
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 130
...•...
"Lu tenang aja, Nur! Identitas Sahira aman kok, gue bakal jaga rapat-rapat rahasianya! Lu percaya aja sama gue, gak akan gue kasih tau siapapun tentang ini dan cuma gue yang tahu siapa Sahira sebenarnya! Sekarang, tolong libatkan gue dalam pencarian Sahira! Karena gue pengen banget ketemu lagi sama dia, gue gak bisa jauh-jauh dari Sahira kayak gini!" ucap Lucas penuh ketulusan.
Nur masih terdiam bingung harus mengatakan apa, tidak mungkin ia melibatkan Lucas karena takut nantinya malah akan membahayakan nyawa pria tersebut. Ya tentu saja karena Nur sendiri juga belum tahu siapa musuhnya saat ini, siapa yang sudah menculik sahabatnya dan membawa pergi begitu saja Sahira dari muka bumi ini.
Namun, desakan dari Lucas serta tatapan tulus yang semakin memohon pada Nur untuk diikutsertakan dalam pencarian Sahira membuat hati gadis itu gelisah tak menentu. Nur sangat-sangat bingung apa yang harus dilakukannya, tak mungkin juga ratu membolehkan Lucas membantunya mencari Sahira apalagi Lucas adalah seorang manusia biasa dan lebih gawatnya lagi adalah jika nanti ratu tau kalau Lucas berpacaran dengan Sahira di bumi.
"Aduh gue bingung banget, Lucas terus-terusan paksa gue buat libatin dia! Tapi, mana mungkin coba gue bawa Lucas ke nirwana buat nyusun rencana pencarian Sahira? Yang ada satu khayangan bakal benci sama gue dan bisa aja gue diusir dari sana karena udah bawa manusia, ah kenapa jadi ribet kayak gini sih urusannya?" batin Nur bingung.
Melihat Nur yang masih terdiam dan nampak kebingungan, Lucas jadi merasa tidak enak lalu berpikir untuk mengurungkan niatnya yang hendak bekerjasama dengan Nur dalam usahanya mencari Sahira. Ya tentu Lucas tahu kalau Nur saat ini dilanda bingung yang amat sangat, ia pun tak mau semakin membebankan Nur dengan keinginannya.
"Huh, oke deh kalo emang lu gak mau ajak gue buat ikut cari Sahira gapapa kok! Gue sadar kalo gue cuma manusia biasa yang gak bisa apa-apa, nanti kalau gue ikut sama lu pasti bakal jadi beban buat lu dan malah nyusahin lu!" ucap Lucas penuh rasa bersalah sembari bangkit dari duduknya.
Nur sadar dari lamunannya saat Lucas berbicara lalu berdiri, ia berusaha menahan pria itu agar tak pergi dari sana. Ya walau ia juga masih bingung apa yang harus dilakukannya saat ini, ia tak tahu apakah ratu bisa menerima ini semua jika mengetahuinya nanti.
"Tunggu, Lucas! Lu jangan bicara begitu! Gue bukannya gak mau ngelibatin lu buat ikut cari Sahira, tapi gue cuma takut aja kalau nanti penjahat yang culik Sahira malah jadi ngincer lu! Udah ya lu cukup bantu doa aja buat keselamatan Sahira, serahin semuanya ke Tuhan yang maha esa!" ucap Nur.
Lucas terdiam lalu memberikan senyum tipis ke arah wanita di sampingnya, ia duduk kembali disana seraya memandang wajah Nur.
"Iya gue paham kok, makanya gue gak maksa lagi buat diikutsertakan dalam pencarian ini! Maaf ya tadi gue sempat bikin lu mikir keras, gue cuma berharap semoga Sahira bisa selamat dan kembali kesini!" ucap Lucas tersenyum.
__ADS_1
"Santai aja ya, gue bakal terus berusaha buat menemukan Sahira dan bawa dia kesini! Oh ya, tapi gue harus hilangin dulu ingatan lu tentang identitas Sahira yang sebenarnya... Gue gak mau ambil resiko takutnya lu bicara ke orang lain, karena identitas kita harus selalu dirahasiakan!" ucap Nur.
"Tolong, jangan hilangkan semua ingatan gue tentang Sahira! Gue gak bisa kalau sampai itu terjadi, ayolah gue janji kok bakal jaga rahasia ini baik-baik!" ucap Lucas memohon pada Nur agar tak menghilangkan ingatan dalam kepalanya.
"Lu tenang aja, gue cuma ambil ingatan lu tentang Sahira itu bidadari! Sisanya bakal gue biarin kok, gapapa kan? Ini bukannya gue gak percaya sama lu, tapi buat jaga-jaga aja..." ucap Nur.
