Broken Angel

Broken Angel
Part 74


__ADS_3

Msh Sri dengan sabarnya memperhatikan Allena yang masih hanyut dalam kesedihan,di busi oleh harapan dan di patahkan oleh kenyataan.


Sudah sejak satu jam ini,Allena masih duduk selonjoran,terkadang dia mendongak keatas demi menetralisir rasa sakitnya.


"Allena".Panggil mah Sri dengan lembut nya.


Allena menoleh ke samping."Yah".


"Maaf sebelumnya,apa mamah ini boleh tau masalah hidup kamu?".Tanya mamah Sri.


Allena,kembali terdiam,sangat sulit dia menceritakan masalah hidupnya.Bukan tentang dia yang tidak mampu menjelaskan,akan tetapi semakin di ceritakan,akan semakin teringat masa-masa paling menyakitkan itu.


"Huh'.Allena, menghembuskan napasnya secara kasar."Karena kalian udah mau menampung ku dan memberikan kebahagiaan baiklah akan aku ceritakan masalah ku pada mu".Ucap Allena.


Pada akhirnya Allena harus mengalah, menceritakan sedikit masalah nya pada orang yang telah memberikan kehidupan padanya tanpa bertanya.Allena,tau bahwa mamah Sri bukan tidak ingin bertanya hanya saja Allena nya lah yang belum siap dan kesedihan itu masih tampak terlihat di wajah Allena.

__ADS_1


Dengan seksama mamah Sri mendengarkan Allena bercerita,di mulai dari masa kecilnya yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan.Hingga tiba Allena bercerita tentang awal kehancuran keluarga kecilnya.


"Ayah dan mamah ku bercerai karena kasus perselingkuhan".Allena bahkan harus meneteskan air matanya,kala mengingat pertengkaran demi pertengkaran dapat Allena saksikan dan dengarkan,Allena kecil harus di hadapkan pada konflik orang dewasa.


Mamah Sri mengusap punggung Allena, memberikan nya kekuatan pada jiwa Allena yang rapuh.


"Bahkan umur ku masih 10 tahun,aku menyaksikan sendiri pertengkaran orang tua ku".Ucap Allena,kembali dia tidak bisa menahan Isak tangisnya."Aku hidup sendiri dalam rumah yang mewah dan luas itu,rumah itu seperti neraka bagi ku,hanya memberikan luka hati dan kesehatan mental ku saja terganggu".Ucap Allena, terbata-bata.


Mamah Sri memeluk erat tubuh Allena, seakan merasakan kesakitan yang allena alami.Tak bisa dia bayangkan bagaimana kehidupan Allena di tengah-tengah konflik keluarga,lebih parahnya itu di lakukan oleh orang terdekatnya.


Allena semakin menangis sejadi-jadinya di pelukan ibu dari anak kecil yang polos dan masih bersih itu.


"Haruskah aku m***saja agar mereka sadar,bahwa ada aku disini.Ada aku,buah hati mereka yang dulu bahkan harus berjuang untuk mendapatkan aku.Tapi sekarang _".Allena tidak bisa melanjutkan kata-katanya,terlalu sakit dia rasakan kala mengingat kehancuran keluarga nya akibat orang ketiga dan keegoisan orang tuanya.


Allena terluka, mentalnya terganggu dan dia tidak bahagia.Tapi, bahkan Allena sakit pun tak ada yang peduli.Orang tuanya terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri,tanpa tau bahkan bertegur sapa pun tidak.

__ADS_1


Mamah Sri,melepas pelukannya.Menghapus jejak air matanya,ulasan senyum dia berikan untuk allena.Gadis manis yang baru dia kenal satu bulan lalu,gadis yang belakangan dia ketahui hidupnya tak jauh berbeda dengan nasib hidupnya.


Cerita Allena seakan telah membangkitkan memori otaknya, tanpa seizinnya bahkan tanpa memikirkan sang empunya.Memori kenangan itu berputar bak kaset yang terus berputar-putar,merangkai kejadian demi kejadian seperti benang merah yang terus tersusun rapih,merangkai cerita pilu.


"Allena".Panggil mah Sri.


Allena,menoleh pada mamah Sri."Yah".


"Kamu mau mendengar cerita masa lalu ku?".Tanya mamah Sri,menatap sendu manik mata Allena.


Allena,terdiam sebentar.Sudah sebulan ini, komunikasi diantara mereka sangat baik hanya tentang masa lalu mamah Sri yang belum dia ketahui dan mamah Sri sendiri yang tidak pernah bercerita.


Malam ini,entah kenapa mamah dari dua anak kecil itu memutuskan sendiri untuk menawarkan diri bercerita tentang masa lalunya, tanpa dia minta, tanpa dia paksa.Dia sendiri yang memberikan penawar untuk racun di hatinya, memberikan obat bagi sakit mental nya.


"Boleh".Jawab Allena,pada akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2