
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~I'm happy when you're happy~...
...~~~...
#BROKEN ANGEL S3 EPS 7
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️...
Seperti permintaan sebelumnya, Diandra & Tasya pun diajak oleh Lucas bersama kedua temannya untuk mampir ke markas wild blood atas persetujuan dari Sahira maupun Nur yang merupakan kekasih mereka, ya Lucas terpaksa membonceng Diandra dan Alan juga harus membonceng Tasya.
Mereka berlima sampai di markas dengan cepat dan kedua gadis itu langsung turun dari motor karena sudah tidak sabar ingin melihat pria-pria yang diidam-idamkan mereka, sedangkan Lucas serta dua temannya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua wanita tersebut disana.
"Hadeh, kok ada ya cewek kayak kalian?" ujar Alan sambil menggelengkan kepalanya.
"Ish, maksud lu apa ha? Emang kita ini cewek yang gimana menurut lu?" ujar Diandra emosi dengan perkataan yang diucapkan Alan.
Sontak Alan langsung membuang muka berpura-pura tak mendengar suara Diandra, ia tidak mau ribut dengan wanita seperti Diandra karena tak akan mungkin baginya untuk bisa menang melawan wanita tersebut.
"Dih malah buang muka, songong banget lu jadi cowok!" ujar Diandra makin emosi.
"Heh, udah udah jangan ribut! Kalian berdua kan katanya mau ketemu si Daffa sama Geri, langsung masuk aja gih temuin mereka di dalam!" ucap Lucas memisahkan keributan itu.
"Ya lu temenin dong, Kas!" ucap Diandra.
"Lah ngapa harus gue? Gue mau balik lagi jemput Sahira di sekolah, udah lu berdua aja sama Tasya! Nah sama ini nih si Jack sekalian, Jack lu temenin mereka ya!" ucap Lucas menepuk pundak Jack.
"Hah?" ujar Diandra & Tasya kaget bersamaan.
Akhirnya Diandra & Tasya terpaksa harus masuk ke dalam ditemani oleh Jack, karena Lucas serta Alan kembali ke sekolah untuk menjemput kekasih mereka yakni Sahira & Nur yang juga sudah menunggu untuk ikut diajak ke markas itu.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka bertiga pun memasuki markas tersebut dengan wajah sumringah tapi berubah jutek ketika Jack menatap mereka, sontak Jack memilih diam dan tak lagi memandang ke arah Diandra maupun Tasya.
"Gue gak sabar banget mau ketemu aa Geri," ucap Tasya sambil senyum-senyum genit.
"Sama ih, gue juga gak sabar mau ngeliat Daffa!" sahut Diandra.
Jack yang berjalan di samping mereka hanya bisa menepuk jidat sembari geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah dua gadis yang sedang dimabuk cinta itu, walau sebenarnya ia sedikit sakit hati lantaran mereka tak ada yang mau memilihnya.
Ketika sampai di depan pintu, mereka tak sengaja berpapasan dengan Wildan yang baru dari dalam dan hendak pergi keluar, tentu saja mereka berhenti sejenak untuk beradu tangan alias tosan layaknya orang ketika bertemu dengan temannya.
"Buset Jack, lu jago juga udah bisa ngegebet cewek! Mana dua sekaligus lagi, salut gue sama lu!" ucap Wildan salah sangka pada temannya itu.
"Hah? Gila kali lu, kita bukan gebetannya Jack!" ujar Diandra langsung mengoreksi ucapan Wildan.
"Tau lu, mereka ini mau ketemu sama Geri dan Daffa! Katanya mereka kesemsem sama tuh dua orang, ada kan si Geri sama Daffa di dalam?" ucap Jack.
"Ohh, si Daffa mah ada... tapi Geri nya belum dateng, kayaknya dia masih di kampus deh!" jawab Wildan.
"Yah gagal deh gue ngeliat aa Geri!" ucap Tasya manyun karena tidak bisa melihat dan bertemu dengan lelaki idamannya.
"Hahaha, untung Daffa nya ada jadi gue bisa ngeliat muka gantengnya lagi deh!" ucap Diandra.