"Ya oke, gue setuju!" ucap Lucas pasrah.
"Makasih, Lucas!" ucap Nur tersenyum.
Wanita itu pun mulai melakukan proses penghilang ingatan untuk menghilangkan memori di dalam kepala Lucas tentang Sahira yang merupakan bidadari, Nur mengeluarkan tongkatnya lalu memutar-mutar tongkat tersebut sampai muncul sinar yang merupakan kekuatannya.
Lucas terperangah melihatnya, belum pernah ia melihat kekuatan bidadari secara langsung. Perlahan Nur mengangkat tongkatnya ke atas sembari membaca mantranya, ia pun menempelkan tongkat tersebut pada pucuk kepala Lucas.
Dengan demikian hilanglah ingatan pria tersebut yang mengetahui jika Sahira merupakan bidadari, Nur menyimpan kembali tongkatnya kemudian meminta Lucas membuka matanya.
''Ayo buka mata lu!" ucap Nur.
"Kita abis ngapain?" tanya Lucas terheran-heran.
"Gak kok, tadi lu dateng kesini buat ajakin gue kerjasama nyari Sahira! Tapi, setelah itu lu bilang kalau lu gak jadi ikut sama gue buat nyari Sahira!" jawab Nur menjelaskan.
"Ohh...."
Lucas manggut-manggut sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia sebenarnya bingung belum mengerti apa yang terjadi.
Sementara itu, dari kejauhan Alan masih memperhatikan kedua orang tersebut.
"Wah gue gak nyangka si Nur juga bidadari, berarti selama ini gue pacaran sama bidadari dong!" batin Alan.
Gloprakk...
__ADS_1
Tanpa sengaja ia menendang pot tanaman yang ada di dekatnya, tentu saja pot tersebut terjatuh dan pecah serta menimbulkan suara.
"Siapa itu...??"
...•••...
Disisi lain, Sahira menghentikan latihannya karena merasa lelah dan sekujur tubuhnya pegal-pegal akibat berlatih bersama Dimas dari pagi. Mereka pun istirahat sejenak di pinggir sembari meminum sebotol air jeruk yang menyegarkan, Dimas tersenyum menatap wajah gadisnya yang terlihat berkeringat serta kecapekan.
Ya saat ini Sahira murni seorang manusia biasa, makanya ia bisa merasakan keletihan serta mengeluarkan keringat cukup banyak. Tapi, justru bagi Dimas itu menambah sensasi yang menggoda karena Sahira menjadi lebih seksi.
"Capek ya?" ucap Dimas basa-basi sembari menyeka keringat di dahi kekasihnya.
Sahira manggut-manggut saja karena masih mengatur nafasnya, baru kali ini ia merasakan keletihan yang amat sangat tak seperti sebelumnya ketika ia masih menjadi seorang bidadari terkuat.
"Tapi, aku bangga loh sama semangat kamu buat balikin kekuatan kamu! Sejauh ini perkembangan kamu luar biasa, aku yakin gak lama lagi kamu pasti bisa kembali seperti dulu!!" ucap Dimas tersenyum memuji kekasihnya, ia mendekat ke tubuh Sahira lalu membelai rambut gadis itu lembut.
"Semoga aja ya, supaya kita bisa balik lagi ke nirwana seperti dulu! Aku juga kasihan sama ratu, dia pasti terpukul banget karena kehilangan semua kekuatan sekaligus kekuasaannya!" ucap Sahira dengan nafas tersengal-sengal.
"Ya aku juga ngerasa begitu, tapi aku yakin kebenaran pasti akan menjadi pemenangnya nanti! Asal kita mau bekerja keras untuk mencapai kemenangan itu, jangan menyerah ya cantik!" ucap Dimas menyemangati Sahira.
"Iya kamu benar, Dimas! Aku bakal terus berusaha demi kesejahteraan kaum bidadari, makasih ya kamu selalu ada di sisi aku!" ucap Sahira tersenyum.
Dimas merangkul gadisnya sembari mengecup kening berkeringat Sahira, ia turut senang karena bisa bersama Sahira kembali.
"Aku kan sangat mencintai kamu, sayangku! Gak mungkin aku tinggalin kamu, walau kamu sekarang udah bukan lagi seorang bidadari tapi aku akan tetap berada di sisi kamu! Because i love you..." ucap Dimas penuh ketulusan, pandangan matanya menunjukkan berbagai arti yang sulit dimengerti.
Cuppp...
Dua bibir saling beradu menjadi penutup latihan mereka hari ini.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...