
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 113
...•...
Begitu langit sudah berganti cerah, Sahira & Nur langsung pergi bersama-sama menuju rumah sakit untuk menjenguk Aldi yang masih dirawat disana. Tak lupa juga mereka membawakan makanan untuk para anggota wild blood yang ada disana termasuk tentunya pacar-pacar mereka. Namun, tampaknya Sahira masih kepikiran dengan perkataan sang ratu sehingga ia terdiam saja saat di dalam mobil.
Nur yang melihat itu menjadi terheran-heran, ia pun coba menatap wajah Sahira lalu bertanya pada sahabatnya apa yang membuatnya sampai melamun seperti itu. Dengan perlahan Nur membuka mulutnya sambil menyentuh pundak Sahira, ia melakukan itu agar sahabatnya tersebut tidak terkejut.
"Sahira, lu kenapa sih?" tanya Nur penasaran.
Walau Nur sudah pelan-pelan tetap saja Sahira terkejut karena pikirannya tadi sedang kosong, ia pun reflek menoleh ke wajah sahabatnya.
"Eh, gapapa kok! Gue cuma mikirin keadaan Aldi aja gimana, kasihan loh dia dipukulin sampe masuk rumah sakit!" ucap Sahira mengelus dadanya.
"Ohh gue kira ada pikiran lain gitu, tapi iya juga sih gue kasihan banget sama Aldi! Kira-kira kalo kita bangun sembuhin dia pake kekuatan kita, gimana ya?" ucap Nur memberi usul pada Sahira.
"Hus! Kita gak boleh pake kekuatan kita sembarangan lagi, semalam ratu udah tegur gue secara langsung! Dia dateng ke kamar gue terus kayak marah-marah gitu sama gue, dia ngebahas tentang gue yang pake kekuatan waktu sembuhin Lucas!" ucap Sahira.
"Serius? Waduh kalo gitu kita harus lebih hati-hati lagi deh, jangan sampe ratu malah tambah marah! Mendingan sekarang ini kita pake kekuatan doa aja buat bantu kesembuhan Aldi, supaya ratu juga gak marah-marah lagi!" ucap Nur.
"Iya bener, gue kapok deh gak mau lagi keluarin kekuatan gue di bumi! Marahnya ratu itu lebih serem tau daripada siapapun di dunia ini!" ujar Sahira.
"Oh ya? Untung aja gue baru sekali gunain kekuatan gue, itu juga buat nyembuhin diri gue sendiri! Jadi gue aman deh gak dimarahin ratu, hehehe..." ujar Nur nyengir.
"Yeh dia malah nyengir, iya lu gak dimarahin tapi semalam ratu nugasin kita buat cari tau tentang kekuatan hitam yang mau kuasain bumi!" ujar Sahira.
"Hah? Emangnya kekuatan apaan??" tanya Nur kaget sampe menganga lebar.
"Ya gak tau, makanya ratu nyuruh kita buat cari tau! Katanya kekuatan itu dahsyat luar biasa, kita juga disuruh minta bantuan Dimas!" jawab Sahira.
"Waduh gue gak mau ikut-ikutan dah kalo gitu, ngeri! Nanti yang ada gue mati lagi, kan gak lucu kalo gue mati sebelum nemenin Alan di nirwana!" ucap Nur.
"Yeh kalo gitu lu bakal dimarahin ratu nanti!" ujar Sahira mengingatkan sahabatnya itu.
"Eh eh eh, yaudah deh gue mau!" ucap Nur.
"Nah bagus itu!"
Akhirnya mereka pun setuju untuk mencari tahu tentang kekuatan hitam yang dahsyat itu, mereka juga akan mencari dimana keberadaan Dimas.
__ADS_1
•
•
Sesampainya di rumah sakit, Sahira bersama Nur langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam sambil membawa rantang makanan untuk Lucas dan anggota wild blood lainnya. Sahira menelpon kekasihnya itu untuk bertanya dimana ruang rawat Aldi, sementara Nur menunggu sambil menenteng kantong kain berisi rantang makanan.
📞 "Halo, Kas! Ini aku sama Nur udah sampe di rumah sakit, terus itu ruangannya Aldi dimana ya? Kita mau jengukin dia nih sekalian bawa makanan buat kamu sama temen-temen kamu..." ucap Sahira.
📞"Ohh, kamu dimana sekarang? Biar aku samperin aja soalnya aku juga gak lagi di ruang Aldi," ucap Lucas.
📞"Yaudah deh, aku ini masih di depan rumah sakit! Kamu kesini aja ya aku lagi sama Nur ini di samping pintu rumah sakitnya..." ucap Sahira.
📞"Oke, tunggu ya sayang! Pangeran tampan mu ini akan datang menjemput sebentar lagi.." ucap Lucas sambil nyengir pelan.
📞"Iya," ucap Sahira singkat.