Dengan cepat Diandra menerobos masuk ke dalam markas wild blood melewati Wildan begitu saja, bahkan ia juga meninggalkan Tasya disana bersama kedua pria tersebut.
"Buset, ngeri amat tuh cewek!" ucap Wildan geleng-geleng kepala. "Nah kamu sama aku aja, gausah sama si Geri!" sambungnya sembari menatap wajah Tasya.
"Dih, gak mau! Gue cuma suka sama aa Geri gak ada yang lain, mending lu minggir gue mau nunggu aa Geri di dalam sana!" ucap Tasya.
Akhirnya Tasya pun menyusul Diandra ke dalam markas tersebut, sedangkan Jack serta Wildan nampak saling pandang kebingungan dengan tingkah laku dua gadis tersebut.
•
•
Sementara itu, Lucas & Alan telah sampai kembali di sekolah untuk menjemput masing-masing kekasih mereka yakni Sahira serta Nur yang sudah mereka minta untuk menunggu dulu sampai mereka kembali lagi menjemput dua gadis itu.
__ADS_1
Akan tetapi, di halte depan sekolah tidak ada Sahira maupun Nur yang sebelum ini duduk disana ketika mereka berpamitan untuk mengantar Diandra & Tasya lebih dulu.
Tentu saja baik Lucas maupun Alan pun tampak cemas dan panik sekaligus bingung juga dimana keberadaan kekasih mereka itu sekarang, padahal keduanya sudah meminta Sahira & Nur untuk menunggu disana.
"Kas, kemana ya mereka?" tanya Alan bingung.
"Gak tahu juga, kita cari aja ke dalam siapa tahu mereka masuk lagi terus nunggu disana!" jawab Lucas memberi usul.
"Oke!"
Alan mengangguk lalu mereka berdua pun memasukkan motor mereka ke dalam sekolah dan memarkirkan motornya di tempat parkir seperti biasa, tanpa berlama-lama mereka langsung berlari masuk mencari Sahira serta Nur.
Namun, sungguh naas karena mereka kini malah berpapasan dengan Saputra si murid baru yang tingkahnya songong dan belagu bahkan selalu membuat Lucas emosi serta ingin sekali menghajar wajah songongnya itu.
"Ah elah, ngapa harus ketemu bocah ini lagi sih?" ujar Alan geram sekaligus kesal.
Saputra sepertinya memang sengaja menghalangi jalan kedua pria itu agar baik Alan maupun Lucas akan terpancing emosinya, entah apa yang ia harapkan dari itu semua karena sebelumnya mereka tidak memiliki masalah apa-apa.
"Heh, sebenarnya mau lu apa sih? Gue heran deh sama lu, kenapa lu tiba-tiba cari ribut mulu sama gue? Mau caper lu, iya?" tanya Lucas emosi.
Saputra tak menjawab pertanyaan dari Lucas, ia malah tersenyum smirk sembari menggoyang-goyangkan kakinya membuat Lucas semakin emosi dan ingin sekali menghajar pria itu dengan cepat.
"Kalo lu emang mau gabung sama geng gue, yaudah gausah caper kayak gini!" sambung Lucas.
"Cih, pede banget! Siapa juga yang mau gabung sama geng busuk lu itu, ha?" ujar Saputra menantang Lucas sembari memajukan dagunya.
"Kurang ajar lu ya...!!" bentak Lucas.
Lucas yang emosi hendak maju dan memukul wajah Saputra saat ini juga, akan tetapi dengan cekatan Alan mencekal lengan Lucas karena ia tak mau Lucas sampai terkena kasus lagi seperti dulu saat sering bertengkar dengan Willy.
"Sabar Kas, sabar!" ucap Alan menenangkan Lucas.
"Orang kayak dia gak bisa disabarin lagi, Lan! Dia harus dikasih pelajaran supaya gak songong kayak gini, dia itu junior kita dan murid baru disini! Tapi bisa-bisanya dia kayak gitu sama kita!" ucap Lucas.
