jalan kita buat kabur?" tanya Kania emosi.


"Dasar gak waras!" umpat Kania.


"Kania, udah ya kamu kembali ke belakang!" pinta Aldi pada gadisnya.


"Gak mau!" ucap Kania kekeuh.


Akhirnya Willy mulai bergerak maju diikuti oleh para teman-temannya dari belakang mendekati Alan, Aldi serta yang lainnya di depan sana.


Sontak Aldi langsung bergerak ke depan melindungi Kania agar gadisnya tidak kenapa-napa, karena ia harus memastikan Kania baik-baik saja.


...β€’β€’β€’...


Lucas yang diharapkan datang untuk melawan Willy, justru kini muncul menemui Sahira yang tengah berhadapan dengan Kirana di tempat yang tak jauh dari sekolah.


Sahira pun terkejut karena ternyata Lucas malah datang kesana menemuinya, padahal ia berharap kalau Lucas bisa membantu teman-temannya yang lain di depan sekolah untuk menghadapi Willy serta anggota the darks yang muncul.


"Kas, kamu kok kesini?" tanya Sahira heran.


"Kenapa sayang?" Lucas tak mengerti.


"Harusnya kamu tetap disana jaga mereka! Sekarang Willy dan the darks udah muncul, mereka dalam bahaya!" ucap Sahira cemas.


"Apa? Aku gak tau kalau Willy datang kesana, tadi masih belum ada siapa-siapa!" ucap Lucas.


"Yaudah, sekarang kamu kembali dan lindungi mereka! Biar aku dan Nur yang hadapi si manusia angin itu!" ucap Sahira.


"Oke, kamu hati-hati ya!" ucap Lucas.


Sahira mengangguk.


Lucas langsung berbalik dan hendak kembali ke tempat sebelumnya ia berada, akan tetapi tiba-tiba saja Zaenal muncul menghadang jalannya.


"Mau kemana ha? Hadapi gua dulu!" ucap Zaenal.


"Sial!" Lucas bingung harus bagaimana caranya untuk kembali dengan cepat.


"Ayo maju!" ucap Zaenal menantang Lucas.


Lucas yang tak memiliki pilihan lain, akhirnya terpaksa menghadapi Zaenal lebih dulu demi bisa pergi untuk menyelamatkan teman-temannya yang sedang dihadang oleh Willy.

__ADS_1


Lucas pun mengambil ancang-ancang untuk melawan Zaenal.


"Oke, jangan salahin gue kalo lu bakal masuk rumah sakit karena berani tantang gue!" ucap Lucas penuh percaya diri dan sangat yakin untuk bisa mengalahkan Zaenal.


"Hahaha, ngomong doang gede! Ayo cepat maju!" ujar Zaenal berteriak.


Lucas pun bergerak maju sambil teriak keras lalu menyerang Zaenal secara membabi buta. Tampaknya Lucas sangat kesal dan emosi pada Zaenal dan ingin segera menghabisi pria itu lalu pergi menemui teman-temannya.


Bughh.... Bughh... Bugghhh...


Perkelahian tak terhindarkan lagi diantara kedua pria tersebut, mereka saling memukul dan menendang secara bergantian.


Sementara Sahira yang masih disana juga melihat Lucas kekasihnya itu bertarung dengan Zaenal disana, ia sangat khawatir jika sampai Lucas nantinya akan kenapa-napa akibat pertarungan itu.


"Ya ampun, Lucas!" ucap Sahira cemas.


Sahira pun bingung harus membantu Lucas atau Nur sahabatnya yang tengah bertarung juga melawan Kirana disana dan tampak kewalahan.


Bruuukkk...


Bahkan Nur terpental sampai ke hadapan Sahira dan terluka parah akibat serangannya yang terkena pada tubuhnya sendiri.


"Nur!" ujar Sahira panik.


"Uhuk uhuk..." Nur terbatuk-batuk karena rasa sakit yang dideritanya saat ini akibat serangan Kirana.


"Nur, kamu gapapa?" tanya Sahira cemas.


Hahaha, itulah akibatnya jika melawanku! Sudah kubilang kamu jangan berani macam-macam denganku yang kuat ini!" ucap Kirana menyombongkan diri sembari menghampiri mereka.