Setelah itu, Sahira pun mematikan teleponnya lalu menaruh kembali benda pipih itu di sakunya.
"Gimana?" tanya Nur penasaran.
"Lucas mau kesini katanya," jawab Sahira.
"Ohh, yaudah jadi kita nunggu nih? Lama apa enggak?" tanya Nur lagi.
"Gak lama kok, paling cuma sebentar..." ucap Sahira.
Nur diam duduk di kursi yang tersedia bersama Sahira, mereka menunggu disana sampai Lucas datang untuk menjemput mereka.
"Hey, sayangku!" ucap Lucas menyapa Sahira sambil tersenyum lalu menepuk pundak Sahira.
"Eh Lucas, akhirnya kamu datang juga!" ucap Sahira langsung berdiri menyambut Lucas.
"Iya, maaf ya lama tadi tiba-tiba aku kebelet!" ucap Lucas sambil nyengir garuk-garuk kepala.
"Ya gapapa kok, yaudah sekarang dimana ruangan Aldi?" tanya Sahira penasaran.
"Ohh ada disana, yuk kita bareng-bareng!" ujar Lucas sambil merangkul pundak kekasihnya.
Lucas & Sahira pun jalan berdua di depan, sementara Nur harus jalan sendirian mengikuti di belakang pasangan kekasih itu sambil menenteng rantang.
"Hiks gini amat nasib gue, harus jadi bayang-bayang sepasang kekasih yang lagi dimadu asmara!" gumam Nur bersedih karena harus menyaksikan kemesraan sahabatnya dengan sang kekasih itu.
...•••...
Disisi lain, Kania juga sudah siap-siap ingin menjenguk Aldi di rumah sakit. Namun, lagi-lagi abangnya sudah menunggu di ruang tamu ketika Kania hendak pergi keluar.
"Mau kemana?" tanya Valen dengan nada berat.
__ADS_1
"Eee gue mau ke rumah sakit, jenguk temen!" jawab Kania pelan sambil menunduk.
"Ohh, pagi-pagi amat sih? Lu udah sarapan belum?" ujar Valen masih fokus menonton tv.
"Ya udah lah kak, kan tadi gue sarapan bareng sama lu! Makanya jangan kebanyakan nonton tv kan jadi pikun, masa baru beberapa jam aja udah lupa!" ujar Kania.
"Oh iya gue lupa, yaudah sana pergi!" ujar Valen.
"Dih ngusir," ucap Kania cemberut.
"Siapa yang ngusir? Tadi kan lu bilang mau pergi, nah yaudah gue izinin! Masa gitu doang dibilang ngusir?" ujar Valen.
"Iya iya, yaudah gue pergi dulu..." ucap Kania mengulurkan tangan ke arah abangnya, namun Valen tidak sadar karena masih fokus nonton tv.
"Ish, bang gue mau salim!" sambung Kania sedikit mengeraskan suaranya.
"Heh, songong banget lu bentak-bentak gue! Ada apaan sih?" ujar Valen malah marah-marah.
Sontak Kania langsung kaget karena abangnya mendadak marah seperti itu, apalagi Valen juga menatapnya dengan mata melotot.
"Ih ya lagian lu sendiri sih, gue tuh mau cium tangan sama lu sebagai tanda adik yang sholehah! Eh tapi lu nya malah ngeliatin tv aja...." ujar Kania.
"Ohh," ucap Valen singkat lalu menyodorkan tangannya ke arah Kania.
Kania pun langsung mencium punggung tangan abangnya itu dengan cepat, setelahnya ia kembali pamitan pada Valen untuk pergi keluar.
"Yaudah bang, gue pergi dulu ya! Assalamualaikum," ucap Kania tersenyum tipis.
"Waalaikumsallam, hati-hati lu!" ujar Valen kemudian duduk kembali di sofa lalu lanjut nonton tv.
Sedangkan Kania berjalan keluar rumahnya menghampiri kang Amin yang sedang mencuci mobil di halaman depan rumahnya.
"Yah, kang Amin lagi sibuk ya?" tanya Kania.
"Eh enggak kok, non! Cuma nyuci mobil aja biar keliatan lebih kinclong..." jawab Amin sambil nyengir.
"Ya itu sama aja sibuk, kang!" ujar Kania.
"Hehe emang kenapa ya non?" tanya kang Amin.
"Tadinya aku mau minta anter ke rumah sakit, tapi karena kang Amin lagi sibuk yaudah gak jadi deh! Aku mau pesan taksi online aja..." ucap Kania.
"Duh gausah non, mending tunggu aja saya sampe selesai cuci mobilnya! Ini udah tinggal dibilas kok!" ujar kang Amin.
"Kelamaan ah, kang! Aku pesen taksi aja!" ujar Kania pergi keluar gerbang sambil mengotak-atik ponsel di tangannya.
Kang Amin pun lanjut mencuci mobil itu sambil memandangi Kania yang berjalan keluar.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...