Broken Angel

Broken Angel
Part 64


__ADS_3

Disinilah mereka berada,di sebuah danau yang santer di mitos kan sebagai tempat pemujaan orang-orang yang menginginkan kaya secara instan tanpa bekerja keras.


Allena dan Rey, tengah duduk di kursi yang secara sengaja di sediakan untuk sekedar bersantai ria, sembari menikmati semilir angin yang berhembus di bawah pohon dan danau buatan dengan segala mitosnya yang di bicarakan secara turun-temurun itu.


"Kenapa,loe bawa gue kesini?".Tanya allena,tanpa menatap rey.


"Sengaja".Sahut rey.


"Kenapa?".


"Agar pikiran mu tenang".Sahut Rey,menatap pada wajah Allena yang sering membuang muka, seakan tak berani bersitatap secara langsung.


Allena tersenyum,smirk."Terimakasih sebelumnya, tapi saya rasa ini semua tak mempan bagi ku". Ucapnya."Gue hanya butuh rokok,bukan ke tempat angker dengan segala mitosnya".Gertak Allena.


Rey,terdiam.Mengamati mimik muka Allena, terutama di bagian bibirnya.Bi Ir Allena agak kehitam-hitaman,mungkin itu efek dari Allena yang sering merokok.


"Kenapa,harus dengan rokok?".Tanya Rey, memancing."Masih ada cara lain untuk menyelesaikan masalah,selain dengan rokok_".

__ADS_1


"Yah,betul dengan minuman beralkohol misalnya, dengan narkoba juga jadi".Sahut Allena,menyambar ucapan rey.


Rey,bergeleng kepala, ternyata Allena berpikir sejauh itu tanpa memikirkan efeknya untuk melupakan masalah nya yang sayangnya itu hanya sementara saja.


"Kenapa harus dengan wine,atau narkoba untuk menyelesaikan masalah mu?".Tanya, rey.


Allena memutar bola matanya,jengah."Karena loe gak tau apa yang gue alami,apa yang gue rasain?.So,lebih baik loe diem aja".Sentak Allena,sembari berlalu menuju danau.


"Karena itu,aku ingin tahu".Teriak Rey, menginterupsi langkah kaki allena.


Allena, menghentikan langkah kakinya."Untuk itu, sebaiknya loe gak usah tau.Seperti yang udah gue bilang,berhenti mengurusi hidup orang lain".Gertak Allena.


"Terlambat".Sambar Allena."Jangan jadi,pahlawan kesiangan,semua sudah terlambat dan takkan pernah bisa di kembalikan lagi ".Sentak Allena.


"Tidak ada kata terlambat,semua punya kesempatan kedua_".


"Sayangnya itu tidak berlaku bagi hidup ku".Sambar Allena lagi,dia menoleh kearah samping."Pernahkah kamu mendengar peribahasa,gelas yang pecah tidak akan bisa di satukan lagi,meski bisa tetap itu tidak akan menjadikannya ke bentuk semula".Jelas Allena.

__ADS_1


Rey,hanya manggut-manggut saja dengan penjelasan Allena.Benar,apa yang di katakan Allena,tapi bukan berarti harus putus asa pada keadaan begitu saja,bukan?.


"Begitu pun dengan hidup ku.Hidup ku sudah terlanjur hancur.Di hancurkan oleh orang tua sendiri dan di bangkitkan oleh sebuah harapan,hidup ku tidak seperti orang kebanyakan".


Allena tanpa sadar telah menceritakan kehidupan masa lalunya dan bahkan mentalnya yang di patahkan oleh orang tuanya sendiri,tanpa dia minta, tanpa dapat dia bendung.Cerita itu terus mengalir, mengikuti alur ceritanya.


Allena, dengan gamblangnya menceritakan masalah hidupnya pada orang lain.Ini adalah momen pertama nya,dia bercerita dengan legowo pada orang yang bahkan sejak hari pertama pun sudah menabur bibit-bibit kebencian di hatinya.


Terdorong oleh suasana,terbawa oleh arus kesedihan membuat Allena tanpa sadar bercerita.Sesuatu hal yang pantang Allena ungkapkan.


Lain hal dengan mamah Axel,dia yang baru saja merampungkan rencananya untuk membalas perbuatan mantan suaminya yang mengancam reputasi dan keberlangsungan perusahaannya,di buat murka dan naik pitam tatkala dia menerima telpon dari pihak sekolah yang menyatakan Allena di keluarkan dari sekolah.


Lelah jiwa raga dan pikirannya, membuat mamah Axel cepat emosi.Berita buruk mengenai perilaku putrinya, amat-amat membuat nya emosi.


"Allena Aidira,entah apa lagi yang dia perbuat?".Gertak mamah Axel, begitu emosinya."Dasar anak susah diatur". Gertaknya lagi.


Saking emosinya, dadanya sampai naik-turun dan hidung nya menjadi kembang kempis dengan tangan mengepal,geram dengan kelakuan putrinya sendiri.Tapi,tidak berkaca pada kelakuan nya,tidak bertanya tentang masalah hidup yang dialami oleh putrinya sendiri.

__ADS_1


Menghakimi tanpa tau duduk perkaranya, menyalahkan tanpa meminta penjelasan.Itulah Axel, wanita yang menjadi gila kerja sejak perceraian nya dengan suaminya.


"Akan aku berikan pelajaran kau,Allena".Gertak mamah Axel, menggemelatukkan giginya.


__ADS_2