"Hahaha, gue emang junior dan baru disini... tapi bukan berarti gue takut sama kalian berdua, justru gue bisa hajar kalian dengan tangan kosong!" ucap Saputra.
"Heh, jangan mancing-mancing kesabaran kita ya! Atau lu bakal nyesel sendiri karena udah berurusan sama jagoan sekolah ini...!!" bentak Alan.
"Jagoan? Tampang lembek kayak kalian mau dibilang jagoan? Hahaha, jangan mimpi deh kalian bisa jadi jagoan dan pemimpin di sekolah ini! Lawan aja gue dulu, baru deh gue akuin kalian hebat!" ucap Saputra menantang mereka.
"Kurang ajar emang nih anak, dia gak bisa dibiarin!" ucap Lucas berontak dari pegangan Alan lalu maju ke depan untuk menghajar Saputra.
Bugghhh...
Akhirnya Lucas melayangkan tendangan keras ke arah perut Saputra hingga pria itu terhuyung ke belakang, tak berhenti sampai disitu Lucas juga menonjok dan memukuli Saputra secara membabi buta karena terbawa emosi.
Saputra pun juga tak mau kalah dengan Lucas, ia membalas setiap pukulan Lucas dan bahkan berhasil mengenai wajah Lucas walau tak ada pengaruhnya sedikitpun bagi Lucas yang kuat itu.
"Hey, berhenti....!!!"
Suara teriakan seorang guru yang tak lain adalah Bu Tantri si guru killer itu membuat Lucas serta Saputra menghentikan pertempuran mereka, tentu keduanya panik karena melihat Bu Tantri ada disana dan siap menghukum mereka berdua.
"Aduh mampus dah!" ujar Alan mengusap wajahnya kasar karena panik.
•
•
Sahira & Nur rupanya tengah berada di kantin menikmati siomay serta batagor ditemani es kelapa yang manis dan segar, mereka tak hanya berdua karena disana juga ada Kania beserta Tiara & Andini yang ikut menikmati makanan serta minuman itu.
"Seger banget ya minum es kelapa panas-panas begini, rasanya anjim banget!" ucap Sahira.
"Hahaha, iya bener!" sahut Nur.
"Eh kalian emang belum dijemput lagi sama Lucas dan Alan?" tanya Kania penasaran.
"Belum, buktinya mereka gak ada ngabarin kita!" jawab Sahira.
"Iya tuh, kalo mereka udah sampe kan pasti mereka bakal telpon atau kirim pesan ke nomor kita! Tapi, sampe sekarang gak ada juga tuh telpon atau pesan dari mereka!" sahut Nur.
"Ohh, ya bagus deh jadi kita bisa lebih lama ngobrol-ngobrol kayak gini..." ucap Kania.
"Iya bener banget, jujur gue kangen juga ngobrol kayak gini sama lu dan yang lainnya! Tapi, sayang aja si Diandra sama Tasya malah pergi!" ucap Sahira.
"Hooh, kalo ada mereka kan lebih asyik!" sahut Nur.
"Gak ada mereka juga tetep asik kok, asal kita bener-bener serius ngobrol bukan fokus sama hp!" ucap Kania sembari menatap ke arah Tiara berniat menyindir gadis itu.
__ADS_1
"Hehehe, maaf maaf..." ucap Tiara yang langsung menyingkirkan ponselnya.
Sontak Sahira bersama yang lainnya langsung tertawa melihat tingkah Tiara itu, mereka pun kini fokus mengobrol bersama-sama dan tidak ada lagi yang asik sendiri dengan handphonenya seperti Tiara tadi sehingga suasana tambah meriah.
"*Kasian banget ya si Lucas, baru juga namanya dicap baik eh sekarang udah dipanggil ke BK lagi!"
"Iya bener ih, gak nyangka Lucas sekarang suka ribut sama adek kelas*!"
Akan tetapi, tiba-tiba saja mereka mendengar suara samar-samar dari dua orang wanita yang melintas di kantin tersebut mengenai Lucas, tentu saja Sahira yang mendengarnya langsung khawatir serta mencemaskan Lucas kekasihnya.
