
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 132
...•...
Dimas tengah bersama Wilona yang kini juga sudah kehilangan seluruh kekuatannya, mereka berdua tampak sedang membahas rencana untuk bisa menghancurkan ratu Keira dan para bidadari nya.
Sekarang gadis itu memang sudah tak membenci Dimas yang telah mengambil kekuatannya, ia juga tidak bisa berbuat apapun. Jadi, menurutnya lebih baik kalau ia bekerjasama dengan Dimas supaya bisa memanfaatkan lelaki itu untuk menghabisi musuh-musuhnya.
"Dimas, kita tidak bisa terlalu lama diam disini saja! Aku ingin menghabisi ratu dan para bidadari itu, mereka harus segera mendapat pelajaran karena sudah berani mengambil alih tugasku! Kau sudah berjanji untuk membantuku, sekarang bahkan kau sudah menyedot seluruh kekuatanku! Untuk itu cepatlah kau habisi mereka, aku yakin dengan kekuatanmu yang sekarang mereka pasti akan dengan mudah kau habisi!" ucap Wilona.
Dimas menoleh lalu mendekat ke arah wanita itu, ia membelai rambut Wilona dengan lembut dan kemudian mengecup bibirnya sekilas. Memang bibir mungil gadis itu selalu menarik perhatian Dimas dan membuatnya ingin melumatt nya, mereka kini hanya bertatapan sembari tersenyum tipis.
"Kenapa kamu malah diam? Ini sudah saatnya kamu beraksi di luar, kalau kamu berhasil menghabisi mereka sudah tentu kamu akan bisa menjadi penguasa di seluruh alam semesta ini!" ucap Wilona.
Cupp...
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut pria itu, justru ia malah mengecup kembali bibir Wilona sekilas lalu mengusapnya lembut. Dimas menarik pinggang gadisnya hingga kini diantara mereka tak ada jarak, satu jarinya memaksa Wilona untuk mendongak kemudian mulai melumatt bibir gadis itu dengan ganas.
Dimas menahan tengkuk Wilona dengan satu tangannya, ia memperdalam ciumannya sehingga terasa menggairahkan. Dua lidah kini saling beradu mengikuti irama masing-masing, perlahan Dimas mendorong tubuh gadisnya sampai terpentok lemari yang ada disana. Ia menaruh dua tangan Wilona di atas kepalanya lalu mencengkeram kerat dengan tangan miliknya, ia pun kembali melumatt dan bermain di dalam rongga mulut Wilona.
Satu tangannya lagi meremass bukit Wilona yang masih tertutup baju, seketika tubuh gadis itu menegang dan erangan pelan terdengar di telinga Dimas yang membuatnya semakin bernafsuu.
Pria itu melepas sejenak ciumannya, dengan satu tarikan baju yang dikenakan gadis itu langsung robek dan kini terpampang jelas bukit kembar milik Wilona. Tangan-tangan nakalnya langsung meremaas-remass lembut dua bukit tersebut, Wilona berusaha menahan desahh nya dengan menggigit bibir bagian bawahnya serta memejamkan mata.
"Aku akan habisi mereka, tapi bukan sekarang! Karena sekarang waktunya aku menghabisi kamu terlebih dahulu di kamar ini, sayangku!" ucap Dimas dengan nada menggoda.
__ADS_1
Dengan cekatan Dimas melumatt bibir Wilona yang terbuka karena kaget, mereka pun kembali berciuman dan tangan pria itu juga tak berhenti meremass bukit kesukaannya.
"Ini gak bener, bisa-bisanya Dimas masih giniin aku padahal dia udah punya Sahira! Tapi, untuk sekarang aku hanya bisa pasrah diperlukan seperti budak olehnya karena kekuatanku juga telah hilang! Awas saja lain kali pasti aku bakal balas perbuatan kamu, tunggulah Dimas!" batin Wilona.
•
•
Sementara itu, Sahira masih merasa gelisah di kamarnya seorang diri karena ia sampai saat ini belum bisa 100 persen menguasai ilmu yang diajarkan Dimas padanya. Ia juga belum tahu bagaimana kondisi teman-teman bidadari nya saat ini dan tentunya Nur yang merupakan sahabat sejatinya juga belum ia ketahui dimana keberadaannya saat ini, Sahira hanya bisa berdoa untuk keselamatan mereka semua.
..."Bagaimana ini? Untuk menguasai ilmu tingkat dasar aja aku masih kesulitan, gimana aku bisa melawan penjahat itu nantinya? Kasihan ratu, dia pasti bingung banget saat ini untuk bisa merebut kembali yang harus menjadi miliknya..." batin Sahira risau....
Gadis itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu, ia hendak kembali latihan karena merasa tidak ada waktu untuk leha-leha saat ini apalagi teman-temannya berada dalam bahaya.
Ceklek...