"Kurang ajar! Beraninya kamu melukai sahabatku, kamu harus menerima akibatnya!" ucap Sahira.


"Hahaha, kamu juga ingin melawanku? Baiklah, ayo silahkan maju dan kawan aku! Karena aku juga memang ingin sekali menghabisi mu saat ini juga dengan kekuatan yang aku miliki!" ucap Kirana.


Akhirnya Sahira yang emosi terpaksa mau menghadapi Kirana karena tak ada pilihan lain.


Sahira merubah wujudnya menjadi sosok bidadari cantik yang terkuat di seluruh alam semesta, ia juga mengeluarkan mustika merah miliknya dari dalam tubuh untuk bisa menghadapi Kirana yang memang sangat kuat dalam mengendalikan angin.


"Wow! Luar biasa!" ucap Kirana menganga.


"Kamu akan terima akibatnya karena sudah berani macam-macam dengan sahabatku!" ujar Sahira berteriak emosi.


Sahira mengambil mustika merah miliknya itu lalu melepasnya ke udara dan seketika mustika itu berubah wujud menjadi sebuah pedang sakti yang akan digunakan sebagai senjata untuk melawan Kirana dan mengalahkannya.


"Bersiaplah menerima kematian mu!" teriak Sahira.


Sahira mengangkat pedangnya ke atas lalu cahaya merah secara langsung muncul keluar dari dalam pedang tersebut dan seketika juga langit berubah menjadi hitam serta petir menggelegar.


Kirana yang melihatnya langsung terpukau serta ketakutan dengan kekuatan dahsyat yang keluar dari pedang milik Sahira, tiba-tiba saja ia gemetar seperti tak ada keyakinan untuk menghadapi Sahira.


Slaaasshh....


Sahira mengarahkan pedangnya ke arah Kirana membuat sinar merah itu menyerang tubuh Kirana dengan sangat cepat.


Kirana yang terkejut tak sempat menghindar apalagi membuat pelindung dari angin yang tadi ia gunakan juga untuk menangkis serangan-serangan dari Nur.


Akibatnya, Kirana pun terpental jauh ke belakang karena serangan dari Sahira dan membuatnya kesakitan sampai memuntahkan darah dari dalam mulutnya.


Tak berhenti sampai disitu, Sahira yang terbawa emosi kembali menggerakkan pedangnya untuk menyerang Kirana kedua kalinya.


"Aaakkhhhh..." pekik Kirana kesakitan.


"Mati kau, Kirana!" teriak Sahira.


"Berhenti...!!!"


Suara teriakan Zaenal membuat Sahira terkejut dan menjatuhkan tubuh Kirana begitu saja, ia menoleh lalu syok saat melihat Lucas sedang terkapar tak berdaya di tangan Zaenal.


"Menyerah lah atau kekasih mu ini akan kuhabisi sekarang juga!" ucap Zaenal mengancam.


"Lucas..." Sahira sangat sedih melihat kondisi kekasihnya saat ini.


"Apa yang kamu lakukan pada Lucas?" ujar Sahira.


"Hahaha, seperti yang kau lihat saat ini. Aku berhasil mengalahkan Lucas dan membuatnya tak berdaya seperti sekarang! Sekarang kau serahkan diri dan obati Kirana, barulah aku akan melepaskan kekasih mu ini!" ucap Zaenal.


"Kurang ajar! Dasar tidak berguna!" umpat Sahira kesal.


Bukannya menyerah sesuai kemauan Zaenal, justru Sahira makin menjadi-jadi menyerang Kirana sampai wanita itu terpontang panting dan terluka parah.


Zaenal yang melihatnya sangat marah, ia tak menyangka kalau Sahira lebih buas dibanding dirinya dan membuat Kirana hampir mati.


"Hey, berhenti...!!!" teriak Zaenal sangat emosi.


"Apa? Kamu pikir aku akan mudah menuruti kemauan mu begitu saja? Hahaha, itu tak akan pernah terjadi!" ucap Sahira.


Zaenal menganga dengan nafas memburu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2