
Aida,semakin merasa kesal saja dengan diam nya marga seakan berusaha menyembunyikan tentang indentitas Allena.Allena sebagai korban Broken home seakan menjadi alibi agar dia bersimpati.
"A_".
"Allena, korban broken home itu benar adanya aida".Ucap marga,memotong ucapan aida."Dia gadis yang penuh luka, akulah orang yang pertama mendengar kisah sedih nya langsung dari dia sendiri".Jelas marga, tanpa menoleh.
Aida yang hendak protes pun menjadi terdiam.Diam duduk manis,mencerna penjelasan marga.Lagi-lagi di jelaskan dengan setengah-setengah.
"Allena,gadis kecil milik rey,dia sudah mengalami penderitaan sejak usianya baru menginjak 10 tahun, akibat perceraian orang tuanya bahkan dia pernah mengonsumsi narkoba,jenis ganja, mengonsumsi wine dan juga pecandu rokok berat".
"Allena Aidira,nama lengkapnya.Terlahir di keluarga konglomerat dengan bergelimang harta tapi kenyataannya jauh di dalam lubuk hatinya,dia terluka,dia merindukan cinta dan kasih sayang.Dia wanita penuh luka aida.Dan".Rasanya,marga tak mampu melanjutkan ceritanya,terlalu sakit untuk di bayangkan atas hari-hari yang dialami oleh Allena.
Karena tak kuat membayangkannya,hingga dia meneteskan air mata.Seperti kata allena'orang lain hanya mampu merasakan tapi tidak mengalami '.Kata-kata itu terus terngiang-ngiang dalam pikiran marga.
__ADS_1
Aida,paham betul dengan apa yang dialami oleh gadis bernama Allena Aidira.Dari cerita marga saja,dia mampu menyimpulkan keseluruhan isi cerita tanpa perlu menjelaskan.
"Berhenti".Teriak aida.
Marga,mendadak mengerem.Menghentikan laju mobilnya demi mendengar teriakkan aida."Kenapa?".Dia khawatir dengan teriakan aida,takut jika aida salah paham pada diri nya.
"Kamu sedang dalam keadaan menyetir,mas.Gak baik bercerita apalagi itu sampai menguras emosi kamu".Ucap lembut aida,menyentuh lengan marga.
Marga tersenyum,balik menyentuh lengan Allena."Iya maaf,sayang".Sahut marga.Kembali fokus menatap ke arah jalanan.
Marga,mengusap puncak kepala aida yang tertutup kain jilbab."Wajar kamu cemburu.Toh itu sudah menjadi kodrat perempuan.Aku hanya minta sama kamu,bantu aku".Mohon marga.
Aida,duduk kembali tak lagi menyandarkan kepalanya pada bahu marga."Apa yang bisa aku bantu?".Tanya aida, menatap penuh kasih pada marga.
__ADS_1
"Tolong, jangan cemburu bila suatu saat nanti aku berada dekat dengan Allena".Pinta marga.
Bak di sambar petir di siang bolong,aida hanya mampu menatap marga dengan beribu pertanyaan.Permintaan ataukah sebuah keharusan.Jangan kan dekat,hanya melihat saja rasa nya dia tak rela kekasih hatinya dekat dengan wanita lain.
Tapi, sekali lagi hati nuraninya mengkhianati dirinya.Dia sadar betul kekasih nya ingin menolong gadis penuh luka itu bukan maksud untuk mengkhianati nya.
"Andai aku punya hati seluas samudera.Kamu menikah dengan dia pun aku rela".Aida,pasrah sekali dengan takdir yang mungkin nanti tak sesuai dengan harapan nya.
Marga,menyentuh bibir aida dengan jari telunjuknya."Jangan mengatakan yang tidak-tidak aida".Ucap marga, menggelengkan kepala."Pahami dulu masalah nya.Mungkin kamu juga bisa ikut andil di dalam nya sebelum kamu pergi meninggalkan ku lagi".
"Maksud?".
"Bantu aku agar Allena terbebas dari narkoba,pecandu minuman alkohol dan perokok.Bantu aku".Pinta marga,seraya mengatupkan kedua tangannya.
__ADS_1
Aida, nampak berpikir.Membantu orang dengan luka hati bahkan mungkin tergolong kesehatan mentalnya terganggu bukan lah hal yang mudah.Apalagi si penderita nya sudah lama mengalami gangguan mental,jika memang benar begitu.