"Guys, itu yang dibilang mereka bener gak sih?" tanya Sahira pada temannya panik.
"Kita juga gak tahu deh, tapi bukannya Lucas lagi nganter Diandra sama Tasya kan?" jawab Kania.
"Mungkin aja mereka cuma salah ucap atau beritanya gak bener, gak mungkin Lucas berantem sama adek kelas kayak gitu!" ucap Nur coba menenangkan Sahira.
"Iya sih, tapi tetep aja gue khawatir!" ucap Sahira.
"Udah gausah khawatir! Mending sekarang—"
"Sahira, Sahira...!!"
Ucapan Kania terpotong oleh Alan yang datang secara tiba-tiba lalu memanggil nama Sahira dengan wajah panik serta nafas ngos-ngosan, ia berhenti tepat di meja Sahira serta teman-temannya lalu mengambil nafas sejenak disana.
"Kenapa, ada apa sih Lan?" tanya Sahira cemas.
"Itu loh, si Lucas..." jawab Alan ngos-ngosan.
"Lucas kenapa, dia kenapa ha?" tanya Sahira makin cemas dan panik.
"Si Lucas dibawa ke BK sama Bu Tantri..."
Deg...
Seketika jantung Sahira seperti berhenti berdetak mendengar ucapan dari Alan, kecemasannya itu rupanya memang benar adanya karena ternyata Lucas benar-benar ditangkap bk dan saat ini tengah berada di ruangan Bu Tantri.
•
•
"Kenapa kalian berdua berantem, ha?" tanya Bu Tantri dengan nada tinggi.
Lucas melirik ke arah Saputra yang sedari tadi masih memegangi area wajahnya, sepertinya Putra memang kesakitan karena pukulan dari Lucas tadi cukup banyak yang mengenai wajahnya.
"Heh, kenapa malah diam? Jawab!" bentak Bu Tantri.
"Lucas, kamu ini kan sudah kelas 12 kenapa kamu sampai berantem sama adik kelas kamu? Dia juga murid baru Lucas, jangan kamu jadi sok jagoan!" sambungnya meninggikan suara.
"Maaf Bu, saya gak berniat untuk—"
"Halah omong kosong!" potong Saputra sambil masih memegangi wajahnya.
"Apa maksud kamu, Putra?" tanya Bu Tantri.
"Dia itu cuma omong kosong, Bu! Gak mungkin dia gak niat buat hajar saya, buktinya wajah saya sampe luka-luka kayak gini..." jawab Saputra.
"Heh, lu jangan adu domba ya!" bentak Lucas.
"Lucas! Disini saya yang berkuasa, kamu tidak boleh bicara kalau saya tidak izinkan!" ucap Bu Tantri.
"Tapi Bu, dia itu berdusta!" ujar Lucas.
"Diam dulu...!!" bentak Bu Tantri sambil menggebrak meja dengan sangat keras.
Kedua pria itu terkejut mendengar gebrakan dari Bu Tantri yang sepertinya sangat emosi, mulut mereka akhirnya mengatup karena tak berani berbicara kembali.
"Ayo Putra, lanjutkan ucapan kamu! Jelaskan sama saya, apa masalah kalian!" ucap Bu Tantri.
"Baik Bu, saya ini sebenarnya gak ada masalah apa-apa sama dia Bu... saya sebagai junior hanya ingin lewat jalan belakang, tapi Lucas ini malah halangin saya buat lewat jalan itu dengan alasan jalan itu cuma boleh dilewatin dengan seizin dia!"
"Saya gak terima dong Bu, secara saya kan juga bayar buat sekolah disini! Masa udah bayar masih harus diatur-atur gitu soal jalan doang, eh dia malah gak terima Bu terus saya langsung dihajar deh! Untung aja ibu cepet dateng, kalo enggak mungkin saya udah jadi kerupuk kulit..." ucap Putra.
Lucas benar-benar emosi mendengar perkataan dari Putra yang malah memutarbalikkan fakta, ia sangat geram pada pria itu dan ingin sekali ia kembali menghajarnya saat itu juga.
"Hahaha, kena lu Lucas!" batin Putra.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...