Broken Angel

Broken Angel
Part 79


__ADS_3

Allena berteriak kencang seakan mengumumkan pada penghuni lautan bahwa dia tengah merasakan kesakitan.Rasa sakit itu ternyata tak pernah pudar,terkekang oleh waktu,tergusur oleh tenaga dan terhapus oleh kesibukan.


Tapi, ternyata Allena keliru.Salah menafsirkan,dia kira dengan kesibukan nya rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya termakan oleh waktu.Tapi, ternyata rasa sakit itu telah menjelma bak bayang-bayang hitam menghantui hidupnya.


Beruntung nya Allena karena dia berteriak di alam terbuka meski ada orang yang lalu lalang ada pula segerombolan orang yang tengah memancing,tak membuat teriakannya terdengar oleh orang lain.


Beda hal dengan semalam,Allena berteriak pun ada yang melarang.Di larang oleh seorang ibu dari dua bocah kecil, malaikat nya,pelipur lara nya dan menjadi penyemangat dalam hidupnya.


Di lautan ini,dia bisa leluasa berteriak tanpa ada yang melarang, tanpa ada yang merasa terganggu,dan tanpa takut kena teguran.


Di rasa sudah cukup bagi Allena untuk mencurahkan segenap perasaannya dengan berteriak.Dia,berjalan keatas,ke tepi lautan.


Dengan cara berteriak masih belum mempan di rasa oleh Allena,dia mengambil bungkus rokok di dalam saku celananya, mengeluarkan nya dan kemudian menghisapnya.


Kepulan demi kepulan asap rokok memenuhi udara.Dia yang selama satu bulan belum menyentuh benda yang menjadi candu baginya,kini dengan leluasa dia bisa mengonsumsinya tanpa ada yang mengawasi.


Semakin Allena mengingat rasa sakit itu, semakin banyak pula kepulan asap rokok yang keluar dari mulutnya,bak setiap kepulan asap rokok mewakili perasaannya.

__ADS_1


"Memang rokok yang paling mengerti dengan perasaan ku".Ucap Allena,semakin menghisap ujung rokok itu secara terus-menerus.


Tak di pedulikannya tatapan orang-orang yang lewat dan sempat berbisik mengenai penampilan dan kebiasaannya.


"Masih muda,tapi penampilan urakan kayak gitu".


"Cewek-cewek merokok".


"Gadis nakal nih pasti dia gak punya masa depan".


Sebanding dengan sikap Allena yang tidak memperdulikan ocehan mereka yang baginya ocehan mereka seperti angin lalu, bahkan dia malas membalas ocehan orang-orang.


"Hina lah aku sesuka hati kalian.Tapi,ingat jangan pernah menilai seseorang dari penampilan luarnya saja".Ucap Allena, di sela-sela merokoknya.


Meski tampak tak memperdulikan, tapi sebenarnya Allena memperhatikan wajah-wajah orang yang berbisik mengenai penampilan nya dan bahkan menghinanya.


Bukan untuk dia balas,atau dua dendam.Hanya,Allena tidak suka jika orang lain hanya melihat perilaku orang lain dengan melihat penampilan luarnya saja.

__ADS_1


Tak terasa,Allena sudah menghabiskan satu bungkus rokoknya, tanpa tersisa dan tanpa ada cadangan rokok yang tersedia di saku celananya.


"Sial,gak pernah mempan hanya dengan satu bungkus rokok saja"?Umpat Allena.


Rasa sakitnya masih ada,tapi rokok nya sudah habis padahal dia masih membutuhkan rokoknya untuk bisa menetralisir masalahnya, membuat Allena mencari-cari rokok atau benda-benda yang setidaknya bisa mengurangi rasa sakitnya dengan terus mengaduk-aduk seisi jantung celana dan bajunya.


Tapi, bukan rokok yang allena temukan di balik saku bajunya, melainkan sejenis obat berwarna kuning, dengan bentuk bulat terbungkus oleh plastik kecil.


"Ini_". Pikiran Allena kembali melayang pada kenangan saat-saat dirinya bersama dengan Andre."Inikan pil ekstasi yang waktu itu di kasih oleh Andre?".Ucap Allena.


Yah,obat berwarna kuning itu adalah pil ekstasi yang di berikan oleh Andre saat Allena di Landa stres berat.Belum sempat Allena minum,tapi obat itu selalu di bawa oleh Allena.


Allena mengamati setiap lekuk obatnya, menimbang-nimbang keputusan nya tentang apakah dia harus mengonsumsi obat itu atau tidak.


Lagi, pikiran Allena yang kalut,tak ada rokok,tak ada bir hingga membuat Allena nekat mengonsumsi obat yang belakangan dia tau adalah pil ekstasi.


Seketika tubuh Allena ambruk ke bawah setelah mengonsumsi obat itu.Allens tak lagi merasakan kesakitan,tak ada teriakan-teriakan kegembiraan yang ternyata itu adalah sebuah halusinasinya karena Allena sudah berada di alam lain.

__ADS_1


__ADS_2