Sahira pun membuka pintu kamarnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar, ia menoleh ke kanan dan kiri secara bergantian tapi tidak menemukan siapapun yang ada disana.
"Dimas lagi dimana ya? Apa aku minta bantuan dia lagi buat ajarin aku? Ah tapi enggak deh, kasihan juga Dimas kalau aku ganggu waktu istirahatnya! Mendingan aku belajar sendiri aja deh...." gumam Sahira kebingungan.
Singkatnya Sahira sudah sampai disana, ia membuka buku mantra pemberian Dimas untuk mempelajari ilmu bela diri tingkat pertama. Ya memang sebelumnya Sahira tidak perlu sampai melakukan ini karena ia terlahir sebagai bidadari, tapi kali ini ia bukan lagi seorang bidadari melainkan hanya manusia biasa yang tak bisa apa-apa.
Setelah membaca buku tersebut dan memahami isinya, ia pun mulai melakukan apa yang ada di dalam buku itu untuk mengetes apakah ia bisa melakukanya atau tidak.
Fail!
Percobaan pertama yang ia lakukan mengalami kegagalan, ia pun tampak kesal dan menjambak rambutnya sendiri sembari berteriak kencang.
"Aaarrgghh....!!!"
"Kenapa susah banget sih buat menguasai ilmu ini?" umpatnya kesal.
Namun, gadis itu tidak mau berhenti berusaha walau sudah mengalami kegagalan. Ia kini berusaha lebih fokus menatap ke depan sembari menghela nafas, barulah ia kembali melakukan gerakan seperti tadi yang tertera pada buku tersebut.
__ADS_1
Slaasshhh...
Jedeerrr....
Ya percobaan kali ini Sahira berhasil mengeluarkan kekuatan dari telapak tangannya, ia pun seakan tak percaya dan memandang tangannya itu seraya menganga karena ia telah berhasil.
...•••...
Disisi lain, ratu Keira berada di istana langit yang merupakan milik sang penguasa langit yakni Nuriddin Ilyasa atau biasa dipanggil Nuril. Ia datang kesana untuk meminta bantuan pada Nuril, karena ia tahu kekuatannya cukup besar dan mungkin bisa membantunya menemukan Sahira.
"Ada apa kau datang jauh-jauh kesini, Keira?" tanya Nuril yang baru datang dari dalam kamarnya.
Sontak ratu Keira langsung bangkit dari duduknya lalu memberi hormat pada Nuril, ia pun mulai menjelaskan maksudnya datang kesana.
"Aku dan seluruh bidadari mendapat masalah besar, kami kehilangan Sahira sosok bidadari terkuat yang berasal dari nirwana! Sampai saat ini aku tak tahu kemana dia pergi dan siapa yang membawanya, aku sudah berusaha keras mencari dimana dia berada! Namun, semua itu tidak berhasil karena seperti ada dinding kuat yang menghalangiku melihat Sahira!" jelas ratu Keira.
"Apa? Jadi ada yang berani mengusik ketenangan kaum bidadari nirwana, siapa orang itu? Besar juga nyalinya sampai berani melakukan itu, apa dia tidak tahu kalau kaum kau adalah yang terkuat di alam semesta bidadari??" ujar Nuril tampak kesal.
"Sampai sekarang aku juga belum berhasil mengungkap siapa penculik Sahira itu, tapi kemungkinan dia bukan orang biasa karena hanya orang dengan ilmu tinggi yang bisa menaklukkan Sahira!" ucap ratu Keira.
"Ya kau benar, bukankah Sahira masih menyimpan mustika merah di dalam tubuhnya?" tanya Nuril.
"Iya, dia masih menyimpannya saat terakhir kali aku menemuinya di bumi!" jawab ratu Keira.
"Baguslah, kita bisa gunakan mustika itu untuk melacak keberadaan Sahira! Biar aku yang melakukan ini di dalam kamarku, sekarang kau bisa kembali dan istirahatlah karena kau tampak lelah ratu! Nanti aku akan beritahu kamu kalau aku sudah berhasil menemukan Sahira..." ucap Nuril.
"Tidak, aku akan tetap disini membantumu! Aku gak mungkin bisa tenang dan beristirahat sementara Sahira dalam bahaya di luar sana, biarkan aku disini sampai aku tahu kalau Sahira baik-baik saja!" ucap ratu Keira.
"Ya baiklah, kamu boleh ikut denganku ke kamar untuk melacak keberadaan Sahira! Tapi ingat, kamu tidak boleh menyentuh apapun yang ada disana!" ucap Nuril.
"Terimakasih, iya aku janji tidak akan menyentuh apapun milikmu! Aku juga mengerti kalau soal itu, sekali lagi terimakasih karena sudah mau membantu aku dan Sahira!" ucap ratu Keira.
"Tak perlu berterimakasih, sudah tugasku membantu kamu ratu!" ucap Nuril tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...